
Setelah sarapan bersama dan mengobrol dengan teman-teman Clovis lebih dulu sebelum kembali ke kamar hotel untuk istirahat dan mengadon de-bay sesuai yang orang-orang tadi gibahin dirinya barusan.
Sementara Abi mengantarkan mantan besanya keluarga Wahid pulang kembali ke kampung halamaya.
Sedangkan keluarga Clovis setelah acara selesai langsung pamit pulang ke Singapura karena satu dan dua kesibukan yang tidak bisa di tinggalkan. Maka dari itu Clovis tidak ada lagi keluarga, semuanya karena orang tuanya dan juga adiknya langsung terbang lagi malam itu juga untuk pulang ke Singapura.
"Sayang kita masuk ke kamar lagi yuk badan Abang, sudah sangat lengket nih," ucap Clovis dengan mengkode agar Ipek mau kembali ke kamarnya meninggalkan obrolan yang tidak berfaedah dengan teman-temanya itu.
Ody dan Rio pun kembali pamit akan kembali pulang kerumahnya karena Rio akan kembali bekerja, tidak enak apabila terlalu lama meninggalkan pekerjaanya. Setelah berpamitan dengan teman-teman yang ada di sana Ody dan Rio pun pamit lebih dulu pulang kerumahnya. Di susul dengan sang duda, Chandra yang juga pamit pulang lebih dulu menyusul ody dan Rio.
"Vis, Pek gue juga pulang yah ada kerjaan soalnya nanti ambil praktek sore," pamit Intan, padahal sebenarnya ia masih betah di hotel itu biar pun tidak memiliki pasangan tetapi kebersamaan mereka membuat Intan betah berlama-lama kumpul di sana.
"Iya, terima kasih yah Tan, karena loe sudah mau bantu pernikahan kita tanpa kalian semuanya tidak akan berjalan dengan lancar," balas Clovis. Yah Bahkan Clovis baru tahu dan sadar ternyata teman-temanya ikut terlibat dengan apa yang terjadi dengan rencana pernikahanya di mana ternyata Abi sudah memberi tahu pada teman-temanya semua, tidak hanya teman-temanya keluarganya di Singapura pun di kasih tahu dengan rencana Abi itu. Hanya Clovis yang tidak diberi tahu dengan rencana calon mertuanya itu.
Mungkin hanya Clovis yang tidak tahu dengan rencana Abinya Ipek itu. Dan Clovis akui bahwa Abi dan semuanya benar-benar kompak. Sampai-sampai Clovis tidak sedikit pun curiga dengan rencana mereka. Terlihat seperti orang bodoh sih nurut saja dengan nasihat sahabatnya Arzen dan Zawa padahal semua itu adalah bagian dari rencana mereka. Namun setidaknya saat ini Clovis sudah mendapatkan kebahagiaanya itu.
Setelah Intan, Rio dan Ody yang sudah lebih dulu berpamitan kini Aarav pun menyusul berpamitan dengan pasangan baru itu. Tidak lupa juga Clovis kembali mengucapkan rasa terima kasihnya dengan apa yang sudah mereka lakukan.
Setelah berpamitan dan saling bermelow-melow, Clovis dan Ipek pun berpamitan pada Arzen dan Zawa yang masih ada di sana, yah Arzen dan Zawa masih mau menginap satu malam lagi di hotel ini. Di mana Arzen dan Zawa ingin mengikuti jejak Clovis dan Ipek di mana mereka juga masih tergolong pengantin baru sehingga bisa di bilang ini adalah bulan madu juga usaha agar cepat mendapatkan buah hati. Yah kedua pasangan halal itu sedang berlomba menunjukan siapa yang paling per-kasa dalam urusan mengadon.
"Aduh akhirnya bisa kembali masuk kamar," ucap Clovis begitu membuka pintunya dan segera melempar tubuh kekarnya ka atas kasur yang empuk itu.
"Cape banget yah Bang, abis olahraga? Mau Ipek pijitin?" tanya Ipek dengan senyum mengembang dan suara lembutnya.
Clovis pun membuka kedua matanya yang sebelumnya sudah di pejamkan matanya.
"Boleh tapi pijit plus-plus yah," ucap Clovis dengan alis di naik turunkan memberi kode tadi di taman kalo istrinya itu mau meminta duluan.
Ipek tampak memikirkan ucapan Clovis itu. " Memang kalo pijit plus-plus gimana?" tanya Ipek untuk memastikan bahwa tebakan tidak meleset.
"Pijat plus-plus itu pijat yang berujung mandi keringat," bisik Clovis dengan menggoda, dia akan mengajarkan istrinya menjadi istri yang nakal sama suami. Karena bagi Clovia cewek agresif itu sensasinya berberbeda.
"Baby gimana kalo kamu pake baju yang seperti semalam? Entah, Abang suka banget kalo kamu pake baju yang kaya semalam apalagi kalo warnanya merah menyala, seolah kecantikan kamu bertambah berkali-kali lipat," ucap Clovis dengan nada merayu.
Ipek pun tampak mengernyitkan keningnya. " Emang bisa pake pakeian aneh kaya gitu jadi tambah cantik?" tanya Ipek dengan heran.
"Iya Baby, karen itu tandanya kamu berbakti pada suami," ucap Clovis agar Ipek mau mengikuti idenya.
"Baiklah Ipek akan pake pakaian yang seperti semalam dan kali ini pake dengan warna merah," ucap Ipek dengan bersiap bangun dan akan mengambil pakaian tipis itu dan akan memakai sesuai permintaan suaminya yang manja.
"Tunggu!!!" Clovis menahan Ipek ketika ia akan berdiri.
"Apa lagi Abang?" tanya Ipek dengan suara mendayu-dayu.
Clovis justru menari Ipek sehingga hampir jatuh menindih Clovis tetapi laki-laki bertubuh kekar itu berhasil menahan Ipek dan Clovis menyatukan bi'bir mereka sehingga kembali bi'bir mereka saling bertaut dan lidah Clovis pun mengabsen satu persatu gigi kecil nan rapih milik Ipek. Dan Ipek pun membalasnya dengan sama seperti yang malam, pagi tadi Clovis ajarkan. Yah, untungnya istrinya itu peniru yang handal sehinga baru beberapa kali dicontohkan Ipek bisa peraktik dengan sangat baik.
Ahahah... Ipek kembali tersenggal nafasnya setelah permainan menanasan itu. Clovis pun melepas Ipek agar segera berganti pakaian itu dan mereka segera melakukan penyatuan.
Bahkan sejak sarapan sebenarnya antena Clovis sudah menegang terus terlebih pembahasan pagi tadi tidak jauh dari membuat adonan sehingga Clovis sudah tidak sabar buru-buru ingin ngadon de-bay.
Ipek pun begitu suaminya melepaskan permainan panas itu langsung beranjak dan mengambil pakaian yang Clovis maksud dan menggantinya di kamar mandi.
Ipek berjalan dengan sangat menggoda suaminya itu. Clovis tidak bisa memejamkan matanya. "Aduh kalo kaya gini pemandanganya mana bisa nunggu dipijit dulu. Pasti penginya langsung tancap dan menabur benih," batin Clovis. Dalam isi kepalanya sudah di penuhi dengan berbagai gaya yang ingin ia praktikan.
"Mana dulu Bang yang mau di pijit?" tanya Ipek dengan suara yang di telinga Clovis sangat menggoda.
"Kalo nggak jadi di pijit tapi langsung ke permainan kira-kira enak tidak?" tanya Clovis agar Ipek tidak kecewa sudah siap memijit malah tidak jadi melakukanya malah langsung ke permainan sesungguhnya.
Ipek kembali heran. "Pijat dulu betar yah Bang, biar badan Abang enakan," ucap Ipek dengan mencoba merangkak ke atas pembaringan dan mendekati Clovis dan bersiap memijit suaminya itu.
Glek... Clovis menelan salivanya manakal melihat belahan dada istrinya yang sangat menggoda. Clovis seolah tidak sabar dan ingin segera memainkan benda kembar itu.