Beauty Clouds

Beauty Clouds
Simbol Cinta



Zawa yang mendengar ucapan Arzen sangat terharu dan meneteskan air mata, tetapi percayalah air mata yang keluar tentunya bukan karena ia yang tengah bersedih. Zawa sangat bahagia karena ternyata ia lulus melewati ujian yang Allah berikan. Dengan cobaan yang bener-bener membuat hidup Zawa di bawah roda kehidupan, seolah roda kehidupan benar-benar menginjak injak Zawa.


Namun Arzen adalah orang pertama yang percaya dengan apa yang ia katakan. Arzen percaya bahwa Zawa adalah orang yang tidak bersalah di saat orang tua yang membesar kan dirinya, justru mereka saja tidak percaya dengan ucapanya.


Tidak hanya itu Zawa dan Arzen bisa membuktikan saling menyayangi dan menjaga cinta mereka, walaupun tiga tahun hanya bermodalkan yakin dengan dirinya sendiri. Namun Tuhan sangat baik, dan membuat Arzen dan Zawa bertemu lagi dengan perasaan yang masih saling menyayangi.


"Tidak, kamu nggak pernah ada salah dengan aku. Sehingga kamu nggak perlu meminta maaf. Justru semangat dari kamu, dan dukungan dari kamu saat terakhir kita ketemu membuat aku selalu kuat dan percaya bawa ujian ini pasti berlalu. Benar saja banyak orang-orang baik, yang awalnya aku nggak kenal datang memberi pertolongan pada aku. Termasuk Ody, dan Zawa tanpa kekompakan mereka aku mungkin masih menjadi Zawa yang entah bagaimana betuknya. Yang jelas lebih jelek dari malam ini(Zawa terkekeh kembali melihat penampilanya, ya Tuhan sangat mengerikan) Tidak hanya sama Ody dan Intan. Sama Ipek juga aku berterima kasih karena dia telah mengantikan aku menjaga kamu." Zawa mengusap air matanya. Ketika ia mengingat kembali kelakuan Emly, bahkan di saat ia akan menikah dan sudah melewati banyak tahun terlewati sahabatnya itu tidak juga datang menemui dirinya. Zawa masih mengharapkam bahwa Emly datang dan menyampaikan permintaan maaf untuknya.


Walaupun baik Tuan Hartono maupun Rio dan Ody sudah yakin bahwa kasus tiga tahun lalu adalah kesalah Emly, tetapi tetap sajah Zawa tidak memungkiri bahwa ingin Emly datang meminta maaf untuknya.


Intan, Ody dan Ipek pun ingin maju ke depan untuk memeluk Zawa tetapi itu tidak mungkin ini lagi acara romantis yang berusaha Arzen bangun untuk melamar kekasih pujaan hatinya. Nanti apabila mereka datang yang ada kacau, gagal romantis.


Arzen tersenyum dengar jawaban Zawa, "Cincin ini tolong kamu, sebagai simbol cinta kita, jangan nilai dari harganya, karena cincin ini aku beli dari uang aku selama kerja jadi juru masak selama di pondok, dari warga yang tengah mengadakan acara dan di pondok umum aku sering mendapatkan pangilan dan uang ini aku kumpulakn dan setelah terkumpul aku nggak peke, niatnya mau aku kasih buat calon istriku, dan ternyata Tuhan menjawab doaku bahwa istriku adalah kamu. Cincin emas dengan dua puluh empat karat Arzen beli untuk kado pertunangan Zawa. Ia memilih emas biasa yang beli di engko-engko di pasar, dari pada berlian yang harganya sangat mahal. Di samping Arzen belum punya uang sebanyak itu ia juga ingin memberi pada Zawa dari kerja kerasnya, agar Zawa bisa menghargai perberianya karena ada penuh dan rasa sakit yang ia tahan agar bisa memasak dengan baik. Padahal saat itu kaki Arzen belum sehat betul, sehingga masih akan terasa nyeri apabila terlalu banyak aktifitas.


"Lagi-lagi Zawa terharu dengan apa yang Arzen berikan, karena Zawa juga ingin Arzen memberikan barang pada dirinya bukan karena harga tetapi karena kerja keras dan cara mendapatkanya.


Sungguh Zawa pengin memeluk Arzen calon suaminya setidaknya kaya dulu jaman ia berpacaran yang bebas berpelukan meskipun tidak sampai melakukan hal yang dilarang oleh agama. Tetapi karena Arzen yang sangat paham agama Arzen selalalu mengingatkan Zawa batasan dirinya berpacaran. Agar tidak tergoda rayuan Syaiton dan membawa ke dalam kemaksiatan.


Karena ketika kita akan menikah justru cobaanya sangat besar sehingga Zawa dan Arzen harus kuat-kuat Iman.


Zawa menyodorkan tangan kirinya agar Arzen menyematkan cincin yang bentuknya sederhana tetapi ada peluh dan kerja keras calon suaminya, Arzen. Setelah cincin terpasang dengan cantik dan buket bunga mawar merah yang sengaja tadi Arzen bawa ia berikan pada Zawa untuk menambah kesan romantis. bertepatan dengan cicin yang terpadang dan buket bunga diberikan oleh Arzen. Tamu yang hadir memberikan tepuk tangan yang riuh, dan teman-teman pun terharu dengan kisah Arzen dan Zawa, termasuk Ipek di belakang ia mengusap air mata yang mencoba mengintip keluar..


Ipek sedih karena mengingat kenanganya dengan almarhum suaminya Wahid. Tidak hanya itu Ipek juga sedih karena ia memang bisa tahu bagaimana perjuangan Arzen dan Zawa yang tidak mudah sampai titik ini dan cinta Arzen yang benar-benar terjaga hanya untuk Zawa.


Yah, karena tekadnya yang bulat Clovis sudah mulai mempelajari agama islam. Agama yang ia anut sejak lahir tetapi untuk mengamalkanya ia tidak pernah sehingga baru diumur yang sudah memasuki kepala tiga ia baru mulai mempelajarinya. Selain belajar dengan ustadz yang memang ia sengaja pilih karena penjelasan dan ajaranya sangat ringan dan mudah dipahami. Clovis juga sering meminta diajarkan oleh Arzen.


Clovis sering ketika malam tiba sering saling bertelepon vidio call untuk meminta Arzen mengajarkan doa-doa, atau juga ia akan bertukar chat pribadi untuk menayakan doa-doa yang masih belum ia tahu. Selebihnya ia cari dari buku-buku panduan islam, seperti panduan sholat dan lain sebagainya.


Biarlah kata orang belajar agama karena sesok wanita, yang terpenting bagi Clovis niatnya belajar agama bukan semata karena tantangan dari Abi dan Abangnya Ipek saja kok. Dia memang sudah tertarik dengan agamanya itu sejak melihat Arzen yang tenang setiap masalahnya, padahal masalah dirinya dan ujian yang diterima Arzen jauh lebih berat Arzen, tetapi sahabatnya itu mampu bersikap tenang dan tetap sabar. Semua ia serahkan dengan Allah dan Allah juga yang mempermudah jalanya. Dengan pejalanan Arzen itu Clovis ingin mengikuti jejaknya, dan di tambah dengan tantangan dari Abi dan Abang Ipek untuk mendapatkan putrinya sehingga Clovis makin bersemangat lagi.


Setelah pemasangan cincin dan acara inti lamaran yang berisi kata-kata romantis dari Arzen untuk Zawa kini tiba sampai di acara makan bersama, setelah ini acara ngobrol santai setelah itu kembali kerumah masing-masing untuk kembali memulai aktifitas lainya.


"Kamu hari ini cantik banget," bisik Arzen ketika akan mengambil makanan dan kebetulan bersamaan dengan calon istrinya. Sehingga ia kembali mencoba mengungkapkan kalimat yang romantis, eh gombal tapi romantis lah.


Zawa pun langsung menoleh ke belakang dan benar sajah Arzen tiba-tiba ada di belakangnya. Padahal perasaan tadi bukan calon suaminya yang ada di belakang dia.


Zawa hanya melirik jengah pasalnya ia tahu bahwa Arzen hanya menggombal, mungkin untuk menghibur Zawa yang ia sempat bikin kesal.


"Gombal, tanpa dibilang begitu juga aku tahu kalo penampilan aku malam ini acak-acakan seperti badut, dan itu semua karena kamu yang membuat aku berkostum seperti ini diacara lamaran aku," balas Zawa dengan suara setengah berbisik sehingga hanya Arzen yang dengar.


Arzen tertawa renyah, dan hal itu membuat Zawa cukup jengah.


"Tapi jujur kamu itu cantik mau berpakaian seperti apapun kok, kamu wanita tercantik yang pernah aku temui sehingga aku tergila-gila dibuatnya oleh kamu," bisik Arzen kembali.


Bushhhh... wajah Zawa langsung memerah seperti kepiting rebus karena gombalan calon suaminya itu.