Beauty Clouds

Beauty Clouds
Jangan ember



Sementar itu diruangan dokter Rio.


"Rav menurut lo, tuh OG bocor nggak yah?" tanya Rio, dia takut rahasian percintaanya terbongkar.


"Enggak mungkin lah mana berani dia macam-macam." Aarav berusaha menenagkan Rio, walaupun dia sediri juga ragu.


Lagian lo nggak tahan banget, main buru-buru nodong masalah tunangan lo ajah. Gue sebagai bawahan yang baik dan patuh, patinya langsung kasih laporan sesuai fakta." ujar Aarav nggak mau disalahkan.


"Iya gue lupa kalo diruangan ini masih ada orang lain, abisan tuh OG anteng banget kerjanya jadi aku lupa." elak Rio


"kan loe yang suruh bos biar nggak berisik, ya tuh OG patuh buat pelan-pelan kerjanya, akhirnya kita lupa masih ada orang selain kita." hahahaha... Aarav tertawa kencang, menertawakan muka bosnya yang keliatan sekali kecemasanya kalo rahasianya sampe bocor.


"Eh..bos tapi tuh OG cantik yah, bodynya juga ok, apa lagi suarany uh....sek sey," puji arav.


"Iya cantik" jawab Rio tanpa sadar.


"Eh maksud gue biasa ajah, canti kan juga Emly, elak Rio karna malu sama Aarav, keliatan ikut mengagumi Ody .


"Yakin bos cantikan Emly," ledek arav.


"Au ah, terserah lu ajah, gue mau istirahat dulu, gara-gara kalian niat gue untuk istirahat jadi terganggu!" oceh Rio.


"loe nanti pantau kerjaan gue dulu Rav, selama gue istirahat, terus kalo nanti udah jadwal gue piket, lo banguin gue." perintah Rio sama Aarav


"Siap Bos," jawab Aarav dengan tegas.


Aarav sudah biasa menggantikan tugas Rio yang menggunung, ketika bosnya sedang galau. Seperti sekarang ini bosnya galau dengan tunangnya sehingga Aarav yang mengambil alih pekerjaanya untuk sementara.


...****************...


Jam pulang kerja sudah tiba. Ody dan Ipek siap-siap berkemas, dan pulang bersama.


"Mba Ody tadi diruangan dokter Rio nggak dimarahin kan?" tanya Ipek penasaran.


"Engga ko Pek aman." jawab Ody sambil menautkan jari telunjuk dan jempol membentuk tanda ok.


"Syukur deh, Ipek takutnya Mba Ody dimarahin, terus jadi bikin Mba Ody nggak betah kerja disini. Padahal baru ajah Ipek punya teman yang nyambung," seloroh Ipek.


Padahal yang Ody tau Ipek ceria, dan seru tapi ternyata Ipek juga rapuh membutuhkan teman yang bisa membuat dia lebih kuat lagi.


"Ko kamu bisa ngerasa kaya gitu Pek, Mba liat teman-teman satu team asik-asik ajah dengan kamu." ujar Ody memberi semangat pada Ipek.


"Itu kalo diliat sekilas Mba, kenyataanya Ipek merasa dikucilkan," jawab Ipek dengan wajah sendu.


"Enggak tau Ipek ngerasa mereka jaga jarak ajah sama Ipek, buktinya kalo istirahat atau pulang Ipek suka ajah mereka makan, bahkan pulang bareng biar kita lebih akrab, tapi mereka nggak pernah mau. Mungkin malu kali yah Mba karna badan Ipek yang gendut, terus mukanya juga kumel." oceh Ipek mencurahkan semua unek-unek yang dia rasakan selama ini.


"Itu perasaan kamu ajah Pek. Kalo kata Mba kamu itu ceria, seru, jadi jangan bikin keceriaan kamu itu hilang gara-gata rasa insecure kamu yang mendominasi." Ody berusaha memberi semangat agar Ipek tidak merasa terkucilkan.


"Mudah-mudahan yah Mba, itu semua hanya perasaan Ipek ajah." balas Ipek


"Iya itu cuma perasaan kamu ajah Pek.


Percaya deh pertama Mba liat kamu itu asik banget ko anaknya, ceria nggak jaim jadi bikin Mba nyaman dan betah disini. Setiap orang pasti ada kelemanya dan nggak setiap orang juga sempurna, mungkin kamu punya badan yang menurut kamu gemuk, tapi Mba liat kamu lebih banyak punya kelebihan yang lain ko. Contohnya, kamu nggak pernah tersinggung biarpun ada beberapa temen yang panggil kamu babon dan bahkan lebih parah lagi. Kamu tetap cuek, dan itu nggak gampang loh bersikap biasa ajah, biarpun sebenernya didalam hati kamu nggak terima dengan panggilan itu." ujar Ody, merasa bangga dengan kelapangan hati Ipek.


"Iya Mba sebenernya Ipek nggak nyaman, tapi mungkin karena udah biasa kali yah dari sekolah sering dibuly jadi ketika ada yang ngolok-olok udah biasa biarpun sedikit masuk kehati," ujar Ipek sambil tertawa kecut.


Mungkin itu cara Ipek untul menghibur diri sendiri ya dengan berusaha cuek, meskipun banyak yang mengolok-olok fisiknya.


"Iya hebat loh kamu Pek. Empat jempol deh buat kamu, Ody sambil menujukan jempolnya.


kalo Mba mah diolek" bakal nangis kejer, kalo kamu masih bisa senyum dan bersikap biasa ajah esok harinya, itu kelebihan kamu ipek," puji Ody.


Biarpun Ipek masih tergolong muda, tapi hati Ipek bener-benar dewasa. Ipek sendiri umurnya masih delapan belas tahun, dia baru lulus SMA dan hampir satu tahun ini memutuskan buat kerja, sebenernya Ipek bisa ajah melanjutkan kuliah karna Ipek sendiri bukan dari golongan keluarga yang kurang-kurang mampu. Namun karna dia sejak sekolah sering dibuly gara-gara fisiknya yang gendut dia memutuskan untuk tidak melanjutkan kuliah, dan memilih bekerja.


Sebenarnya Ipek juga sudah berusaha buat diet olahraga dan lain sebagainya. Namum semuanya seolah sia-sia, dia belum bisa merubah bentuk badanya, sehingga Ipek lama-lama cuek dan berusaha menerima kekuranganya.


***Jangan pusing dengan penilaian orang lain kepada kita, toh mereka tidak menjalani kehidupan kita.quotes by tereliye***


#Terimakasih buat yang sudah mampir, jangan lupa dukung karya Author tinggalkan jejak yah❤❤❤


...****************...