Beauty Clouds

Beauty Clouds
Syarat Agar Mau Joging



Pagi hari pengantin baru itu pun bangun, seperti biasanya Clovis dan Ipek akan bangun lebih pagi karena akan melaksanakan sholat Subuh berjamaah. Clovis bangun lebih dulu dibandingkan Ipek. Cup... Cup... Cup... Clovis berkali-kali mencium wajah Ipek yang sangat cantik di pagi hari itu. Sampai Ipek merasa terganggu dengan kejahilan Clovis.


"Abang... bisa tidak jangan ganggu! Ipek masih ngantuk," rengek Ipek yang semakin kesal dengan Clovis yang jahil banget.


"Enggak bisa Baby, lagian salah siapa kamu itu cantik banget sampe aku bingung kamu itu manusia atau bidadari sih cantik banget," ucap Clovis sembari membelai wajah Ipek yang sangat mulus itu.


Ipek justru memanyunkan bi'birnya karena Clovis yang terlalu gombal. "Abang ini kayaknya belum Subuh yah, tapi kenapa Abang sudah gombal banget sih, nanti lah Abang kalo mau nambah siangan dikit atau malah malam lagi. Ini masih pagi Bang," dengus Ipek yang mengira bahwa Clovis tengah merayu dirinya untuk kembali mengharungi indahnya penyatuan antara satu sama lain.


"Hahaha... sumpah punya istri kayak kamu itu tidak tua-tua sayang kamu itu lucu banget sih, tidak ada bosanya kamu itu. Aku heran kenapa aku dulu tidak suka kamu yah, padahal kamu itu lucu banget," ucap Clovis dengan terus memainkan pipi Ipek yang tirus.


Ipek kembali memanyunkan bibirnya yang langsung di sambar oleh Clovis, sehingga pagi hari sebelum kembali mandi mereka menyempatkan diri untuk bersilahturahmi bi'bir dan hal itu cukup untuk salam selamat pagi dari suami istri itu.


Ahaha... nafas Ipek hampir habis karena Clovis yang terus memainkan permainanya, ia lupa kalo istrinya itu masih sangat amatir dalam urusan seperti ini.


"Mandi yuk, sudah mau jam lima nanti malah tidak kebagian sholat Subuh," ucap Clovis yang hampir kelupaan karena keasikan bersilahtirahmi bi'bir.


"Hah... Sudah pagi yah, kirain masih malam loh Bang, tadinya mau bobo lagi, malah sudah pagi ajah sih," ucap Ipek sembari mengalungkan tanganya keleher Clovis agar suaminya kembali menggendongnya.


Clovis pun tertawa renyah, ternyata Ipek dewasa ketika di depan orang-orang apabila di depan Clovis dia justru sangat manja dan sangat ingin di manjakan setiap saat. Sehingga mandi saja benar-benar Clovis yang memandikanya.


Clovis membopong Ipek ke kamar mandi dan kembali menggosok setiap inci tubuh istrinya itu, untuk pertama Ipek menolak ketika Clovis mengajaknya mandi bersama, tetapi setelah malam tadi mereka mandi bersama dan Ipek di layani dengan sangat baik sama suaminya itu, sehingga seolah Ipek merasa dijadikan ratu oleh suaminya dan Clovis menjadi suami yang siaga.


"Masih malu tidak?" tanya Clovis ketika ia kembali membuka pakaian istrinya dan mereka kembali mandi bersama. Lagi-lagi Clovis tidak mengizinkan Ipek untuk mandi seorang diri dan Clovis sekarang yang akan memandikanya lagi.


Ipek menggelengkan kepalanya. "Tidak, malah jadi ketagihan karena Abang yang memandikan Ipek dan sekarang Ipek malas untuk mandi sendiri karena ada suaminya yang dengan sangat telaten memandikan aku," jawab Ipek dengan jujur.


Clovis kembali tertawa renyah, seolah memiliki mainan baru, dia sangat memanjakan Ipek sehingga mandi sajah Covis yang melayaninya. Yah, Ipek pagi ini mandi pun kembali Clovis yang menggosok tubuhnya dengan sangat sabar.


"Ini sakit tidak ketika buat jalan, dan buat buang air kecil?" tanya Clovis dengan menunjuk bagian sensitif milik istrinya itu.


"Tidak, bukanya Abang yang mengompresnya semalam sehingga tidak bengkak seperti yang Zawa dan Arzen alami. Ipek malah heran kenapa dokter Intan bilang kalo Zawa sampai bengkak dan mengalami demam. Memang mereka bermain gimana sih kenapa Zawa bisa sampai demam gitu?" tanya Ipek heran.


"Syukur deh kalo tidak sakit, Abang takut kalo kamu sampai bengkak dan tidak bisa beraktifitas pagi, malu juga pasti nanti diledek habis-habisan sama Abi dan Abang-abang kamu," kekeh Clovis sudah membayangkan apabila Ipek sampai berbeda jalan apalagi sampai demam bisa habis ia jadi bahan ledekan mereka.


"Haha... tidak Abang, lagian mereka juga tahunya Ipek sudah janda pasti sudah pernah melakukan seperti itu. Hanya Abang yang tahu fakta sesungguhnya kalo Ipek dan Abang Wahid dulu belum pernah melakukanya," ucap Ipek malu-malu.


"Oh iya Abang sampai lupa ingin tanya kenapa kamu dan Wahid belum melakukanya, apa hubungan kalian dulu juga tidak harmonis sehingga kamu belum menyerahkan ke gadisan kamu pada suami kamu?" tanya Clovis dengan antusias sembari terus menggosok tubuh Ipek.


"Nanti saja yah Bang ceritanya, sekarang sudah siang kita harus sholat Subuh dulu kan," ucap Ipek agar Clovis mulai lebih cepat mandinya dan segera melaksanakan sholat Subuh bersama.


Mereka pun selesai mandi bersama-sama dan setelah berpakaian Clovis dan Ipek pun melaksanakan sholat Subuh bersama.


Ipek mencium punggung tangan suaminya dengan takzim setelah selesai melaksanakan sholat subuh bersama dan Clovis mencium kening istrinya cukup lama dan mereka saling berpelukan seolah hal itu sangat nyaman setelah sholat berpelukan adalah hal yang paling nyaman buat Ipek.


"Kita joging yuk! Sudah biasa kalo habis sholat Subuh olahraga kalo tidak olahraga rasanya ada yang kurang," ajar Clovis pada Ipek yang masih senang bermanja-manja pada suaminya itu.


Ipek pun mengernyitkan dahinya heran. Ipek mengintip ke jendela di mana dari jendela masih kelihatan gelap di luar sana. "Joging sepagi ini? Apa tidak dingin?" tanya Ipek heran, karena dia boro-boro joging untuk lepas dari selimut saja rasanya mager.


"Iya dong, emang kenapa? Kamu tidak pernah olahraga yah?" ledek Clovis dengan menoel perut Ipek.


Ipek mengangguk dengan semangat. "Iya malas ajah kalo harus olahraga apalagi pagi-pagi kaya gini jalan di luar rumah, ah malas sekali lebih baik buat nonton drakor (drama korea)," celetuk Ipek dengan percaya diri.


"Tapi itu tidak sehat sayangnya aku, yuk mulai sekarang kita biasain kalo habis sholat Subuh kita joging yah keliling komplek ajah. Kalo belum biasa memang kelihatanya sangat malas tetapi kalo sudah biasa nanti juga terbiasa kok. Abang dulu juga gitu malas dan dingin, kelamaan kalo tidak joging rasanya badan pada sakit, dan tubuh kayak sakit gitu. Yuk siap-siap kita joging bareng, tidak harus lari. Kalo tidak sanggup jalan santai ajah." Clovis memaksa Ipek agar mau berolahraga di pagi hari.


"Ya udah iya-iya mau joging atau jalan santai tapi nanti kalo Ipek cape, Abang gendong yah! Malas Abang kalo harus keliling pagi-pagi entah cari apa, terlebih harus lari-lari, malas tau," rengek Ipek.


Sementara Clovis semakin dibuat tertawa oleh Ipek, bagi Clovis istrinya itu lucu banget. "Ya udah nanti kalo lulus dan tidak minta gendong, Abang telaktir jajanan. Jadi kita setelah joging cari sarapan di luar, bubur ayam? Atau ketoprak, lontong sayur apa ajah boleh deh, nanti Abang yang telaktir, tapi dengan catatan tidak minta gendong dan mau joging bukan hanya duduk-duduk setelah itu minta jajan," tantang Clovis agar Ipek mau olahraga.


"Ok baiklah, kalo ada hadiahnya mah mau deh olahraga, demi ketoprak dan lontong sayur yang pedas," ucap Ipek dengan bersemangat.


Sementara Clovis hanya mengeleng-gelengkan kepalanya, melihat kelakuan istrinya. Yang mau berolahraga karena ada ketoprak dan lontong sayur.