Beauty Clouds

Beauty Clouds
Ikan louhan Yang Cantik



Seolah sudah menjadi kebiasaan, setiap Rio dipijat pasti tertidur di pangkuan Ody. Sudah sebulan ini pangkuan menjadi tepat ternyaman buat menggapai mimpi di pagi hari.


"Udah Dy," ujar Rio dengan suara beratnya, khas bangun tidur. ia meminta Ody berhenti memijitnya.


"Sudah enakan tuan," tanya Ody memastikan.


Hemzzzz... seperti biasanya selalu enakan setiap abis di pijit kamu," puji Rio.


Rio bangun dan mendudukan dirinya di samping Ody.


"Syukur deh," ujar Ody sembari memindahkan bantal dari panguanya.


"Kaki kamu kebagas lagi?" tanya Rio, ketika melihat Ody memijit kakinya.


"Dikit," lirih Ody sambil tersenyum.


"Kalo ke semutan kamu bilang ajah, jangan ditahan," ujar Rio sembari akan memijit kaki Ody.


Namun, Ody yang mengetahui bahwa Rio akan membantu memijit kakinya, Ody buru-buru menarik kakinya agar menjauh dari hadapan Rio.


"Kenapa?" tanya Rio, ketika melihat Ody menarik kakinya buru-buru. "Kan aku mau bantu mijit kaki kamu, biar gantian," cicit Rio.


"Nggak usah tuan, biar saya ajah," balas Ody, merasa nggak enak, apabila Rio membantunya memijit.


"Ahhhhh... biarpun pijitanku nggak seenak kamu, tapi setidaknya aku juga inggin balas membantu kamu meringankan sakit di kakimu."


gerutu Rio.


"Bukan karena nggak enak pijitanya tuan, Anda jangan berpikiran begitu. Hanya saya merasa tidak pantas diperlakuan seperti itu oleh Anda." bela Ody agar Rio tidak tersinggung.


Namun, nampaknya Ody sudah terlambat, Rio sudah merasa tersinggung, sehingga ia diam sajah berlalu masuk kekamar mandi.


"Tuan apa Anda marah?" tanya Ody ketika melihat expresi Rio yang datar, dan berlalu pergi begitu sajah.


"Menurut mu." sungut Rio, tanpa menoleh ke Ody.


"Tapi Tuan saya ha..... " belum selesai Ody menjelaskan maksud perkataanya, tapi Rio sudah menyetopnya dengan mengangkat tanganya ke atas, menandakan agar Ody diam.


"Hanya nggak enak Anda memegang kakiku." lanjut Ody bergumam seorang diri ketika Rio sudah menghilang di balik pintu kamar mandi.


"Ish....... baper banget sih, padahal cuma gitu doang, udah merajuk, kaya cewek yang baru datang bulan ajah. Nggak bisa kesenggol dikit, langsung b*c*k." gumam Ody merasa Rio terlalu kekanakan.


"B*d* amat lah, nanti juga baikan lagi." kesal Ody, ia pun bangun dan menyiapkan segala keperluan Rio, seperti biasa bahwa Ody akan memilihkan pakaian mana yang akan Rio kenaka.


Setelah menyiapkan pakaian Rio, Ody tidak langsung pergi seperti biasanya. Namun, Ody memutuskan akan meminta maaf sekali lagi. Kali sajah untuk usahanya yang, ini Rio akan memaafkannya. Ody memilih menunggu di balkon kamar Rio.


Rio sudah selesai mandi, dan langsung menggunakan pakaian di dalam kamarnya. Ody yang mengetahui Rio memakai pakaianya di kamar pun memalingkan pandangan ke taman, agar tidak melihat kegiatan Rio. Tentunya Rio tidak mengetahui bahwa ada Ody di balkon kamarnya. Setelah berpakaian rapih Rio, akan merapihkan rambutnya.


"Ehemmm...." dehem Ody ketika ia masuk kekamar Rio.


"Kamu..." tunjuk Rio kaget.


"Iya tuan saya belum pergi." jawab Ody sebelum ditanya oleh Rio.


"Kamu liat aku ganti pakaian barusan?" tanya Rio, ia merasa malu apabila Ody melihatnya tanpa busana.


"Engga tuan, kan saya di luar." jelas Ody jujur, dengan suara selembut mungkin.


"Bohong!! kamu pasti liat." omel Rio nggak percaya.


"Engga tuan, beneran dah, suer..." ucap Ody dengan mengacungkan telunjuk dan jari tengan membentuk huruf V.


"Awas kalo kamu bohong." ancam Rio.


"Iya jujur," jawab Ody santai.


"Kenapa?" tanya Rio ketus.


"Mau minta maaf, soal yang tadi," lirih Ody.


"Yang mana?" tanya ulang Rio pura-pura nggak tau.


"Ish.... yang barusan,....." Ody diam sejenak. "Yang saya menolak Anda, mau bantu pijit kaki saya," jelas Ody sambil menunduk.


"Oh..... "jawab Rio singkat.


"Jadi Anda memaafkan saya kan?" tanya Ody dengan wajar berbinar, mengira Rio sudah memaafkan.


"Belum!!!" ucap Rio jutex.


"Ish....kenapa?" tanya Ody dengan lesu.


"Ya karena,.........kamu belum mengizinkan aku memijat kaki kamu." ujar Rio datar.


"Tapikan saya sudah nggak kesemutan tuan, Nih...nih bahkan saya udah bisa jalan normal." ucap Ody sembari jalan bolak balik, dengan cepat menunjukan ia sudah tidak ke semutan lagi.


"Bodo..pokoknya pengin pijit kaki kamu." jawab Rio tanpa rasa bersalah. "Kalo nggak boleh pijit juga, aku nggak bakal maafin kamu." ancam Rio dengan muka di bikin merajuk.


"Ih....aneh banget sih, kelakuan Anda, tuan" batin Ody heran dengan sikap Rio, kekanakan.


"Ya udah boleh pijit, tetapi bentar ajah yah," tawar Ody, akhirnya pasrah membiarkan Rio memijit kakinya.


"Yes....," pekik Rio dengan wajah seketika berbinar.


"Akhirnya aku dibolehkan memijat kaki mulus Ody." gumam Rio dalam hati. Entah mengapa Rio sangat menginginkan memijat kaki Ody, tapi malah Ody menolak. Sehingga membuat Rio kecewa, dan sedih.


"Dimana?" tanya Ody, yang bingung akan dipijit dimana.


"Kasur ajah," jawab Rio sembari menunjuk tempat tidurnya.


"Sova ajah yah," tawar Ody, nggak enak kalo di kasur, mana sudah di rapihkan sama Ody nanti berantakan lagi, pikir Ody.


Namun, lagi-lagi Rio manyun, menandakan dia tidak suka Ody menolak usulnya.


"Astagah,..." gumam Ody jengah melihat kelakuan Rio, yang sensitif banget akhir-akhir ini, sehingga Ody harus banyak bersabar menghadapi Rio.


"Ya udah iya...iya, ayo di kasur pijatnya." ucap Ody akhirnya mengalah. "Biarin nanti aku rapihkan lagi ranjangnya, dari pada bayi besar merajuk lagi," pikir Ody pasrah.


Rio mengikuti Ody dengan wajah cerianya. Ody duduk dipinggir ranjang dengan bersandar, dengan kaki di luruskan. Rio disamping kaki Ody memijit kaki mulus Ody.


Biar pun Ody sebenarnya merasa nggak enak dengan posisi itu, tetapi setelah melihat Rio yang biasa sajah dan nampaknya justru senang melakukanya. Ody hanya pasrah.


Ody merasakan pijitan Rio itu sangat geli dan tidak ada kenyamanannya. Ody berusaha menahan agar tidak tertawa karna geli. Bisa-bisa kalo liat Ody tertawa, Rio tersinggung lagi." pikir Ody.


"Udah yah tuan, ini udah siang kita harus ke rumah sakit, Anda kan juga ada praktik, nanti telat loh," bujuk Ody agar Rio tidak tersinggung.


Rio pun tidak keberatan, dan menyudahi pijitanya.


"Sekarang Anda sudah memaafkan saya kan tuan?" tanya Ody memamastikan bahwa Rio sudah tidak marah lagi denganya.


"Udah ko," kekeh Rio, karena keinginanya sudah terwujud.


"Ini" Rio menyodorkan salep untuk Ody.


"Apa ini?" tanya Ody bingung.


"Salep untuk meredakan benjolan, kamu ngaca deh jidat kamu itu benjol, jadi kaya Ikan Louhan," kekeh Rio.


Ody pun, berjalan menujun kaca, dan melihat memang iya dahinya benjol.


"Memang Ikan louhan benjol dahinya, tuan?" tanya Ody yang nggak tau bentuk Ikan Louhan seperti apa.


"Iya sama kaya kamu, benjol disini," ujar Rio sembari meledek Ody, meletakan kepalan telapak tanganya dijidanya.


"Ish...mana ada Ikan kaya gitu, ngarang paling Anda," elak Ody karena memang ia belum pernah liat Ikan begituan, yang Ody tau Ikan lele, emas, nila, dan sejenisnya.


"Kamu nggak tau bentuk Ikan Louhan?" tanya Rio aneh, masa nggak tau Ikan dengan bentuk menggemaskan seperti Louhan.


"Sini," ujar Rio sembari menarik Ody agar mendekat denganya.


Rio membuka Smartphoe'nya dan mencari Ikan louhan dilaman pencarian.


"Nih Ikan Louhan, Rio menyodorkan gawai nya menujukan sebuah foto Ikan louhan, yang sangat cantik dengan benjolan di dahinya.


"Astaga ternyata benar, ada Ikan dengan bentuk lucu seperti ini," pekik Ody merasa sangat unik bentuknya.


"Ini namnya Ikan louhan, bentuknya unik, dan warnanya cantik, sehingga membuat harganya mahal," jelas Rio.


"Iya tuan cantik sekali." ucap Ody mengagumi bentuk Ikan itu.


"Berati saya cantik yah tuan, kalo benjol begini," cicit Ody dengan tersenyum manis.


"Kalo Ikan louhan iya cantik, tapi kalo kamu lucu." jawab Rio dengan tertawa lepas.


"Ish....." rajuk Ody dengan meninggalkan Rio yang sedang tertawa terbahak-bahak menertawakan Ody...


"Brakkkkkk...booommm....


Ody menutup pintu dengan lumayan kencang sehingga menimbulakn bunyi yang keras.


Rio langsung berhenti tertawa ketika mendengar suara pintu yang ditutup oleh Ody.


"Ko jadi gantian, dia yang marah," gumam Rio bingung!!!!!



#Ikan louhan yang cantik, mirip Ody.


***musibah yang membuatmu kembali kepada Alloh lebih baik dari nikmat yang membuatmu lupa kepada Alloh***


...****************...


#Terimakasih buat yang udah mampir, jangan lupa tinggalkan jejak...


Like✅


comen✅


Vote✅


Beri hadiah✅


dan tekan fav❤✅