
Ody dan Ipek berjalan menyusuri lorong rumah sakit, menuju pantry, mencari Bu Dewi dan mulai membicarakan kesediaan Ody buat bekerja dirumah Rio .
"Siang Bu Dewi," sapa Ipek dengan suara cemprengnya dan juga wajah cerianya.
"Eh, kalian,udah pada istirahat belum?" tanya Bu Dewi ketika melihat Ody dan Ipek yang menyapanya.
"Udah Bu, ini kita baru selesai makan, mau ngomong dengan Bu Dewi, nggak ganggu waktunya kan?" lanjut Ody.
"Ha lah kan ini juga lagi jam istirahat, mau ngomong apa sih kalian, keliatanya seriuz banget, jangan bilang kalian mau kasbon hehe." ledek Bu Dewi.
"Ish...ish.. engga lah Bu, tapi kalo diizinin buat kasbon boleh juga tuh haha," Ipek kembali meledek Bu Dewi, kan emng Ipek mah gitu bawaanya ceplas-ceplos.
"Gini Bu tadi saya dengar dari Ipek kalo Dokter Rio sedang butuh Art sementara buat gantiin Artnya yang sementara ini sedang mudik. Kalo boleh saya mau Bu9 jadi Art sementara itu." Ody mulai mengutarakan niatnya menemui Bu Dewi.
"Kamu seriuz Dy. Soalnya dari tadi aku nawarin sama Anak yang lain mereka nggak mau, pada takut katanya kalo harus kerja dirumah Dokter Rio yang galak," dengan berbisik Bu Dewi menirukan suara anak buahnya yang nggak mau kerja dirumah Rio.
"Saya seriuz Bu, seriuz banget malah. Saya sedang butuh banyak uang buat sekolah adik saya, makanya saya mau ambil kerjaan ini Bu.
Ibu juga nggak perlu khawatir saya akan kerja dengan seriuz, jujur dan benar, supaya nanti Bu Dewi nggak merasa bersalah, atau malu karna sudah merekomendasikan saya ke Dokter Rio." Ody dengan percaya diri meyakinkan Bu Dewi, agar bisa mempertibangkannya.
"Ya udah, kalo kamu seriuz nanti saya bilang sama Pa Aarav buat melajutkan ke Dokter Rio, dan nanti kamu siap-siap ajah kalo bakal ada sesi tanya-jawab buat memastikan kamu layak tidaknya kerja dirumah Dokter Rio, soalnya pasti nggak bakal sembarangan Dokter Rio mau percaya begitu ajah dengan rekomendasiku. Jadi kamu nanti siap-siap ajah yah." jelas Bu Dewi.
"Iya Bu, nggak apa ko saya siap buat pertanyaan apapun itu, toh saya niatnya bekerja cari uang yang Halal dan kalo bisa banyak," hehe jawab Ody sambil garu-garuk tengkuk lehernya yang nggak terasa gatal.
"Kalo aku mah percaya sama kamu Ody, soalnya aku liat selama kamu kerja dirumah sakit ini, kerjaan kamu bagus, rapih, cekatan dan absensi kamu juga bagus, itu tandanya kamu pekerja keras. Makanya aku mau rekomendasiin kamu. Tinggal dari fokter Rionya mau nggak dia terima kamu. ucap Bu Dewi, yang selalu puas dengan kerjaan Ody.
"Amin jawab Bu Dewi dan Ipek bersamaan."
"Ya udah kalo kalian udah selesai bahas ini, kalian balik kerja lagi, waktu istirahat udah abis nih, keenakan ngobrol nanti kerjaan kalian terbengkalai, aku lagi yang dimarahin atasan." Bu Dewi mengintruksi agar Ipek dan Ody mulai melanjutkan pekerjaanya lagi
"Siap Bu," jawab Ody dengan semangat.
"Yeh kirain bakal diajak ngopi dulu gitu Bu." jawab Ipek biasa dengan candaanya.
"Ngopa ngopi, kerja dulu yang bener." cicit Bu Dewi.
"Iya-iya nih mau lanjut kerja," jawab Ipek dengan lesu.
"Semangat Ipek, kerja-kerja biar cepat kaya," Ody memberi semangat.
Sementara itu setelah kepergian Ipek dan Ody, Bu Dewi bergegas menuju keruangan Asisten Aarav, untuk memberi tahunkan, kalo udah ada anak buahnya yang mau menjadi Asiten Rumah Tangga sementara dirumah Rio.
*Alhamdulillah akhirnya ada juga yang mau kerja dirumah dokter Rio, mudah-mudan dokter Rio mau menerima Ody," batin Bu Dewi.
***Ketika orang lain meragukanmu, yang harus kamu lakukan adalah percaya pada dirimu sendiri, dan buktikan kemampuanmu***
...****************...
#Terimakasih buat yang sudah mampir, jangan lupa tinggalkan jejak yah ❤