Beauty Clouds

Beauty Clouds
Keisengan Abi



"Ehem... (Suara deheman dari Clovis) kayaknya asik banget ngegibahin orang yah," ucap Clovis menyela Maher yang masih asik ngegibahin pengantin baru yang mereka kira masih pulas tertidur.


Maher pun menoleh ke arah sumber suara, yang ternyata Clovis dengan pakaian yang sudah penuh keringat sembari menggandeng tangan istrinya dengan posesif.


"Loh, kok loe ada di sini bukanya kalian masih pada tidur di kamar karena kecapean bikin adonan de-bay," ujar Maher dengan tampang polos dan sangat bingung sehingga terlihat sangat menggemaskan sekali.


"Kata siapa kita masih tidur, malahan kayaknya kami lebih dulu bangun dari kalian deh, nih aku ajah udah selesai olahraga dari jam lima joging. Kalian pasti masih bergulung dengan selimut kan?" tanya Clovis dengan tampang di bikin segarang mungkin, tetapi kenyataanya Clovis tidak marah kok. Ia malah di dalam hatinya terkekeh dengan kelakuan Maher dan yang lainya.


Maher terkekeh, gue ikutin kata Chandra noh yang bilang loe sama adik gue masih di dalam kamar belum bangun karena kecapean mencangkul ladang," ucap Maher menyalahkan Chandra.


Sementara Chandra yang sejak tadi sibuk menikmati makanan sehingga kaget dan seketika mengangkat kepalanya ketika namanya disebut-sebut oleh Maher.


"Loh... Loh kok aku di bawa-bawa perasaan dari tadi nggak ngomong apa-apa kok malah di tuduh jadi kambing hitam," elak Chandra agar dia tetap aman dari tuduhan Maher biarkan Maher menjadi pelaku utama, sperti itu kira-kira pikiran Chandra.


Sementara yang lain terkekeh karena ketahuan ngegibahin penganti baru. Clovis pun tidak melanjutkan perdebatan lagi, perutnya sudah lapar sejak pagi kalorinya sudah di bakar banyak, sehingga sekarang saatnya mengganti kalori yang sudah terbakar.


Clovis dengan sigap mengambilkan kursi buat istrinya dan ia bergabung makan satu meja dengan keluarga Ipek. Ipek mengeluarkan jajananya yang barusan ia sudah membelinya dan kini saatnya menikmati hasil buruanya.


"Wih apa tuh deh, kayaknya enak," ucap Zai dan Abang Ipek yang lain mengambil saling satu jajanan yang Ipek beli. Dan tidak ketinggalan bumil, Zawa Intan dan teman-teman yang lain pun ikut menikmati jajanan yang Ipek beli, sampai tidak sadar dan saking senangnya bagi-bagi jajananya. Ipek sendiri baru ambil telur gulung satu tusuk. Sementara jajanan yang lainya di bagi-bagi sampai tidak sadar habis semua jajananya di bagi-bagi.


"Wah Pek tahu kalian olahraga, kalo gitu aku ikut dah beli jajanan kaya gini enak banget, sayang cuma kebagian satu," ucap Arzen yang sama seperti Ipek hanya kebagian satu tusuk telur gulung.


Ipek pun begitu Arzen bicara seperti itu ia baru sadar bahwa dari tadi dia juga sibuk bagi-bagi jajanan hasil buruanya, dan dia juga baru kebagian satu tusuk telur gulung. Ipek melihat keatas meja. "Abang jajanan Ipek mana?" tanya Ipek dengan suara lirih. Benar Ipek baru sadar bahwa jajanan yang ia beli sebayak itu habis tidak tersisa. Dan dia juga baru mengambil satu tusuk telur gulung.


Clovis justru heran bukannya dari tadi Ipek sibuk membagikan makanan yang ia beli. Bahkan Clovis heran kenapa Ipek justru membagi-bagikan makananya tanpa memisahkan untuk dirinya.


Ipek pun heran kenapa bisa Abi memiliki banyak bagian makanan yang dia beli. "Abi kenapa jajanan Ipek malah ada di Abi semua?Terus Ipek nggak kebagian makanan yang Ipek beli," ucap Ipek dengan suara lirih seolah sangat sedih jajanan segitu banyaknya malah dia tidak menikmatinya.


"Kamu tidak bagus makan-makanan seperti ini sayang. Lebih baik kamu pesan makanan di hotel terserah kamu mau makan apa ajah, nanti Abi yang bayar," ucap Abi dengan enteng sedangkan mulutnya tetap mengunyah pecel dan mendoan yang Ipek beli sedangkan ketoprak di makan oleh Abang-abang Ipek.


Clovis hanya bisa tertawa dengan kelakuan mertua dan ipar-iparnya itu.


"Ah Abi, Ipek kan penginya makan-makanan itu. Abi tau nggak Ipek rela bangun pagi dan nemenin Abang olahraga, dan sebagai bonusnya dapat jajanan itu, jadi Ipek mendapat jajanan itu harus berjuang dulu Abi, ada rasa cape Ipek di makanan itu," sungut Ipek yang kesal sama Abinya. Andai tidak banyak orang yang memperhatikan mereka dan tentunya ada suaminya yang sejak tadi memperhatikan Ipek pasti dia sudah nangis dan marah dengan keisengan Abinya.


Yah, Ipek tahu bahwa Abi memang iseng dengan dirinya sehingga jajananya di ambil semua. Mungkin sudah lama Abi tidak mengisengin anak kesayanganya itu.


"Kalo gitu besok kamu temenin suami kamu untuk olah raga lagi dan sebagai imbalanya kamu beli jajanan lagi, jangan lupa besok belinya yang banyak lagi, kamu tahu kan Abang dan Abi sama Umi kamu juga pastinya pengin jajanan kaya gini. Tuh lihat Abang-abang kamu juga sampe berebut makan ketoprak. Kasihan kan kalo Abang kamu sampe tidak kebagian. Clovis tuh besok kamu kalo belikan anak Abi jajanan itu yang banyak biar nggak berebut lagi yah." Abi malah menyalahkan Clovis yang beli jajanan sedikit, padahal Clovis ajah tadi sampe bingung dan mengira bahwa makanan yang Ipek beli bakal mubasir, tetapi malah kurang banyak dan berebet antara istri dan mertuanya.


"Iya Abi, besok dibelikan lagi," jawab Clovis biar semuanya cepat selesai. Masa perkara jajanan jadi dipecat dari menantu kan tidak lucu.


Sementara yang lain justru terkekeh dengan pasangan pengantin baru itu. Dan Ipek pun setelah dibujuk dan dirayu-rayu oleh Clovis akhirnya mau makan dengan menu makanan dari hotel, tetapi dengan syarat besok Clovis harus olahraga dan membelikan jajanan kaki lima yang tadi di habiskan oleh teman-teman dan keluarganya. Sedangkan Abi justru tidak jadi makan-makanan leatoran hotel karena sudah kenyang oleh jajanan Ipek yang dia ambil itu.


"Udah sayang kamu makan ini ajah yah, lagian ini itu lebih sehat, dan nanti kalo kamu tidak makan malah nanti sakit lagi. Kamu makan yah, besok Abang janji deh olahraga lagi dan kita beli jajanan yang lebih banyak lagi yah," rayu Clovis dengan sangat sabar ketika Ipek merajuk karena kelakuan Abinya yang super jahil.


Sedangkan Abi justru tidak terganggu dengan kemarahan putrinya itu, beliau tetap makan jajanan Ipek tanpa merasa berdosa.


"Janji yah Abang, pokoknya besok kita beli yang banyak dan Abang sama Abi jangan di kasih, karena mereka sudah menghabiskan jajanan Ipek pagi ini," ucap Ipek dengan melirik ke Abang-abangnya yang seolah sangat puas karena sudah menghabiskan makanan Ipek tanpa merasa bersalah.


"Iya sayang habiskan harta Abang untuk beli jajanan sesuka kamu besok yah," bujuk Clovis. Dan akhirnya Ipek mau juga makan dengan menu hotel yang Ipek nilai tidak seenak jajanan dia barusan.