
Sore hari Mamih Rio dan Kak Lunara Eza dan Ezen pun bersiap mengunjungi rumah Rio. Di tengah jalan ponsel Mamih bergetar dan ketika dicek terdapat pesan bergambar masuk, karena penasaran Mamih pun membuka pesan bergambar itu. Betapa kagetnya Mamih, ketika gambar yang diterima adalah foto-foto Rio dan Ody yang tengah melangsungkan pernikahan. Disetiap foto dicantumkan caption yang mengatakan bahwa wanita yang ada foto itu adalah perebut Rio dari Emly, dan disana juga dikatakan bahwa wanita itu hanya seorang OG di rumah sakit Keluarga Rio, yang kebetulan merangkap kerja sebagai pembantu di rumah Rio. Wanita itu menikahi Rio hanya untuk harta. Dalam Caption tersebut juga menjelaskan bahwa gadis yang menikah dengan Rio sudah hamil duluan, karena telah merayu Rio, sehingga Rio memutuskan Emly dan menikah gadis itu.
Mamih menjatuhkan ponselnya, dadanya sakit, tetapi Mamih mencoba menahanya dan mencoba mengatur nafasnya yang memburu tak menentu. Luna yang melihat sikap mamih berubah pun bertanya. Namun, mamih sulit untuk menjelaskanya, karena terlalu syok.
Luna pun akhirnya mengambil ponsel mamih yang terjatuh. Lagi, Luna pun sama seperti mamih kaget dan syok. Terlebih ia membaca kata-kata yang tertulis difoto itu.
"Kenapa Rio melakukan ini semua, tega menyakiti Emly demi pela'cur itu Luna?" Mamih terisak membayangkan kelakuan anaknya, mamih pun mengepalkan tanganya. Rasanya lama sekali ia sampai di rumah anaknya dan ingin segera memberi perhitungan sama Ody yang disebut pela'cur oleh mamih.
"Luna pun tidak menyangka Mam, pasti tuh cewek sudah menggunakan dukun untuk mengguna guna Rio Mah, nggak mungkin Rio mau begitu sajah meninggalkan Emly demi orang miskin itu. Dari wajah dan dan boddy sajah anak itu sangat menjijihkan terlebih dia hanya seorang pembantu." Luna terlalu kesal menerima kabar pernikahan adiknya dengan pembantu di rumahnya, dan ia pasti termakan dari tulisan yang di foto bahwa wanita itu menggoda Rio.
Mamih dan Luna pun sampai di rumah Rio. Eza dan Ezen tidak diizinkan ikut turun. Sebab mamih dan Luna akan memberi perhitungan terhadap Ody.
Bel rumah Luna tekan sampai beberapa kali, dan Mbok Karti tergopoh menghampiri pintu utama, sementara Ody tengah istirahat di dalam kamarnya.
"Nyo....nyonyah, Non Luna...?" Mbok Karti terbata dan kaget ketika Nyonyah besar datang dengan wajah yang murka.
"Di mana pela'cur itu?" tanya Mamih dengan nada yang meninggi.
"Maksud Nyoyah siapa? Neng Ody, istri dokter Rio?" tanya Mbok Karti yang kaget kenapa Nyonyah besarnya seolah marah sekali dengan Ody.
"Terserah mau Ody ke atau siapa itu panggil dia suruh kesini, enak banget yah sekarang jadi Nyoyah dengan memelet anak saya!" murka Mamih, sudah tidak terkendali. Bahkan ucapanya semakin ngaco kemana-mana.
"Kalo Neng Ody, lagi istirahat Nyah, abis bantuin Mbok beres-beres, sekarang istirahat di kamar....
"Pangilkan!!! Kamu nggak usah bela dia apa-apa cukup panggilkan wanita murahan itu kesini!" Mamih justru semakin murka ketika Mbok Karti mencoba membela Ody.
"Baik Nyonyah." Mbok Karti naik keatas tangga dan memanggilkan Ody yang masih tidur. Namun pintu baru akan diketuk Ody sudah keluar.
"Siapa sih Mbok kenapa sepertinya lagi marah-marah?" tanya Ody penasaran.
"E... itu Neng Mamihnya Den Rio, kayaknya marah gitu. Mbok Karti juga nggak tau kenapa."
"Mamihnya Mas Rio? Mereka kesinih?" tanya Ody dengan panik dan bingung mau berbuat apa.
"Iya Neng, Mamih sama Kakanya Den Rio pengin Neng Ody menemui mereka!" Mbok Karti menyampaikan perintah Mamih yang ingin bertemu dengan Ody.
"Mbok gimana yah, Mas Rio tidak mengizinkan kalo Ody menemui mereka. Ody jadi bingung," lirih Ody sembari memijit kepalanya yang tiba-tiba sajah berdenyut.
"Tapi Neng, kayaknya Mamih dan Non Luna sedang marah, baiknya Neng Ody temui mereka dari pada makin runyam urusanya." Mbok Karti menyarankan agar Ody menemui Mamih dan Kak Luna.
"Ya udah Mbok, tunggu yah! Ody mau ambil HP dulu." Ody pun kembali masuk ke dalam kamarnya dan mengambil ponselnya. Ia takut akan terjadi apa-apa sehingga ia akan segera hubungi Rio apabila kondisi mulai tidak sehat.
Mbok Karti pun mengangguk samar dan menunggu Ody untuk mengambil ponselnya.
"Ayuk Mbok." Ody lebih dulu berjalan sementara Mbok Karti mengekor dibelakangnya.
Ody turun tangga perlahan, karena memang perutnya yang semakin membesar sehingga sudah harus berhati-hati naik turun tangga. Sebenernya Rio sudah menyarankan untuk sementara waktu pindah ke kamar bawah. Namun Ody nggak mau dengan alasan naik turun tangga akan menyehatkan dirinya dan babby. Ody berjanji akan berhati-hati ketika naik dan turun tangga.
Mamih dan Kak Luna yang tengah duduk pun menatap dengan jijik ke arah Ody.
"Dasar pela'cur, jadi benar pesan yang ada difoto itu bahwa dia menggoda anak Mamih duluan, dan Rio tergoda sehingga dia hamil duluan. Lalu meminta pertanggung jawaban dari Rio. Dasar perempuan licik. Orang miskin yang pengin menjadi kaya menghalalkan segala cara sampai bisa menggaet laki-laki berduit," desis Mamih yang bahkan terdengar oleh Luna.
"Luna pun jijik liat wajahnya yang sok polos, padahal mah ular berbisa." Luna pun tak kalah mengumpat Ody.
Sementara Ody yang tidak tau bahwa Mamih metua dan Kakak iparnya mengomongi dirinya. Tetap tersenyum dan mencoba untuk bersikap ramah. Meskipun dalam hatinya ada ras was-was dengan nasibnya nanti.
Begitu sampai di bawah Ody langsung meminta Mbok Karti untuk membuatkan minum dan juga di minta mengeluarkan makanan untuk suguhan. Ody lalu menghampir mertua dan Iparnya.
"Sore, Mih, Kak... " Ody menyodorkan tanganya dan hendak bersalaman, tetapi dengan kasar tanganya ditampik oleh Mamih.
Ody tentu kaget dengan perlakuan kasar dengan mamah mertuanya. Kelopak matanya tiba-tiba memanas rasanya ingin menangis tetapi ia tahan. Memang untuk hadir dan diterima di keluarga Rio sulit sehingga ia harus memiliki mental yang kuat.
"Enak yah jadi Tuan Putri sekarang, hidup tercukupi, makan tingal makan dengan masakan enak, orang lain kerja banting tulang kamu enak-enakan tidur. Berhasil yah kamu pengaruhi anakku dengan tubuh murah mu." Mamih merancau dengan kata-kata yang sangat menyakitkan buat Ody. Ody masih berusaha menahan air matanya yang sebentar lagi akan lolos dan terjun bebas.
"Maksud Anda apa Nyonyah? Saya tidak pernah menggoda anak Anda, Mas Rio yang datang kesaya dan mengambil kegadisan saya. Kalo soal tinggal di rumah ini dan perlakuan Mas Rio. Dokter Rio sendiri yang meminta saya tinggal disini dan dia memperlakukan saya layaknya suami terhadap istrinya."
"Cukup, kamu melempar kesalahanmu pada adik saya. Secara tidak langsung kamu mengatakan adik saya memperkosa kamu gadis murahan! Denger yah. Adik saya nggak akan melakukan hal sehina itu. Semua terjadi paling juga karena kamu yang menggoda Rio sehingga Rio tergoda dan meniduri kamu lalu kamu memanfaatkan. Aku yakin anak yang ada dalam kandunganmu bukan anak Rio. Kamu menjebak Rio agar dia yang bertanggung jawab sebab Rio kaya raya, sehingga kehidupanmu bisa terjamin!" Sekarang giliran Ka Luna yang menghina habis-habisan Ody....
#Ya Alloh mulut kalian jahat banget ka Luna dan Mamih..