
Jam sudah menunjukan tengah malam. Namun sepertinya pembahasan antara Rio dan teman-teman belum menandakan akan berakhir .
Justru semakin malam topik mereka semakin menarik.
"Terus rencana loe mau gimana sama Ody, secara kan loh udah melakukan kejahatan luar biasa sama dia. Malah Pemerkosaan masuk ke kejahatan yang berat loh." ujar Chandra menanyakan langkah untuk Rio kedepanya.
"Gue akan bicara empat mata pastinya dengan Ody, dan akan meminta dia menutup mulut buat kejadian ini berapapun dia minta ganti rugi pasti gue berikan." jawab Rio dengan enteng.
"Apa loe nggak ada niat buat bertanggung jawab? Gimana kalo Ody hamil?" tanya Chandra lagi .
"Untuk bertanggung jawab dengan menikahinya pasti nggak akan pernah. loe tau kan mamih, papih juga pasti nggak bakal merestui. Mereka pengin gue menikah dengan keluarga yang kaya. Gimana reaksi mereka kalo aku memutuskan menikah dengan Ody, yang notabenya hanya Art, dari keluarga sederhana.
belum kalo tau mamih, dan papih tau bahwa aku menikahi Ody karena kejadian semalam." ucap Rio menjelaskan isi dari pemikiranya .
Gue nggaj tau gimana keluarga loe, tapi kamu harus mengambil keputusan sebaik mungkin. Jangan sampai ada pihak yang dirugikan .
Gue hanya takut kalo Ody hamil. Kasian nanti anaknya. Kamu harus pikirkan itu." ujar Chandra lagi-lagi menasehati Rio.
Secara, Chandra adalah sepupu dari Rio, dan Chandra juga duda dengan anak satu. Istri Chandra sudah meninggal ketika bayinya masih berusia satu tahun di sebabkan karna sakit. Maka dari itu Candra menasehati jangan sampai ada anak yang lahir tanpa ayah di sampingnya. Pasti akan menyakitkan sekali buat Ody kalo sampai dia hamil dan Rio lepas tangan dengan perbuatanya.
"Loe tenang ajah Ndra, kalo Ody hamil gue pasti akan tanggung jawab, semua kebutuhan dia dan anaknya nanti aku bisa penuhi tanpa harus menikahinya." ujar Rio enteng.
Chandra yang mendengar penuturan Rio pun hanya geleng-geleng kepala tidak percaya bahwa sepupunya setega itu. Chandra pikir semakin diperdebatkan justri Rio semakin keras menolak bertanggung jawab. Maka dari itu Chandra memilih diam.
"Rasa tanggung jawab itu, nggak semata-mata hanya tentang materi. Namun ketika ada anak tanggung jawab adalah membesarkan bersama, menjaga agar anak tetap dalam kebahagiaan. Kalo cara kamu kaya gini, yang ada kamu malah sama sajah membuat kecewa anakmu." nasehat Chandra tetap ingin Rio bertanggung jawab dengan perbuatanya.
"Apa kamu sudah ketemu, dan bicara dengan Ody?" tanya Aarav.
Belum, lo taukan gue tadi pagi langsung pergi ke rumah sakit, dan sampai sekarang nggak pulang, nanti ketika gue udah siap dan pekiran sudah tenang pasti pulang kerumah, dan bicara denganya.
"Jadi sekarang loe ga mau pulang?" tanya Aarav lagi.
"Untuk sekarang gue pengin pulang ke apartemen Clovis dulu," jawab Rio singkat sembari melirik Clovis.
Teman-teman Rio pun hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya. Mereka tau betul bahwa Rio memang sangat keras kepala.
#Kasian banget nasibmu Ody, diperkosa sama orang modelan begini. kayaknya harus disentil ginjalnya nih bambang Rio! biar luluh. Gemes #
Dari tadi bahas Rio terus, apa kalian nggak ingin tau nasib Emly dengan gue? Apa kalian juga nggak pengin denger cerita malam panas antara gue, dan Emly?" tanya Aarav mencoba mengalihkan obrolan Rio.
"Kenapa sampe lupa dengan nasib si Emly, gimana reaksi dia ketika tau yang udah nidurin dia itu loe, bukan Rio?" tanya Clovis dengan penuh semangat, pengin tau reaksi Emly.
#Bambang Clovis Ini ketika bahas yang berbau wik-wik ko semangat sekali sih.#
"Kalo ditanya reaksi dia pasti syok, bahkan marah banget," ujar Aarav menceritakan kejadian dia didalam kamar bersama Emly semalam.
"Bener kata kalian kalo Emly nggak hanya pengin memiliki Rio, dia juga memasang kamera untuk merekam, dan dia gunakan buat menekan loe, Rio. Dia merekam semua yang terjadi di kamar itu.Tujuanya pastin kalian tau lah dia akan gunain vidio itu buat ancam Rio.
jelas Aarav.
"Tuh dengerin Rio kalo loe nggak gue ajah pulang, yang ada loe yang tidur dengan Emly.
Bisa saja saat ini loe lagi disidang oleh keluarga kalian, gara-gara vidio mesum loe sama dia, jadi loe pilih deh mending sama Ody atau Emly, cewex licik yang doyan selingkuh." ucap Arzen menyadarkan Rio.
"Nggak ada yang harus gue pilih dua-duanya nggak ada bedanya." lagi-lagi Rio jawab dengan singkat tanpa memikirkan jawabanya.
"lo masih pegang rekaman Emly kan?"tanya Rio
"Masih lah,"jawab Aarav.
"Rekaman itu jangan sampai hilang! Bisa jadi senjata buat neken Emly, kalo dia masih ngotot pengin balik sama gue. Cukup ini terakhir gue ada urusan ma dia." dengus Rio kesal dengan sikap kekanankan Emly, karna obsesi Emly, kini ia terseret kemasalah yang besar.
"Loe nggak usah khawatir, gue pastikan Emly nggam akan pernah berani gangu lo lagi." ucap Aarav singkat menengkan Rio.
Ketika obrolan mereka sudah selesai ,dan Rio tetap dengan pendirianya, tidak akan mau bertanggung jawab dengan kejadianya bersama Ody.
Teman-temanya hanya bisa ngikutin keputusan Rio, karena kan Rio yang menjalani. Mereka juga nggak akan maksa apa-apa, tapi mereka akan selalu menasehati Rio untuk memikirkan keputusanya .
Kelima laki-laki itu pun mulai bubar, Aarav pulang dan Rio bersama Clovis pulang bareng.
Malam ini Rio akan menginap diapartemen milik Clovis.
*Teman sejati adalah dia yang memberi nasehat ketika melihat kesalahanmu,dan dia yang membelamu saat kamu tidak ada.-Ali b**in Abi Thalib**.
...****************...
#Terimakasih buat yang sudah mampir❤