
Setelah menikmati makan malam dan menyantap desert yang Ody buat.
Kini mereka berlima, melanjutkan obrolan yang tadi sempat tertundan dan membahas tujuan awal Arzen mengajak berkumpul.
"Rio, kayaknya loe kali ini harus waspada dengan Emly, soalnya tadi siang Emly datang ke Cafe gue, dia janjian dengan satu pria yang gue liat dari cara mereka berinteraksi kayaknya orang kepercayaanya. Mereka sedang merencanakan sesuatu buat menjebak loe, untuk rencana detailnya, gue juga nggak denger dan memang kayaknya mereka tidak menjabarkan rencana lebih rincinya. Cuma gue pringatin loe dan Aarav buat lebih hati-hati, karna bisa ajah ketika ada celah, Emly bisa berbuat diluar kendali kalian. Kayaknya Emly nggak terima loe putusin." Arzen menjelaskan dengan detail apa yang dia dengar dari obrolan Emly tadi siang .
Rio pun sebenarnya nggak kaget ketika Arzen memberitahukan rencana Emly.
Yah, memang Rio tau Emly orang yang begitu ambisiuz untuk mendapatkan semua yang dia inginkan. Namun tampaknya kali ini Rio memang harus lebih hati-hati mengingat lawanya adalah Emly yang bisa melakukan apa sajah buat misinya, terlebih Emly juga berasal dari golongan keluarga yang berada sehingga bisa membayar dengan tinggi agar rencananya berjalan mulus.
"Terus apa kalian ada masukan buat menggagalkan rencana Emly?" tanya Rio
karna jujur dia pun bingung menghadapi betina satu ini. Emly yang berkali-kali selingkuh. Namun, ketika diputuskan malah melakukan segala cara agar hubunganya kembali harmonis dengan Rio. Susah bagi Rio buat mempercayai lagi semua kata-kata Emly.
"Cara satu-satunya ya kita juga harus mengawasi pergerakan Emly, agar kita tau rencananya dan tau kegitanya. supaya kita tidak kecolongan," satu ide keluar dari Aarav.
"Ya itu bagus, dan kalo untuk tugas mata mematai kayaknya lebih cocok Clovis yang hendel," ujar Chandra megungkapkan idenya, bukan tanpa sebab Chandra serta merta menunjuk Clovis, tetapi Chandra tau betul kalo Clovis banyak memiliki anak buah, mengingat bisnis yang Clovis pegang yaitu pemilik berapa Bar dan Club malam, bahkan Clovis banyak mengenal mafia-mafia kelas atas baik diluar maupun didalam negri.
Clovis pun tidak keberatan. bagi dia urusan mematai Emly adalah tugas yang sangat mudah tinggal suruh anak buahnya kerja dia akan duduk manis dan menerima laporan setiap jamnya.
Beruntung Rio memiliki teman-teman yang sangat peduli, bahkan mereka rela berkorban apa sajah, ketika salah satu dari anggota mereka dalam bahaya, atau dalam masalah mereka akan dengan senang hati mencari solusi bersama.
Jangan diragukan lagi, persahabatan mereka yang sudah terjalin dari mereka remaja jadi sudah tidak ada lagi keraguan dalam bersahabat..
Tanpa terasa jam menujukan pukul dua malam, Chandra dan Arzen berpamitan untuk pulang, mengingat besok Chandra masih ada praktek dan Arzen harus mengontrol beberapa cafenya, tetapi Aarav dan Clovis memutuskan menginap sajah dikediaman Rio, pastinya Rio juga tidak keberatan.Toh sudah biasa mereka menginap terutama Aarav, ketika banyak kerjaan dikantorpun, Rio terbiasa membawa kerjaan kerumah dan pasti ujungnya Aarav pun menginap ikut membantu kerjaan Rio.
Sedang Clovis, ketika dia sudah cape dan butuh istirahat dia akan memilih kediaman Rio, entah apa alasan jelasnya, tapi yang jelas ketika menenagkan diri dirumah Rio itu, semua keruetanya sedikit menguai.
***
Ody membangunkan Ipek agar membantu pekerjanya, karena Ody sendiri akan memasak buat sarapan Bosnya.
Jam sudah menunjukan setengah enam, ketika Ody akan membangunkan Rio, tiba-tiba Aarav mencegahnya mengingat Rio baru bisa tidur jam tiga, jadi Aarav membiarkan Rio tidur lebih lama, dan mengizinkan Ody berangkat lebih dulu ke rumah sakit tanpa harus menjalankan tuganya membangunkan Rio.
"Pek kita siap-siap berangkat kerja yah," ajak Ody dengan semangat.
"Loh ko pagi banget Mba, apa nanti Mba Ody nggak kena marah?" tanya Ipek penasaran.
"Engga dong, tadi Pa Aarav sudah mengizinkan kita agar berangkat terlebih dahulu, mengingat Dokter Rio baru tidur jam tiga, makanya hari ini dia akan bangun agak siang, jadi kita bisa berangkat lebih pagi." ucap Ody dengan girang
Kini Ody dan Ipek pun bersiap untuk berangkat kerja.
***Balas dendam terbaik adalah menjadikan dirimu lebih baik***
...****************...
#terimakasih buat yang udah mampir, jangan lupa tekan❤
Like
vote
comen
Beri Hadiah
dan tekan favorite(love)