Beauty Clouds

Beauty Clouds
Emly Pengin Makan Rujak



Sementara itu dirumah Dokter Intan ...


"Mana sih katanya udah jalan, tapi ko belum sampai juga," gerutu Intan yang sedari tadi menunggu kedatangan Ody dan Ipek. "Apa jangan-jangan mereka nyasar lagih." batin Intan mulai cemas. Intan mengambil poselnya, lalu menghubungi Ipek guna memastikan sudah sampai mana mereka, takutnya merekan nyasar.


Tiga kali Intan menelepon, tetapi tidak juga mendapat jawaban.


"Gimana sih di telpon juga nggak diangkat, bikin cemas ajah ." oceh Intan seorang diri.


Ketika Intan tengah mengotak atik Hpnya, tiba-tiba ada bunyi kelakson yang mengagetkanya


Tittt......


Tittt.....


Tiiiiiiit.....


"Astaga siapa sih bikin kaget ajah. Apa itu jangan-jangan mereka," batin Dokter Intan, sembari setengah berlari kedepan rumahnya.


Benar sajah Ipek tengah nyengir kuda.


"Kenapa ngg diangkat sih telpon aku." Omel Intan ketika melihat yang datang orang yang membuatnya cemas...


"Hehe...,sengaja!!! Pasti dikira nyasar yah?" ledek Ipek, yang tau alasan kenapa Intan cemas.


"Ih,...kamu mah nyebelin banget, Intan memukul pundak Ipek gemaz, orang lagi cemas malah diledek,...nih....nih...rasain sakit kan!!" Intan terus memukul Ipek gemazz.


Sedang Ipek yang dipukul, justru merasa geli karena dipukul Intan. Ipek hanya tertawa lepas dengan perlakuan Intan.


"Aneh gue mah sama Ody, ko mau sih beteman sama dia, nyebelin bangetttt... " cicit Intan sembari menunjuk Ipek, yang tengah tertawa.


"Terpaksa sebenarnya Dok," jawab Ody menimpali candaan Intan.


"Oh jadi terpaksa nih! Ok...baiklah mulai sekarang kita musuhan."jawab Ipek pura-pura merajuk.


"Gitu ajah baper.....dikit-dikit ngadu! Emang gitu tuh kalo anak mamah mah baperan!" Intan nampaknya masih senang dengan keisenganya meledek Ipek.


"Dokter Intan bisa nggak suruh tamunya masuk, entar kalo udah di dalam kita gelut boleh deh, yuk....." Ipek mulai ambil kuda-kuda bak atlet karate mau ikut lomba.


"Sumpah deh Ipek-Ipek kamu lucu banget sih!" ujar Intan, sambil mencubit gemas pipi Ipek.


Memang Ipek itu kalo udah kenal, usilnya nggak ada lawan, makanya cocok sama Intan yang sama-sama iseng. Sedang Ody sifatnya lebih pendiam dan mengalah cocok dengan Ipek yang manja.


"Jadi masuk nggak? Kalo nggak gue mau tutup ajah nih pintunya." tanya Dokter Intan dengan muka dibikin sok jutek.


"Tuh kan Mba, ngeselin banget emang nih Dokter, udah jauh-jauh kesini malah digitui!" sungut Ipek.


"Ya udah yuk, kita balik lagi ajah," ucap Ipek, dengan menarik tangan Ody, dibikin seolah ia memang sedang merajuk. Namun, bukanya keluar malah masuk ke dalam rumah dengan pede, dan Ipek pun sengaja dibikin jalanya menyenggol pundak Intan, tuan rumahnya sendiri. Dengan muka songong Ipek masuk seolah rumah itu adalah rumah miliknya.


"Ya Alloh Ody, loe nemu dari mana sih temen modelan begini. Bener-bener unik sayang kalo di diemin mesting di awetin ajah." oceh Intan dengan melipat kedua tanganya di dada dan menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Mumi dong gue," jawab Ipek dengan mengerenyitkan dahinya.


"Mirip!!" celetuk Intan dengan tawa diwajahnya, tanda puas mengerjai Ipek.


"Sue emang nih Dokter ..!!" balas Ipek.


Mereka pun duduk dengan bercerita. Ody yang di minta bercerita dengan kejadian barusan di rumah Rio. Ody pun menceritakan semuanya kenapa ia bisa keluar dari rumah Rio. Ody pasti juga menceritakan sebenarnya Rio mengizinkan dirinya tinggal di rumahnya. Namun, syarat agar dirinya tidak menampakan wajah di depan Rio membuat Ody enggan menerima tawaran dari Rio .


"Ya keputusan kamu udah paling benar keluar dari rumah itu, buat apa kamu di sana tapi nggak dihargai, lebih baik kamu keluar tunjukan kemampuan kamu, tanpa bantuan kerjaan dari dia, kamu juga bisa hidup dengan layak. Jangan mentang-mentang dia banyak uang bikin peraturan sekonyol itu." oceh Intan gemas, biarpun Rio sepupu Intan, tetapi Intan juga nggak bisa membenarkan kelakuam Rio. Menurutnya harga diri wanita harus tetap dijaga. "Jangan mau direndahkan oleh laki-laki, biarpun itu suami. Kalo salah ya jangan dibenarkan bakal nggak tau diri lama-lama. Intan terus sajah berceloteh geram.


"Iya Mba, selama ini Mba Ody kan selalu bisa keluar dari masalah apapun, maka untuk sekarang juga Mba harus memompa semangat untuk lebih yakin, bahwa yang Dokter Rio lakuin ga ada apa-apanya buat Mba." imbuk Ipek mendukung saran dari Intan.


*Wanita diciptakan istimewa.Tetap tegar meski nyaris menyerah,tetap sabar meski ingin mengeluh,tetap kuat meski hampir terjatuh .*


"Iya, makasih Dokter Intan, Ipek, aku juga yakin akan kemapuanku dan pertolongan Alloh itu ada, maka ketika aku dipilih untuk menjalankan ujian ini berati karna aku mampu dan aku kuat buat melewatinya." ucap Ody menyemangati diri.sendiri.


"Nah gitu dong, nggak salah emang Ipek punya temen itu selalu ada motifasi yang positif, nggak kaya Dokter Intan, bawaanya negatif jadi bikin Ipek ber-api mulu," sindir Ipek sambil melirik ke arah Intan.


"Gue lagi, gue lagi. Dasar Anak kecil mah gampang baperan, harus banyak-banyak ngalah sama bocil," balas Intan menanggapi candaan Ipek.


"Biarin bocil, yang pentingngangenin .... we ..." Ipek menjulurkan lidahnya ke arah Intan.


"Dih PD abis....hahaha" ketiganya pun tertawa, kadang ada saat kita menangis kadang juga akan ada saatnya kita tertawa..


*Kenapa harus menangisi seseorang kalo kamu masih bisa tertawa bersama yang lain*


Malam ini pun Ody menginap di rumah Intan, dan juga Ipek akhirnya ikut menginap juga, karena hari sudah malam terlalu berbahaya buat cewek pulang sendirian.


****


Ditempat lain, Emly yang selama satu bulan ini menghilang dari pandangan Rio and frends, entah karena malu atau takut Rio bakal marah, karena perbuatanya diketahui teman-temanya. Emly memutuskan untuk menjauh dari Rio untuk sementara waktu agar Rio bisa melupakan kejadian malam itu.


Akhir-akhir ini badan Emly terasa tidak enak, sering Emly merasakan meriang mendadak dan nggak napsu makan, dan kadang Emly juga menginginkan makanan tertentu. Seperti saat ini Emly Pengin rujak.


"Kayaknya makan rujak enak nih," batin Emly, padahal sebelumnya Emly sangat anti dengan rujak.


Emly yang membayangkan makan rujak pun meminta tolong Mbok di rumahnya untuk membelikan rujak.


"Mbok, lagi sibuk ga? Sapa Emly dengan manja, yah Mbok Zuha adalah pembantu sekaligus pengasuh Emly. Sejak kecil Emly sudah diasuh oleh Mbok Zuha. Maka nggak heran kalo Emly begitu manja dengan Mbok Zuha, malahan sama mamihnya pun Emly jarang bersikap manja, seperti dengan Mbok Zuha.


"Kenpa emang Non?" tanya Mbok Zuha yang jika anak asuhnya bersikap manja, berati ada sesuatu yang dia inginkan.


"Pengin makan rujak Mbok, bisa beliin nggak?" tanya Emly masih dengan bergelayut di pundak Mbok Zuha.


"Hah....rujak Non, tumbenan Non Emly pengin rujak, biasanya ajah kalo di tawarin sama Mbok nggak pernah mau." ujar Mbok Zuha penasaran, aneh ajah tiba-tiba minta rujak.


"Nggak tau Mbok, tiba-tiba ajah pengin rujak. Gara -gara tadi liat di beranda IG ada yang makan rujak, kayaknya enak banget. Jadi pengin," jawab Emly dengan menirukan gaya orang yang tengah membayanhkan makanan lezat.


"Mudah-mudahan ajah cuma pengin biasa yah Non, jangan pengin karna sesuatu,.." lirih Mbok Zuha.


"Maksud Mbok apan, pengin karna sesuatu?" tanya Emly kurang nangkap omongan Mbok Zuha.


"Maksud Mbok, pengin karna ada utun di dalam perut Non Emly." jawab Mbok Zuha sambil tertawa geli membayangkan anak asuhnya hamil.


"Ih,... amit-amit ko Mbok bilang gitu sih..." ucap Emly dengan gaya merajuknya..


"Hehe,..Mbok bercanda ko Non, lagian Non Emly kan belum nikah masa udah hamil." jawab Mbok Zuha masih dengan senyum geli di wajahnya.


"Sedang Emly, justru ia mulai kefikiran dengan candaan dari Mbok Zuha. Apa mungkin aku hamil." batin Emly.


Emly pun mulai mencari tahu ciri-ciri orang hamil dari internet...


Nah loh Emly kenapa tuh...


...****************...


#Terimakasih buat yang udah mampir,dan jangan lupa tinggalkan jejak yah...❤