Beauty Clouds

Beauty Clouds
Usaha Arzen



Di tempat lain Arzen sudah meminta bantuan pada Aarav untuk menyampaikan pada keluarga Rio, agar Zawa mendapatkan keringanan hukuman, namun nampaknya semua usaha Arzen pun sia-sia. Rio dan keluarganya menutup pintu damai karena kasus ini sudah menghilangkan nyawa. Padahal Arzen sudah menjelaskan keronologinya. Zawa hanya korban dari Emly, Zawa dijadikan tameng untuk kejahan Emly Namun semua usaha Arzen sia-sia. Arzen bukan terlalu cinta dengan Zawa, melaikan ia ingin membebaskan Zawa karena Arzen yakin Zawa tidak bersalah sehingga Zawa layak untuk mendapatkan kebebasan. Tidak lupa Arzen juga menceritakan pada Aarav bahwa Emly hamil dan mengandung anaknya. Sekarang Aarav pun tampak diselimuti kesedihan dan rasa bersalah. Semuanya nampak kalut dengan problematika masing-masing.


Satu hari setelah Arzen menjenguk Zawa ia memutuskan akan menjual semua cafe miliknya dan uang yang ia dapatkan akan ia gunakan untuk menyewa pengacara dan membantu meringankan tuntukan pada Zawa. Sebab Arzen tidak tega, manakala melihat Zawa di dalam jeruji besi menghabiskan waktunya. Sama saja dia menghakimi Zawa. Terlebih tidak ada seorang pun yang ada di pihak Zawa. Keluarga angkatnya lepas tanggung jawab, karena kecewa mereka berpikir Zawa benar melakukan kejahatan itu, tanpa mau mendengar penjelasan Zawa. Bahkan orang tua angkat Zawa yang selama ini selalu baik terhadap Zawa, semenjak ia ditahan tidak sekali pun datang menjenguk.


Kini badan Zawa tampak sangat kurus pipi cabinya berubah jadi tirus dan badanya pun kini banyak menyusut. Setiap hari Zawa hanya menangis meratapi nasibnya. Bahkan Zawa tidak jarang mendapatkan kekerasan dari sesama napi atau pun petugas yang mengintrogasi dirinya. Mereka menganggap apa yang Zawa ucapkan adalah kebohongan.


Hari ini Arzen akan menemui Zawa dan membawakan pengacara ternama yang siap membela Zawa dipengadilan nanti. Arzen sudah menceritakan semuanya yang terjadi pada Zawa, dan Arzen juga mengatakan kondisi Emly yang saat itu hamil dan menggunakan kehamilanya sebagai ancaman untuk Zawa.


"Anda tenang sajah Pak Arzen, Ibu Zawa pasti akan bebas. Anda percayakan kasus ini pada saya karena saya sudah terbiasa dengan kasus seperti ini dan saya bisa membuktikan bahwa Ibu Zawa hanyalah korban." Pengacara yang Arzen pilih memang bukan pengacara kaleng-kaleng ia memilih pengacara yang jam terbangnya sudah banyak terbukti dan selalu bisa mengungkap kasus yang rumit. Seperti kasusu Emly yang mana orang tua Emly sengaja menyembunyikan anaknya sehingga polisi sulit melacak.


Arzen menemui Zawa untuk mengabarkan bahwa akan ada pengacara yang berdiri dipihaknya dan juga memberikan semangat untuk terus memperjuangkan kebebasanya. Arzen juga akan berpamitan dengan Zawa, bahwa mulai hari ini ia akan pidah dari kota ini.


Seperti pertama kami Arzen mengunjungi Zawa. Ia nampak iba sebab penampilan Zawa semakin kurus.


"Kamu apa kabar?" tanya Arzen basa basi, ingin Arzen menggengam tangan Zawa. Namun Zawa menyembunyikan tangan yang diborgol si bawah kolong meja.


Zawa tidak bisa menjawab hanya lelehan air mata yang mewakili jawaban untuk pertanyaan yang Arzen lontarkan.


Arzen mengambil tisu dan mengusap air mata di pipi Zawa.


"Kamu harus kuat, kamu harus yakin, kamu harus membuktikan bahwa yang kamu alami saat ini hanya cobaan untuk menaikan derajatmu. Kamu wanita kuat, wanita tangguh wanita yang tidak pernah mengeluh, jadi jangan seperti ini. Aku sakit melihat kamu seperti ini. Mana Zawa yang aku kenal, yang selalu ceria, dan tegar." Arzen meletakan tanganya di atas meja berharap Zawa pun sama mengangkat tanganya. Ia ingin menggenggam tangan kekasihnya. Ia ingin memberika kekuatan agar Zawa tidak merasa sendiri.


"Aku harus membuktikan apa lagi, bicara apa lagi, sedang yang aku katakan tidak ada yang mendengar," lirih Zawa dengan nada pasrah.


"Aku membawa pengaca untukmu, semoga beliau bisa membantu kamu. Aku tidak bisa membantu lebih. Usahaku untuk meminta jalan damai ditolak oleh keluarga Rio, sehingga hanya bisa melakukan ini. Semoga Bapak Sandy selaku pengacara yang aku percaya bisa membuktikan bahwa kamu bukan dalang dibalik kasus ini semua, tetapi andai sulit untuk membuktikanya, setidaknya aku berharap hukuman kamu tidak akan lama." Arzen menahan sesak di dadanya manakala mengatakan itu semua. Terlalu sakit membayangkan Zawa menjalani hari-harinya dibalik jeruji besi.


Zawa yang mendengar perkataan Arzen pun pecah tangisanya. Ia tidak bisa lagi menahan air matanya. Yang awalnya hanya isakan lirih kini berubah menjadi tangisan yang sangat memilukan.


Arzen mendekat kearah Zawa dan memberikan dadanya sebagai sandaran kekasih hatinya. Mungkin ini pertemuan terakhir antara dirinya dan Zawa ia ingin memeberi kekuatan pada kekasihnya. Cukup lama Zawa menangis di dalam pelukan hangat Arzen.


Arzen menggenggam jemari tangan Zawa yang saat ini sangat terlihat urat-urat tanganya.


"Berjanjilan pada ku, bahwa kamu akan kuat menghadapi ini semua. Setelah kamu membuktikan bahwa kamu tidak bersalah aku harap kamu bisa memulai dengan kehidupan yang baru. Kembali menjadi Zawa yang aku kenal dan kembali menjadi Zawa yang baik hatinya. Jangan pernah membenci siap pun karena itu hanya akan membuat hatimu semakin dipenuhi dengan rasa dendam." Arzen mengelus rambut Zawa dengan sangat lembut.


Bergantian Arzen mengenalkan pengacara yang Arzen bawa pada Zawa, dan sudah memceritakan detail kasus Zawa.


"Bu Zawa tidak usah khawatir, team kami akan memastikan Anda akan melewati ujian ini semua. Saya sangat yakin bahwa Bu Zawa bisa bebas. Percayalah pada kami." Sang pengacara kembali meyakinkan klienya.


Zawa pun saat ini bisa bernafas lega, setidaknya ada harapan untuk ia bebas dan ada orang yang mau membelanya.


"Terima kasih Pak." Zawa menundukan kepala sebagai ucapan terima kasih pada pengacaranya. Zawa tau, Arzen mengeluarkan uang tidak sedikit untuk membayar pengaca itu, dari mana Arzen mendapatkan uang yang tidak sedikit itu? Zawa ingin bertanya, tetapi ia urungkan karena takut malah menyinggung perasaan Arzen.


"Terima kasih," ucap Zawa yang ditujukan pada Arzen tetapi ia tidak berani menatap kedua netra Arzen. Zawa terlalu lemah mana kala menatap sorot mata Arzen yang damai.


"Sama-sama, semua ini tidak geratis. Sebagai imbalan dari semua jasa ini, aku ingin kamu berjanji padaku. Kamu akan kembali menjadi Zawa yang ceria dan memiliki semangat untuk membuktikan kalo kamu tidak bersalah." Arzen menggenggam tanga Zawa yang diletakan di atas meja.


Zawa mengangguk dan ujung bibirnya ia tarik untuk memulai semangatnya yang baru.


"Kamu tentu tahu bahwa membayar pengacar tidak murah, dan aku ingin kamu menggantinya dengan kebebasan. Tunjukan pada aku bahwa kamu bisa bebas." Arzen memberikan senyuman semangat pada Zawa.


"Aku pasti akan membayar semua pengorbananmu. Aku tidak tau harus bicara apa sama kamu. Aku hanya akan membuktikan pada kamu, kalo aku selalu menjadi Zawa yang pernah kamu kenal." Zawa berbicara dengan bergetar menahan tangisnya. Air mata yang berusaha ia tahan menambah sesak didadanya.


Akhirnya Arzen pun undur diri, karena memang jam besuk pun sudah habis. Kini ia akan mulai kehidupan baru.


"Semoga kamu menemukan kebahagiaanmu Zawa. Semoga ada pelangi setelah badai yang menghantam. Semoga ujian ini semakin meguatkan kamu," gumama Arzen dengan sangat lirih.


Ia pun menyerahkan semuanya pada pengacaranya. "Pak saya percayakan kasus ini pada bapak, dan juga saya sangat berharap bahwa bapak bisa membebaskan Zawa." Arzen menjabat tangan Pak Sandy sebagai serah terima kepercayaan.


"Pak Arzen jangan khawatir, percayakan semuanya pada saya. Kami akan bekerja semaksimal mungkin." Pak Sandy pun menjabat tangan Arzen dengan hangat.


Selanjutkan Arzen akan pergi ke kampung halaman Ibunya di mana di sana ia akan mencoba memulai semua kehidupan yang baru. Menggunakan uang sisa penjualan cafe yang sebagian ia gunakan untuk membayar pengacara dan sebagian akan ia gunakan untuk memulai kehidupanya yang baru.


Ia pasrahkan kisah cintanya dengan Zawa pada pemilik kehidupan yang sesungguhnya. Andai ia berjodoh dengan Zawa pasti akan dipertemukan kembali suatu saat nanti.