Beauty Clouds

Beauty Clouds
Tama yang Siap Membantu



"Hallo, kamu sudah nggak sibuk Ma?" tanya Ipek ketika mengangkat telfon dari Tama.


"Enggak, nih makanya gue telfon loe. Kenapa sih kayaknya penting banget? Masalah yang dulu belum selesai?" tanya Tama menebak bahwa kasus pemerkosaan Ody belum menemukan titik terangnya.


"Bukan, kalo masalah Mba Ody mah udah selesai, bahkan sekarang mereka sudah nikah dan Mba Ody sekarang sedang hamil jalan lima bulan." Beo Ipek menjelaskan kasus Ody yang berakhir damai dan bahagia.


"Wah syukur dong. Berati kejadian malam itu langsung jadi yah? Hebat juga tuh cowok sekali nanam langsung jadi ajah," ledek Tama.


"Hehe iya, padahal awalnya tuh cowok menolak buat tanggung jawab, dan memilih ganti dengan materi gitu. Untungnya berkat bantuan loe kita semua memiliki bukti yang kuat buat ngancam tuh cowok. Akhirnya dia mau tanggung jawab juga. Eh sekarang cowoknya bucin banget sama Mba Ody. Karma memang sadis," kekeh Ipek.


Sementara di rumah Ody tiba-tiba kuping Ody berdenging kencang. "Aduh kira-kira siapa ini yang sedang ngomongin gue yah?" ujar Ody sembari mengucap-usap kupingnya dan membaca Alfatihah, agar kupingnya tidak kembali berdenging.


"Bagus berati Pek kalo kaya gitu," balas Tama.


"Iya, tapi ko malah jadi ngomongin Mba Ody sih, kan aku mau minta bantuan loe. Jadi lupa kan niatan awal gue," dengus Ipek.


"Ya udah sok, loe mau minta tolong apa kalo bisa gue bantuin," ucap Tama sembari terkekeh, karena kebiasaan Ipek yang selalu gitu. Lupa dengan niatanya disaat ada topik yang lain.


Ipek pun mulai bercerita panjang kali lebar, dari awal dia menyukai Clovis, dan niatanya memperjuangkan cintanya tetapi justru Clovis berbanding terbalik dengan Ipek dan selalu rendahkan Ipek sehingga Ipek dengan berani melawan perbuatan Clovis sampai rencana Clovis yang membuat sayembara gila itu. Lalu rencana Ipek membuat vidio ML denga Arzen tetapi hanya bohongan alias editan seolah Ipek benar melakukan HS (Hubungan Sek) dengan Arzen.


"Gimana Ma, kira-kira kalo loe edit bisa kan yang terlihat sangat nyata sehingga susah membedakan bohongan atau nyata?" tanya Ipek dengan harap-harap cemas.


"Kalo gue pasti bisa dong Pek, tapi apa nanti loe malah tidak terkesan murah didepan cowok itu?" tanya Tama, tentu dia takut kalo malah nanti Ipek dinilai terlalu gampangan karena mau sajah melakukan hubungan s*k sebelum menikah.


"Justru itu menyelamatkan gue Tam, Kalo ada vidio itu. Otomatis orang-orang yang mengejar gue bisa sajah menculik gue dan melakukan hubungan s*k itu dengan sungguhan otomatis gue lebih rugi dari pada sekedar tuduhan semata. Lebih baik gue dituduh hina tapi kenyataanya gue tidak sehina itu. Dari pada gue benar-benar hina karena orang-orang yang menginginkan imbalan dari Clovis benar-benar memanfaatkan tubuh'ku," lirih Ipek tentu dengan hati yang tercubit sesak.


"Iya juga sih, lebih baik kamu dinilai hina tetapi pada kenyataanya kamu tidak seperti itu. Baiklah gue akan bantu, gue akan dipihak loe untuk menyelamatkan loe dari para predator s*k itu." Tama dengan yakin dan semangat akan membantu Ipek dengan tulus.


"Makasih yah Tam, uang bayaranya nanti dobel deh," ucap Ipek dengan terseyum bahagia akhirnya Tama mau membantunya.


"Gue mah selalu percaya sama loe, bayaran loe itu nggak pernah setengah-setengah." tawa Tama merasa senang bila belerja sama dengan Ipek yang tidak pernah pelit soal bayaran. "Jadi kapan kita melakukan misi ini?" tanya Tama dengan semangat.


"Nanti gue atur waktu dulu dengan Arzen, setelah menemukan waktu yang pas gue hubungi loe. Kapan sajah waktunya loe bisa sempatin kan?" tanya Ipek memastikan.


"Bisa, gue mah bisa ajah asalah jangan dadatkan ngasih infonya biar gue persiapan sesuatunya nggak dadakan," imbuh Tama.


"Ok, bisa diatur itu," balas Ipek, selanjutnya Ipek akan menanyakan waktu luang dengan Arzen, sehingga makin cepat makin bagus. Tentu setelah ini Ipek bisa tidur dengan nyenyak karena tidak lagi dikejar-kejar oleh predator s*k yang menginginkan tubuhnya untuk memenangkan sayembara yang Clovis buat.


Setelah menelepon Arzen dan berbasa basi lalu menuju inti tujuanya menelepon Arzen. Atas kesepakatan mereka berdua akhirnya besok mereka memulau melakukan syuting pengambilan gambar.


#Udah kaya main film ajah pake syuting. Iya dong secara, ini lebih dari film karena untuk bayaran pemainya sajah satu milliar paling pengambilan gambar tidak sampai satu hari, jadi Arzen udah kaya selebriti papan atas. hehehe..


Ipek pun kembali menghubungi Tama, dan memberitahukan bahwa besok mereka sudah bisa memula misinya.


****


Dirumah Rio,...


"Gimana Mas, udah ada bilang sama Clovis, dan-kira hasilnya gimana?" tanya Ody yang sudah tidak sabar dengan jawaban Rio, ia yang baru pulang bekerja langsung ditodong serentetan pertanyaan dari Ody prihal orang yang mata-matainya.


"Udah sayang, Mas udah meminta tolong Clovis untuk mencari tahu semuanya, tapi Clovis bilang itu hanya orang iseng. Jadi kamu nggak boleh parno gitu, kasian dedenya nanti terbawa ketakutan." Rayu Rio agar Ody berhenti ketakutan.


"Ko gitu sih, nggak mungkin deh Mas, kayaknya itu akal-akalan Clovis ajah. Aku liat dengan mata kepala aku sendiri kalo orang itu marah banget pas kehilangan jejak kita. Otomatis dia sedang mengincar kita, kalo tidak Ipek ya aku." Ody tetap pada pendirianya bahwa memang orang-orang itu berniat jahat.


"Ya tapi bagai mana lagi Clovis bilang kamu suruh tenang, kalo orang-orang itu nggak ada nyari kamu, mereka hanya orang iseng," balas Rio dengan sangat lembut karean Ody justru makin cemas nampaknya.


"Aneh nggak sih dengan jawaban Clovis? Kalo dia bilang begitu bisa diartikan berati Ipek yang sedang mereka incar. Aku harus kasih tau Ipek. Agar dia hati-hati dan jangan keluar rumah dulu. Entah kenapa aku malah curiga bahwa Clovis terlibat dalam kasus ini semua." Ody tidak bisa menerima dengan mudah perkataan Clovis yang Rio sampaikan. Rasanya terlalu janggal.


Rio hanya bisa pasrah ketika Ody bersikeras akan menelepon Ipek guna memperingatkanya. Ody tentu takut kalo Ipek kenapa-napa. Pasalnya Ody sudah menganggap Ipek melebihi adiknya sendiri.


Andai sesuatu terjadi dengan Ipek tentu Ody akan merasa sangat bersalah.


"Sayang sabar yah, kamu kontrol emosi kamu, nanti kalo kaya gini malah dedenya ikut setres," bujuk Rio yang melihat wajah Ody memerah karena mencemaskan Ipek.


"Gimana aku bisa tenang Mas, jelas banget dari ucapan Clovis kalo dia itu bisa sajah mengincar Ipek. Ipek itu sudah aku anggap sebagai adeku dan dia juga sudah sangat banyak membantu aku. Jadi aku juga harus balik membatu dia. Memastika kalo dia baik-baik sajah." Ody pada akhirnya menangis saking mencemaskan Ipek.


...****************...


Hai teman-teman mampir yuk kekarya teman Othor namanya ka Anisyah . S


Diijamin ceritanya juga keren dan bikin penasaran distiap karyanya. Yuk langsung kepoin ajah...


Jangan lupa mampir yah kasih gift dan tekan fav, like dan komen, biar teman Othor seneng...hehehe...


Blurb


Kecelakaan pesawat membuat Vitalia mengalami hilang ingatan (amnesia), yang pada akhirnya Ia bertemu dengan keluarga barunya, mereka mengira bahwa Vitalia adalah Putrinya yang telah lama menghilang, karena wajahnya yang mirip dengan Putrinya. Bagaimanakah Vitalia akan menjalani hidup bersama keluarga barunya??, lalu apakah Vitalia bisa berkumpul kembali dengan keluarganya dan bertemu dengan musuhnya semasa kuliah di Oxford University untuk membalaskan dendamnya yang tak berujung??