
Dirumah Dokter Rio.
Ody segera memakai kembali semua pakaiannya dan kembali masuk kekamarnya ketika Rio sudah melepaskan cengkramanya.
Dengan langkah tertatih, karena menahan perih dibagian ke maluannya, Ody meninggalkan Rio seorang diri diruang kelurga .
Sedang Rio yang melihat Ody menangis, dan memakai pakaian yang sebelumnya sempat Rio tarik dengan paksa dan berceceran dlantai. Dia sebenarnya merasa bersalah telah merusak masa depan Ody, jelas Rio tidak menginginkan ini semua terjadi. Semuanya terjadi dibawah kesadaran Rio.
"Obat sialan," ucap Rio, ia mencengkram rambutnya dengan sebelah tangan, dan melempar gelas yang dia pegang. Rio juga melampiasan kekesalanya dengan melempar apa saja benda yang berada didekatnya, sehingga menimbulkan kegaduhan
Ody yang berada dikamar, duduk bersimpuh dengan memeluk kedua kakinya. Mendengar kegaduhan yang Rio timbulkan, kembali merasakan ketakutan yang luar biasa. Ody takut kalo Rio akan melakukan pelecehan kembali terhadapnya.
"Apa yang sebenarnya terjadi dengan Dokter Rio? kenapa malam ini dari tatapan dan perlakuan begitu berbeda, "batin Ody bingung.
Sebelumnya Rio tidak pernah berbuat yang menjurus ke perbuatan mesum. Justru yang Ody liat Rio sangat menghormati Ody dan Ipek. Namun, malam ini Rio berubah seperti "M****onster" yang sangat mengerikan.
Sampai badan Ody banyak yang biru, karena memar, dicengkram oleh Rio. Bahkan pergelangan tangan Ody merah dan masih berasa sakit karena ditarik kasar oleh Rio.
Rio yang sudah merasa lelah karna meluapkan kemarahanya, menyambar bathrobe yang tergeletak dilantai, dan beranjak kekamarnya.
Dia langsung mengguyur tubuhnya dengan air dingin. Menetralkan pikiran, dan tubuhnya yang sangat lemas, efek pertempuran dengan Ody yang banyak mengeluarkan tenaga.
Begitu air dingin dari syower menyiram tubuhnya, Rio merasakan beberapa bagian tubuhnya perih, setelah Rio teliti ternyata dipunggung, dada dan kedua lenganya banyak luka cakar dan gigitan hasil karya Ody. Tentu sebelumnya Rio tidak merasakan itu, karena yang dia rasakan hanya gejolak untuk ber cinta yang sangat memuncak.
"Astaga ternyata Ody ganas sekali. Ini tubuhku kenapa jadi kaya habis bertarung dengan harimau. Banyak cakaran dan gigikan, aku jadi curiga jangan-jangan tuh cewek titisan Derakula dan Harimau." batin Rio.
Rio pun menghentikan mandinya,dan langsung mengeringkan tubuhnya dengan handuk.
dia mengambil kotak P3k yang selalu tersedia dikamarnya. Mengoleskan obat luka ditubuhnya yang terdapat hasil karya Ody .
setelah memastikan semua lukanya Rio obati dia merebahkan tubuhnya dan memejamkan matanya. Biar masalah malam ini dia selesaikan besok dengan mencari tau fakta sebenarnya dari Aarav dan yang lainya .
Rio sangat yakin teman-temanya mengetahui apa yang terjadi sebenarnya dengan dirinya sebelum pulang kerumah.
Sementara Ody didalam kamar tidak bisa memejamkan matanya dia terus menagisi nasibnya. Sampai-sampai matanya sudah sebesar bola bekel.
Ody juga memikirkan langkah apa buat meminta Rio bertanggung jawab.
"Gimana kalo nanti aku hamil? Pokoknya hamil atau tidaknya akibat kejadian malam ini. Aku harus buat Dokter Rio bertanggung jawab." batin Ody. "Dia sudah membuatku kehilangan hal yang paling berharga nantinya untuk calon Suamiku," gumam Ody, ia bertekad membuat Rio bertanggung jawab.
Ody bersiap bersih-bersih untuk menjalankan kewajibanya sebagai seorang muslim.
Sholat Subuh sudah Ody jalankan dengan khusu, dan Ody tentunya tidak lupa memanjatkan doanya agar dituntun menemukan jalan yang terbaik buat masalah yang menimpanya.
Ody bingung mau bercerita dan meminta bantuan dengan siapa, pastinyan Ody sadar betul dirinya harus meminta bantuan seseorang untuk mengungkap kasusnya, kalo dia kerjakan sendiri nggak bakal berhasil.
Akhirnya Ody memutuskan menelepon Ipek .
panggilan pertama dan kedua tidak mendapatkan jawaban dari Ipek.
"Oh, mungkin Ipek belum bangun atau sedang Sholat Subuh juga."Gumama Ody, tetapi Ody tidak menyerah, dipanggilan ke tiga Ipek mengangkat telponya dan Ody pun yang masih sedikit terisak meminta Ipek segera kembali kerumah Rio.
"Assalamualaikum Mba," sapa Ipek dengan suara serak has bangun tidur.
" Walaikumsallam Pek," jawab Ody dengan sedikit terisak .
"Ipek yang mendengar suara Ody beda dari biasapun langsung terbangun dan menanyakan apa yang terjadi dengan Ody .
"Mba Ody kenapa? Sakit? atau ada apa ko suaranya kaya sedang menagis dan lebih berat dari biasanya." cecar Ipek.
Ody yang mendapat perhatian dari Ipek justru semakin sesak menahan air matanya yang akan tumpah lagi.
"Pek bisa kerumah dokter Rio sekang nggak? nanti bakal aku ceritain semuanya." ucap Ody singkat.
"Ya udah Ipek Sholat dulu baru jalan kesana." jawab Ipek dengan tegas, dan panggilan terputus.
Ipek bergegas pergi kekamar mandi untuk membersihakn badan, dan mengambil wudhu, dilanjutkan melaksanakan sholat subuh.
Begitu Ody memutuskan sambungan telefon dengan Ipek, dia kembali menumpahkan air matanya, rupanya kelenjar air matanya malam ini sedang memproses banyak air mata, sehingga rasanya nggak ada habisnya biar pun entah sudah berapa jam Ody menagis, dan jangan ditanya lagi matanya sudah sebesar apa? mungkin sudah sebesar jeruk kali ini. huhuhu....
***Orang yang kuat bukanlah dia yang tidak pernah menangis, tetapi orang yang terus istiqomah ditengah godaan***
...****************...
#jangan lupa dukungan dari pembaca semua sangat berharga yah ...