
Ipek yang mendapat telfon dari Ody barusan, langsung bersiap-siap pergi kerumah dokter Rio. Kali ini Ipek meminta sopir keluarganya untuk mengantarkanya, karna hari yang masih pagi, rawan apabila dia menggunakan motor pergi sendiri, pikir Ipek. Terlebih pikiranya Ipek yang sedang tidak fokus terlalu banyak pertanyaan dibenaknya.
Bukankah setau aku, tadi malam mba ody pergi kerumah pak Hasan, dan berencana menginap malam ini dirumah pamanya, tapi kenapa pagi-pagi begini mba Ody menelefonku, dengan keadaan yang seperti sedang menangis.Apa terjadi sesuatu dengan mba Ody, atau ada perampok masuk kerumah dokter Rio dan mba Ody disalahkan dalam kasus ini." batin ipek berkecamuk dengan banyak pertanyaan.
Entah lah, yang pasti untuk saat ini yang Ipek ingin cepat sampai di kediaman dokter Rio, dan menanyakan langsung dengan Ody apa sebenarnya yang terjadi. Jujur Ipek akan sangat merasa bersalah, kalo terjadi sesuatu dengan Ody.
Kurang dari tiga puluh menit perjalanan ipek tempuh, karna memang Ipek yang selalu meminta sopir agar ngebut, ditambah kondisi jalan juga masih sepi, maka dari itu perjalanan pun ditempuh lebih cepat dari biasanya .
Begitu sampai didepan rumah Rio, Ipek langsung meminta pak Yono membuka pagar.
Pak Yono yang sudah kenal dengan Ipek, langsung membukakan gerbang dan Ipek pun langsung masuk kedalam rumah, dengan kunci cadangan yang memang dia bawa.
Ipek membuka kamar Ody dengan terburu-buru masuk kedalam kamar, dan benar sajah kecurigaan Ipek, bahwa Ody sedang menangis. Bahkan karna terlalu lama menangis, mata Ody berubah memerah dan membengkak.
"Ya alloh mba Ody kenapa?" tanya ipek cemas dan memegang kedua pundak Ody, serta menatap Ody yang sedang terduduk, masih diatas sajadah sisa dia menjalankan sholat Subuh .
Ody yang mendapatkan perlakuan dari Ipek pun tidak bisa menjelaskan, hatinya masih sakit buat menjelaskan kejadian semalam.
Ody memeluk Ipek, dan menagis dengan sendu.
Sebenarnya Ipek sangat penasaran, tapi Ipek juga nggak bisa memaksa Ody buat langsung bercerita, Ipek tau betul, bahwa Ody sedang merasa ketakutan dan belum siap untuk bercerita.
Ipek membalas pelukan Ody dengan tulus, dan berusaha menenangkan Ody. Ipek akan sabar menunggu sampai Ody tenang dan mau bercerita dengan sendirinya. Mungkin sajah yang Ody butuhkan saat ini adalah pundak buat menenangkan perasaanya.
Dengan kehadiran Ipek, kini Ody pun merasa bahwa dia tidak sendiri menghadapi cobaan ini, masih ada sahabat yang peduli. Ody berharap bahwa keberadaan Ipek bisa membantu dirinya untuk mencari solusi atas kemalangan yang Ody alami.
Hampir setengah jam Ody dan Ipek berpelukan. Ody yang saat ini sudah mulai tenang, Ody butuh Ipek disini, ia ingin menumpahkan semua air matanya untuk meluapkan kekesalan dan kesedihanya.
"Mba Ody kenapa? coba pelan-pelan cerita ke ipek apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Ipek dengan sangat lembut. "Gimana Ipek mau bantu mba ody kalo, Ipek sendiri nggak tau apa masalahnya." tanya ipek dengan suara yang sangat lembut.
Ody menunduk, mencoba menetralkan semua Perasaan yang berkecamuk dalam dirinya
sejak tadi. Ody mencoba mengatur emosinya dengan bersholawat dan membaca segala macam doa yang Ody bisa.
"Pek kalo aku cerita ke kamu apa kamu ga akan marah, benci atau merasa jijik ke aku? terus kalo aku butuh bantuan kamu, apa kamu mau bantu dengan masalah aku, dan ga akan meninggalkan aku sendirian?" tanya balik Ody dengan masih sesekali terisak dan sesekali air matanya masih lolos begitu sajah tanpa bisa Ody cegah .
Ipek melihat kecemasan, dan kesedihan yang sangat mendalam didiri Ody.
Ipek mendekat ke Ody, dan menghapus air mata Ody yang menetes dipipinya.
"Mba Ody jangan khawatir, apapun yang terjadi sama mba Ody, Ipek orang pertama yang akan selalu ada buat mba, dan akan selalu membantu apapun masalah mba Ody. Jadi mba Ody bisa pegang kata-kata Ipek, bahwa Ipek ngga akan pernah tinggalin mba Ody sendirian apapun keadaanya." jawab Ipek dengan tegas dan yakin, sehingga Ody yang berhadapan denganya pun perasa lebih tenang .
Yah,...setidaknya Ody tidak seorang diri untuk mencari keadilan nanti, ada Ipek yang akan membantu Ody buat memperjuangkan keadilan.
Ody mencoba mengirup napas dalam dan mebuangnya dengan pelan. Setelah mendapat jawaban Ipek yang sangat menenagkan, akhirnya Ody pun mau bercerita pada Ipek apa yang sebenarnya terjadi dengan dirinya.
***Hidup itu bukan tentang siapa yang terbaik, tetapi siapa yang bisa berbuat baik***
#Terimakasih buat yang udah mampir dan jangan lupa tinggalkan jejak yah.❤
...****************...