Beauty Clouds

Beauty Clouds
Nasib Emly



Di mana di Indonesia Rio dan teman-temanya tengah berbahagia. Di negara tetangga Emly yang hampir empat tahun ini tengah bersembunyi sekaligus menjalani pengobatan, tetapi belum juga sembuh total. Tubuhnya sudah normal, tetapi ia belum bisa berjalan dan tetap menggunakan korsi roda. Emly pun lambat laun menerima keadaanya itu.


"Gimana sayang, kamu tidak apa-apa kan kalo kita pulang ke Indonesia. Papih sudah tidak memiliki biaya lagi untuk berobat kamu. Mungkin benar apa kata mamih bahwa ini adalah karma, hukuman dari Tuhan atas kesalahan kamu. Kamu juga sudah bilang bahwa kamu sudah ikhlas dengan takdir ini dan akan menyerahkan diri ke polisi. Papih akan dukung apapun keputusan kamu Papih akan berusaha yang terbaik untuk kamu dan Papih tidak akan melepaskan kamu begitu saja Papih akan tetap ada di saat kamu sulit sayang." Papih Emly sudah jatuh miskin karena biaya untuk pengobatan anaknya itu tidak murah dan semua asetnya pun lambat laun telah banyak yang terjual untuk biaya pengobatan dan kebutuhan Emly.


"Iya Pih, Emly sudah memutuskan juga cepat atau lambat Emly harus datang ke keluarga Rio dan nomor satu meminta maaf dan mempertanggung jawabkan perbuatan Emly dan juga meminta maaf sama Zawa dan orang-orang yang sudah Emly jahati. Emly setidaknya masih bersyukur karena Emly masih di kasih satu kali kesempatan untuk hidup. Dan itu tanda Emly masih dikasih kesempatan untuk memperbaiki diri dan meminta maaf pada orang-orang yang sudah Emly jahati. Tidak hanya itu berati tandanya Emly masih dikasih kesempatan untuk mempertanggung jawabkan apa yang telah Emly perbuat, bukan begitu Pih, Mih?" tanya Emly dengan wajah sedihnya.


"Mamih dan papih salut dengan keputusan dan cara berfikir kamu sayang, pasti suatu saat kamu akan bahagia. Kamu pasti akan melewati masa sulit ini, Memang ini tidak mudah tetapi percayalah kamu pasti bisa melewati ini semua sayang, tidak akan sia-sia pengorbananmu saat ini," ucap mamih memeluk putri satu-satunya dan memberikan kekuatan dengan Emly.


Memang saat pertama dulu Emly mendengar kabar bahwa anak Ody dan Rio meninggal dunia, hati Emly sangat bahagia dan itu menandakan bahwa rencananya berhasil. Sampai suatu kejadian buruk menimpanya di mana dalam persembunyianya yang mana saat itu di bantu oleh papihnya yang masih bergelimangan harta sehingga mereka bisa menggunakan kekuatan uang untuk bersembunyi tanpa ada polisi yang bisa menemukanya.


Bahkan mamih tanpa sepengetahuan papih sering menemui cucunya yang pandai dan cantik itu. Mamih ingin bercerita sebenarnya yang terjadi dengan Rio maupun Ody, tetapi Mamih kembali mengurungkan niatanya karena beliau takut keluarganya akan terlibat dengan masalah lain. Sehingga sampai saat ini mamih masih merahasiakan siapa dirinya dan siapa anak yang Rio dan Ody adopsi itu.


Dari kejadian buruk yang menimpa Emly itu dia harus kembali menerima masalah yang serius. Satu hari, dua hari dan bahkan sampai berminggu-minggu Emly tidak sadarkan diri paska oprasi yang di lakukanya untuk mengeluarkan putrinya itu.


Sehingga papih memutuskan membawa Emly ke negeri tetangga untuk mendapatkan perawatan terbaik dengan tujuan Emly akan kembali sembuh dan normal seperti dulu lagi.


Namun, Emly harus kembali menelan pil pahit sampai dokter mengatakan bahwa akibat kejadian itu saraf Emly ada yang rusak dan walaupun Emly sudah menjalani operasi berkali-kali dan terapi, Emly tidak bisa kembali normal. Emly memang sudah sembuh tetapi ia masih tidak bisa berjalan. Sehingga untuk memulai aktifitasnya Emly harus dibantu dengan korsi roda. Untuk pertama tama tentu Emly tidak bisa menerima semua yang menimpa dirinya tetapi berkat orang tua yang selalu perhatian dan menuntunya Sampai sekarang Emly sudah bisa menerima apa yang menimpa dirinya.