Beauty Clouds

Beauty Clouds
Perang di Mulai



Di tempat lain


Clovis dan Ipek masih memanas situasinya.


"Bukan begitu meminta maafnya!! Dasar pela'cur, bodoh!!!" bentak Clovis dengan tatapan membunuh.


Ipek yang awalnya tetap tenang dan mencoba tidak terpancing, kali ini pun mulai yakin bahwa Clovis hanya mencari-cari kesalahanya agar ia semakin tersudut. Terlebih ucapan yang Clovis lontarkan sangat menyakiti hati Ipek.


"Lalu apa sebenarnya mau Anda Tuan Clovis yang terhormat," jawab Ipek dengan tersenyum sinis. Andai meminta maaf dengan sopan membuat Clovis terpancing emosinya. Berati yang dia inginkan adalah Ipek meladeni perkataanya.


"Hahah... ini yang gue mau, sifat asli loe yang sombong dan pembangkang," ucap Clovis tetawa dengan lantang. Sementara Ipek berusaha mati-matian menenangkan perasaanya. Bohong, apabila ia tidak takut dengan apa yang akan terjadi selanjutnya. Entah sudah berapa banyak doa-doa yang ia baca untuk melindunginya dari perbuatan jahat jin satu ini. "Gue mau loe sujud di kaki gue, dan memohon maaf dengan semua kelakuan dan kelancangan loe, karena suka sama gue," murka Clovis dengan mata yang seolah mengeluarkan api.


"Kelakuan yang mana? Dan soal cinta, apa kuasa saya untuk menolak datangnya perasaan itu Tuan Clovis. Bukankah datangnya cinta atas izin Tuhan, andai boleh memilih saya akan menolak dengan lantang perasaan itu," jawab Ipek dengan lantang. Serta perintah Clovis yang menurutnya nggak harus bersujud, karena memang bukan kesalah Ipek, tetapi Clovis sajah yang terlalu mencari gara-gara.


"Hah... sudah gue duga loe memang sombong dan tidak akan mudah membuat setan kecil ini mengakui kesalahanya. Baik lah kalo dengan cara baik loe nolak buat meminta maaf, maka aku akan gunakan cara kasar," ucap Clovis dengan maju mendekat kearah Ipek. Ipek dengan sigap mundur menjauh, mencoba mencari kuda-kuda apabila Clovis melakukan tindakan yang tidak menyenangkan.


"Saya bukanya tidak mau meminta maaf Tuan. Anda salah tangkap. Saya akan meminta maaf, tetapi menurut saya Anda itu hanya mengada-ada dengan membesar-besarkan masalah. Sedang, saya pun tidak merasa melakukan kesalahan itu," ungkap Ipek dengan suara mencoba tetap tenang dan tidak menunjukan ketakuan, meskipun Clovis sudah berada tepat di depanya.


"Abaikan tawaran baik-baim gue. Sekarang loe liat vidio ini (Clovis menunjukan rekaman vidio Ipek dan Arzen) kalo loe tetap kekeh tidak mengikuti kemauan gue. Akan gue pastikan hubungan Arzen dan kekasihnya hancur karena vidio ini," ancam Clovis, dengan senyum sinis.


"Kenapa Anda selalu suka mencari gara-gara Tuan. Apa Anda tidak memikirkan dampaknya apabila Anda berbuat seperti itu, berati Anda juga menghancurkan persahabatan Anda dengan Arzen," balas Ipek dengan nada yang meninggi, tidak lagi sesabar barusan.


"Makanya loe sujud dikaki gue sekarang!" bantak Clovis sembari tanganya menarik kasar kepala Ipek sehingga ia hampir terhuyung ke depan.


Ipek pun pada akhirnya mengikuti kemauan Clovis, bersujud di kaki Clovis, bersamaan dengan itu tanpa tetasa air matanya jatuh begitu sajah. Entah lah hati dan matanya tidak bisa lagi diajak kerja sama. Sehingga kalah dengan keaedihan atas perlakuan Clovis.


"Saya meminta maaf atas semua kelancangan saya," ucap Ipek dengan suara bergetar menahan tangisnya.


"Cium kaki gue," titah Clovis.


Ipek diam membeku, rasanya semakin sesak dadanya. Entah kesalahan apa yang ia perbuat sehingga harus diperlakukan seperti ini. Rasanya tidak akan sesakit ini apabila ia tidak mencintai Clovis. Masalahnya hatinya hancur ketika orang yang ia cintai, dan selalu menghiasi dalam doanya, tetapi memperlakukan dia sehina itu.


"Cium," bentak Clovis dengan menekan kepala Ipek dengan kasar.


"Tuan jangan begini," ujar Sami hendak mendekat ke arah Ipek.


"Diam," bentak Clovis "Berani melangkah kan kaki satu langkah saja, nasibmu akan lebih parah dari pela'cur ini," ancam Clovis dengan menunjukan jari telunjuknya. Sami diam mematung.


"Bangun," bentak Clovis.


Ipek menyeka air matanya lalu dengan lesu ia bangun, dan menunduk menyembunyikan wajah sembabnya. Namun, isakan dari sisa tangisnya tidak bisa disembunyikan.


"Jadi segini kemampuan loe, kesombongan loe nggak ada lagi?" tanya Clovis. Namun, Ipek hanya diam enggan meladeninya. "Berapa Arzen membayar loe? Seratus juta. Harga diri loe seratus juta! Itu yang loe sombongin dari gue, harganya seratus juta? Sekali hina tetap hina, pela'cur murah'an. Baru kehilangan pekerjaan karena gue pecat loe langsung jual harga diri. Miskin saja belagu!" Rancau Clovis dengan jarinya memainkan wajah Ipek, dan menoyor kepalanya.


Clovis kembali kemejanya dan membuka tas kerjanya dimana disana terdapat 5 ikat uang dengan warna merah. "Ini gue kasih 50juta, tapi loe jadi budak gue," ucap Clovis dengan memberikan uang lima ikat yang berada ditasnya.


"Maaf Tuan saya tidak bisa," Ipek langsung menolak dengan lantang pemintaan Clovis.


"Sombong sekali kamu," tunjuk Clovis.


"Saya buka sombong Tuan, tapi saya memang tidak bisa. Karena saya bukan pela'cur seperti yang Anda tuduhkan pada saya." Ipek dengan suara meninggi menyangkal semua yang Clovis tuduhkan.


"Kalo bukan pela'cur lalu apa? Wanita yang mau diajak bermain di atas ranjang, dengan laki-laki lain yang tidak ada hubungan suami istri, dengan tujuan mendapatkan bayaran lalu apa disebutnya? Loe itu sama hinanya dengan wanita bayaran yang tiap malam menemani gue. Bahkan dia lebih memungkinkan memuaskan pelangganya dari pada loe yang memiliki penampilan kampungan dan menjijihkan begini tapi sok jual mahal. Ingat, gue sebenarnya juga jijih, melihat tubuh kamu sajah pengin muntah, tapi kalo buat main-main boleh lah." Clovis mendekat kearah Ipek dengan tatapan lapar. Ipek kembali mundur selangkah demi selangkah sampailah punggungnya membentur tembok.


"Ayo kita main-main setan kecil, aku ingin lihat apakah sejataku bisa berdiri ketika melakukan permainan denganmu," seringai jahat terlihat dari mata dan senyum Clovis.


"Tuan tolong Anda jangan begini. Anda hanya akan menambah dosa Anda. Sadarlah Tuan. Alloh itu maha pemaaf sehingga tidak ada alasan untuk terus dijalan kemaksiatan." Ipek mencoba menasehati Clovis dengan mendorong tubuhnnya menjauh darinya. Mengingat tubuh Clovis hampir mengukung dirinya, dan Ipek kesusahan untuk bergerak.


"Dosa? Yang mana yang disebuta Dosa? Apa yang ini disebut Dosa (Clovis memegang leher Ipek) Ini disebut dosa ( Clovis dengan lancang meremas kedua aset milik Ipek. Dengan penuh nafsu) tunjukan mana yang disebut dosa?" tanya Clovis dengan tangan meremas aset berharga milik Ipek dan mulut terus merancau.


Plak...


Plak....


Tangan Ipek menampar pipi Clovis dua kali.


...****************...


Sembari menunggu kelanjutan Ipek dan Clovis, mampir dulu yuk ke cerita besti Author namanya ka tie tik... judulnya "Belenggu Benang kusut" jangan lupa langsung cari dilaman pencarian dan kepoin kisahnya, kalian pasti akan suka karena kisahnya sangat bagus...


yuk ramaikan jangan lupa tekan love, like dan komen yah...