
Clovis merentangkan tubuhnya, dan pasrah saja ketika Ipek akan memijitnya. Ipek mulai memijit Clovis, di mulai dari tangan sampai ke badan dan kaki. " Hemz... Enak juga nih pijatan Ipek," batin Clovis menikmati pijatan Ipek dengan sangat nyaman, dan mata terpejam.
Saking enaknya pijatan Ipek sampai tidak sadar Clovis pun tertidur. Sedangkan Ipek yang melihat suaminya tertidur pun memposisikan tubuhnya untuk tidur di samping Clovis. Mereka pun akhirnya tidur bersama saling belukan. Lupa niatnya yang akan mengadon debay deh....
Sementara itu Arzen dan Zawa yang ditinggal Clovis dan Ipek masuk kamar pun tidak mau ketinggalan. "Sayang kita juga sepertinya harus kerja keras deh biar tidak kalah oleh Clovis dan Ipek. Masa nanti Ipek duluan hamil. Yuk kita bikin adonan lagi biar nanti anak kita dan anak Ipek samaan besarnya," bisik Zawa di telinga Arzen ketika Ipek sudah pergi kekamarnya.
Sontak Arzen tidak bisa menolak ajakan istrinya itu. Yah Zawa memang sangat bisa diandalkan. Dia tidak pernah malu apabila harus meminta lebih dulu. Bahkan ketika Arzen tengah bekerja dan Zawa ingin penyatuan makan Zawa tidak akan malu dan tidak sungkan mengirimkan pesan agar Arzen pulang untuk melakukan penyatuan itu. Yah itulah Zawa. Siapapun yang melihat tidak akan pernah percaya bahwa Zawa akan melakukan itu, tetapi memang pada kenyataanya seperti itu. Zawa menjadi gadis pendiam apabila di luar dan akan jadi gadis yang liar ketika bersama dengan suaminya itu. Bahkan Zawa yang lebih kreatif untuk menciptakan gaya-gaya yang berfariatif dan tentunya bisa memu'askan suami.
Arzen dan Zawa pun benar-benar kejar setoran mereka sama-sama berharap bahwa bisa memiliki anak setidaknya umurnya samaan dengan anak Clovis dan Ipek sehingga mereka pun ikut mengikuti jejak Clovis sama-sama menghabiskan malam dan siang untuk menggarap ladang agar segera tumbuh benihnya.
Pagi ini bahkan pasangan Arzen dan istri nakalnya sudah mengadon sampai sekali lagi, dan malam tadi mereka sudah dua ron'de. Ah pokoknya di mana ada kesempatan mereka akan mengadon. Itu sih memang Zawa yang doyan....
Setelah penyatuan yang memakan waktu yang cukup panjang dan bahkan energi sarapan tadi sepertinya udah habis terkuras oleh permainan panas mereka. Sehingga kini perut Zawa pun kembali lapar.
"Sayang, ngomong-ngomong kira-kira Clovis sudah main berapa kali yah?" tanya Zawa fikiranya sungguh iseng sampai urusan ngadon mengadon mereka kepo.
"Pasti lebih dari dua kali lah dalam semalam. Dan aku pun yakin banget kalo sekarang mereka juga sedang olahraga lagi. Modus ajah tadi pagi mereka olahraga padahal bisa ajah mereka habis main kan tidak ada yang tahu. Apalagi Clovis kan mantan casanova pasti tidak akan cukup sekali ketika buka puasa," kekeh Arzen menertawakan kelakuan Clovis tempo dulu yang bahkan dulu Clovis dalam satu malam saja sudah sering bermain dengan wanita bayaranya lebih dari satu kali permainan. Apalagi sekarang yang sudah halal pasti di pake terus, tidak akan dianggurin.
"Hehe memang Clovis itu separah itu yah sayang?" tanya Zawa dengan nafas yang masih tersenggal karena sisa bercin-tanya.
"Yah begitu sayang Clovis itu diantara kita ya paling bandel kalo soal urusan seperti itu. Mungkin karena pengaruh pekerjaanya kali yah jadi Clovis seperti itu dan dulu kan dia pengusaha bar dan Club jadi main wanita bayaran itu udah sangat biasa sekali jadi ya jangan aneh lah sayang. Tapi orangnya sih baik banget tidak pernah perhitungan dia akan lebih baik sama kita kalo memang kita bisa baik sama dia.
"Iya sih yah kan dia kerjaanya seperti itu, tapi aku salut sayang kenapa dia bisa berubah banget. Meninggalkan bisnisnya yang haram itu padahal omset dari bisnisnya itu pasti tidak main-main tapi dia mau meninggalkanya demi masa depan yang lebih baik lagi. Dan dia juga bisa meninggalkan dunianya yang gelap hanya karena satu gadis yang dulu sangat-sangat di benci. Berati yang hebat kayaknya Ipek yah sayang," ucap Zawa memuji Clovis dan Ipek dengan hidupnya yang sekarang di mana dia bisa meninggalkan dunianya yang gelap itu.
"Iya aku pun salut sama dia sayang, terus dia bisa melupakan semua keburukan aku dan berteman baik lagi sama aku. Padahal terakhir-akhir dulu aku bertemu dengan dia itu masih bersitegang. Dan Clovis hampir meregang nyawa sama aku loh sayang." Entah angin dari mana Arzen justru memutuskan bercerita kejadian buruknya dulu yang malah sempat menyewa pereman-pereman untuk memberi pelajaran sama Clovis. Sampai Clovis benar-benar hampir meninggal, kalo Ipek tidak lewat mungkin benaran dia sudah tinggal nama dan Arzen menghabiskan sisa hidupnya di dalam penjara.
Zawa nampak terkejut dengan apa yang suaminya katakan. Zawa pun langsung duduk karena saking kagetnya dan bersemangat menyimak apa yang Arzen ceritakan.
"Hah... Kamu serius sayang kamu pernah segelap itu, memang permasalahanya apa kenapa kamu bisa membuat Clovis hampir mati, apa kamu tidak bisa berfikir jernih kenapa bisa melakukan hal merugikan seperti itu, lalu gimana kenapa Clovis juga bisa selamat sayang?" tanya Zawa dengan antusias ingin mendengar pengalaman buruk yang menimpa suaminya dan sampai berbuat nekad sekali, menghajar temanya sendiri sampai hampir meninggal.
"Gara-gara kamu sayang," jawab Arzen sembari tersenyum konyol. Ketika mengingat kembali ke bodohanya dulu demi cintanya sama Zawa dia sampai berbuat gila, api cembur memang ganas, menutup kejernihan fikiran.
"Seriuz sayang, masa bercanda sih, mana ngomongin kejahatan lagi. Aku saat itu cemburu banget sama Clovis, cemburu buta lah. Kamu ingat tidak yang aku dan Ipek kerja sama membuat vidio melakukan hubungan suami istri, tetapi padahal vidio itu hanya editan semata?" tanya Arzen dengan menahan tawanya. Di mana Arzen ingin tahu reaksi Clovis yang selama ini mengira bahwa Ipek di pera-wanin oleh Arzen tetapi malah semua itu hanya rekayasa semata. "Kira-kira Clovis sudah tahu belum yah fakta sesungguhnya," batin Arzen, sembari menahan tawanya.
"Hahaha... Astagah aku baru ingat kamu dan Ipek pernah memiliki ide segila itu," ujar Zawa sembari tertawa renyah.
"Ide Ipek itu sayang, dan aku di bayar satu miliar sama Ipek karena membantu rencana dia itu," jawab Arzen membocorkan semuanya.
"Hah... satu miliar hanya untuk sebuah vidio bohongan seperti itu?" tanya Zawa tidak percaya, dengan kedua biji matanya hampir loncat.
Arzen mengangguk dengan semangat. "Pokoknya dari kejadian itu Clovis tanpa sepengetahuan aku kan membocorkan Vidio itu sama kamu, padahal di perjanjianya Vidio itu hanya untuk konsumsi pribadi. Tapi Clovis melanggar perjanjian diantara kita. Udah gitu Clovis dengan terang-terangan menggoda kamu dan mengatakan akan merebut kamu dari aku karena ingin merasakan melakukan penyatuan sama kamu. Gila kan dia? Siapa yang tidak marah dan hilang akal coba punya teman modelan Clovis," ucap Arzen dengan bersungut ketika mengingat kelakuan Clovis dulu.
Zawa pun mengingat lagi momen itu, dan ia baru ingat bahwa Clovis memang pernah menggoda dirinya tetapi tidak pernah sedikit pun Zawa menduga bahwa Clovis serius waktu itu. Zawa malah menganggapnya dulu hanya candaan semata. Bukanya sangat biasa ketika laki-laki menggoda seperti itu dan Zawa menduganya ya hanya candaan biasa saja. "Jadi kamu melakukan hal konyol itu karena Clovis yang melakukan hal itu. Padahal aku dulu ngiranya hanya candaan saja loh sayang, tidak menduga sedikit pun bahwa Clovis bersunguh-sungguh dalam ucapanya." ucap Zawa dengan heran kalo Arzen ternyata ngeri juga ketika sudah diusik.
"Ya serius lah sayang, aku tahu banget gimana Clovis itu dan aku juga tahu kalo Clovis ketika ingin sesuatu itu akan menghalalkan segara cara ya termasuk bisa saja Clovis memberikan minuman yang mengandung obat perang-sang, bisa saja kan? Terus tanpa sadar kamu melakukan perbuatan itu karena dibawah obat sialan itu," ucap Arzen, menceritakan kecemasanya yang sampai berlebih itu.
"Ih...(Zawa bergidik ngeri membayangkan apa yang Arzen katakan) Untung semua tidak terjadi seperti itu yah sayang. Aku benar-benar tidak kefikiran sampai sana," balas Zawa akhirnya bisa mengerti kecemasan Arzen waktu itu sampai-sampai Arzen pun melangkah lebih dulu untuk membuat pelajaran terhadap Clovis.
"Makanya aku dulu marah banget sama anak itu. Dan nyewa preman-preman buat buntutin dia dan menghajar Clovis sampai babak belur. Dan kebetulan Ipek lewat dan memberikan pertolongan dan orang-orang suruhan aku pergi, kalo Ipek tidak lewat mungkin Clovis beneran meninggal, dan aku mungkin di penjara," ucap Arzen bercerita ke bodohanya.
"Ya Allah sayang kamu sampe berbuat sejauh itu, dan kayaknya aku pantes berterima kasih sama Ipek deh. Selain karena kedatanganya yang menyelamatkan Clovis. Pastinya juga karena dia menyelamatkan kamu dari kasus pembu-nuhan beren-cana dan kamu tidak sampai di penjara," ucap Zawa sangat bersyukur karena Ipek sang penolong.
Hahaha... Arzen pun tertawa renyah karena perbuatanya dulu. "Hahaha itu dulu sayang dan sekarang aku dan Clovis sudah jadi sahabat selamanya. Namanya anak mudah pasti pernah ada cerita yang unik dan menantang dan ini cerita aku dan Clovis," ucap Arzen dengan enteng.
Sementara Zawa malah ngeri dengar ceritanya, sangat takut kalo Arzen dulu sampai benar-benar apes pasti kisah cinta mereka tidak akan semenarik sekarang.
"Tapi kamu harus janji yah jangan punya sifat kaya dulu lagi, ngeri banget," ucap Zawa sembari mengulurkan jari kelingkingnya.
"Iya janji sayang, aku sekarang mah kan kamu juga udah tahu gimana keseharian aku nggak mungkin lah bar-bar kaya dulu lagi. Bar-barnya aku mah kalo di atas ranjang ajah," goda Arzen sembari memeluk dengan posesif tubuh polos istrinya itu. Mereka pun tertawa bersama dan bersiap mengulang membuat adonan de-bay mumpung lagi dalam suasana pengantin baru jadi di manfaatkan dengan sebaik mungkin. Seperti itu kira-kira fikiran Zawa dan Arzen.