
Memang benar apa yang di katakan Ipek bahwa cinta setiap pasangan datangnya berbeda-beda dan tentunya unik-unik. Termasuk yang terjadi dengan awal mula perkenalan mereka yang berawal dari rasa benci yang Clovis tunjukan, berbeda dengan rasa yang Ipek tunjukan yaitu rasa cinta dan obsesi ingin menjadi kekasih Clovis.
Benci jadi cinta itu yang Clovis rasakan. Malahan cintanya melebihi cinta Ipek pada dirinya. Di mana Clovis akan bahagia ketika baru melihat Ipek, dan sebaliknya ia akan merasa sedih ketika tidak melihat Ipek, istri cantiknya itu. Sementara Ipek kelihatanya biasa-biasa saja, atau memang Ipek yang pandai menyembunyikan perasaanya.
"Baiklah sekarang Abang sudah tahu bagaimana kamu bisa masih perawan dan tidak berhubungan dengan Arzen, tetapi kalo sama Wahid, mantan suami Ipek. Bagai mana bisa tidak melakukan hubungan suami istri? Sedangkan Abang lihat Ipek itu sangat sayang banget sama Wahid, dan juga sedihnya sangat jelas bisa di lihat ketika merawat Wahid. Ipek juga terlihat sangat tulus merawat Wahid, masa kalian bisa tidak melakukan penyatuan, alasanya apa?" tanya Clovis, tentu bagi Clovis hal itu sangat aneh, suami istri tanpa penyatuan itu sangat tidak masuk akan, dan mungkin kalo alasanya kurang sesuai ada kemungkinan Ipek melakukan oprasi selaput dara. Tetapi apabila alasanya masuk akal dan terlihat sesuai dengan kehidupan berati memang real Ipek masih perawan. Dan itu sangat beruntung bagi Clovis. Secara biarpun sertatus Ipek janda tetapi dia masih suci.
"Harus di mulai dari mana yah kalo bercerita hubungan Ipek dengan Abang Wahid, soalnya Ipek ajah seperti tidak menyangka bahwa kita bisa menikah dengan Abang Wahid sedangka kenal saja sebelumnya tidak. Lucu banget kan? Tidak kenal tapi menikah dan bisa sayang." Ipek terkekeh dengan apa yang terjadi diantara mereka. Terjadi lagi awal cinta yang berbeda 'perjodohan berujung cinta' Mungkin seperti itu awal mula datangnya cinta diantara Ipek dan Wahid.
Clovis nampak menyimak apa yang terjadi dengan perjalansan cinta antara Ipek dan Wahid. Sebenarnya di dalam hati Clovis ada rasa cemburu ketika Ipek menceritakan perjalanan cintanya dengan almarhum mantan suaminya, tetapi Clovis berusaha menekan itu. Toh tanpa adanya Wahid juga tidak akan berjalan dengan mulus apa yang terjadi kisah cinta diantara Clovis dan Ipek.
"Tapi unik loh perjalanan cinta kalian," jawab Clovis dengan berusaha menarik bibirnya supaya terlihat senyum, walaupun dalam hatinya ada rasa perih seolah teriris sembilu. Baru kali ini Clovis merasakan rasa seperti ini karena sebelumnya hatinya seolah mati, tidak pernah ada perasaan aneh semacam ini, cemburu.
"Iya Bang, kalo Ipek dan Abang Clovis berawal dari benci jadi cinta kalo Ipek dan Abang Wahid dari perjodohan berakhir ke cinta. Unik memang," balas Ipek dengan tersenyum lucu, sedangkan Clovis tersenyum getir. 'Maaf Wahid aku cemburu dengan kamu' batin Clovis tidak bermaksud benci hanya hatinya sakit dengar kisa cinta Ipek dengan Wahid, tetapi juga Clovis tidak bisa memungkiri rasa penasaranya sangat tinggi, sehingga ia memilih bersikap baik-baik saja.
"Butuh waktu berapa lama membuat kalian saling jatuh cinta dan saling menerima kekurangnya satu sama lain? Lalau apa ini alasan Ipek dan Wahid belum melakukan penyatuan?" tanya Clovis yang semakin tidak sabar untuk mendengar kisa Ipek dan Wahid selanjutnya.
Ipek mengangguk dengan wajah yang berubah menjadi murung, padahal sebelumnya wajahnya cukup ceria tetapi ketika menginggat bahwa Ipek sangat berdosa karena belum memberika manisnya madu pernikahan, tetapi Wahid sudah lebih dulu di uji dengan cobaan yang sangat berat dan juga pernikahan mereka hanya bertahan selama tiga bulan, karena Wahid ternyata yang lebih dulu di panggil oleh Sang Maha Pencipta.
"Maaf kan Abang, karena ke kepoan Abang kamu jadi sedih. Abang janji tidak akan mengingatkan kamu dengan Wahid, biarkan Wahid tenang di surga sana dan kita di dunia ini akan terus mendoakan yang terbaik untuk Wahid." Clovis menarik tubuh Ipek untuk di peluk karena Clovis yang merasa bersalah karena dirinya yang memaksa bercerita hal semacam itu istrinya menjadi murung.
"Tidak apa-apa Abang, Ipek sudah ikhlas kok dengan kepergian Abang Wahid, dan Ipek juga bersyukur karena bisa bersama Abang, suami yang terbaik, karena Abang sekarang dengan Abang yang dulu Ipek kenal sangat berbeda jauh. Sekarang Ipek yakin banget, pasti di luaran sana banyak wanita-wanita yang mengimpikan menjadi istri Abang, tapi sayang Ipek yang ada di hati Abang," kelakar Ipek, sehingga membuat Clovis dan Ipek tertawa renyah.
"Hahaha... biarkan mereka mengimpikan menjadi istri Abang yang terpenting betul sekali kata kamu Baby, bahwa juaranya tetap Ipek, di dalam hati Abang sudah penuh dengan nama Ipek seorang, sudah tidak akan pernah di masuki oleh orang lain. Hanya ada Ipek dan nanti mungkin calon anak kita." Clovis membenarkan ucapan istrinya itu.
Terlebih Ipek dan Clovis memang selama ini belum banyak berkomunikasi, justru obrolan yang terjadi diantara mereka bisa di hitung dengan jari, saking minimnya komunikasi diantara mereka.
Mereka biarpun jarang berinteraksi tetapi saling tahu isi hatinya, dan setelah menikah ini mereka benar-benar memanfaatkan kebersamaanya untuk saling bercerita. Dan dengan komunikasi ini rasanya Clovis semakin jatuh cinta dengan cara Ipek berbicara.
"Jadi gitu Bang, karena dulu Ipek dan Abang Wahid dijodohin dan kebetulan kita juga waktu acara pernikahan kita, Ipek sedang datang bulan. Karena kita merasa tidak saling mengenal sebelumnya Cyra minta pengertian dari Abang Wahid agar beliau tidak langsung meminta haknya sebagai suami, dan Abang saat itu mengerti perasaan Ipek. Bahkan kata Abang Wahid, dia tidak keberatan dan mau menunggu sampai Ipek yang datang sama dia dan melayani suami tanpa paksaan. Tapi satu minggu setelah pernikahan Abang Wahid harus terbang kembali ke Kairo karena usahanya ada masalah. Dua bulan Abang Wahid pergi dan Ipek tidak pernah kefikiran sedikit pun akan kejadian tragedi kecelakaan yang menimpa Abang Wahid. Padahal sebelum berangkat Ipek bilang bahwa kalo Abang Wahid pulang akan mengajak bulan madu sekalian umroh dan Ipek akan datang ke Abang Wahid untuk menyerahkan haknya. Tapi Allah memiliki rencana lain sampai ajal menjemput Abang Wahid, beliau tidak mendapatkan haknya dari Ipek. Namun hebatnya Abang Wahid, dia ikhlas dengan pelakuan Ipek dan tetap menyayangi Ipek," tutur Ipek melanjutkan ceritanya, walaupun tanpa di lanjutkan pun Clovis pasti sudah tahu alasanya Ipek masih pera-wan.
Clovis mengelus rambut panjang Ipek dan kembali merangkulnya. "Maafkan Abang sayang, Abang sempat suuzon ke kamu, Abang menuduh kamu melakukan oprasi selaput dara agar terlihat masih pera-wan. Padahal memang kenyataanya kamu masih perawan," lirih Clovis.
Ipek pun yang kaget dengan ucapan suaminya langsung mengangkat kepalanya dan menatap seriuz ke arah Clovis. " Emang ada oprasi kaya gituan? Lalu tujuanya biar apa?" tanya Ipek, yang mengira Clovis hanya bercanda.
"Ada, dan tujuanya biar suami atau kekasihnya mengira bahwa si cewek masih perawan," jawab Clovis dengan santai.
"Bohong dong ceweknya," balas Ipek dengan menyipitkan wajahnya, membuat Clovis terkekeh melihat wajah lucu istrinya.
...****************...
Teman-teman sembari menunggu kisah selanjutnya yuk mampir ke karya bestie othor. Kenalan dulu yuk sama othornya! Namanya kakak Warnyi, langsung ajah yang meluncur kekaryanya. Sebelum membaca jang lupa tekan fav, like dan komen tinggalkan buat dukungan karya dan giftnya juga di bawa yah mawar atau kopi biar othornya bahagia...