
Pagi hari begitu alarm berbunyi di Hpnya, Ody langsung bergegas bangun, dan membersihkan diri, selanjutnya ia memulai pekerjanya, diawalin dengan bersih-bersih semua sudut rumah dan mengelap perabot yang ada didalamnya agar tidak berdebu, setelah semua rumah bersih, Ody tinggal untuk melaksanakan Sholat Subuh terlebih dahulu baru nanti dilanjutkan dengan menyiapkan sarapan, agar ketika Rio bangun makananya masih hangat .
setelah selesai Sholat, Ody menuju dapur, dia bersiap untuk memasak sarapan yang simpel mengingat waktunya tidak banyak sebelum dirinya berangkat kerja kerumah sakit.
"Kamu sudah bangun?" tanya Aarav, yang berhasil membuat Ody kaget, karna dia sedang berkonsentrasi dengan masakanya .
"Astaga Anda mengagetkan saya Pa Aarav," ujar Ody pun menoleh kearah Aarav .
"Kenapa, kamu melamun? Sampe aku datang ajah nggam kedengeran," tanya Aarav dengan tersenyum geli.
"Bukan melamun Pa, tapi saya sedang seriuz dengan masakan saya, sampei nggak dengar kalo Anda kesini. Oh,... iya Pa Aarav, jam berapa saya membangunkan tuan Rio?" tanya Ody karna semalam Aarav belum memberitahukan jam berapa Ody harus membangunkan bosnya itu.
"Oh,.. aku belum kasih tau kamu yah?" ucap Aarav pun baru sadar melupan hal kecil yang bisa bikin bosnya marah karna tidak
dibangunkan sesuai jadwal biasanya.
"Kamu bangukan dia jam setengah enam karena biasanya jam enam, dia akan berolahraga terlebih dahulu sebelum melakukan pekerjaanya. Setelah Rio bangun kamu bisa bereskan kamarnya, menyiapkan semua keperluanya seperti baju dan lain sebagainya kemarin aku udah kasih tau kamu kan buat hal itu dan menyiapkan sarapan, kalo kerjaan kamu sudah selesai silahkan kamu mau pergi kerja, tapi kamu harus pastikan Rio mengizinkan kamu pergi dan semua kebutuhanya, kamu sudah siapkan. Untuk makan siang kamu bisa bawakan dia bekal nanti kamu siapkan juga keperluan dia di rumah sakit." celoteh Aarav memberi arahan susulan yang kemarin dia lupakan.
"Baik Pa," jawab Ody singkat, "tapi ko sekarang malah aku kaya jadi Babysister dia juga di kantor, biasanya juga dia kalo makan siang nggak pernah aku siapin kenapa sekarang aku harus siapian semua keperluanya, apa sebelumnya juga Art rumah ini melakukan seperti yang aku lakukan. Ah ,..biarkan sajah toh saya digajih dua kali lipat jadi aku nurut ajah." batin Ody.
Jam setengah enam kerjaan memasak Ody sudah selesai, kini dia bergegas buat menuju kamar Rio. Ody mengetuk pintu sebelum masuk, tapi karna tau kalo Rio belum bangun Ody pun masuk, dan membangukan sesuai yang Aarav ajarkan, setelah Rio bagun dan duduk ditepi ranjang, Ody membuka semua gordeng dan jendela agar udara pagi yang segar masuk.
"Pagi Tuan, tadi saya sudah mengetuk pintu sebelum masuk," ujar Ody, yang merasa canggung sebenarnya dengar kerjaan kali ini, takut Rio merasa terganggu dengan kehadiranya di ruangan pribadinya itu.
Rio yang merasa Ody canggung pun hanya mengangguk dan tidak menampakan muka keberatan dirinya dibangukan Ody, dan Ody yang melakukan pekerjaan di kamarnya, karena mamang sebelumnya Mbok Karti juga sudah biasa melakukanya, hanya kali ini yang melakukanya wanita muda dan cantik.
Setelah Rio merasa tidak begitu mengantuk, dia berlalu kekamar mandi menggosok gigi dan membasuh muka dilanjutkan melakukan olahraga di ruangan fitness pribadi yang terletak dibelakang rumah, tepatnya di samping kamar Ody. Memang sengaja Rio menempatkan ruangan fitness dibelakang agar lebih asri menyatu dengan kolam renang, taman dan kolam ikan jadi dia juga sering jogging berkeliling taman belakang setelah bosan dengan alat olahraganya.
Begitu Rio keluar Ody menyiapkan semua keperluan Rio mulai dari pakaian dalam sampai setelan kemeja resmi dia siapkan, Ody juga tidak lupa memberekan kaman Rio .
Jam enam Ody sudah siap-siap dengan pakaian kerjanya, dan mengampiri Rio yang sedang asik dengan kegiatan membakar kalorinya.
Ody Speechless dengan pemandangan yang diliatnya. cowok tampan dengan Body yang Perfect.
"Kenapa aku harus melihat pemandangan yang mencemar kan mata, aku baru pertama kali melihat pemandangan yang seperti ini, apa aku harus masuk, tapi kalo ga masuk aku izinya gimana?" batin Ody berkecamuk, Ody tampak ragu, tetapi akhirnya dia memberanikan masuk juga. "Mau nggak mau aku harus membiasakan ini toh nantinya akan terbiasa," celoteh Ody pelan.
"Maaf tuan saya ganggu sebentar, saya sudah melakukan semua kerjaan pagi ini, apa saya boleh berangkat kerja sekarang?" tanya Ody dengan ragu, dan dia tidak berani melihat Rio yang menurut dia sangat menggoda dengan keringat membasahi singlet yang dia pake sehingga membetuk tubuh atletisnya .
"Rio yang mengetahu Ody menghampirany pun berhenti dari kegiatanya. "Saya cek dulu," jawab singkat Rio sambil berjalan mengecek hasil kerja Ody, diikuti Ody dibelakngnya.
Rio meneliti semua kerjaan Ody dari melihat kebersihan rumah, pakaian yang semuanya sudah tergantung rapih dijemuran, kamarnya yang barusan dia bangun kaya kapal pecah kini sudah rapih, dengan setelan kemeja kerjanya tersusun rapih disamping tempat tidur dan sarapan yang sudah tersedia dimeja makan.
Rio tanpak puas dengan hasil kerja Ody. "boleh juga kerja kamu. Ok, sekarang kamu boleh berangkat kerja, inget begitu kerjaan di rumah sakit selesai kamu harus langsung pulang dan melanjutkan kerjaan kamu di rumah ini, aku kan udah membayar kamu mahal jadi jangan kecewakan kepercayaan yang aku berikan." Jawab Rio dengan tegas memberikan wejanganya .
"Baik Tuan, saya pasti akan bekerja dengan baik, sehingga tidak mengecewakan Anda," ujar Ody dengan semangat.
Ody pun bergegas kedepan rumah, dan
ketika keluar gerbang Ipek dengan setia sudah menunggu didepan gerbang dan memberika pakaian Ody yang dia kemasi dirangsel .
"Pagi Pek, udah lama nunggu yah," sapa Ody merasa nggak enak karna mbiarkan Ipek menunggu.
"Nggak ko, paling lima belas menitan. Santai ajah Ipek tau ko, nih barang Mba Ody." balas Ipek, serta memberikan rangselnya yang dia bawa
"Tunggu bentar yah aku taro dulu didalam," ucap Ody sambil berlalu masuk kekamarnya dan menaruh barang-barangnya yang Ipek bawa.
Sebelum berangakat kerja Ody juga menyempatkan menyapa dan berkenalan dengan security yang bekerja dirumah bosnya.
Semalam Ody tidak sempat berkenalan makanya pagi sebelum berangkat kerja Ody sempatkan, untuk menyapa dan beramah tamah mengingat nanti mereka bakal jadi partner dalam bekerja.
Perjalanan Ody tidak sampai setengah jam, karna ternyata kediaman rumah Rio tidak begitu jauh dari rumah sakit tempatnya mengadu nasib. Apa lagi jam enam yang mana jalanan masih lancar belum begitu padat dengan aktifitas padatnya para pengguna jalanan ibukota.
" Alhamdulillah ternyata nggak telat." batin Ody dengan lega. Ody takut kerjaanya kali ini bakal telat tapi ternyata dia masih ada waktu sepuluh menit sebelum jam kerjanya dimulai
***Menaruh harap pada manusia, adalah seni paling sederhana untuk menderita***
...****************...
#Terimakasih buat yang udah mampir, jangan lupa tinggalkan jejak yah..❤❤
Like ✅
Comen ✅
vote✅
Beri Hadiah✅
Dan tekan favorit♥