
Didapur, Ody dan Ipek sedang sibuk menyiapkan ulang menu makan malam, tidak sampai satu jam menu makanan yang tadi sudah dingin, kini sudah hangat kembali, dengan cekatan Ody mulai menyusun menu diatas meja dan menyiapkan semua kebutuhan buat makan malam oleh kelima cogan dirumah Rio.
Setelah hidangan semua siap, Ody pun memberitahukan kepada Rio.
"Tuan makan sudah siap." ucap Ody dengan sopan.
"Ok nanti kami ke sana." jawab Rio singkat.
lima menit kemudian, Rio dan temanya sudah menuju kemeja makan, untuk menikmati makan malam yang sudah jelas telat dari beberapa jam yang lalu .
"Kalo begitu saya pamit tuan kebelakang nanti kalo butuh bantuan bisa panggil kami." pamit Ody yang merasa sudah selesai buat membantu menyiapkan semua kebutuhan majikanya .
"Eh,..tunggu mau kemana?"tanya Arzen pada Ody .
"Kebelakang tuan, tugas saya sudah selesai." jawab Ody dengan sopan .
"Kamu udah makan malam belum? kalo belum sini ikut makan bareng kita, lagian menu sebanyak ini nggak bakal abis dimakan hanya berlima," ajah Arzen yang memang lebih peka terhadap sekeliling tidak pernah membedakan setatus sosial.
"Ah nggak usah tuan, nanti kami makan setelah kalian selesai menikmati makan malam sajah." tolak Ody, dia merasa nggak sopan kalo harus ikut makan, dengan satu meja bersama bos dan temannya terlebih mereka cowok berlima dan cewexnya, hanya ber dua dengan Ipek sajah.
Memang tadi Ody dan Ipek pun belum sempat makan malam. Namun sudah ketiduran biarpun sekarang perut sudah demo, tetapi Ody tetap menolak .
"Apaan sih, ini sudah jam berapa dan kalian belum makan malam, malah mau nunggu kami selesai makan malam, itu pasti sangat lama, gue tau lo pasti juga laper. Udah sini duduk bareng jangan perduliin Aarav sama Rio, mereka memang gila, masa mau biarin kalian kelaparan" ucap Arzen sembari melirik Aarav dan juga Rio. Memberi kode agar jangan protes dengan keputusanya .
Chandra dan Clovis hanya diam memperhati-kan perdebatan antara Arzen dan Ody, mereka tetap dengan mulut yang sedang memamah biak, makanan yang ada dimeja makan, tanpa terganggu dengan perdebatan orang didepanya. Bagi merek yang terpenting saat ini adalah mengisi perut, yang sudah dari tadi cacing didalamnya demo .
Sementara Aarav dan Rio yang dilirik pun hanya bisa pasrah, membiarkan Ody dan Ipek ikut menikmati makan malam satu meja, toh memang benar yang dikatakan Arzen pasti mereka saat ini kelaparan dari sejak siang belum makan, mana mengerjakan semua kerjaan dirumah ini dan memasak pasti butuh tenaga banyak .
"Ya udah kamu panggil Ipek, suruh dia juga makan bareng disini." Rio pun akhirnya angkat bicara .
"Tapi tuan, ..." belum juga Ody selesai dengan omonganya sudah dipotong sama Aarav "Buruan nanti keburu kalian pingsan lagi." ucap Aarav yang ikut angkat bicara.
Ody yang pasrah dengan perintah majikanya pun, memanggil Ipek agar ikut makan satu meja dengan para cogan .
Ipek yang dari tadi sedang membereskan sisa masak barusan didapur pun dipanggil Ody, agar ikut makan malam bersama .
"Pek udah dulu beberesnya, dipanggil tuan Rio agar ikut makan malam dimeja makan." ajak Ody pada Ipek agar ikut makan dimeja makan bersama cogan.
"Hah seriuz kamu Mba, masa kita makan satu meja sama majikan mana bareng temannya lagi," ucap Ipek aga sedikit kaget .
"Iya seriuz, udah ayo nanti malah kena omel sama bos kalo kita lama." ajak Ody.
Ipek dan Ody berdiri dimeja makan, mereka masih ragu kalo harus duduk makan bersama.
"Engga ko Pa, kami hanya tidak enak sajah masa kita makan satu meja dengan kalian, para majikan kami." jawab Ody jujur meskipun dia memang merasa sedikit takut mengingat mereka semua laki-laki.
"Udah santai ajah anggap ajah kita semua teman dan tenang ajah kalo nanti salah satu diantara kita ada yang berbuat tidak menyenagkan kalian bisa cari bukti dari cctv yang terpasang disetiap sudut rumah ini dan melaporkanya kepolisi. Biar kalian aman," tambah Chandra meyakinkan dua wanita dihadapanya, dan juga Chandra menujuk berberapa sudut rumah yang memang benar terdapat cctv disana.
Merekapun akhirnya ikut menikmati makan malam, dengan ragu dan merasa sungkan Ody mengambil menu yang paling dekat dengannya begitu pun Ipek .
Clovis yang baru sadar dengan keberadaan Ody dan Ipek pun kaget melihat Ipek yang berbadan gemuk .
"Gila nih cewex badanya gede banget kaya kontainer ajah, pasti makanya banyak," gumam Clovis yang masih bisa didengar oleh Ipek dan Ody.
Sedang Ipek dari pertama datang kemeja makan sudah tertarik dengan Clovis yang entah mengapa seperti memiliki pesona tersendiri, sampai-sampai beberapa kali Ipek mencuri pandang ke Clovis. Begitu bertemu dengan mata Clovis hati Ipek berdesir sangat kencang. "Ya Alloh apa ini namanya cinta pada pandangan pertama yah, ko aku nggak bisa melihat ada celah jelek didirinya meskipun tadi dia mengolok fisiku tapi malah, justru aku tertarik dengan dia." batin Ipek .
"Sedang Clovis yang sadar dari tadi diperhatikan oleh Ipek pun merasa jengah dan ingin buru-buru pergi dari ruangan ini, dan benar sajah Clovis pergi lebih dulu ketaman belakang .
"Gue duluan deh udah kenyang." Pamit Clovis .
Temannya pun tidak curiga dengan perubahan sikap Clovis, memang dia lebih bersifat begitu. Jadi sudah tidak aneh bagi temannya melihat perubahan dratis sikap Clovis barusan.
Setelah makan malam selesai, Rio dan yang lain melanjutkan obrolan ditaman belakang, Sedang Ipek dan Ody merapihkan sisa kekacauan dimeja makan .
Waktu menunjukan pukul setengah dua belas malam dan Ody pun pamitan dengan Rio untuk beristirahat, mengingat besok mereka harus bangun pagi dan dilanjukan kerja kerumah sakit .
Rio pun mengizinkan mereka, istirahat lebih dulu.
***Hidup bukan tentang menunggu badai berlalu, tetapi belajar belajar menari ditengah hujan***
...****************...
# Terimakasih buat yang udah mampir, jangan lupa,
Like
Comen
Vote
kasih hadiah
dan tekan ❤❤❤❤