Beauty Clouds

Beauty Clouds
Usaha Rio dan Ody



Pagi hari di kediaman Rio...


"Papah... Bunda... bangun! Ayo kita olahlaga." Mayra yang sudah bangun langsung heboh membangunkan papah dan bundanya untuk berolahraga. Pasalnya semalam Rio sudah mengumumkan bahwa hari ini, di hari minggu ia libur dan akan mengajak Mayra dan Ody jalan pagi. Tentu bocah kecil itu hampir tidak sadar bahwa kini masih terlalu pagi untuk berolahraga.


"Hemz..." Rio bergumam, pasalnya ia masih sangat mengantuk, semalam ia dan Ody juga sudah olahraga malah sampai dua kali melakukan senam, dan kini masih mengantuk tentunya.


Sendangkan Ody malah masih terbuai di alam mimpinya.


"Papah, jangan Hemz... ajah, ayo kita olahlaga biar kuat, kata Papah kalo mau kuat halus olahlaga. Ayo Papah..." Mayra masih mencoba membangunkan Rio, dengan suara yang bahkan belum terlalu pandai mengucapkam huruf R.


Tidak habis akal, Mayra mencium seluruh wajah Papah gantengnya. Cup... cup... cup...


Mayra memberikan ciuaman di kedua pipi dan bibir Papahnya.


Rio pun akhirnya membuka matanya.


"Nah gitu dong Papah bangun. Jangan bobo telus, kan katanya semalam mau olahlaga. Mau lali pagi ke taman komplek yang ada di sana." Mayra si cantik yang super bawel dan pandai, terlihat sedang ketika Rio sudah membuka matanya.


"Iya sayang tapi Papah masih ngantuk. Papah sama Bunda baru tidur tadi menjelang pagi. Jadi masih ngantuk," ucap Rio sengaja matanya dibikin masih enggan untuk di bukanya.


"Kenapa Papah bobonya pagi, kan kalo bobo pagi kata Bunda tidak bagus. Kita halus bobo malam," tanya Meyra dengan kepo.


"Iya sayang karena Mayra katanya pengin punya adik.Baby yang lucu, kaya di TV makanya Papah sama Bunda harus bikin dulu dong Baby'nya biar nanti di dalam perut Bunda ada adik buat May," balas Rio agar Mayra mengerti, bahwa Papah sama Bundanya yang tengah usaha untuk memberikan seorang adik buat Mayra.


Yah Ody selama ini memang sengaja memasang alat penunda kehamilan hal itu ia lakukan, setidaknya menunggu sampai Mayra sampai sedikit besar dulu baru di berikan adik. Seperti sekarang ketika Mayra sudah ngerti sediki-sedikit dengan adik kecil maka Ody memberikan kado untuk dia adik kecil. Semoga saja usahanya segera berhasil yah Dy.


"Di pelut Bunda udah ada dedenya belum Bunda?" tanya Mayra sembari membuka perut Ody dan mengusap-usapnya.


"Belum sayang, kan baru dibikin semalam jadi belum ada dedenya. Harus sering di bikin biar dedenya cepat jadi." Rio kembali memberika pengertian pada Mayra, yang mana ia masih terlalu kecil untuk mengerti proses pembuatan dede bayi.


Sementara Ody hanya tersenyum geli manakala mendengar ocehan putri kecilnya.


"Kalo begitu Papah sama Bunda bikin dede bayi lagi yang seling. Sekalang bikin lagi! Biar nanti di pelut Bunda ada dedeknya. Nanti May yang jaga." Mayra dengan ucapan polosnya meminta agar Ody dan Rio bercocok tanam kembali.


Rio seketika menatap wajah bangun tidur Ody dan menaik turunkan alisnya. Memberikan kode agar Ody mau untuk kembali bercocok tanam.


Ody pun justru memelototkan matanya, membuat Rio terkekeh.


"Mas, tanganya dikondisikan," ucap Ody, tetapi ia masih menemani Mayra yang justru membawa boneka adik bayinya untuk dipindahkan ke atas ranjang mereka. Mayra lupa niatnya bangun pagi untuk olahraga. Kini ia malah meminta Ody dan Papahnya untuk bermain rumah-rumahan dengan boneka-boneka bayi yang ia sering mainkan.


"Kata May, tadi suruh olahraga. jadi kita bakar kalori lagi pagi-pagi sepertinya ide bagus sayang." Rio nampaknya sangat semangat usaha agar adik bayi segera turun.


"Mas, May minta mainan ini tanganya jangan kaya gini ah, nggak enak kalo May tau papahnya mesum," ujar Ody sembari mengeluarkan tangan Rio dari mainan yang kenyal itu.


"Tapi nanti kalo May sudah selesai ajah mainan kita, coba ngadon pagi yah. Siapa tau untuk usaha yang sekarang malah jadi kan." Rio kembali merayu Ody.


Ody hanya mendengus kesal. Karena memang ia sendiri tidak bisa menolak permintaan suaminya. Terlebih permainan yang Rio berikan selalu menjadi sesuatu hal yang mema'bukan.


Setelah Mayra cape bermain dengan Ody dengan Rio yang masih menempel terus bak anak tokek kini Mayra kembali tertidur. Mungkin karena ia bangun terlalu pagi.


"Sayang May udah bobo. Yok ngadon lagi, biar cepet jadi kalo sering ngadonya," rengek Rio yang selalu ketagihan kalo soal urusan adon-mengadon.


"Mas memang tadi malam sudah dua kali masih kurang yah? Ody saja rasanya masih terlalu cape loh mau jalan kamar mandi aja sangat malas," dengus Ody.


Sebenarnya ia enggak apabila mau melakukan penyatuan lagi. Namun mungkin yang dikatakan Rio ada benarnya semakin sering melakukan bercocok tanam beniknya kemungkinan untuk tumbuh tentu semakin banyak.


"Kalo soalnys begituan mah jangan ditanya sayang, pasti kurang terus. Apalagi laki-laki bahkan ditantang untuk lebih dari tiga juga kuat. Kan Mas juga masih muda tenaga masih kuat, masa dua kali udah nyerah." Rio memulai melakukan pema'nasan, karena ia tahu ketia Ody berbicara seperti itu tandanya secara tidak langsung ia menyetujui keinginan Rio.


Rio membopong Ody ke atas sofa, agar tidak mengganggu tidur putri cantiknya. Pagi ini di mana matahari sudah mulai menampakan wajah malau-malunya. Rio dan Ody juga sudah selesai dengan olahraga paginya.


Keringat saling bercucuran menandakan mereka telah selesai senam iramanya.


"Makasih sayang, kamu memang dari dulu selalu bisa mebuat aku tidak bisa berkutik," ucap Rio sembari memeluk tubuh polos Ody.


Ody memang untuk urusan memberikan kepu'asan tidak usah diragukan lagi. Ia akan selalu berakhir sempurna dalam setiap permainanya.


"Sama-sama, itu karena Mas juga pandai membuat Ody terang'sang, coba kalo Mas diam saja pasti akan bosan permainanya." Ody membalas pujian untuk Rio.


Setelah nafasnya tidak lagi saling memburu. Rio kembali membopong istrinya kali ini bukan ke sofa atau tempat tidur melainkan ke dalam kamar mandi.


Rio dengan telaten memandikan istrinya dan menggosok setiap selah di tubuhnya. Rasanya ia tidak terima ada daki sedikit pun di tubuh mulus Ody.


"Sayang Mas pengin kamu cepat-cepat hamil lagi. Mas janji akan memperlakukan kalian dengan sangat baik, tidak akan menyakiti walau dengan goresan kecil." Rio mengelus perut rata Ody dan men'ciumnya. Ody pun mengelus rambut Rio dan membalasnya dengan ucapan 'Amin' di dalam hatinya.