Beauty Clouds

Beauty Clouds
Hari Pernikahan Ipek



Hari yang ditunggu-tunggu pun datang, tepatnya hari ini tanggal 25 Agustus, adalah hari ulang tahun Ipek, dan tentunya menjadi hari pernikahan Ipek juga. Pagi hari setelah melaksanakan sholat Subuh Ipek dan keluarga sudah mulai mempersiapkan diri karena pukul lima sudah harus kegedung yang sudah Abinya siapkan untuk melangsungkan pernikahanl. Sanak sodara dari kampung Abah pun sudah berdatangan sehingga di rumah Ipek itu sekarang sangat ramai sekali. Karena terlalu fokus ke pernikahan Ipek, sampai-sampai banyak yang lupa bahwa hari ini adalah bertepatan dengan ulang tahun Ipek bahkan termasuk Umi dan Ipek mereka tidak ingat bahwa hari ini di samping hari pernikahan Ipek juga sekaligus hari ulang tahunya.


Berbeda dengan Ipek yang tengah bersiap untuk hari pernikahanya. Clovis justru setelah sholat Subuh ia pergi joging bersama teman-temanya. Arzen yang ditugaskan memastikan Clovis datang di acara pernikahan Ipek pun kalang kabut ketika datang keapartemen Clovis tetapi anak itu tidak ada di apartemenya.


"Ya Allah kemana ini anak, mana udah jam enam lewat, telepon nggak di angkat." Arzen pun mondar mandir di depan pintu apartemen Clovis dan akhirnya ia mengerahkan semua temanya untuk mencari Clovis kemana pun.


Setelah melewati drama pencarian yang panjang dan bertanya ke security penjaga apartemen dulu pastinya, semuanya mencari Clovis yang kata security tengah joging dan langsung teman-teman Clovis menyisir satu persatu tempat joging. Akhirnya pukul tujuh Clovis ketemu dan langsung di seret untuk pulang dan bersiap untuk hadir di undangan pernikahan Ipek.


"Loe kenapa sih Vis, gue telpon loe nggak angkat-angkat loe marah atau gimana sama gue?" dengus Arzen yang sudah panas dingin takut Clovis pergi kemana untuk menenangkan pikiranya.


"Gimana gue mau angkat telpon loe Zen, ponsel pun aku tidak bawa. Lagian tumben banget sih kalian repot banget nyariin gue kenapa emang? Apa kalian terlalu sayang sampe takut kalo gue ada yang nyulik," ledek Clovis yang justru dia tidak tahu bahwa hari ini adalah hari pernikahan Ipek.


"Emang loe lupa atau nggak baca, sekarang hari pernikahan Ipek, kita di minta hadir untuk memeriahkan acara pernikahan teman kita. Masa Arzen dan Zawa ajah kita suport sampai selesai bahkan semua kita bergerak dengan kompak. Masa di pernikahan Ipek kita diminta kehadiranya nggak hadir kan kesannya kita membedakan pertemanan sedangkan seharusnya kita tidak membedakan sama sekali kan dalam berteman." Rio pun menjelaskan apa maksud dan tujuan dari mereka yang rela pagi-pagi menyusul Clovis yang tengah asik berjoging untuk menjaga setaminanya agar tetap terjaga. Clovis memang sangat suka olahraga sehingga dari sekian teman-temanya badan Clovis yang paling berotot kekar. Tentunya menjadi tubuh idaman banyak wanita.


Clovis aga sedikit curiga setelah satu per satu seperti ada yang janggal. Dia merasa seperti akan menghadiri sebuah pernikahan, tetapi justru ia merasa seolah ialah yang akan menikah dari pakaian dan lain sebagainya.


"Tunggu deh Zen, Yo, kenapa gue ngerasa ada yang beda yah. Terus ini pakaian apaan? Setahui gue ini pakeian buat pengantin yang akan melangsungkan pernikahan, lalu kenapa gue yang pake kaya beginian? Gantian ajah deh Yo. Loe yang pake baju ini gue takut nanti di ketawain," ucap Clovis dengan santai.


Sontak langsung sajah dapat toyoran oleh Rio dan juga Arzen. "Si PA, loe pengin Ody yang perutnya lagi buncit kaya gitu ngamuk ditengah-tengah acara? Udah deh nggak akan ada yang berani ngrtawain loe. Kalau pun ada nanti juga mereka akan diam karena tahu bahwa mereka sudah salah." Rio memaksa Clovis untuk tetap memakai pakaian itu.


Pukul delapan Rio dan Clovis serta Arzen langsung menuju gedung yang akan dilangsungkan pernikahan. Begitu Clovis sampai di halaman gedung hatinya sudah mencoba ia kuatkan sejak diperjalanan tadi untuk menerima kenyataan terburuk itu dan itu karena sebentar lagi ia akan melihat wanita yang ia sebut dalam doanya akan di peristri oleh laki-laki lain. Namun, lagi-lagi Clovis dikagetkan dengan kejutan yang sangat tidak terduga di mana Mamih dan Papihnya serta adiknya ada di antara kerumunan itu. Clovis turun dari mobil dengan heran pasalnya kenapa rombongan yang ada di sekelilingnya pada sibuk membawa seserahan mewah.


"Mam, Pih, Dek, kok kalian ada di sini? Apa kalian juga diundang dengan pernikahan Ipek?" tanya Clovis dengan heran.


"Tentu dong sayang tidak mungkin kami datang kemari kalo tidak di undang oleh pemilik hajat. Pasti kami datang karena kami mendapatkan undangan yang sepesial sehingga kami menyempatkan untuk datang. Clovis yang semakin dibuat penasaran pun hanya bisa mengikuti sajah dan masuk kegedung itu mengikuti rombongan mamih dan papihnya yang sudah lebih dulu masuk ke dalam gedung.


Deg!!! Jantung Clovis seolah berhenti berdetak ketika melihat pemandangan luar biasa aneh. "Sejak kapan Abinya Ipek kenal akrab dengan papih dan mamihnya. Kenapa mereka tampak sangat akrab dan seolah sudah kenal lama," gumam Clovis dengan heran terlebih ia semakin heran kertika banyak foto dirinya dan seorang cewek ketika masih kecil dan tunggu kenapa ada foto Clovis beranjak remaja dan cewek kecil itu tengah bermain bersama? Lalu siapa gadis kecil itu kenapa dia bisa berada di tempat yang sama dengan Clovis?


Belum juga Clovis mendapatkan jawaban dari kebingungan isi kepalanya tiba-tiba Clovis dikagetkan lagi ketika papihnya meminta ia duduk di hadapan Abi dan penghulu. Tanpa persiapan dan tanpa bekal apapun ia di dudukan di depan Abi tidak sedikit pun Clovis membayangkan hal itu tetapi justru pagi ini doa-doa dia seolah dikabulkan dengan sendirinya yah ia sangat bersyukur sekaligus panas dingin karena ternyata doanya Allah kabulkan.


"Ananda Clovis apa kamu yakin bahwa kamu akan menyayangi dan mencintai anakku Ipek sampai ajal memisalkan kalian?" Abi sebelum menikahkan Ipek dengan Clovis ingin memastikan apakah Clovis sungguh-sungguh dalam mencintai Ipek atau justru hanya ambisinya sajah yang ingin menikahi Ipek.


"Saya yakin, saya bersungguh sungguh dan saya serius Abi. Saya akan terus berusaha untuk membahagiakan anak Abi, sehingga Abi tidak memyesal telah memberikan restu pada saya untuk menikahi anak Abi." Clovis menjawab dengan sangat yakin pertanyaan dari Abi.


"Baiklah, karena hari makin siang lebih baik kita segera lanjutkan ke acara selanjutnya yaitu ijab kabul mengingat hari ini juga hari jum'at sehingga kita harus sholat jum'at buat kaum adam.


Tidak lama berselang pun Ipek pun keluar untuk duduk di samping Clovis dan tanpa sadar Clovis meneteskan air mata bahagia karena ia sebentar lagi akan menikahi wanita yang selama ini selalu ia sebut namanya dalam doanya. Tidak ada bahagia yang lebih menyenangkan hatinya ketika berada dimomen ini di mana ia bisa duduk bersama untuk mengucapkan janji pernikahan dihadapan Allah disaksikan orang-orang yang menyayangi mereka.


Satu kotak tisu tiba-tiba disodorkan mamih ke hadapan Clovis karena laki-laki itu tiba-tiba meneteskan air matanya di hadapan Ipek padahal ini adalah momen bahagia. Clovis langsung mengambil beberapa lembar tisu dan menghapus air matanya dan kembali fokus dengan Abi yang ada di hadapanya. Sebelum mengucapkan ijab kabul tentu Abi memberikan wejangan yang sangat penting untuk Clovis, maupun Ipek. Tidak lupa Abi menyampaikan permohonan maaf pada Ipek maupun Clovis karena pasti dengan rencana Abi ini banyak air mata dan kesedihan yang Ipek rasakan. Dan di momen ini lah air mata kembali tumpah.


"Ananda Clovis Adam Benazir Bin Adam Harimukti, saya nikah dan saya kawinkan engkau dengan putri saya Iferkha Zyfanazhia binti Husen Maulana dengan mas kawin uang senilai dua puluh lima Juta dan cincin berlian dengan dibayar tunai."


"saya terima nikah dan kawinya Iferkha Zyfanazhia binti Husen Maulana dengan mas kawin tersebut dibayar tunai."


"Gimana para saksi, sah?"


"SAH!!!!"


Setelah doa pernikahan dan nasihat pernilahan dibacakan dan diberikan nasihat oleh penghulu dan juga Abi dan Abah tentunya sebagai tertua. Tidak lupa papih dari Clovis pun mberikan nasihatnya untuk menantu dan putranya supaya hidup dalam rumah tangga yang saling mengasihi.


Setelah acara ijab kabul tanpa Ipek dan yang lain ketahui acara selanjutnya yaitu ulang tahun Ipek. Lagi, kejutan itu datang dari Abinya dan keempat Abangnya yang memberikan kejutan tambahan di acara meriah itu. Tidak hanya Ipek, Clovis pun kaget bahwa hari ini ternyata hari ulang tahun wanita yang baru dinikahinya.


"Hari ini ulangtahun kamu juga ternyata yah?" goda Clovis di belakang telinga Ipek.


"Aku pun lupa kalo hari ini ulang tahun ku, itu Abi dan Abang yang memberikan kejutan ini," bisik Ipek balik pada Clovis yang membuat bulu kuduk Clovis langsung menegang. Bagaimana tidak ia sangat mendambakan Ipek dan sekarang wanita cantik itu berdiri dihadapan Clovis dengan anggun dan yang membuatnya bahagia ia sekarang sudah sah untuk ia peluk setiap saat.


"Selamat ulang tahun yah, semoga kita bisa bersama terus." Clovis membisikan ucapan selamat ulang tahun dan menggenggam tangan Ipek dengan sangat mesra.


Ipek pun tersenyum dengan manis membalas ucapan Clovis yang dibisikan ditelinganya disaat yang lain tengah disibukan dengan penyambutan acara ulang tahun oleh MC.


Kedua tangan pengantin baru itu pun seolah enggan untuk saling lepas. Sehingga sejak tadi mereka saling bertaut sepanjang acara. Tibalah diacara potong kue dan Clovis memilih duduk dibelakang bersama kelima sahabatnya yang tidak ada henti menggoda Clovis dari tadi.


"Vis, udah ada persiapan belum. Kira-kira lupa nggak tuh jurusnya yang udah lama nggak di keluarin," goda Chandra yang begitu Clovis duduk sudah di serang dengan pertanyaan yang sangat tidak berbobot itu.


Clovis hanya membalas dengan toyoran dikepala Chandra. "Bawel loe, liat ajah nanti hasilnya jangan banyak tanya. Liat langsung ajah buktinya," jawab Clovis dengan percaya diri. Sementara Ipek di depan panggung tengah memberikan suapan pertamanya untuk, Umi, Abi dan Abang-abangnya semuanya saling kebagian satu suapan mesra dari Ipek. Dan tibalah ketika Ipek ingin memberikan suapan selanjutnya untuk Clovis, tetapi Clovis ada di belakang panggung tengah duduk sehingga butuh MC untuk memanggil suami tercinta.


"Mas, jangan jauh-jauh istrimu ingin memberikan suapan satu potong kue ulang tahun sebagai tanda bahwa dia sangat sayang dengan suaminya." Suara MC menggoda Clovis yang sejak tadi asik mengobrol dengan teman-temanya.


Clovis pun langsung memerah wajahnya dan Ipek memberikan suapan kue selanjutnya. Kedua mata indah itu tidak bisa lepas dari pandangan Clovis. "Aduh kenapa mesti ada acara resepsi lagi sih. Rasanya nggak sabar banget pengin ngurung istri di kamar seharian," batin Clovis tetapi ia juga tidak keberatan dengan acara yang sudah di buat sedemikian sempurna oleh orang tua mereka. Yah ternyata Clovis dan Ipek baru tahu bahwa orang tua mereka adalah berteman sejak lama, bahkan ternyata Clovis dan Ipek dulu adalah teman masa kecil ketika rumah Clovis belum berpindah dan mereka sudah kenal sejak kecil.


Pantas sajah Clovis kenapa bisa ada foto bareng dengan gadis kecil yang fotonya banyak di gantung di pintu masuk menuju acara resepsi mereka, dan ternyata memang itu semua karena Ipek dan dirinya adalah sahabat masa kecil.


Pukul sebelas pun semua acara dihentikan sejenak hal itu karena akan diadakan sholat jum'at bersama termasuk pengantin baru mereka berdua masuk kekamar hotel yang di sewa. Clovis di minta untuk membersihkan tubuhnya dan ditunggu di lobi hotel untuk kemasjid bersama-sama keluarganya.


Begitu masuk kamar Clovis langsung membersihkan tubuhnya dan segera keluar kamar mandi dengan menyambar handuk sedapatnya hal itu karena waktu untuk melaksanakan sholat jumat tidak lama lagi. Untung istri barunya sangat peka, pakaian sudah disiapkan dengan lengkap diatas tempat tidur.


"Ini Bang, pakeian sudah Ipek siapkan." Suara lembut itu membuat Clovis langsung sadar bahwa ia kini sudah beristri.


"Terima kasih yah," ucap Clovis sembari tersenyum dengan manis memandang wajah istrinya. Ipek pun yang melihat tubuh Clovis langsung menunduk.


"Kalo begitu Ipek juga mau mandi dulu yah Bang nanti kalo mau sholat jum'at langsung berangkat ajah Bang." Ipek akan segera kekamar mandi, tetapi justru ditahan tanganya sama Clovis.


"Layani suaminya dulu." Clovis menunjukan baju yang belum di kancingkan. Dan Ipek pun hanya bisa pasrah mengancingkan kancing baju koko suaminya itu....


Cup... Satu ciuman mendarat di kening Ipek ketika berada di depan wajahnya.


"Terima kasih yah kalo gitu Abang berangkat dulu, nanti kalo telat bisa-bisa kena setrap sama Abi," kekeh Clovis sembari buru-buru akan pergi.


"Bang tunggu!!" Ipek langsung meraih tangan kanan Clovis dan mencium punggung tanganya dengan takzim. "Biar berkah," ucap Ipek, sedetik kemudian ia berbalik dan masuk kekamar mandi.


Clovis pun langsung kembali bergegas turun ke lobi agar tidak tertinggal rombongan yang lain. Benar sajah satu menit sajah ia telat datang, bakal jalan kaki sendiri ia ke masjid yang dia sendiri tidak tahu di mana masjidnya berada.


"Kirain penganten baru bakal lupa sama sholat jum'at," goda Abah. Yang diikuti tawa renyah oleh semua yang hadir. Clovis pun sangat maklum ketika sekarang giliran dirinya yang jadi bahan olokan. Setelah empat bulan lalu dia juga melakukan hal yang sama pada Arzen dan Zawa dulu.