
Dua hari telah berlalu, hari ini adalah hari pernikahan Ody. Sebelumnya tidak pernah sedikitpun Ody membayangkan, akan menikah dengan keadaan seperti ini. Terpaksa, dan juga jauh kada mewah, atau setidaknya ada ibu, serta adiknya yang akan menjadi saksi pernikahanya.
Dulu swaktu Ody masih menjalin hubungan dengan Doni, membayangkan pernikahan yang mewah, mengundang banyak tamu. Meskipun semuanya gagal, karna Doni yang berselingkuh.
Kenyataan kini justru Ody menikah dengan sangat sederhana, yang membuat hatinya semakin sedih adalah, penikahannya tanpa diketahui oleh adik, maupun ibu sebagai orang tua tunggal, semenjak beberapa bulan lalu ayahnya telah meninggal. Tanpa Ody sadari air matanya menetes begitu sajah, mengingat semuanya akan berubah, sejak saat Ijab Kabul nanti. Apakah kehidupan setelah penikahanya akan bahagia, atau justru akan semakin menyesakan. Dalam hati Ody selalu dihantui rasa ketakutan akan nasibnya kedepan paska pernikahanya.
Make up pun alakadarnya, Intan yang memoles wajah Ody. Bahkan di pernikahanya Rio tidak memperbolehkan Ody untuk di Makeup oleh perias yang Profesional. Untuk kebaya sajah Ody hanya memakai seadanya, lagi-lagi Intan sebagai Seponsor.
#Miris sekali Ody nasibmu, punya calon suami kaya, tapi pelit! Author gemez jadinya.#
Untung sajah Intah pandai bersolek, sehingga hasil make upanya sangat sempurna. Ody yang sebenarnya memiliki wajah sangat cantik, walau hanya dengan polesan simple ajah sudah terlihat hasil yang luar biasa. Ditambah kebaya yang Dokter Intan pilihkan sangat cocok dengan tubuh ody, yang ramping, serta memiliki tinggi yang lumayan tinggi.
"Ya ampun, Mba Ody cantik sekali," ujar Ipek yang baru masuk kekamarpun kaget dengan perubahan Ody. "Awas sajah nanti kalo Dokter Rio sampai kepincut. Awalnya nolak, lama kelamaan bucin tuh laki," oceh Ipek sewot .
"Hus..kamu nggak boleh ngomong gitu, nanti kedengeran oleh Dokter Rio. Bisa ngamuk dia," balas.Ody dengan meletakan telunjuk didepan bibirnya.
"Biarin Dy, kalo aku malah tak Aminin yang keceng, biar jadi kenyatakan. Gue pengin liat reaksi dia ketika menyadari kalo dia bucin sama kamu." Sahut Intan.
"Itu nggak mungkin Dok,aku bukan tipe Dokter Rio, dan penikahan ini juga hanya terpaksa dia lakuin agar tidak dilaporkan kepolisi sajah," jawab Ody dengan pasrah.
"Ya berdoa ajah Mba, siapa tau Alloh membalikan hati Dokter Rio, yang awalnya benci, nggak terima dengan pernikahan ini. Justru nanti sebaliknya dia yang berjuang untuk mendapatkan hati Mba Ody," ucap Ipek memberi semangat pada Ody.
*Orang bisa tiba-tiba berubah,karna **Al**loh membolak balikan hatinya,maka jika sedang berusaha meluluhkan hati seseorang,luluhkan lewat Do'a.
Setelah semuanya sudah selesai kini Ody duduk pinggir tempat tidur, menunggu paman yang tak kunjung datang. Perasaan cemas mulai menghantui Ody, takut kalo paman akan berubah pikiran, tidak mau lagi menjadi Wali nikah Ody.
Ipek yang melihat Ody mulai gelisah, menenagkan Ody, mungkin sajah pamanya saat ini sedang dalam perjalanan kerumah ini.
Pukul sepuluh paman, dan bibi baru datang, mereka meminta maaf karna ketelambatanya. Awalnya acara akan dimulai jam sembilan. Namun karena keterlambatan paman semuanya diundur. Untung sajah Pak penghulu yang dari pagi sudah datang, mau menuggu lebih lama lagi.
Rio nampaknya sudah bosan, dan hanya diam ketika paman datang, serta meminta maaf.
Tanpa menunggu lama Rio meminta pernikahanya segera dilaksanakan. Pak Penghulu pun langsung menuju meja, dimana akan dilaksanakanya Ijab Kabul.
Ody pun keluar dari kamar, menuju tempat akan dilaksanakanya Ijab. Rio yang melihat Ody pun, terpaku dengan kecantikan Ody, ditambah kebaya yang Ody kenakan sangat cocok ditubuh rampingnya.
"Gila ternyata dia cantik juga kalo dandan." batin Rio mengagumi kecantikan Ody.
Acara dimulai denga Pembukaan Nikah.
Setelah pembukaan nikah ala kadarnya, yang diwakilkan oleh Chandra selaku orang yang berpengalaman dalam pernikahan diantara tamu yang hadir.
Proses selanjutnya adalah Khotbah nikah, diwakilkan oleh Penghulu. Fungsi dari khotbah nikah adalah sebagai pembuka bagi kedua mempelai, sekaligus pengingat tentang pentingnya menjaga keutuhan rumah tangga.
"Saudra Mario Lucas Hartono, apakah Anda setuju untuk menerima saudari Maody Eka Kusuma sebagai istri, dengan mahar seperangkat alat Sholat, dan uang senilai Satu juta rupiah." tanya Pak Penghulu dengan suara lantang dan jelas.
Cukup lama Rio tidak menjawab sehingga tamu undangan, terutama Ody sudah cemas.
"Saya setuju, akhirnya setelah cukup lama Rio diam, kata-kata persetujuan keluar dari bibir Rio.
***
"Saya terima nikahnya dan kawinya Maody Eka Kusuma binti Ikbal Putra, dengan maskain seperangkat alat Sholat, dan uang satu juta rupiah, Tunai!!!
"Sah....
semua saksi menjawab dengan lantang.
proses selanjutnya memanjatkan doa yang dipimpin oleh Penghulu, agar pernikahan tersebut senantiasa mendapatkan berkah. Semua yang ada diruangan itu mengaminkan setelah doa selesai dipanjatkan, tanpa terkecuali Rio, entah karna terlalu khusu mendengarkan doa yang Pak Penghulu panjatkan, atau memang dari hati terdalam Rio sebenarnya telah ikhlas dengan pernikahan ini, Rio pun ikut mengaminka doa-doa yang penghulu untaikan.
Proses selanjutnya adalah penanda tanganan dokumen-dokumen pernikahan, termasuk buku nikah. Kini Rio serta Ody sudah sah menjadi pasangan suami istri, yang sah dimata Agama dan Hukum.
Selesai penandatanganan dokumen, acara selanjutnya penyerahan mahar sebagai simbolis.Tanpa sepengetahuan Rio, ternyata Arzen sedari tadi sibuk mengabadikan setiap momen yang mereka lalui. Diacara ini Rio diminta memasangkan cicin dijari manis Ody, serta sebaliknya Ody memasangkan cicin dijari manis Rio. Cincin ini diberikan oleh Ipek, serta Ipek meminta agar cicin ini sebagai pengikat pernikahan dan jangan sampai dilepas selama pernikahan mereka masih sah. Ody pun terharu, melihat hadiah dari Ipek, terharu dengan niat Ipek agar mereka selalu bersama, terlebih cicin yang Ipek berikan ternyata harganya lumayan fantastis, cicin bermata Berlian yang cantik serta model yang simple serta elegan, sangat cocok Ody kenakan.
Rio yang melihat cicin pemberian Ipek pun kaget, dari mana Ipek bisa mendapatkan uang sebanyak itu hanya untuk membeli cicin yang dia persembahkan untuk kado pernikahan dirinya dan Ody. Rio tau betul cicin yang dibelikan Ipek adalah cicin mahal, buka cicin yang ada di toko mas biasa, terlebih sepertinya cicin itu didesain khusus sehingga model dan bentuknya tidak pasaran.
#Anggap sajah seperti ini bentuk cincinya. Dengan simbol yang apabila disatukan kedua cincin itu akan membentuk love.
Rio memasangka cincin dijari manis Ody, tampak sangat pas dan cocok, sebaliknya Ody pun melakukan hal yang serupa, tanpa diduga cicin Rio pun pas di jari manis Rio. Entah kebetulan atau memang Ipek sudah mengukur kedua jari mereka sehingga cincin pemberian Ipek sangat pas dijari keduanya.
Arzen yang sejak tadi pengambil gambar pun meminta Rio untuk berpose layaknya pengantin baru. Memegang buku nikah dan memamerkan cincinya. Awalnya Rio menolak bahkan terlihat raut muka yang menandakan ia marah. Namun akhirnya mau juga walaupun dengan muka terpaksa, berkat bujukan dari teman-temanya, Rio mau berpose sesuai arahan dari Arzen. Begitupun semua tamu ikut berpose dengan sang kedua mepelai.Tak ketinggalan paman dan bibi ikut berfoto, sebagai kenang-kenangan.
Setelah keseruan berfoto telah selesai, kini dilanjutkan dengan menikmati makan bersama, dengan menu yang sudah disiapkan Aarav, tentunya pesanan dari cetering, biapun tidak mewah setidaknya sangat nikmat ketika dimakan bersama-sama seperti saat ini mereka lakukan.Terlebih sebagai ucapan syukur, kebahagiaan dimomen yang sakral.
***Hakikatnya pernikahan adalah menggenapkan yang belum genap, dan menyempurnakan yang kurang sempurna***
...****************...
#Jangan lupa dukung Author yah,klik like,komen dan tekan love.
Makasih banyak-banyak juga Author ucapkan buat yang udah mampir❤