Beauty Clouds

Beauty Clouds
Kejutan Untuk Baby Mayra



Tiga hari telah berlalu dan kini kondisi Baby Mayra sudah jauh lebih baik, bahkan dokter telah mengizinkan Mayra untuk di bawa pulang. Hubungan Rio dan Ody masih dingin di mana yang terjadi diantar keduanya hanya sebatas suami istri dalam setatus. Untuk obrolan saja sangat jarang terdengar. Rio selalu mencoba untuk mengajak ngobrol Ody, tetapi Ody masih membatasi interaksi dengan Rio.


Hari ini di rumah Rio tengah terjadi kekacauan sebab Mamih, Kak Luna dan kedua ponakan Rio tengah disibukan dengan acara penyambutan kepulangan Baby Mayra.


Memang Kak Luna dan Mamih belum betemu langsung dengan Ody, tetapi mereka terus berusaha sampai Ody mau memaafkan mereka semua.


Mereka menghias ruangan tamu menjadi layaknya semua pesta balon dan kamar Rio dan Ody dulu sekarang menjadi kamar Mayra bersama Ody, juga tak luput dari hiasan balon-balon yang sangat banyak dan berwarna warni.


Sementara Rio kini tidurnya terpisah, karena permintaan Ody. Rio memilih tidur di kamar bawah, pakeian pun sudah Mbok Karti pindahkan ke kamar bawah. Yang tersisa di kamar pribadinya hanya pakaian anaknya dan juga pakaian istrinya. Perlengkapan bayi sudah tertata dengan lengkap di kamar ini.


Kehebohan pun tidak kalah terjadi di ruangan VIP nomor dua, yang mana Ody, dan Intan tengah berkemas akan segera pulang. Senyum lebar tak henti-hentinya terkembang dari sudut bibir milik Ody, karena kini ia bisa merawat Mayra seperti anaknya sendiri.


"Ayok Dok, kita udah siapkan?" tanya Ody yang justru melihat Intah duduk.


"Nanti dulu, Om Hartono sama anaknya belum datang," jawab Intan dengan mengipas-ngipaskan tanganya mencari angin. Padahal ruangan juga dingin, karena ber AC.


Ody yang menggendong Mayra pun ikut duduk. "Emang Papih mau ikut kita pulang yah? Apa nanti nggak mengganggu pekerjaanya. Bukanya kerjaan rumah sakit masih banyak?" tanya Ody kepo, pasalnya Papih sendiri yang bilang kemarin-kemarin jarang mengunjungi Mayra karena kerjaan rumah sakit sedang banyak.


"Demi menyambut cucu, Papih sama Rio bisa mengatur semua kerjaanya. Kan yang terpenting cucunya," kekeh Intan sembari menoel-noel pipi merah Mayra, yang sangat cantik.


"Dy kamu perhatiin deh, Mayra itu kalo gue perhatiin sama kaya Aarav tau, hidung sama mata dan bibir mirip banget tuh cowok. Apa jangan-jangan Mayra anak Aarav," kelakar Intan.


"Hust... Dokter jangan bilang begitu emang Aarav tega apa melakukan kejahatan kaya gitu? Dokter tau kan kata Neneknya Mayra, Ibunya Mayra itu diper'kosa, masa iya Aarav tega melakukan itu semua." Ody tidak percaya kalo Aarav sejahat itu. Sampe memper'kosa anak Mbok Zuha.


"Hehehe... iya juga sih, tapi nggak tau gue itu kalo liat mata Mayra itu kaya mata Aarav. Apa karena masih bayi ajah kali yah, jadi wajahnya masih berubah ubah." Intan akhirnya pun ikut percaya pada Ody bahwa Aarav tidak akan tega melakukan kejahatan, apa lagi pemer'kosaan. Kalo memang pengin penyatuan bisa ajah kan Aarav membayar wanita bayaran bukan malah memeper'kosa gadis yang tidak bersalah.


****


"Hay, cucu Opa mau pulang yah?" Papih datang bersama dengan Rio.


"Iya Pih, Mayra udah sehat nih. May mau pulang ke rumah, bosen di rumah sakit terus." Ody menirukan suara anak kecil menjawab pertanyaan Papih mertuanya.


"Ya udah yuk, kalo udah siap kita buruan pulang, udah lapar nih." Intan mengasih kode agar mereka jangan pada berlama-lama, Intan sudah pengin mencicipi aneka hidangan yang keluarga Rio siapkan untuk menyambut Mayra. Intan memang tau bahwa di rumah Rio diadakan penyambutan sekaligus syukuran atas kesembuhan Mayra. Di mana nanti akan diadakan pengajian bagi anak-anak yatim dan warga sekitar. Sementara Ody tidak tau menau, yang ia tahu ya pulang dan tidak ada acara apa-apa.


"Mayra biar aku yang gendong." Rio menjulurkan tanganya bermaksud menggendong anak angkatnya.


"Engga usah, lagian May, lebih nyama sama aku," jawab Ody dengan dingin.


Rio pun hanya pasrah mengekor di belakang istri dan anaknya sembari membawa tas peralatan Mayra.


Rio mengambil alih kemudi berserta papih yang duduk di samping Rio, sedangkan Ody dan Intan di kursi penumpang belakang. Mbok Zuha sudah beberapa hari lalu memang di minta Ody untuk pulang ke rumahnya. Pasalnya Ody tidak tega membiarkan Mbok Zuha yang sudah tua ikut menjaga Mayra di rumah sakit.


Selama tiga Hari Mayra di rawat Rio memang beberapa kali datang ke kamar putri angkatnya, melainkan hanya mengecek dan mengajak ngobrol Mayra. Sementara Ody apabila Rio datang ingin bermain dengan May, ia menyingkir duduk di sofa memainkan ponselnya. Ody akan berbicara apabila Rio bertanya padanya. Itu pun berbicaranya seperlunya sajah, setelahnya Ody akan kembali diam begitu seterusnya.


Mereka sudah sampai di halaman rumah.


"Ko rumah kayaknya sepi banget," batin Ody kenapa Mbok Zuha atau Mbok Karti tidak ada yang menyambut.


Ody diminta berjalan lebih dulu oleh papih. Ody yang tidak curiga pun mengikuti saja usul dari papah mertuanya.


Ketika Ody baru membuka pintu terdengar suara yang membuat Ody kaget, kecuali yang lain biasa ajah. Termasuk Mayra sepertinya anak itu juga sudah tau bahwa di rumah barunya tengah diadakanya acara penyambutan buat dirinya. Buktinya tuh bayi anteng ajah di gendongan emaknya...


"Selamat yah sayang, akhirnya kamu pulang juga ke rumah ini bersama anak kamu." Mamih memeluk dan cipika cipiki pada Ody dan Ody pun membalasnya. Yah, mungkin ini sudah waktunya Ody memaafkan semuanya. Memulai dengan hal yang baru.


"Terima kasih Mih." Ody membalas sembari mengembangkan senyumnya.


"Selamat yah Tante sekarang udah pulang ke rumah, Kaka Ezen sama Kak Eza pasti senang nih ada teman baru." Kak Luna pun tidak ketinggalan mencium dan memeluk Ody.


"Iya terima kasih Kak." Ody membalasnya dengan singkat.


Mbok Karti pun tidak ketinggalan, beliau meluk Ody dengan haru. "Neng, akhirnya pulang lagi ke rumah ini. Mbok kangen sama Neng." Mbok Karti yang memang lebih banyak menghabiskan waktu dengan Ody pun menangis haru, bukan karena sedih melainkan bahagia.


"Iya Mbok, Ody pun kangen sama Mbok Karti." Ody memeluk Mbok Karti dengan penuh kasih.


Sementara Mayra diambil alih oleh Mamih yang kini menjadi pusat perhatian dari semuanya.


Papih, Ka Luna, dua ponakan yang cantik-cantik dan Rio pun ikut mengrumuni Baby Mayra.


Sedangkan Intan lebih memilih menikmati hidangan yang sudah disediakan.


"Dy sinih!" Intan meminta Ody menemaninya makan di meja makan. Setelah urusan Ody selesai Intan akan mencoba berbicara pada Ody mengenai kasus yang membelit Zawa.


Yah kemarin Aarav mencoba menemui Intan meminta bantuan Intan agar berbicara dengan Rio maupun Ody. Untuk mempertimbangkan kasus Zawa. Aarav sangat yakin bahwa Zawa tidak bersalah.


Memang Intan sempat mendengar kasus Zawa dari Arzen, tetapi saat itu kondisi Ody dan Angel lagi di titik terendah sehingga Intan menolak permintaan Arzen. Namun sepertinya sekarang waktunya sudah sedikit membaik Intan akan mencoba mulai berbicara pada Ody. Kasian juga kan kalo memang Zawa tidak bersalah harus menanggung perbuatan Emly. Di tuntut dengan tuduhan pembunuhan berencana pasti hukumanya tidak main-main.


Ody pun mendatangi Intan yang tengah menikmati satu piring penuh makanan dengan berbagai menu.


"Kamu nggak makan Dy, ibu menyusui biasanya lapar terus." Intan meminta agar Ody ikut makan.


"Iya Dok, berasa banget, kan sekarang Ody juga makanya banyak mana sering lagi," kekeh Ody yang sering lapar dan untung Rio apabila datang menjenguk Mayra membawa makanan untuk Ody. Yah mungkin dia tau bahwa busui pasti lapar terus, dan Ody pasti tidak akan mau meminta pada dirinya. Maka dari itu dia yang berinisiatif untuk membawakanya makanan itu.


"Ya udah sana ambil makanan, kita makan bareng."


"Nanti ajah Dok, masih kenyang kan tadi sebelum pulang udah ngemil kue..." Ody menyengir kuda.


"Kalo gitu, gue pengin ngomong sesuatu sama kamu, dan aku berharap banget kamu bisa membantu seseorang yang sekarang tengah menanti sebuah kebebasan." Intan menghentikan makannya sejenak dan mulai serius dengan ucapannya.


Ody pun mulai deg-dengan, bertanya-tanya apa yang mau Intan bicarakan, pasalnya terlihat sekali keseriuzan dari raut wajah Intan.


...****************...


Hay... Othor mau bawa rekomendasi bacaan yang bagus karya brstie Othor namanya ka Anisyah. S.


Kuy langsung baca ajah yah, jangan lupa tekan fav, like dan komen...jangan lupa tabur mawar juga biar makin semangat Othornya...