
Tanpa terasa Ody sekarang sudah bekerja sebagai Art dirumah Rio memasuki bulan ke dua, dan bekerja dirumah sakit milik keluarga Rio juga, sudah hampir empat bulan. Kini Hendra juga sudah lulus Sekolah Menengah Atas, dan melanjutkan kuliah kedokteran sesuai cita-cita Hendra, dan pastinya Ody juga sangat mendukung cita-cita Hendra tersebut, sehingga dia rela kerja banting tulang agar Hendra bisa menjadi Dokter kelak.
Hubungan Ody dengan Rio pun hampir nggak ada masalah, semuanya berjalan sesuai mestinya antara bos dan bawahanya, baik di rumah dan di rumah sakit, dibalik sikap Rio yang tegas dan terlihat dingin. Namun, Rio termasuk bos yang peduli dengan bawahanya biarpun Ody hanya bekerja sebagai Art dirumahnya, tapi Rio tidak pernah berkata ataupun bersikap semena-mena. Bahkan Rio meminta Ody supaya Ipek juga bekerja di rumahnya membantu pekerjaan Ody, sebab Rio kasian bila melihat Ody setiap hari, bekerja dua tempat dan kerjaan di rumah dikerjakan sendirian, menyebabkan Ody sering kelelahan, bahkan Rio melihat Ody makin kurus karna kecapean. Maka dari itu sudah satu bulan terakhir Ipek juga bekerja di rumah Rio sebagai Art sama seperti Ody supaya kerjaan Ody bisa dibagi dua dengan Ipek, sehingga Ody tidak terlalu kelelahan lagi .
Di ruangan kerja Rio, Ody sedang memberika laporan rincian pengeluaran selama satu bulan.
Yah, memang Ody selama kerja sebagai Art dia dipercaya juga sebagai pemegang keuangan semua keperluan rumah, sehingga Rio tidak harus memikirkan pengeluaran apa sajah yang harus dia bayarkan. Cukup Ody diberikan ATM sendiri dan nanti Rio akan mentransfer sejumlah uang selama satu bulan, dan selama satu bulan Ody memberika laporan pengeluaran, uang untuk apa sajah yang dia gunakan dan berapa pengeluaran dan berapa sisa uang diatm.
"Tunggu, kamu coba ambil laporan bulan kemarin." perintah Rio, ketika membaca lapora bulan ini yang Ody berikan.
Ody pun mengambil laporan bulan lalu, dan memberikan ke Rio,dengan penuh was-was Ody takut kalo-kalo ada salah atau malah dikira menggelapkan uang yang Rio kasih buat keperluan rumah selama satu bulan .
Rio mengamati laporan dua bulan selama Ody kerja di rumahnya dengan teliti, dia merasa ada yang aneh. "Ini kamu kalo belanja ke pasar, swalayan atau supermarket untuk belanja keperluan rumah emang nggak pernah pake ongkos? Ko saya liat dilaporan dua bulan ini nggak ada pengeluaran untuk ongkos dan sebagainya? Kamu jalan kaki, atau menghilang?" tanya Rio dengan datar.
"Saya kalo pergi kepasar atau kemanapun buat membeli keperluan rumah, lebih sering diantar Ipek tuan.Ya Ipek juga nggak pernah keberatan kalo saya memita bantuan dia," jawab Ody dengan jujur .
"Terus kalo minta antar Ipek, emang motor Ipek nggak pake bensin?" tanya Rio lagi .
"Pake Tuan, tapi saya selalu patungan ko dengan Ipek untuk mengisi bensin, nggak murni dari Ipek semua," jawab Ody bingung, kenapa bosnya menanyakan hal seperti itu apa Ody ada melakukan kesalahan dengan laporan bulananya.
"Terus kenapa dilaporan ini nggak ada keterangan kamu beli bensin, atau biyaya transportasinya sih, terus selama ini kamu isi bensin itu pake uang yang mana emang." tanya Rio kali ini dikibikin nada selembut mungkin.
"Pake tuan tapi selama ini saya selalu pake uang pribadi, untuk mengisi bensi motor Ipek tuan. Memang harus ditulis disitu yah tuan? dan berati ambil dari uang bulanan yang tuan kasih?" tanya Ody bingun.
"Ya iya dong Ody, kan kamu pergi buat keperluan rumah ini jadi kedepanya kamu tulis juga pengeluaran buat transport. Aku nggak mau yah denger pake uang kalian lagi. Kalian itu kerja buat keperluan kalian sendiri, biar keperluan rumah aku yang tanggung." titah Rio tegas.
"Baik tuan, kedepanya saya akan tulis juga laporan pengeluaran buat transportasi." jawab Ody pasrah.
"Ini sisa uang masih dua juta lebih. Kamu ambil ajah dua juta. Buat kamu, satu juta buat Ipek satu juta. Gantiin uang bensin selama dua bulan ini yang memakai uang kalian." perintah Rio dengan menyodorkan laporan yang Ody buat.
"Ini serius tuan buat kami? Apa nggaka terlalu banyak tuan, lagian kan bensin mah nggak sampai dua juta orang cuma kepasar paling juga beberapa ratus ajah buat satu bulan." ujar Ody ragu, karena dia merasa terlalu banyak bosnya mengasih uang bensin .
"Kalo kebanyakan kamu ambil ajah, buat makan baso, anggap ajah bonus dariku karna kerja kalian yang bagus dan juga jujur, tapi kedepanya kerjanya lebih rajin lagi yah." ucap Rio meminta Ody dan Ipek mempertahankan kinerja kerjanya.
"Baik tuan, itu udah pasti atuh. Apa lagi bosnya baik jadi semangat lagi kerjanya," jawab Ody jujur. "Makasih yah tuan Dokter buat bonusnya, nanti saya kasih Ipek juga dan pasti Ipek juga bilang makasih, jadi saya wakilkan dulu deh terimakasih yah tuan Dokter dari saya dan Ipek." ucap Ody dengan bahagia mengucapkan terimakasih dengan tulus.
"Iya sama-sama," jawab Rio singkat.
Setelah berpamitan dengan Rio, kini Ody kembali kekamar menemui Ipek yang sedang istirahat setelah menyelesaikan pekerjaan malamnya .
"Ipek coba deh tebak aku punya kabar bagus apa?" celoteh Ody memberikan kuis buat sahabatnya .
"Idih....ko lotre sih, ah nggak asik jawabnya." ucap Ody pun pura-pura merajuk memanyunkan bibirnya.
"Abis Mba Ody tiba-tiba masuk kasih kabar bagus tapi harus ditebak, otak Ipek lagi males berpikir nih," jawab Ipek pasrah .
"Ini kabar bagusnya." Ody menyodorkan uang dua juta kehadapan Ipek.
"Apa nih mba? ko banyak amat?" tanya Ipek bingung.
"Kata Dokter Rio ini uang bensi kan kita kalo kepasar atau supermarket selalu isi bensin pake uang pribadi kita, makanya Dokter Rio ganti uang kita.Terus kalo ada kembalianya katanya bonus karna kita kerjanya bagus dan jujur." jawab Ody antusias.
"Wihh keren nih bos, nggak kaleng-kaleng uang bensin ajah dia ganti, bener-bener baik emang Dokter Rio." puji Ipek.
"Mba Ody nggak mau punya suami kaya Dokter Rio, baik, cakep, tajir, ramah lagi." ucap Ipek dengan meledek Ody.
"Ya mau lah Pek, cuma nyari dimana laki-laki kaya gitu yang bisa terima aku apa adanya, mana miskin, jelek, kerjaanya Art dan Cleaning servis lagi." jawab Ody minder.
"Berdoa ajah Mba sapa tau Alloh kabulkan dan orangnya Dokter Rio," jawab Ipek dengan jahil sambil mengedip-ngedipkan matanya.
"Aduh jangan deh Pek, kalo Dokter Rio mah jauh banget bedanya bagai langit dan bumi." jawab Ody ngeri sendiri.
"Ya kan jodoh mah nggak ada yang tau Mba, tinggal Amin kan ajah sih. Siapa tau Malaikat lewat dan mencatat doa kita terus Alloh mengabulkan." beo Ipek seolah nggak pernah nyerah buat meyakin kan Ody kalo jodoh rahasia Alloh yang bisa siapa sajah entah kaya atau miskin nggak ada alasan buat menolak .
"Ya udah iya deh aku Aminin ajah nih yang kenceng "AMIN..jawab Ody dan Ipek bersamaan dengan suara lebih keras.
***Fokuslah pada perbaikan, bila Alloh telah anggap cukup maka jodohmu akan didatangkan oleh Alloh***
...****************...
#Terimakasih buat yang udah mampir, jangan lupa tinggalkan jejak yah.❤
Like ✅
comen✅
vote✅
beri hadiah✅
dan tekan favorit✅