Beauty Clouds

Beauty Clouds
Syarat Maaf dari Ody



Di ruangan rawat Baby Mayra


"Saya setuju dan saya akan ikuti apa mau kamu, Ody." Rio langsung menyanggupi usulan dari Ody, kalo pun nanti harus membuat perjanjian. Rio akan berusaha menaati perjanjian itu, karena yang terpenting ia bisa memantau dan melihat Ody. Saat ini, itu saja sudah lebih dari cukup.


"Dy, kamu mau mengajukan sarat perjanjian apa biar nanti di tulis dan kami sebagai saksinya." Intan mencoba menanyakan pada Ody agar Ody mau berbicara, tidak hanya diam menyimak.


Ody mencoba menenangkan degup jantungnya, yang sejak tadi semakin kencang. "Syarat yang ingin saya ajukan adalah, saya pengin kita pisah kamar, seperti saat pertama kita nikah. Biarkan aku merawat Mayra." Ody mencoba menarik nafasnya. "Aku juga belum siap untuk saling berinteraksi dengan Rio, aku ingin pernikahan kita kaya dulu. Kalo perlu perjanjian yang dulu diaktifkan ulang. Aku lebih nyaman dengan setatus yang dulu." Ody menyampaikan keinginanya.


"Kalo mengaktifkan perjanjian yang dulu tidak mungkin Dy. Sebab perjanjian dulu kamu memenuhi kebutuhanmu seorang diri. Sedang sekarang kamu ada Mayra yang butuh kamu setiap menitnya. Jadi aku akan bertanggung jawab dengan kebutuhanmu. Kalo untuk pisah kamar dan sebagainya aku tidak keberatan." Rio pun menyetujui pesyaratan dari Ody.


Papih pun hanya bisa pasrah sebab yang menjalankan semuanya adalah Rio dan Ody, meskipun pernikahan yang anak dan mantunya jalani sangat aneh.


"Satu lagi, aku juga pengin kamu kembali mengabdikan hidupmu untuk kembali menjadi dokter. Aku lebih suka kamu kembali menjadi tenaga medis." Ody menyampaikan keinginan yang kedua.


Rio nampak terdiam, jujur ia belum siap untuk kembali menjadi tenaga medis. Traumanya masih sering kambuh, ketika melihat pasien yang terbaring lemah. Rio akan ketakutan yang sangat luar biasa. Kembali mengingat detik-detik terakhir Angel menghebuskan nafas terakhirnya.


"Aku akan mencobanya, tapi jujur aku belum seratus persen berani untuk kembali mengabdikan diri menjadi dokter kembali. Namun demi kalian, aku akan mencoba. Aku akan melawan ketakutanku, dan akan membuktikan bahwa aku pantas untuk kamu maafkan." Rio nampak bersungguh-sungguh dengan niatnya. Walaupun persyaratan mendapatkan maaf dari Ody sangat sulit, tetapi ia tidak akan menyerah.


Setelah Ody menyampaikan syarat untuk Rio, ruangan itu pun kembali di selimuti kesunyian.


"Kayaknya udah selesai pertemuan ini, kamu nggak ada syarat atau permintaan apa-apa Rio?" Intan memastika bahwa Rio tidak meminta sesuatu.


Rio pun menggelengkan kepala. "Aku nggak ada syarat atau permintaan apa-apa. Ody sudah mau pulang ke rumah juga sudah lebih dari cukup."


"Nanti kalo kamu ada apa-apa baik kondisi Mayra atau pun kamu sendiri. Kamu jangan sungkan bilang sama Papih. Kalo kamu enggan bicara pada Rio kamu bilang sama Papih, atau mungkin Rio membuat kamu sakit hati dan tersinggung, melanggar peraturan kamu bisa bilang sama Papih. Papih akan bersikap netral, tidak akan membela Rio, kalo memang Rio salah Papih akan tegur. Kamu bisa pegang ucapan Papih." Tuan Hartono pun tidak mau Ody tertutup mengenaik rumah tangganya.


"Baik Pih, terima kasih sudah baik sama Ody." Ody memang merasa lebih dekat dan terbuka dengan papih. Sebab Papih terlihat lebih bijaksana. Walaupun sebenarnya Mamih dan Kak Luna pun sama orangnya seru dan baik, tetapi karena kejadian kemari-kemarin membuat Ody belum begitu yakin dengan mereka.


Setelah Papih menasihati Rio dan Ody. Bertepatan dengan itu suara tangis Baby Mayra terdengar. Suara tangis yang sangat lemah. Kondisi Mayra memang sudah banyak perubahan tetapi, untuk suaranya masih lemah dan hanya terdengar suara ringkihan dari Mayra.


"Hay, sayang... ini Bunda ada disini May haus yah? Cari-cari Bunda." Ody mengajak ngobrol Mayra dan seketika itu Mayra diam seolah tau bahwa yang mengajak ngobrol adalah wanita yang akan merawatnya.


Rio dan Papih pun mendekat dan melihat Baby Mayra, mengajak bercengkrama. Setelah Mayra semakin gelisah karena kehausan akhirnya Rio bersama papih pamit hendak kembali keruanganya. Memberika waktu untuk Ody menyusui Baby Mayra.


Di ruangan Rio..


"Apa dulu pernikahan kalian adalah pernikahan diatas kertas seperti Ody bilang?" Papih memastika semua yang diucapkan Ody. Papih ingin mendengar langsung dari putranya.


Rio hanya mengangguk lemah. "Iya yang Ody dan Intan bilang semuanya benar," lirih Rio.


"Kenapa kamu melakukanya Rio, apa kamu tidak berfikir, kalo seperti itu tandanya kamu itu membuat trauma sama Ody. Belum kejadian kemarin itu sangat mengganggu mentalnya." Papih tidak habis fikir kenapa anaknya melakukan semua ini.


"Semua yang terjadi diantar aku dan Emly sangat membuat aku tersiksa Pap, terlebih Emly yang selalu membuat kekacauan. Sampai malam itu Emly menjebak aku dengan obat perangsang dan tidak diduga juatru Ody datang ketika aku tengah berusaha mati-matian menahan hasrat bercinta. Sampai tanpa sadar Rio melakukan hal diluar kendali Rio. Rio memperkosa Ody dan juga melakukan kekerasan pada Ody tanpa sadar. Rio marah pada semuanya, termasuk Ody." Rio menahan tangisnya manakala mengingat semuanya. Benar kata Papih, pasti Ody memiliki trauma yang sangat dalam, beruntung Ody wanita yang hebat sehingga bisa melewati setiap cobaan yang menghadangnya.


Papih membuang nafasnya kasar. Permasalahan pada putranya sangat ruyam. Selama satu tahun lebih Papih tinggal di negri jiran karena mengurus bisnisnya. Sudah membuat masalah yang sangat besar terutama dengan putranya.


"Rio harus gimana Pih, Rio akui selama ini memang lebih sering menyakiti Ody, dari pada membahagiakanya. Bahkan dipernikahan awal Niko menganggap Ody sekedar pembantu dan mengusir Ody dari rumah Rio, dan membiarkan Ody terlunta-lunta dijalan dan mencari nafkan sendiri sampai anak Rio yang menghukum Rio dan membuat Rio semakin dekat dengan Ody. Yah Angel yang membuat Rio dekat kembali dengan istri Rio." Rio semakin terisak.


"Papih tidak tau harus gimana, karena sepertinya memang kamu itu pantas mendapatkan hukuman itu. Kamu pantas menerima ini semua. Justru Papih merasa seharuanya kamu mendapatkan hukuman yang lebih dari istri kamu. Papih hanya bisa meminta kamu hargai istri kamu. Bahagiakan dia, jangan bikin dia meneteskan air mata lagi. Beruntung Ody bertemu dengan Intan. Apa Intan juga tau perlakuan kamu pada Ody?" Papih bertanya pada Rio demikian, sebab Papih melihat Intan seperti sangat kekeh berada dipihak Ody.


Rio mengangguk, " Intan yang membuat Rio mau menikahi Ody."


"Pantas sajah Intan sangat tau semuanya. Seharusnya Papih berterima kasih pada Intan karena dia sudah memberikan jodoh terbaik buat kamu. Papih liat Ody itu tulus sayang sama kamu, jadi Papih hanya bisa mengingatkan kamu, sebelum terulang kesalahan lagi. Jangan sakiti wanita seperti Osy lagi. Sayangi dia. Bangun keluarga yang harmonis bersamanya. Wanita seperti Ody sangat langka." Papih terus menasehati Rio, agar Rio berubah. Papih sebgai orang tua Rio sangat tau betul sifat anaknya yang kadang emosian.


...****************...


Hay... Othor bawa rekomendasi novel yang sangat keren, karya besti othor namanya Ka Pipih. Kalian wajib mampir yah!! Ketik judulnya di laman pencarian, jagan lupa tekan Fav dulu, lanjut baca dan tekan like, komen dan kasih hadiah biar othornya Happy...


Kuy baca yah...



"Rio janji Pih. Rio janji akan merubah sifat Rio." Tidak ada yang bisa Rio ucapkan selain janji dan membuktikan ucapanya.