
Begitu Emly keluar dari ruangan Rio, dia langsung berlalu dengan menahan kemarahan.
Ody dan Azra yang mendengar semua obrolan Bosnya pun hanya bisa saling melirik, seolah bertanya ada apa? Tanpa sadar keduanya dengan bersamaan mengangkat bahu, tanda tak mau ikut campur. Namun tak bisa dipungkiri keduanya pun penasaran, ada apa sebenarnya, tetapi mereka sadar kalo sampe kepo bisa-bisa kerjaan hilang, jadi mereka hanya pura-pura tidak tahu. Itu adalah cara paling aman.
Setelah Rio duduk beberapa lama untuk menenagkan emosinya, kini dia memanggil Azra untuk membereskan ruanganya dan merekapun akan pulang bersama-sama .
Rio yang keluar dari ruanganya, baru menyadari bahwa disana ada Ody, yang akan ikut pulang bersama buat bekerja dirumahnya mulai sore hari ini .
Rio pun pemanggil Aarav untuk mengantarkan pulang. Aarav yang sudah tau tugasnya pun langsung mengajak Ody buat mengikutinya juga.
Ody, Aarav, Azra, dan Rio pun berjalan kearah palkiran tanpa adanya obrolan, keempatnya sibuk dengan pikiranya masing-masing.
Sampai tidak terasa mereka sudah ada dipalkiran khusus para petinggi Rumah Sakit. Rio langsung duduk dikursi belakang, Aarav dikursi kemudi dan Ody duduk disamping Aarav. Sementara Azra pulang menaikin mobilnya sendiri, karena Azra rumahnya yang berlawanan arah.
Sepanjang perjalanan mereka masih membisu, sebenarnya Ody ingin sekali bertanya apa sajah kerjaanya nanti dikediaman Rio, tetapi karna kondisi yang sedang tidak memungkinkan maka Ody pun hanya diam, mengikuti kedua atasanya .
"Ody, kamu tadi mendengar semua pertengkaran aku dan Emly?" Rio mulai membuka obrolan.
"Eee...iya Tuan," jawab Ody dengan suara khasnya.
"Terus apa kamu akan bercerita kesemu orang dengan apa yang kamu saksikan tadi." Rio kembali mencecar Ody dengan pertanyaan lainya.
Rio nggak mau, apa yang terjadi barusan sampai bocor kebawahanya yang lain. Kalo Azra dan Aarav sudah pasti mereka akan tutup mulut dengan kejadian ini semua Tanpa Rio minta, tapi Ody? Rio belum tau kesetiaanya sampai mana.
"Kalo saya akan membocorkan apa sajah yang saya dengar, mungkin obrolan dulu antar anda dan tuan Aarav mengenai nona Emly sudah rame jadi perbincangan semua keryawan Anda dan bahkan pasien Anda, tapi Anda bisa liat kan kalo saya bukan tipe orang pengadu. Niat saya dirumah sakit, bahkan dirumah Anda nanti adalah bekerja, jadi saya tau mana yang harus saya dengar sebagai perintah kerja, dan mana yang harus saya abaikan." jawab Ody dengan mantap. Meyakinkan Rio bahwa dia tidak perduli dengan kehidupan atasanya selagi tidak ada hubunganya dengan pekerjaanya.
"Bener juga apa yang dia bilang, kalo dia mau menyebarkan dari dulu dia sudah tau masalahku dan Emly,kayaknya dia ga bakal ember." batin Rio"
"Semoga sajah selamanya kamu seperti ini jangan terlalu ikut campur ke masalah pribadiku." imbuh Rio, dengan nada mengacam.
"Baik tuan," jawab Aarav sudah paham betul dengan perintah Rio.
****
Setelah melewati perjalanan kurang lebih 30 menit, kini mobil yang dikemudikan Aarav sudah memasuki kawasan Elite yang diperkirakan hanya orang-orang Miliander yang mampu memiliki hunian dikawasan tersebut .
Pelan, tapi pasti mobil memasuki satu gerbang tinggi dan tentunya, dengan hunian yang indah, rumah besar dua lantai dengan model moderen minimalis, cocok dengan Rio yang masih singgel, dengan sifat yang dingin.
Dimana rumah ini mengutamakan ruang terbuka, tembok dalam yang seperlunya sajah, penyimpanan secukupnya sehingga memberi kesan luas ditambah banyaknya penyekat kaca ditunjukan agar pencahayaan alami terutama disiang hari .
Setelah semuanya turun, dan Rio langsung naik kelantai atas. Dimana kamarnya berada, dia langsung membersihkan diri seperti biasa dan ingin sedikit rebahan rasanya tubuhnya lelah sekali padahal kenyatanya hanya pikiranya yang terlalu berpikir keras, sehingga badan pun ikut terasa lelah.
Sementara itu, asisten Aarav dan Ody dilantai bawah, ia sedang menjelaskan apa sajah kerjaanya Ody, dan untuk masakan apa sajah yang Rio suka dan apa yang dia nggak suka. Bahkan untuk bumbu apa sajah yang boleh digunakan dan tidak. Mengingat Bosnya yang seorang Dokter, pasti sangat menjaga pola makan. Mak dari itu asisten Aarav juga mewanti-wanti Ody terkait soal makanan, dan harus hegienis dan time untuk memasak juga harus tepat agar tidak mengurangi kandungan Gizi.
Untuk jam kerja, Aarav serah kan pada Ody asal ketika tuan Rio berada dirumah, keadaan rumah sudah rapih dan makanan sudah tersedia, dan juga untuk keperluan sehari-hari Rio juga Ody yang akan siapkan, karena memang biasanya itu juga dilakukan oleh mbok Karti.
Setelah Ody merasa paham, dengan penjelasan asisten Aarav, Ody pun pamit masuk kekamarnya dan meletakan tas kerjanya.
Sedang selanjutnya dia bersiap masak makan malam dengan bahan-bahan yang sudah tersedia dikulkas.Tentunya masih dengan arahan asisten Aarav. Mengingat ini pertama kalinya Ody menyesuaikan dengan tempat baru pasti banyak yang dia kurang paham .
***Yakin saja, sesuatu yang sudah ditakdirkan menjadi hak kita, tidak akan Alloh berikan kepada orang lain***
...****************...
#Terimakasih buat yang udah mampir, jangan lupa dukunganya, dan tinggalkan jejak yah.❤❤