
Sejak Emly diputuskan secara sepihak oleh Rio, Emly pun merasa telah dipermalukan oleh Rio, laki-laki yang selama ini Emly cintai.
Emly memang sangat mencintai Rio, tetapi karna dunia pergaulanya Emly yang terlalu bebas, sehingga Emly sering melakukan peselingkuhan dibelakang Rio, tapi yang Emly lakuin hanya untuk mencari kepuasan semata.
Rio memang sudah lama menjalin kasih dengan Emly, bahkan sudah sampai ketahap yang lebih seriuz. Namun, Rio bukan tipe laki-laki yang mau melakukan hubungan se'x sebelum pernikahan. Sedangkan Emly yang sudah terbiasa dengan pergaulan bebas sejak SMA sudah terbiasa dengan se'x bebas, maka dari itu, dia berulang kali menjalin kasih dibelakang Rio, yang semata-mata untuk mencari kepuasan, yang nggak Emly dapatkan dari Rio.
Biarpun Emly sering mendua. Hati dan cinta Emly tidak bisa berpaling dari Rio. Jadi ketika Emly diputuskan oleh Rio, dia bertekad untuk melakukan segala cara agar Rio bisa kembali kepadanya, dan kalo pun Rio nggak akan mau, makan Emly juga nggak akan rela kalo melihat Rio bahagia dengan wanita lain. (jahat ih Emly huhu ..)
Emly pun menghubungi Dafi, orang kepercayaanya yang selama ini banyak membantu Emly. Emly menceritakan hubunganya yang kandas dengan Rio, karna Rio sudah mengetahui hubungan gelapnya selama ini. Emly yang tidak terima diputuskan Rio pun, menyiapkan rencana buat menjebak Rio. Tujuanya, sudah jelas agar Rio mau kembali menjalin kasih dengan Emly .
"Dafi, ini gue Emly, bisa kita ketemu di cafe Embun. Jam tiga sore, ada tugas penting buat loe, bayaranya lima kali lipat dari tugas yang biasa lo lakuin." tutur Emly, ketika telfon sudah diangkat oleh Dafi.
Dafi yang biasa melakukan misi Emly, tentu sajah tertarik dengan tugas Emly kali ini, apalagi bayaranya lima kali lipat bro, pasti disikat lah.
"Ok jam tiga gue menuju lokasi," jawab Dafi singkat, lalu ia memutus sambungan telfonya.
Pukul tiga, Dafi sudah lebih dulu sampai lokasi. Disusul oleh Emly, limabelas menit kemudian.
Emly pun menuturkan tugas yang akan ia berikan ke Dafi. Tentunya Dafi yang sudah biasa melakukan misi rahasian, sangat paham dengan tugas yang Emly perintahkan .
Setelah satu jam mebahas rencan penjebakan Rio, keduanya pergi dari cafe embun.
***
Mungkin Emly lupa, kalo cafe embun adalah cafe milik Arzen, yang mana Arzen adalah teman baik Rio. Tentu sajah tanpa sepengetahuan Emly, Arzen mendengar semua rencana kejahan Emly.
Rio yang sedang tidak ingin pergi keluar, menyarankan agar pertemuan kali ini diadakan dirumahnya. Selain akhir-akhir ini pekerjaanya yang sedang banyak, membuat tubuhnya mudah lelah, Rio juga sedang ingin menenagkan fikiranya, sehingga dia tidak ingin pergi keluar untuk waktu dekat ini. Para sahabat Rio pun menyanggupin usulan Rio, untuk berkumpul dirumah Rio.
Rio yang nanti malam akan menyambut teman-temanya, memerintahkan Aarav untuk memberi tahu Ody, menyiapkan segala kebutuhan yang sekiranya akan diperlukan oleh mereka nanti malam, dan bahkan Rio, memerintahkan Ody untuk mencari teman, yang kira-kira bisa membantunya menyiapkan semua kebutuhanya, mengingat kalo Ody sendiri pasti akan kelelahan nantinya .
Ody yang diberitahukan Aarav kalo akan ada acara dirumah Rio, dan diminta mencari teman sekedar membantu pekerjaanya untuk malam ini . pastinya yang pertamah Ody tawarin untuk pekerjaan ini pastinya si Ipek, kebetulan dia kan sangat dekat dengan Ipek, berharap Ipek mau menerima tawaran kerja ini .
"Ipek, mau nggak kerja dirumah dokter Rio untuk malam ini sajah." tawar Ody
"Hah,... kerja dirumah dokter Rio? emang mba Ody mau kemana? ko nawarin Ipek kerjaan." tanya Ipek kepo .
"Enggak kemana-mana, cuma tadi Pa Aarav bilang, kalo nanti malam teman-teman dokter Rio mau pada kumpul sekedar ngobrol ajah sih katanya, tapi buat mempersiapkan suguhan dan beres-beres tempatnya kan nggak mungkin kalo aku sendiri yang lakuin, makanya asisten Aarav nyarain aku, buat cari temen bantu-bantu gitu, untuk malam ini ajah ko," Ody menjelaskan tujuannya mengajak Ipek kerja dirumah dokter Rio .
"Tenang bayaranya lumayan ko." Ody berbisik pelan ditelinga Ipek .
"Wah kalo bayaranya lumayan, atuh mana bisa Ipek nolak, hehehe...." jawab Ipek dengan tawa ringan diwajahnya.
Sebenernya, Ipek mah mau gajih gede atau tidak juga dia tidak begitu memikirkan, mengingat keluarganya juga sebenernya bukan dari kalangan yang kekurangan materi. Hanya kasian ajah kalo membiarkan Ody kerja sorang diri, sedang pasti dia akan kelelahan nantinya. maka dari itu Ipek mau menerima tawaran yang Ody berikan.
Begitu pulang kerja, Ipek langsung ikut Ody kerumah dokter Rio. Pastinya Ipek sudah memberitahukan ke keluarganya, bahwa ia beralasan malam ini akan menginap dirumah temanya. Ipek juga meminta uminya menyiapkan dan mengirimkan pakaiannya buat malam ini dan besok ia kerja. Baju Ipek meminta dikirim menggunakan ojek online, dan alamat rumahnya Ipek kirimkan. Umi ipek pun tidak curiga kalo anaknya bakal bekerja paruh waktu. Umi percaya kalo hanya menginap dirumah teman kerjanya. Ipek bertutur akan mengadakan makan malam bersama dengan teman-temanya.
*** Tantangan adalah hadiah yang memaksa kita untuk mencari pusat gravitasi baru. Jangan melawan mereka. Temukan saja cara baru untuk berdiri****
#Terimakasih buat teman-teman yang sudah mampir, jangan lupa tinggalkan jejak yah ❤❤❤