
Rio diminta oleh teman-temanya, untuk berfikir ulang dengan keputusanya.
Setelah Ody, dan yang lain selesai makan, kini mereka tampak sedang mengobrol santai. Rio menghampiri mereka.
"Bisa aku ngobrol berdua sajah dengan Ody," tanya Rio.
Ipek,dan Intan yang saat itu tengah mengobrol dengan Ody mempersilahkan Ody untuk mengikuti Rio kemeja lain.
Mereka berharap keputusan Rio kali ini adalah keputusan yang terbaik dengan hubungan mereka kedepanya.
***
Dimeja lain Rio dan Ody, keduanya masih terdiam dengan fikiran masing-masing.
"Aku akan ikuti mau kamu, tapi seperti kataku tadi kita nikah kontrak." Rio yang akhirnya membuka percakapan keduanya.
"Kenapa harus nikah kontrak?" tanya Ody bener-bener nggak tau dengan cara berfikir Rio.
"Ya karna kita enggak saling suka," jawab Rio dengan suara lebih dikecilkan lagi agar orang-orang nggak ada yang dengar dengan pembicaraan mereka.
Ody pun hanya diam menanggapi jawaban Rio. Karena memang benar adanya mereka nikah bukan saling suka, melainkan hanya sebatas tanggung jawab .
***Boleh jadi,kita harus belajar dari dibenci lebih dulu, untuk paham arti kasih sayang,dan kepedulian.*quotes: Tereliye
"Aku masih punya impian hidup berumah tangga dengan orang yang aku sayang, begitupun dengan kamu, pasti juga menginginkan kehidupan yang bahagia, dengan orang yang kamu sayang juga. Kalo kita paksa terus yang ada kita yang akan tersiksa menjalaninya, karena sebuah rumah tangga tanpa cinta, pasti nggak akan bahagian."Tutur Rio dengan tenang.
#Mungkin Rio ga pernah dengar, pepatah yang mengatakan, Cinta datang karna terbiasa#
"Berapa lama kita terikat kontrak pernikahan?" tanya Ody dengan raut muka yang seriuz.
"Satu tahun, hamil atau tidak hamil kamu nantinya, gimana?" tanya Rio, sedikit lega nampaknya Ody akan setuju dengan idenya.
Ody tampak menunduk sambil memainkan kedua jari jempolny, dia nampaknya berfikir.
"Satu tahun kalo aku tidak hamil, dan satu tahun setengah kalo aku hamil. setidaknya Anda berikan jarak waktu yang cukup sampai bayiku cukup untuk Anda tinggalkan. Jika Aku hamil berati pas perceraian bayiku masih sangat kecil untuk menerima semua keadaanya, beri waktu sampai setidaknya bayiku sudah bisa aku tinggalkan untuk mencari nafkah, sehingga aku tidak terlalu khawatir kalo harus menitipkan pada pengasuhnya nanti." ucap Ody masih dengan menunduk, hatinya terlalu sakit untuk membicarakan perpisahan.
Belum juga menikah, tapi kita sudah membahas tentang perpisahan, terlebih kalo nanti aku hamil, apa yang aku harus jelaskan pada anakku nanti dengan perpisahan kedua orang tuanya." bantin Ody miris"
"Ya sudah aku setuju dengan masukan darimu." Rio pasrah begitu sajah menyanghupi usulan dari Ody, nampaknya Rio tidak terlalu ambil pusing, yang dia inginkan pernikahanya cepat berakhir tanpa banyak tuntukan.
Dari pada dia harus mendekam didalam penjara, tidak bisa melakukan apa-apa. Lebih baik menikah biarpun pernikahanya mungkin akan membuatnya sama seperti dipenjara. Namun setidaknya dia masih bisa menikmati fasilitas,bekerja dan bersenang-senang dengan teman-temanya." Fikir Rio.
"Pernikahan ini rahasia hanya orang-orang dekat sajah yang tau, orang tuaku jangan sampai tau, dan juga lingkuan rumah sakit jangan ada yang tau kalo kamu istriku." jelas Rio.
"Untuk sekarang mamih dan papih masih dirumah kakaku, sehingga bisa sajah aku menyembunyikan pernikahan ini, tapi kalo mereka sudah pulang kenegara ini pasti labat laun akan terbongkar. Aku harus pintar-pintar menyembunyikan pernikahan ini," batin Rio.
"Kalo saya terserah anda saja Tuan. Asal dalam pernikahan itu, nikah yang kami jalanin adalah nikah Sah menurut Agama dan Negara, bukan nikah sirih, karna saya pengin kalo nanti saya hamil, anak saya ada setatus yang menguatkan diAkta lahirnya kelak. Sedang kalo nikah siri anak saya nanti nggak memiliki setatus yang menguatkan diNegara," jawab Ody memberikan penawaran.
"Kamu atur ajah, tapi ingat kontrak ini hanya kita berdua yang tau, dan mengenai isinya nanti kita pikirkan ketika aku sudah pulang kerumah." jelas Rio.
Ody pun hanya mengangguk sebagai persetujuan.
"Sebentar tuan, saya pengin sebelum menikah Anda meminta izin ke ibu saya tuan, kalopun tidak sama paman, dan bibi saya juga nggak masalah, agar ibu saya tidak berpikiran yang macam-macam apabila mengetahui anaknya sudah menikah," ucap Ody mengutarakan permintaanya.
"Kamu juga harus tau selama menikah kamu nggak ada kewajiban apa-apa terhadapku, aku juga sebaliknya, nggak ada kewajiban denganmu, maka kamu jalani semuanya dengan biasa, pernikahan ini nggak lebih dari janji diatas kertas," ucap Rio dengan sinis.
*Aku tidak tahu akhirnya seperti apa? tapi aku yakin, rencana Alloh itu luar biasa , gumam ody pelan yang masih bisa didengan oleh rio dengan jelas.
***
Setelah semua selesai berdiskusi, merekapun sepakat pernikahan Rio, dan Ody akan dilaksanakan secepat mungkin, lusa Ody akan menemui paman untuk meminta izin, serta meminta paman sebagai wali nikah buat Ody mengingat ayah Ody sudah meninggal, dan paman adalah adik dari ayah Ody maka yang paling berhak menjadi wali adalah beliau.
Ody, dah Ipek pulang terlebih dahulu disusul dengan yang lain.
Sesampainya dirumah, Ipek yang sudah dari tadi penasaran dengan keputusan antara Ody dan Rio pun langsung mencecar Ody dengan banyak pertanyaan.
Sebagai sahabat yang akan selalu ada disaat Ody kesusah pas Ipek khawatir, dengan akhir final yang Ody dan Rio sepakati.
Ga mungkin juga tiba-tiba Rio mau tanggung jawab seperti kata Rio barusan. Sedangkan dari awal Rio menolak dengan lantang untuk bertanggung jawab, dan memilih memberikan kompensasi uang pada Ody.
"Mba Ody apa sebenarnya kesepakatan kalian berdua? Aku nggak yakin kalo dokter Rio langsung mau begitu sajah menyetujui permintaan mba Ody. Pasti ada sesuatu yang kalin rahasiakan dari kami." tanya Ipek dengan tidak sabar.
"Kalo mba Ody merasa syarat dari dokter Rio berat, kenapa nggak lanjutin laporan kita ajah," saran Ipek yang melihat raut wajah Ody menandakan banyaknya fikiran yang dia tanggung .
"Entahlah Pek, keputusan yang aku ambil sudah benar atau belum. Aku juga takut salah ambil keputusan, tapi aku juga takut kalo aku menolak syarat yang diajukan dia, hidup aku nanti bakal lebih berantakan. Pasti diluaran sana banyak yang akan menghina, bahkan tidak percaya kalo tau aku adalah korban kejahatan dokter Rio, bisa jadi mereka justru mengira aku yang bohong. Mengingat Rio yang citra, dan kepribadianya mereka tau baik. Jujur aku ada rasa takut kalo aku speak up kasus ini, yang ada malah masyarakat berbalik menghujat aku.
Rio punya uang yang bisa membeli segalanya, sedang kita hanya bermodal bukti, dan keberanian." ucap Ody dengan hati yang gundah.
"Mba Ody harusnya jangan takut selagi kita benar, Ipek, dan Dokter Intan pasti nggak akan diam sajah dengan kasus Mba Ody. Kami akan bantu semampu kami. Jadi nanti kalo mba Ody ada masalah apa pun itu, jangan ragu mba Ody cerita kekita, pasti Ipek akan bantu ko." ucap Ipek dengan serius.
"Iya Pek terimakasih, aku ngga tau kalo nggak ada kamu, dan Dokter Intan yang dengan jelas maju membela aku sedang kalian bisa sajah pergi meninggalkna aku.Namun itu semua nggak kalian lakuin, justru kalian selalu ada disaat aku sedang down, menghadapi masalah ini." ucap Ody dengan tulus.
"Aku, dan Dokter Intan melakukan apa yang seharusnya dilakukan membela mana yang harus kita bela. Karena kejahatan apapun nggam akan bisa dibenarkan." jawab Ipek.
"Jangan pernah lelah yah selalu disampingku meski aku yang selalu merepotkan kamu." tutur Ody .
Ipek mendekat kearah Ody dan memeluknya dengan hangat .
"Mba Ody jangan pernah khawatir karena aku orang pertama yang selalu ada disaat mba Ody butuh bantuan, jangan ragu untuk bercerita sama aku kalo ada sesuatu yang mengganjal, karena dengan mba Ody bercerita dan mau menerima bantuan ku, sungguh aku bahagia sekali. Mba Ody tau kenapa?" tanya Ipek dengan pelan .
Ody yang terharu dengan semua penuturan Ipek pun terisak, dan menggelengkan kepala. tanda dia tidak tau dengan pertanyaan Ipek.
"Karena, berati mba Ody menganggap aku sebagai bagian dari hidup Mba, mba Ody mengaggapku teman, bahkan lebih sehingga mau berbagi keluh, kesahnya denganku. Diluaran sana bahkan banyak yang melihat ku dengan sebelah mata,karna bentuk tubuhku yang berukuran xxxxl sehingga mereka bengucilkan ku. Berbeda dengan mba Ody, bahkan pertama, dan satu-satunya teman yang dengan bangga selalu mengikut sertakan aku disetiap kegiatan yang mba lakukan, tanpa risih dan merasa terbebani. Semua itu membuat aku bahagia sekali Mba. Sederhana yah kebagiaanku?" tutur Ipek dengan menyeka air matanya, air mata bahagia buat Ipek, karna memiliki teman yang tulus.
***Jangan berputus asa, karena tidak semua orang menilai sesuatu dari fisik***
Tanpa Ody sadari kebersamaanya dengan Ipek selama ini sudah membuat Ipek bahagia sekali, karena baru pertama kali semenjak dia lepas dari keluarganya ada teman yang mau menerimanya apa adanya.
***yang sepele bagimu,bisa berarti segalanya bagi orang lain.Ada baiknya mulai menghargai perbedaan sudut pandang***
...****************...
#Terimakasih buat yang udah mampir, jangan lupa tinggalkan jejak yah.❤❤❤