Beauty Clouds

Beauty Clouds
Kerjaan Baru



Diruangan Dokter Intan...


Sebelumnya Intan sudah berkirim pesan pada Ody, apabila sudah pulang kerja mereka di minta menemui keruanganya.


"Kayaknya ada yang kangen nih, perasaan baru tadi pagi deh nggak ketemu. Belum juga dua puluh empat jam kita pisah udah kangen ajah." ledek Ipek ketika baru sajah masuk keruangan Intan.


"PD gila nih anak." sungut Intan ketus.


"Bilang iya ajah sih Dok, buat hati kita berbunga-bunga dikit ajah susah, setidaknya ada yang kangenin gitu," cicit Ipek dengan wajah memelas...


"Dih maksa, hahaha mukanya nyebelin amat..." tawa Intan ketika melihat muka melas Ipek.


"Mulai deh, mau marah lah ah..", jawab Ipek pura-pura merajuk..


"Ada orang marah bilang-bilang...hahaha............." tawa Intan dan Ody yang merasa lucu dengan tingkah mereka.


"Ada yang penting Dok, tumben di panggil kita." tanya Ody sambil duduk di depan Intan, sementara Ipek memilih duduk di sova, tidak jauh dari Ody dan Intan duduk.


"Nggak penting banget ko, gue kangen ajah sama lo Dy," ucap Intan sambil melirik kearah Ipek.


Jelas sajah jawaban Intan bisa bikin Ipek langsung melotot.


"Dih, nggak adil banget giliran sama Mba Ody ajah kangen, masa sama Ipek malah nggak di kangenin, gini-gini kan Ipek juga anak Sholehah." sungut Ipek sambil membanggakan dirinya sendiri.


"Hahaha........." Intan tertawa puas sudah bisa bikin Ipek merajuk. Ada kesenangan tersendiri buat Intan bisa meledek Ipek, dan memang Ipek juga anaknya gesrek ketemu dengan Intan yang jail jadi cocok.


"Tadi gue udah telpon Arzen, buat menanyakan pekerjaan buat Ody, tapi katanya Arzen lagi nggak ada lowongan, terus di Clovis bisa kasih kerjaan buat loe, Dy, kira-kira Ody mau nggak kerja di tempat Clovis." tanya Intan memastikan Ody bersedia atau tidak untuk kerja di tempat Clovis .


"Ah buat aku nggak sekalian," tanya Ipek iri, apalgi menyangkut Clovis. Pastinya Ipek langsung ON buat gabung.


"Emang kamu mau ikut kerja?" tanya Intan, pura-pura nggak tau.


"Mau kalo di tempat Bambang Clovis," ucap Ipek dengan manja. Ipek akan rela lakuin apapun itu asal bisa berdekatan dengan laki-laki pujaan hatinya.


Ody dan Intan hanya bisa menggeleng-geleng kepala melihat kelakuan Ipek.


"Aku masih ragu kalo di tempat Clovis, kalian tau sendirikan tempat yang seperti apa usaha Clovis itu." ucap Ody ragu.


"Iya sih, makanya aku tanya dulu kamu mau nggak, tapi kata Clovis dan Arzen kerja di tempat seperti itu nggak selalu terlihat buruk, toh semuanya tergantung kita." ucap Dokter Intan .


"Gimana Pek?" Ody meminta persetujuan dari Ipek.


"Kalo Ipek mah terserah Mba Ody ajah." Jawab Ipek juga ragu untuk memberi masukan. Padahal dalam batin Ipek ingin menerimanya langsung, tapi kembali ke Ody yang menentukan.


"Kalo saran gue mah, nggak apa-apa kamu terima ajah buat sementara waktu sebelum kamu dapat kerjaan lain, nanti kalo cafe Arzen udah normal dia juga bakal banyak menerima karyawan. Kamu bisa masuk kesana dan keluar dari tempat Clovis." Saran dari Intan.


"Ya udah untuk sementara kayaknya memang harus terima kerjaan di tempat clovis, tapi kamu ikut yah Pek! aku kalo kamu nggak ikut, nggak mau ajah deh, ngeri kalo nggak ada temannya." Ucap Ody, dengan bergidik membayangkan kerja sendiri ditempat seperti itu.


"Kalo Ipek mah nggak usah ditanya deh.Pasti mau." Celetuk Intan, sembari melirik Ipek.


"Ish,... apan sih Dok, jangan di bongkar semua, harga diri ini.." ucap Ipek sambil menunjuk dirinya.


" Masih ada harganya emang?" tanya Ody ikut menimpali candaan mereka.


"Ya Alloh, tega yah kalian semua, gini-gini aku masih ada harga dirinya, biarpun cuma di hargain murah hahahah..." tawa Ipek geli sendiri dengan candaanya.


setelah Ody yakin menerima tawaran kerja Clovis, Intan pun memberitahukan Clovis kalo Ody dan Ipek bersedia kerja di tempatnya.


Clovis pun memberikan alamat bar tempat bekerja Ody dan Ipek.


***


Dirumah Dokter Zawa..


Dokter Zawa yang baru mengetahui bahwa Emly tidak membeli vitamine dan susu buat ibu hamil pun menasehati Emly.


"Kenapa kamu nggak beli susu ibu hamil dan obat yang kemarin aku resepkan, suruh ambil di apotik pun kamu nggak ambil?" tanya Zawa saat melihat Emly membereskan barang-barangnya.


"Males ajah" jawab Emly singkat.


"Astaga Emly, Semuanya itu penting buat perkembangan janin kamu." Ucap Zawa kembali menasehati Emly yang sangat keras kepala.


" Wa, gue memutuskan buat mempertahan kan anak ini ajah udah sangat luar biasa loh, jangan lah loe tambah gue dengan rutinitas konyol minum obat dan susu setiap saat, kaya orang sakit ajah gue." jawab Emly dengan muka BT.


"Ya karena bayi kamu membutuhkan itu semua, makanya kamu harus mau meminum itu semua, demi kesehatan kamu dan anak kamu Mly, kamu mau yah, biar nanti aku yang belanja susu, vitamin dan anti mual. Biar kamu nggak usah keluar rumah." Bujuk Zawa, agar Emly mau menyikuti saran dari temanya itu.


"Terserah lo ajah deh," jawab Emly pasrah. Toh biarpun Emly menolak, Zawa pasti akan terus memaksa, "Batin Emly"


Zawa pun tersenyum melihat Emly yang akhir-akhir ini cukup manis, biasanya Emly adalah manusia dengan tingkat keras kepala nomor satu. Semenjak hamil Emly lebih sedikit bisa di nasihati meskipun ujung-ujung, dia menerima dengan muka cemberutnya.


***


Dirumah Dokter Rio.


Rio yang baru pulang diantar oleh Aarav. Sebenarnya Rio masih marah dengan Aarav gara-gara Aarav yang menghabiskan rujak serutnya. Sepanjang perjalanan pulang sajah Rio cemberut nggak mau negor Aarav, kalo pun Aarav bertanya akan Rio jawab dengan seadanya.


Begitu sampai rumah Rio pun menemui Mbok karti dan menanyakan mangga masih ada atau tidak.


Entah mengapa pikiran Rio di penuhi dengan rujak mangga terus.


"Mbok-mbok,...." panggil Rio mencari Mbok Karti.


Aarav hanya diam sebagai pendengar duduk manis di sova, Aarav udah paham pasti Rio akan mengadu bahwa rujaknya abis olehnya, padahal kenyataanya Aarav makan pun hanya sisa beberapa sendok sajah, tapi ia harus terima ketika Rio mengadu dilebih-lebihkan nantinya.


" Iya tuan," jawab Mbok Karti kaget..


"Mbok dibelakang mangga masih ada kan?" tanya Rio langsung ketopik tujuan dirinya mencari mbok Karti.


"Eeee...Masih kayaknya Tuan, emang kenapa?" tanya mbok Karti nggak paham dengan maksud Rio, yang baru sajah pulang langsung menanyakan mangga.


"Alhamdulillah," ucap Rio dengan meletakan tangan didadanya." Kalo gitu besok bikin rujak serut lagi yah Mbok. Punyaku tadi Rujaknya di habisin sama Aarav." jawab Aarav sambil menunjuk Aarav, sebagai pelaku.


Aarav pasrah di jadikan kambing hitam. "Udah biasa," batin Aarav.


"Mbok besok bikinya yang banyak yah, kan bukan Rio ajah yang pengin, Aarav juga pengin nih." Ucap Aarav memotong obrolan Rio dan Mbok Karti.


"Ya Udah besok Mbok bikin rujaknya yang banyakan, biar kebagian semua." jawab Mbok Karti menengahi kedua cowok tersebut.


" Yes !!!" jawab Rio dan Aarav dengan kompak.


***Tuhan tidak pernah menyuruh kita untuk sukses, tapi menyuruh kita terus berjuang, Ihdinasshiratal mustaqim***


...****************...


# Terimakasih buat yang udah mampir, jangan lupa tinggalkan jejak yah ❤❤❤