
Sementara Ody di dalam kamarnya, sudah istirahat karena merasa kelelahan setelah mengumpulkan bukti-bukti selama seharian, di bantu oleh sahabatnya yang selalu ada Ipek pastinya, si gadis baik hati dan tidak sombong
Di tempat lain Rio yang baru sajah menyelesaikan kerjaanya, karena dari tadi siang dia tidak fokus dengan mengerjakan tugas-tugasnya. Maka dari itu dia sampai larut malam mengejar ketinggalan laporan yang harus dia cek.
"Malam ini kita kumpul infokan dengan yang lain." ucap Rio pada Aarav. Siang tadi Rio sudah memberitahukan pada Aarav agar Clovis, Arzen, dan Chandra datang ke tempat biasa mereka kumpul.
Di bar tempat Clovis, ketiga teman Rio sudah datang. Rio dan Aarav yang baru datang pun langsung ikut bergabung dengan mereka.
"Kenapa bos loe, lesu banget bawaanya, kaya bocah minta permen, nggak di kasih sama emaknya," tanya Arzen pada Aarav .
"Tau tuh dari tadi nggak ada ngomong apa-apa. Sakit gigi kali," celetuk Aarav,memang dari tadi sudah ditanya sama Aarav berulang kali dengan kejadian di rumah Rio. Namun Rio selalu diam, tidak mau memberikan jawaban sedikitpun.
"Ada yang perlu gue tanya sama kalian," tiba-tiba Rio menyela obrolan mereka. "Gue pengin tanya sama kalian, jadi lebih baik gue bahas dengan semuany nggak satu atau dua orang. Ini menyangkut kejadian semalam. Ada apa sebenarnya?" tanya Rio langsung dengan brondongan pertanyaan dan dengan tampang yang seriuz. "Gue yakin loe semua tau yang terjadi sama gue, sampai bisa kecolongan gue minum obat sialan itu." "Rio kembali berucap kali ini lebih dengan nada penuh emosi.
"Sebenarnya semua udah diprediksi sama kita, loe taukan obsesi Emly buat memiliki loe seutuhnya. Benar sajah semalam Emly mencampurkan obat perangsang di minuman yang loe minum. Biar rencana berjalan lancar, kita biarkan loe minum tuh minuman yang tercampur obat, agar terkesan rencana Emly berhasil." elas Dokter Chandra. Mewakilkan yang lain, Sementar yang lain hanya menyimak.
Rio masih mendengarkan semua kejadian demi kejadian semalam, dia akan mencerna dulu kejadian sebenarnya baru Rio akan bercerita juga dengan kejadian yang dia lakukan pada Ody, bagaimana pun temanya harus tahu agar bisa mencari solusi bersama, pikir Rio.
Dari beberapa bulan ini, Emly sebenarnya sudah merencanakan semua ini, tetapi aku selalu memberi tahu kamu, sehingga kamu lolos dan Emly lagi-lagi kecewa, tapi dia nggak nyerah sampai semalam dia mengulang rencana yang sama, kalo kita biarkan kamu lolos lagi, bukan tak mungkin Emly akan melakukan rencana lagi sampai kamu terjebak dan jatuh kembali kegenggaman dia." Clovis menambahkan penjelasanya, "Maka dari itu semalam kita biarkan loe minum agar Emly merasa berhasil, dan benar sajah ketika loe minum Emly langsung pergi dan merencanakan agar loe terperangkap, dia menyewa kamar dan meminta loe untuk datang kekamarnya, entah sadar atau tidak semalam loe hampir masuk kekamar Emly, setelah orang suruhan Emly mengambil foto loe yang menuju kamar Emly. Chandra dan Arzen menarik loe untuk pulang dan Aarav menyamar menggantikan posisi loe." Lanjut Clovis menjelaskan semua yang terjadi semalam.
"Ok gue bisa ngerti dengan rencana kalian, tapi kalian tau nggak di rumah gue ada Maid cewek, dan itu berbahaya ketika gue dalam kondisi tegang, terus tiba-tiba ada umpan didepan gue?" tanya Rio masih dengan muka yang tegang.
"Bukanya Aarav udah atur semuanya para maid di rumah loe, Aarav sudag suruh menginap di rumah keluarganya." kali ini Arzen berkata dengan melirik ke arah Aarav meminta Aarav menjelaskan .
"Jangan bilang, loe perkosa maid dirumah loe sendiri." tanya Clovis dengan muka mengejek.
"Tembakanmu benar Clov." jawab Rio dengan suara sedikit lesu
"Jadi jawaban dari pertanyaan gue tentang ruang keluarga yang berantakan, itu jawabanya loe abis bertempur sama Ody, dan loe gunain rungan itu?" tanya Aarav dengan muka setengah nggak percaya.
"Ya itu semua salah loe, kenapa Ody nggak nginep di rumah keluarganya, harusnya loe pastiin dong kalo Ody udah pergi. Ini malah kaya loe sengaja ngasih umpan Ody kedepan gue," tunjuk Rio ke arah Aarav dengan nada meninggi.
#Lagian bambang Rio kenapa nggak di kamar ajah sih, udah nggak tahan pasti yah. hehehe#
"Ya kan gue udah suruh mereka pergi, dan kemari Ody juga tanpak Happy ketika gue suruh pulang kerumah keluarganya, dia juga bilang Alhamdulillah akhirnya bisa nginep di rumah pamanya. berati dia senang dong." jelas Aarav mengiku ucapan Ody. Jadi mana aku tau alasanya dia balik lagi kerumah loe," jawab Aarav dengan tidak merasa bersalah .
"Haha ya udah Rio loh nikmatin ajah tuh cewek toh kamu juga udah rasain tapi ngomong-ngomong masih segel ka." ujar Clovis kepo.
"Nimatin sih nikmatin apa lagi dia masih gadis, cuma gue juga nggam mau yah di tuduh memperkosa sedang gue sendiri ngelakuinya dibawah pengaruh obat. Kurang menjiwai." jawab Rio ketus.
"Nasib Rio bagus, kalo loe mah jangan harap gadis. Orang kelakuan ajah begajulan gitu, nggak ketulungan berharap dapat yang masih seggel. Mending loe jadi penulis novel ajah baru loe bayangin jadi tokoh yang dapet gadis baru itu mungkin." ledek Chandra dengan tertawa puas.
"Sialan loe Chan, gini-gini gue juga pengin lah rasain yang masih segel itu gimana? Kadang kan imajinasi mah suka liar membayangkan dapat yang gadis wajar ajah dong," jawab Clovis jujur.
"Loe pengin dapat gadis tapi mainya sama wanita kupu, ya nggak mungkin,"Arzen pun ikut mengejek Clovis.
Memang dari kelima diantar mereka Clovis paling nakal kalo urusan cewek. Bahkan dia setiap menginginkan pelampiasannya, nggak akan ragu dia menyewa wanita pengibur, agar bisa menyalurkan hasratnya yang menegang, tapi pasti Clovis selalu menggunakan pengaman agar terhindar dari pernyakit kelamin.
"Tar deh gue tobat, main dengan anak rumahan kaya kalian," jawab Clovis enteng .
"Tobat....tobat, Tuhan ajah loe nggak percaya." sela Aarav.
"Gue belum percaya ajah, siapa tau etar gue jadi percaya Tuhan kalo dapat yang segelan." Lagi-lagi Clovis jawab dengan asal.
"Emang nih modelan kaya Clovis itu susah buat tobat, kecuali, ya ada yang bisa buat tobat." sela Chandra.
"Maksud loe?" tanya Aarav .
"Orang kalo udah sekelas Clovis itu susah buat percaya dengan Tuhan, hidupnya udah terlalu jauh menyimpang dengan ajarannya, tapi bukan berati dia nggak akan Tobat, bisa ajah dia tobat, dan biasanya yang buat dia insaf hanya cinta, hati yang memilih cinta dan akan merubahnya." Jelas Chandra sembari melirik Clovis.
Clovis yang menjadi topik obrolan pun hanya tertawa, karena yang diomongkan Chandra benar, dia tidak percaya dengan Tuhan bukan berati dia tak beragama, dia ada agama, tetapi itu semua hanya setatus. Hatinya masih membatu. Sehingga yang dia tau pencapaianya selama ini atas kerja keras keluarga, dan dirinya, nggak ada andil Tuhan didalamnya.
"Itu tidak akan pernah terjadi, dalam kamus hidup gue, nggak akan ada kenal cinta, buktinya umur gue udah hampir tiga puluh, gue bisa berhubungan dengan berberapa cewek tanpa adanya melibatkan cinta, dan perasaan." jelas Clovis dengan tegas.
"Ya kamu berdoa ajah selalu seperti itu, dan kami mendoakan sebaliknya. Semoga Clovis sipengusaha sukses yang tak hanya sukses di Indo, tapi juga sukses di negri singa putih serta penakluk banyak wanita, bisa bucin, sebucin-bucinya sampai level paling tinggi." Doa Arzen dan diaminkan serentak oleh keempat temanya.
Hahahaha,,...
Clovis tetawa dengan lepas. " Berdoa ajah kalian, yang menentukan tetap gue, karena yang punya hati gue." jawab Clovis dengan sombong.
#Waduh bambang Clovis main-main nih sombongnya. Awas ajah tar kalo bucin di ketawain nanti sama semua penduduk di Novel ini.
***Kebesaran seseorang tidak diukur dari kekuatannya, tapi diukur dari bagaimana dia berdiri tegap setiap kali dia terjatuh***
...****************...
# Jangan lupa dukung selalu karya author share juga yah biar makin banyak yang mampir "emot love"