
Pagi hari dikediaman paman Ody sudah disibukan dengan aktifitas seperti biasa, menyiapkan masakan buat dijual di warung makan sederhana yang bibi kelola, dan Ody juga selalu membantu pekerjaan paman dan bibinya, sebelum dirinya berangkat kerja.
Tanpa terasa sudah satu bulan, Ody bekerja dan dia juga sudah menerima gaji pertamanya. Gajih pertama, Ody gunakan buat mengirim keluarganya dikampung sebagian, dan sebagian lagi dia gunakan buat pegangan dan ongkos bensin selama kerja sampe dengan gajihan kedepanya. Ody juga tidak lupa memberi paman dan bibinya sekedar tanda terima kasih karena sudah diizinkan untuk tinggal dirumahnya, biarpun mereka bilang tidak keberatan dengan Ody tinggal dirumah mereka, tapi tetap saja Ody merasa ingin memberi sebagian kecil gaji Ody dengan mereka.
Tit....
Tit...
Suara kelakson dari motor Ipek, Ody langsung pamit dengan paman dan bibinya..
"Pagi Ipek sayang." Sapa Ody dengan ceria.
"Pagi Mba Ody, yuk langsung gas udah siang nih." ajak Ipek menghemat waktu.
Seperti biasa Ody yang bawa motor, ketika berangkat kerja dan Ipek duduk dibelakang, ketika pulang nanti gantian Ipek yang didepan dan Ody yang duduk manis dibelakang.
Selama satu bulan hubungan Ody dan Ipek makin dekat. Begitu juga Ody dan teman satu teamnya makin kompak dan saling bantu, kecuali Mba Mila dia masih seperti pertama ketemu Ody jarang ngobrol, kalo pun ngobrol hanya seperlunya ajah, Ody juga udah biasa dengan sikapnya mungkin memang sifatnya Mbak Mila yang seperti itu.
Begitu sampai dirumah sakit, Ody dan Ipek lansung ke loker, untuk ganti seragam dan langsung mengerjakan kerjaanya sesuai dengan tugas masing-masing.
***
Sementara itu dirumah Rio, seperti biasa dia baru bangun ketika jam enam pagi dan langsung bergegas membersihkan diri dan mulai berkemas, lalu segera ke rumah sakit. Jam praktek pagi dimulai jam sepuluh sehingga jam delapan Rio sudah harus jalan kerumah sakit .
"Pagi tuan Rio," sapa Mbok Karti. Asisten rumah tangga yang selama ini membantu Rio menyiapkan semua keperluannya dari kebersihan rumah, menyiapkan makanan. Bahkan pakaian Rio, juga Mbok Karti yang hendel semuanya.
"Pagi Mbok," sapa balik Rio, ia langsung duduk dan mulai sarapan, dengan menu sehat yang selalu terhidang dimeja makan, pastinya Mbok Karti yang menyiapkan dan tentunya dengan arahan dari Aarav sang asisten yang selalu teliti masalah makanan dan gizi.
"Maaf tuan Rio saya mau izin pulang kampung dulu untuk beberapa waktu kedepan karna barusan suami saya telfon mengabarkan bahwa anak saya sakit dan kondisinya sekarang sedang dirawat dirumah sakit." izin Mbok Karti.
:Loh ko, dadakan Mbok, terus buat ganti Mbok selama pulang kampung udah ada belum?" tanya Rio yang kaget kenapa tiba-tiba asisten rumah tangganya mau izin pulang kampung.
"Ee,... Belum tuan, saya juga kaget tuan begitu dapat kabar belum sempet cari pengganti. Pikiran saya langsung keanak saya tuan, takut terjadi apa-apa." ucap Mbok Karti9 sambil terisak ketika menceritakan kondisi anak semata wayangnya yang kini sedang terbaring lemah dirumah sakit .
"Mbok Karti pulang ajah dulu, urus anaknya yang lagi sakit, dan lebih butuh Mbok Karti. Biar urusan Art pengganti sementara nanti Aarav yang cari. Nanti aku juga minta sopir mamih buat antar Mbok Karti sampe kekampung halaman, jadi nggak usah naik bus atau ereta." usul Rio, ia juga kasih kalo membiarkan ARTnya pulang seorang diri, terlebih pikiran Mbok Karti sedang cemas.
"Terimakasih banyak tuan, kalo gitu saya siap-siap berkemas tuan." pamit Mbok Karti meninggalkan Rio, untuk berkemas.
"Iya sama-sama," jawab Rio datar
Mbok Karti memang sudah lama menjadi Art dirumah Rio. Awalnya Mbok Karti adalah Art dirumah orang tua Rio. Namun, karna Rio membutuhkan asiten rumah tangga, makanya Mbok Karti dipindahkan mengingat Mbok Karti sudah mengerti apa saja kebiasaan dan kesukaan Rio sehingga bisa meladeni tuanya dengan baik .
Aarav yang sudah dari tadi menunggu Rio diluar rumah pun sudah Rio kasih tau mengenai Artnya yang akan mudik sementara, dan Rio meminta Aarav buat cari Art sementara, sampe Mbok Karti kembali bekerja.
"Pokoknya aku nggak mau tau secepatnya kamu cari Art sementara," Rio kembali menegaskan Aarav agar cepat dapat pengganti Mbok Karti.
"Siap bos9" jawab Aarav singkat.
Sebenarnya bisa ajah Rio meminta bantuan mamihnya agar Art yang ada dirumah Mamihnya dipindahkan kekediaman Rio untuk sementara, tapi Rio juga nggak mau gara-gara Rio nanti malah mamihnya jadi repot. jadi Rio memutuskan Aarav yang hendel semuanya .
***
Sementara itu di negara Emly tinggal sedang bersiap buat kembali ketanah air, setelah berpura-pura bekerja dinegri sebrang, sekarang Emly akan kembali ke Indonesia.
Tentunya Rio sekarang sudah mengantongi, banyak bukti perselingkuhan Emly berkat bantuan Clovis, bahkan bukti perselingkuhan Emly dari dulu pun sudah Rio pegang.
Rio makin yakin buat mengakhiri hubunganya dengan Emly, nggak perduli keluarganya bakal malu dan bakal bersitegang dengan keluarga Emly. Dipikiran Rio yang penting bisa lepas dari pertunangan dirinya dengan Emly, sudah cukup penghianatan Emly terhadap Rio selama ini.
***Ketika hidupmu sedang terpuruk, pada saat itulah kamu berada dalam posisi sempurna untuk berdoa***
...****************...
#Terimakasih buat yang udah mampir, jangan lupa tinggalkan jejak yah ❤