
Setelah semua sahabat saling berfoto dengan beberapa gaya dari yang rapih dan berkonsep sampai ke foto yang asal-asalan dan lucu-lucuan. Bahkan ada di mana Clovis dan Chandra menggendong Arzen yang berada di tengah tengah mereka sementara Rio menggendong Aarav ala bridal style sehingga Team Cewek tertawa ngakak melihat kelakuan team cowok. Bahkan Ipek sempat tertawa dengan renyah meskipun tertawa renyahnya ia tetap wajahnya ditutup menggunakan hijabnya. Itu adalah ciri khas Ipek.
Setelah berfoto bersama dan mereka makan bersama dalam satu meja dan juga bercerita mengisahkan kenakalan masing-masing waktu masih mudah.
Ipek dan Zawa pun baru tahu ternyata Chandra yang terkenal dewasa dan selalu bijak dulunya adalah pria yang berengs*k sebelas dua belas dengan Clovis.
"Ko kamu bisa tiba-tiba suka dok dengan istri dokter yang katanya kumel dan kecil dan pendek itu?" tanya Ipek kepo dong setelah Intan memper olok Chandra dan semua mengingat kembali kelakuan nakal Chandra. Bahkan Zawa, Ipek dan Ody yang belum tahu pun jadi tahu kelakuan Chandra dulu. Mungkin itu aib di waktu umur masih muda. Bahkan anak Chandra saja sudah hampir berumur sepuluh tahun, dan umur segitu juga Chandra menduda.
Malah mereka rata-rata kaget dengar yang mereka katakan sebab selama ini mereka kenal Chandra, ya baik dan nggak neko-neko bahkan selalu melindungi yang tertindak seperti Ody waktu Rio nggak mau tanggung jawab Chandra berusaha menasihati Rio dan meminta agar Ody tetap sabar dan tenang. Begitu pun Clovis dan Ipek. Chandra sering menasihati Clovis agar jangan keterlaluan membenci Ipek. Yah, mereka pun sempat heran kenapa Chandra sosok bijak sana dan nggak neko-neko tetapi mau berteman dengan laki-laki yang rata-rata berkelakuan aneh-aneh. Ternyata Chandra adalah suhunya, tapi itu dulu sekarang dia tipe idaman banyak cewek, tetapi sampai sekarang belum ada yang bisa mengetuk hati Duda itu.
Pokoknya mereka tahunya Chandra adalah penengah yang bijak dan tidak nakal. Kelakuanya selalu baik dan tidak ada kabar yang neko-neko padahal dia sudah duda cukup lama tetapi belum ada niatan untuk mencari ibu baru untuk putrinya. Itu semua karena tanpa mereka tahu di dalam hari terdalamnya Chandra ia masih ada rasa bersalah yang teramat. Sehingga ia setiap hari jumat selalu berusaha mengunjungi makam istrinya yang dulu sangat ia benci tetapi ia kali ini sangat menyesal dan andai boleh di minta Chandra ingin bertemu sekali sajah dengan istrinya yang sangat sabar dan baik hati. Tidak sekali pun nampak marah, mengeluh bahkan kabur.
Padahal Chandra galak, ketus dan jarang mau ngomong sama dia. Sampai malah kali ini kebalikanya Chandra bucin tetapi istrinya sudah tidak ada dan tidak pernah akan tahu gimana di bucinin oleh suaminya.
Chandra sebenarya sudah tidak mau membahas istrinya, karena disaat membahas almarhum istrinya, bersamaan dengan itu juga hatinya di penuhi rasa berdosa. Walaupun istrinya sudah memaafkan kesalahnya dulu dan mereka juga sempat menikmati hidup harmonis seperti suami istri lainya walaupun hanya untuk beberapa bulan.
"Entah, yang jelas dia itu wanita terbaik, sulit dijelaskan kebaikanya yang seperti apa tetapi sejauh ini dia selalu mengerti urusan aku meskipun dia tahu aku di luar seperti apa. Tetapi dia bisa menutupi kekecewaanya. Intinya cinta karena ketulusan hatinya pasti. Aku tidak tahu bahwa umur dia tidak panjang. Dia berjuang bertahan di samping aku hanya sampai tiga tahun sembilan bulan. Karena tidak lama setelah dia lahiran langsung pendaraham dan koma. Tidak lama setelah itu ia menyerah dan memberikan aku kado terindah. Padahal aku adalah laki-laki terkejam sepanjang hidupnya. Aku saja mau berdoa ingin di pertemukan di dalam surganya, ragu apakah aku pantas bertemu kembali dengan dia atau tidak. Pasalnya kejahatanku itu luar biasa." Yah, itu.lah Chandra yang terkenal tegar dan bijaksana ternyata memiliki masa lalu kelam dan seolah memiliki rasa trauma untuk membina rumah tangga kembali.
Padahal orang tua Chandra sudah berkali-kali kembali menjodohkan Chanda, tetapi selalu ia tolak, dengan alasan dia masih mencintai istrinya. Tidak hanya itu dia juga takut kalo menikah lagi dia tidak bisa membahagiakan istrinya.
Setelah makan siang dan bercerita kini mereka akan menggunakan sisa waktu sampai waktu sholat Ashar tiba mereka akan berangkat ke gedung yang akan diadakan pesta nanti sehabis Magrib dan sampai pukul sepuluh baru Arzen dan Zawa bisa kembali beristirahat.
Zawa dan Ody pun sudah duluan masuk ke dalam kamar untuk istirahat terlebih Ody yang sedang hamil, bahkan perutnya sudah kelihatan sedikit membuncit pun sudah tidak kuat lama-lama berdiri atau ikut bercerita dan bercanda. Terlebih Meyra juga kan harus tidur siang.
Zawa di dalam kamar pengantin yang hanya di hias dengan hiasan yang simpel dan tidak terlalu banyak pernak peniknya hal itu karena memang Zawa yang tidak suka karena malu dengan keluarganya.
Setelah mendingan kakinya Zawa pun masuk kekamar mandi, tidak lupa ia membawa pakaian ganti takutnya kalo tidak membawa nanti Arzen masuk kan malah bahaya. Bukan Zawa tidak mau memberikan haknya. Tapi kan nanti setelah Ashar akan kembali melakukan tugas menjadi raja dan ratu di takutkan malah nanti ia kelelahan dan tidak menikmati acara resepsi yang di adakan oleh teman-temanya.
Selain Ody dan Zawa yang pamit Ipek pun pamit tetapi Ipek tidak masuk kekamarnya di rumah orang tua Zawa melainkan Ipek pulang kerumahnya ia sudah sangat lelah dan ingin istirahat.
Sesuai yang dijanjikan bahwa Ipek tidak terlibat obrolan sama sekali dengan Clovis. Bahkan yang melihatnya pun pasti mengira bahwa Ipek dan Clovis tengah bermarahan alias tengah tidak akur, bertengkar dan saling bermusuhan.
Clovis pun lagi-lagi menghargai apa yang Ipek lakukan, padahal ketika Ipek dengan Chandra, Rio, bahkan Aarav dan Arzen bisa bercerita bebas tetapi ketika dengan Clovis jangankan bercerita untuk menyapa saja seolah tidak diizinkan. Yah, itulah cinta mereka kini terhalang restu. Padahal sudah sangat jelas baik Clovis maupun Ipek saling mencintai, dan saling mendoakan, tetapi seolah semuanya menjadi tidak bisa bersatu itu karena keluarga Ipek yang tidak merestui Clovis sebagai menantunya.
Ipek bukan tidak ingin ikut kumpul dengan yang lainya tetapi ia benar-benar ingin menenangkan fikiranya yang makin tidak menentu setelah bertemu Clovis dengan segala perubahanya.
Wanita perhijab panjang itu memutuskan mampir dulu ke sebuat masjid yang lumayan banyak orang yang tengah menunaikan sholat Dzuhur. Ipek juga akan menunaikan kewajibanya dulu di tempat ibadah itu.
Berharap setelah ia sholat fikiranya setidaknya tidak terlalu cemas. Setelah sholat tentu sajah Ipek kembali memasuki mobil keluarganya, dan akan langsung pulang dan beristirahat.
Kembali ke pengantin baru...
Sedangkan Zawa yang baru selesai mandi tidak sadar bahwa Arzen sudah ada di dalam kamar ia tengah duduk di pojok sofa memindai Zawa yang tengah asik menggosok rambutnya yang basah menggunakan handuk kecil. Sementara Zawa yang tengah diperhatikan tidak sadar bahwa dari pojok sofa yang emang sedikit terletak di pojok dekat dengan jendela kamarnya. Yah mungkin memang Zawa sengaja meletakan sofa di sana agar bisa melihat pemandangan indah dari balik jendela dengan duduk dan bersantai di atas sofa.
Arzen yang sudah pernah mencicipi legitnya lembah yang bisa berdenyut, seketika itu antenanya langsung meneg*ng sempurna.
"Oh Tuhan, malahah pengin minta jatah sekarang, icip-icip dikit nggak apa-apa.kali yah," gerundel Arzen.