Beauty Clouds

Beauty Clouds
Tak Lagi Tinggal Dirumah Rio



Rio yang baru sajah pulang, menyapa Mbok Karti, bercengkrama sebentar, lalu di lanjutkan ke kamarnya.


Ody yang biasanya tidak diperlakukan seperti itu oleh Rio, sedang dia adalah Istrinya, merasakan nyeri didadanya. Mbok Karti yang nggak tau apa yang sebenarnya terjadi dengan bosnya dan Ody bersikap biasa sajah.


Jadi selama ini Mbok Karti maupun Pak Yono juga tidak mengetahui bahwa Ody sudah menikah dengan Rio, yang tau, hanya teman-teman Rio dan Ody, paman, bibi ,dan penghulu yang memang menikahkan mereka dulu. Jadi acara yang dulu dilakukan Rio benar-benar di rahasiakan bahkan satpam rumah pun tidak dibolekan tahu apa yang terjadi didalam rumah, sehingga mereka masih mengganggap Ody adalah Pembantu, sama seperti Mbok Karti .


Ody membantu menyiapkan makan malam, tidak lama Rio pun turun disusul oleh Aarav, Aarav memang masih tinggal di rumah Rio, karena Rio yang memintanya nggak diizinkan balik ke Apartemenya. Seperti biasa Ody hanya diam tidak mengeluarkan perkataan sedikitpun ketika berdekatan dengan Rio, begitupun sebaliknya Rio akan mengunci mulutnya ketika bersama Ody.


"Nanti habis makan kamu temui aku diruangan kerja!" ucap Rio, ketika Ody akan membereskan sisa makan malam. Tiba-tiba Rio mengeluarkan suaranya.


Ody hanya mengangguk lemah ketika mendengan perkataan Rio.


Pekerjaan sudah selesai, Ody langsung naik ke lantai atas guna menemui Rio.


Ody masuk, setelah mengetuk terlebih dahulu. Tanpa diperintah Ody pun duduk.


"Ada yang mau dibahasTuan?" tanya Ody dengan lemah, hatinya yang merasa saat ini tengah sakit, sebenarnya sangat malas menemui Rio, tetapi ia juga tidak kuasa menolaknya.


"Seperti perjanjian awal kamu kerja disini adalah sebagai ganti Mbok Karti yang saat itu pulang kampung, karena anaknya yang sakit. Sekarang Mbok karti sudah kembali bekerja, jadi maaf aku nggak bisa melanjutkan mempekerjakan kamu." ucap Rio dengan enteng .


Ody yang tau keberadaanya sudah tidak diinginkan pun, menerima keputusan Rio, toh memang benar kesepakanya begitu kerja sampai Mbok Karti kembali.


"Baik tuan saya terima keputusan Anda, saya akan kembali kerumah paman saya, terimakasih atas kesempatan kerja yang ada berikan selama ini buat saya, mohon maaf apabila selama saya kerja membuat Anda kecewa atau sikap saya yang kurang berkenan." ucap Ody dengan santai, Ia mencoba membawa suasana hatinya tetap tenang, meskipun sebenarnya dalam hati pengin mencaci dan memaki .


"Baiklah ini gajih kamu terakhir," ujar Rio sambil menyodorkan amplop coklat, yang berisia gajih terakhir Ody.


"Makasih tuan," jawab Ody dengan datar.


"Kamu nggak usah kembali kerumah pamanmu. Mereka tau kalo kamu istriku, kalo kamu balik mereka akan curiga. Jadi untuk temapat tinggal kamu, saya izinkan tinggal disini terserah kamu mau pilih kamar yang mana, asal jangan menampakan muka dihadapanku." ucap Rio enteng. Lagi-lagi Rio bicara dengan datar tanpa expresi.


Ody yang tau bahwa Rio melakukanya karena terpaksa pun menolak.


"Nggak perlu tuan, kalau memang Anda takut paman saya tau apa yang sebenarnya terjadi di rumah tangga kita. Maka aku bisa ko nyewa sebuah kontrakan buat sekedar berteduh . Odypun menjawab dengan sinis.


"Terserah maumu, toh yang penting saya sudah menawarkan." ucap Rio acuh.


"Haha bukanya Anda senang kalo saya menolak kemauan Anda, dasar laki-laki Durjana," batin Ody geram dengan kelakuan Rio.


Tanpa berbasa basi Ody pun pamit, sesampai di kamar ia merapihkan baju kedalam tasnya. Mbok karti yang melihat pun bertanya pada Ody apa yang sebenarnya terjadi, kenapa tiba-tiba merapihkan baju seperti mau pergi.


"Neng Ody mau kemana?" tanya Mbok karti polos.


"Maaf Mbok saya mau kembali kerumah Paman, soalnya kan Mbok udah balik kerja, jadi saya udah nggak kerja disini lagi." jawab Ody dengan senyum terpaksa di wajahnya (iya lah terpaksa orang lagi kesel masa senyum tulus).


"Aduh, maaf yah Neng, gara-gara Mbok, Neng jadi nggak kerja disini lagi." balas Mbok karti dengan muka nggak enak .


"Ngak apa-apa Mbok kan emang seperti itu perjanjian awal, kalo mbok balik saya nggak kerja disini lagi, setatus saya hanya Asisten Rumah Tangga sementara ko Mbok, jadi Mbok jangan merasa bersalah seperti itu." bujuk Ody mencoba menenangkan Mbok Karti.


Ody sebelumnya udah meminta tolong sama Ipek untuk menjemputnya, lagi-lagi ia akan meminta bantuan Ipek, karena Ody juga nggak tau mau minta bantuan sama siapa? sedangkan dia hanya punya paman, tetapi pamanya mengetahui setatus pernikahanya dengan Rio, kalo tiba-tiba Ody datang dengan membawa koper berisi baju-baju, pasti paman akan kefikiran dengan keadaan Ody. Nikah baru satu bulan udah kabur-kabura. Apa kata paman nanti.


Akhirnya Ody memilih merepotkan Ipek lagi, dan Ipek juga selalu siap ada disaat ody seperti ini .


***


"Pek, barusan Dokter Rio bilang mulai saat ini aku udah nggak kerja di rumah dia lagi. Aku bisa nggak nginep di rumah kamu? Kalo pulang kerumah paman aku nggak enak pasti nanti paman kefikiran dengan masalhku." begitu kira-kira isi pesan Ody.


Ipek yang membaca langsung geram dengan Rio, bisa-bisa istri sendiri masih dianggep pembantu. "Karma lama banget sih datangnya buat laki-laki kaya Rio." batin Ipek jengah dengan kelakuan Rio.


"Mba lagi dimana? Entar Ipek samperin ajah." Balas Ipek singkat.


"Masih di rumah Dokter Rio, nih masih beres-beres baju dulu." balas Ody memberitahu kan keberadaanya.


"Ya udah, tunggu Ipek kesana sekarang!" Ipek langsung ganti baju, dan pergi kerumah Dokter Rio.


***


Tidak berselang lama Ipek udah tiba di rumah Dokter Rio. Ody yang saat itu tengah menunggu pun langsung pamitan dengan Mbok Karti. Setelah pamit dengan Mbok Karti, Ody langsung keluar.


"Yok,enaknya kita kemana Pek, apa nyari kontrakan ajah yah?" tanya Ody bingung juga ketika tidak punya tujuan.


"Ini Jakarta Mba, nyari kontrakan nggal kaya ngari gorengan.Tiap pinggir jalan ada,"jawab Ipek geli dengan perkatan Ody ."


"Hehhe, abis kalo kerumah kamu nggak enak sama orang tua kamu, entar ngomong apa?" tanya Ody.


"'Kalo Abi sama Umi mah nggal pernah ngelarang Ipek ngajak siapa sajah, tapi entar pada tau dong kalo aku anak sultan, kan ceritanya aku lagi nyamar jadi rakyat biasa," batin Ipek gamang.


"Aku tadi udah telpon Dokter Intan di rumah Dokter Intan ada kamar kosong. Mba Ody nggak apa-apa kan kalo untuk sementara tinggal dirumah Dokter Intan, soalnya kalo di rumah Ipek kamarnya nggak ada, Ipek juga bobonya sama adek mana kamarnya sumpek, terus adek Ipek kalo tidur kaya apaan ajah, suka tendang-tendang." ujar Ipek mencari asalan selogis mungkin.


"Hehe nggak apa-apa ko, aku mah dimana ajah asal diizinin buat numpang mah udah bersyukur banget." ucap Ody apa adanya.


"Sebenarnya di rumah Ipek juga diizinin pasti sama Abi ma Umi, tapi rumahnya udah sempit, jadi nggak enak nanti sama Mba Ody, jadi nggak nyaman." jawab Ipek sambil garuk-garuk kepala yang nggak gatal .


"Iya nggam apa-apa ko, jadi nggak enakan gitu, biasanya ajah nyablak." jawab Ody agar Ipek nggak merasa bersalah .


Mereka pun akhirnya pergi kerumah Intan.


flashback:


Setelah Ipek menutup telpon dari Ody, Ipek langsung menelefon Intan. Memang dari awal Intan meminta kalo ada kabar dari Ody agar selalu memberi info denganya.


Setelah bercerita dengan Intan, dan meminta pendapat, akhirnya Intan menyarankan Ody tinggal di rumahnya.


Biar urusan Rio nanti Intan akan maju membela Ody.


#Memang laki modelan kaya Rio harus dikirim ke Ukraina buat uji coba Nuklir juga bisa kayaknya tuh#


****Istri adalah amanah,Bila kau tak bisa membuatnya tersenyum,jangan kau buat Ia menangis.Bila kau tak bisa membuatnya bahagia,jangan kau buat Ia menderita.Bila kau tak bisa memujanya.Jangan mencelanya. Istrimu bukan pembantu yang hanya dibebankan kewajiban untuk melayanimu,tapi dia adalah amanah yang memiliki hak atas dirimu.***


...****************...


# Terimakasih buat yang udah mampir, jangan lupa tinggalkan jejak yah .❤