
Rio terus memegangi tangan istrinya yang semakin dingin, rasanya ia tidak mau beranjak dari ruangan itu. Namun, dia harus kembali melihat buah hatinya.
Entah sudah seperti apa penampakan Rio, laki-laki dingin dan terkenal kuat, tetapi saat ini ia menjadi laki-laki paling lemah. Menangisi anak dan istrinya.
"Sayang, putri Papah. Kamu kuat yah Nak. Maafkan Papah sudah buat kamu seperti ini." Air mata Rio kembali turun bercucuran ketika melihat kondisi putrinya yang justru semakin lemah.
Rio berjalan lunglay menuju masjid rumah sakit. Tempat yang selama ini Rio lupakan. Bahkan entah kapan ia terakhir menginjakan kaki di masjid. Rio mengambil wudhu.
Dia bersimpuh dan berdoa agar Tuhan bermurah hati memberikan keajaiban untuk anak dan istrinya.
Dia memutar kembali kenangan bersama istrinya dan kenangan bahagia yang ia harapkan bisa sedikit memberi kekuatan pada dirinya. Namun justru ia semakin dibuat menyesal dan bersedih.
"Ya Allah hamba mohon kuatkan anak hamba dan istri hamba. Hamba sebagai suami gagal melindungi mereka. Justru mereka seperti ini karena kemarahan hamba ya Allah. Kenapa Engaku uji hamba seperti ini." Rio berdoa untuk anak dan istrinya.
"Kamu wanita kuat Ody kamu pasti bisa melewati masa-masa sulit ini. Kamu harus tunjukan bahwa kamu wanita kuat, tunjukan pada semua yang menghina kamu bahwa kamu tidak seburuk seperti yang mereka lihat." Rio terus memuji istrinya.
Setelah Rio menjalankan kewajibanya sebagai seorang muslim. Di baru ingat bahwa mamihnya juga tengah berjuang untuk kembali sehat. "Bagaimana keadaan Mamih yah? Apa Mamih sudah sadar?" Rio akan menyempatkan diri melihat mamihnya.
Rio melihat ka Luna yang baru keluar dari ruangan rawat mamih.
"Ka Luna, gimana kondisi Mamih?" tanya Rio yang langsung menghampiri kakanya.
"Loh kamu dari mana sajah? Papih sudah bolak balik cari kamu tapi nggak ketemu juga. Kita telpon-telpon juga kamu tidak angkat," omel ka Luna.
"Maaf Ka, Rio sedang terkena musibah besar." Rio kembali murung tetapi ia menahanya agar lebih kuat.
"Musibah apa? Lalu kenapa kamu tampak lemas sekali?" Ka Luna pun penasaran apa yang kira-kira adiknya alami.
"Nanti Rio akan cerita, sekarang kondisi Mamih bagai mana?" tanya Rio kembali, pasalnya Kak Luna justru belum menjawab pertanyaan Rio, tentang kondisi mamih.
"Mamih udah sadar, tadi sempat mencari kamu. Makanya Papih juga cari kamu, tapi kamu baru nongol. Tuh Mamih ada di dalam nungguin kamu." Ka Luna dan Rio pun masuk menghampiri Mamih yang tengah duduk bersandar pada bantal yang sengaja di tumpuk tinggi.
Rio langsung berhambur memeluk mamih dan meletakan wajahnya pada pankuan mamih ia benee-benar lemah. Mamih pun heran dengan sikap Rio, bahkan mamih baru liat Rio sekacau ini. Rio menangis dipangkuan mamih, layalnya anak kecil yang tengah menangis dipangkuan ibunya.
"Mih, Rio gagal jadi suami. Karena kelakuan Rio justru Ody dan anak Rio celaka. Sekarang mereka sedang berjuang antar hidup dan mati. Tuhan sedang menghukum Rio. Mih Rio takut mereka marah pada Rio dan meninggalkan Rio!" Rio merancau di pangkuan mamih. Ka Luna dan Mamih yang meilhat pun ikut terbawa sedih dengan kondisi Rio. Mamih mengelus-elus rambut anaknya.
"Kamu bicara apa? Mamih nggak tau? Coba kamu ceritakan dengan detail dan tenang biar Mamih bisa tahu apa yang terjadi dengan kamu?" Mamih pun penasaran apa yang terjadi dengan putranya.
Rio akhirnya menceritakan semua yang ia lakukan pada Ody sampai Ody dilarikan ke rumah sakit karena kasus tabrak lari. Sekarang kondisinya masih kritis begitu pun buah hatinya.
Rio mengatakan bahwa ia selama ini bahagia dengan keluarganya, terlebih Ody istri yang pandai memasak dan melayani suaminya. Namun, karena kemarahanya dia menjadi orang paling jahat yang menghancurkan semua kebahagiaan itu.
"Kenapa kamu nggak bilang terus terang pada kami. Pasti kami akan merestui pernikahan kalian. Kami bukan orang yang egois ingin anak-anaknya mengikuti kemauan keluarga. Kami akan mencoba menerima istrimu." Papih sangat menyayangkan sikap Rio yang justru menyembunyikan pernikahanya.
"Rio akan memberi tahu kalian, tapi Rio lagi menyiapkan mental Rio, tetapi justru semuanya sudah terjadi. Mamih termakan berita nggak jelas dari mana asalnya." Rio kembali menyesali kelakuanya.
"Ya udah sekarang sudah terjadi bawa kami menemui cucu dan menantu kami! Papih yang lebih bijak. Sedang Ka Luna dan Mamih masih merenungi kesalahanya ucapan dan hinaanya.
Rio memerintah perawat agar memindahkan Mamih pada korsi roda lalu ia mendorong korsi rodanya melihat malaikat kecilnya, dan Ody dari layar kaca.
"Apa itu, cucu Mamih?" tanya mamih yang melihat seorang bayi paling kecil, tetapi dengan paras cantik tengah berjuang untuk sebuah kehidupan yang baru.
Rio mengangguk lemah. Dia anak Rio dan Ody. Rio selalu menyakiti Ody, tapi dia wanita kuat sampai bisa membuat Rio yang keras ini jatuh cinta dalam waktu singkat. Dia Anggel yang tidak pernah membuat Bundanya kesusahan meski mereka pernah bekerja hanya untuk mengihidupi kehidupanya. Rio pun awalnya membenci Ody, dan memperlakukanya dengan buruk. Namun, kehadiranya membuat Rio luluh dan memutuskan menerima takdir ini. Namun kenapa ketika Rio menerima takdir dan baru merasakan bahagia hanya beberapa bulan sajah dengan Ody dan buah hati Rio. Tuhan sudah menguji Rio kembali." Rio selalu lemah manakala mengingat kebersamaan dengan Ody, kerja keras Ody yang tak pernah menyerah demi sebuah uang untuk tetap bertahan hidup. Tidak pernah sekali pun Ody memanfaatkan materi yang Rio miliki untuk berfoya-foya.
Setelah mereka bermelow-melow dengan Baby Anggel, kini mereka melihat Ody dari balik kaca. Ody sama halnya dengan Baby Anggel yang kritis. Hanya kondisi Ody lebih baik dari pada Baby yang hanya kemungkinan bertahan hidup tidak sampai lima puluh persen.
Setelah melihat kondisi Ody kini mamih kembali ke kamarnya. Mereka menyesali perbuatanya. Namun, mereka tidak bisa berbuat apa-apa selain hanya pasrah dengan jalan yang telah digariskan oleh Tuhan.
Papih pun kini mengambil alih semuanya, beliau memerintahkan perawatan terbaik untuk menantu dan cucunya. Sehingga kini semua orang tau bahwa Ody, yang dulu adalah seorang OG kini ia adalah menantu dari keluarga Hartono.
Rio sedikit bernafas lega karena ternyata Papih bisa menerima Ody. Justru papih lebih bijaksana. Rio malam ini tidak bisa memejamkan matanya ia menemani Ody dan anaknya. Ia terus mondar mandir guna memastikan semuanya baik-baik sajah.
*****
Pagi hari di kediaman Zawa...
Tiba-tiba datang satu mobil polisi menghampiri klinik sekaligus rumah Dokter Zawa. Mereka membawa surat penangkapan untuk Zawa.
Zawa yang masih tertidur tentu kaget ketika dibangunkan oleh ARTnya bahwa ada polisi yang ingin membawanya ke kantor polisi.
"Ini ada apa yah Pak, bisa dijelaskan?" tanya Zawa masih dengan suara serak.
"Nanti kami jelaskan di kantor sajah. Anda sekarang ikut kami!" Salah seorang petugas polisi memborgol Zawa, dan membawa Zawa ke mobil polisi.
Zawa bingung dan panik atas dasar kasus apa ia di gelandang kepolisi. Zawa mengira bahwa polisi tersebut menerima laporan atas izin usahanya. Sehingga Zawa bersikap tenang semuanya ia akan jelaskan da melihatkan bukti-buktinya bahwa izin usaha membuka sebuah klinik kandungan (SPOG), legal dan tidak melanggar hukum. Namun, apa benar Zawa digiring ke kantor polisi atas tuduhan itu...???