Beauty Clouds

Beauty Clouds
Curhat Dengan Umi



Ipek membuka pintu kamarnya dan diikuti Umi yang masuk ke kamarnya dengan hati teriris karena melihat putri yang sangat kacau.


Ipek kembali merebahkan tubuhnya di atas kasurnya, tidak perlu di jelaskan, tanpa Ipek jelaskan Umi sudah tahu bagai mana kondisianya saat ini. Yah putrinya sedang tidak baik-baik sajah karena semua masalah yang dihadapi. Umi mendekat ke arah Ipek dan membelai rambut putrinya itu yang tengah bersedih.


"Umi, tadi sudah berusaha berbicara dengan Abi, kali ini Umi juga tidak setuju dengan apa yang Abi putuskan. Tapi Umi tidak tahu bagai mana bilang sama Abi. Sepertinya Abi sudah kehilangan jati dirinya, menurut kamu penginnya gimana. Kamu ikutin kata hati kamu. Jangan sampai kamu menyesal di kemudian hari. Kamu jangan memaksa keinginan Abi dan menekan keinginanan Abi, dan mengorbankan kebahagiaan kamu." Umi dengan sangat sabar mencoba menasi Ipek agar jangan mengorbankan kebahagiaan demi keinginan Abinya.


Ipek berbalik menatap Umi dengan mata sembab. "Ipek harus gimana Umi, jujur entah saat ini Ipek tidak ingin menikah dengan laki-laki yang menjadi pilihan Abi. Ipek ingin kali ini diizinkan memilih kebahagiaan Ipek. Ingin Ipek kali ini saja di berikan kebebasan untuk memilih jalan jodoh Ipek, tetapi kenapa orang-orang selu ikut campur Umi, seolah mereka tahu bagaimana kebahagiaan Ipek." Dengan mata sembab dan dan wajah sedih Ipek akhirnya mengungkapkan apa yang sejak kemarin-kemarin ingin sekali ia ungkapkan agar semua tahu bagai mana menjadi Ipek itu tidak enak hidup tetapi seolah kehidupanya selalu diatur oleh orang lain. Dan juga seolah mereka tahu bahagia yang Ipek jalani sementara mereka tidak tahu bagai mana Ipek berusaha susah payah mengcari kebahagiaanya sendiri.


"Umi harus berbuat apa sayang biar kamu kembali bahagia. Umi pasti akan mencoba mencari jalan terbaik untuk kamu, ayo katakan. Biar Umi bisa bantu." Dulu Umi yang berada di pihak Abi, kini Umi berada di pihak Ipek karena tidak mau kebahagiaan anaknya menjadi uji coba suaminya.


"Umi akan bantu cari solusinya sayang, tetapi, kamu harus sabar dulu yah Umi kan kembali cari solusi dan coba membujuk apa yang menjadi kemauan Abi alias suaminya itu.


Ipek membalas dengan senyaman, ia sangat berharap bahwa Umi memang bisa memberikan jawaban yang terbaik buat masa depanya. Mungkin kali ini hanya Umi yang bisa Ipek andalkan dan hanya Umi yang saat ini bisa mengerti bagai mana perasaan Ipek.


Malam ini Umi dan Ipek habiskan untuk bercerita baik cerita serius maupun cerita yang membahas hal-hal sepele, dan serius mereka bahas dengaan saling bercerita satu sama lain. Baru kali ini Umi dan Ipek kembali saling menghabiskan satu sama lain untuk bercerita. Semua karena Umi yang berada dipihak Ipek, sehingga Ipek tidak merasa sendiri. Padahal dulu Ipek dan Umi sering saling bercerita seperti saat ini. Tetapi sejak Umi dan Abi saling mendekat dansepakat dengan perjodohan Ipek, mereka menjadi jauh dan baru kali ini Umi datang mendekat lagi. Bahkan sampai bercerita satu sama lain.