
Ketika Ipek dan Clovis tengah bersitegang dan akan memulai perang. Di lain tempat, Rio tengah bersiap untuk memanjakan istri tercintanya. Bisa dibilang ini momen pertama mereka akan keluar bersama sebagai pasangan suami istri. Maka dari itu Rio benar-benar ingin memanjakan Ody dan memberikan kesan yang indah dan tidak akan terlupakan.
"Sayang udah belom sih, lama banget dandanya. Jangan terlalu cantik yank, nanti banyak yang lirik kamu," pekik Rio yang sudah bosan menunggu Ody yang tengah bersiap, tetapi tak kunjung selesai juga.
"Iya Mas ini sebentar lagi ko," balas Ody dengan sangat lembut.
"Sebentar lagi, dari tadi gitu terus, sampe kopiku udah mau habis belum selesai-selesai juga," gerutu Rio. Yang sedari tadi menunggu sembari mengotak atik ponselnya menggambar sesuatu.
Sementara Ody di kamar tengah berselfi dulu sebelum turun kebawah dan siap untuk jalan-jalan bersama suaminya.
"Ayo Mas," ajak Ody dengan penuh semangat.
Rio terpaku dengan Ody yang tampil sederhana tetapi terlihat sangat cantik.
"Sayang kamu itu Mas perhatiin makin hari makin cantik sajah. Kata orang kalo lagi hamil, tapi auranya cantik, berati babynya cewek loh," ucap Rio sembari mengelus-elus perut Ody yang kini sudah tampak membuncit. Iya, secara Ody sudah lima bulan usia kehamilanya jadi udah kelihatan membuncit dan tentunya makin gembil badan terutama pipinya.
"Sepertinya iya Mas, mana bawaanya sekarang pengin dandan, masak dan wangi terus. Lagian kenapa sih Mas kemarin dokter intan pengin ngasih tau jenis kelaminya, tapi Mas Rio menolak?" tanya Ody penasaran, padahal dia pengin tau apa jenis kelamin anak mereka, agar ketika membeli perlengkapan babynya bisa memilih warna sesuai dengan jenis kelamin baby mereka.
"Ya enggak kenapa-kenapa sih, hanya pengin surprise ajah nanti ketika dia keluar kan berasa dapat doorprize gitu," kekeh Rio membayangkan hari bahagia itu tiba.
"Padahal kalo tau jenis kelaminya nanti, kalo beli perlengkapan bayi bisa sesuain warnanya Mas," ujar Ody mengekuarkan unek-uneknya.
"Loh kita beli warna pastel dong sayang, lagian warna-warna patel bagus ko, masuk ke jenis kelamin apa sajah lagi," bela Rio dengan yakin.
"Ya deh... ngomong-ngomong kapan jalanya kalo debat terus," oceh Ody, padahal yang ngajak debat dia sendiri.
"Iya, ayo sekarang dong kan Papah mau ajah Bunda sama baby jalan-jalan," cicit Rio dengan menirukan suara anak kecil.
Mereka pun berangkat dengan penuh semangat dan bahagia. Tidak butuh waktu lama mereka kini sudah sampai di mall terbesar di ibukota. Rio dengan posesif menggenggam tangan Ody dengan erat, mungkin takut terlepas kali yah.
Dari toko ke toko lain mereka memasuki mencari barang-barang yang dicari, terutama Ody mencari pakaian, dari pakaian dalam sampai pakaian sehari-hari karena badan yang tengah berbadan dua dan semakin montok membuat sebagian pakaianya telah sempit, dan harus membeli yang baru.
Dengan telaten dan sabar Rio menemani Ody, bahkan membantu memilihkan mana yang cocok dipakai dan mana yang tidak bagus. Ody pun selalu meminta Rio untuk ikut memilihkan pakaianya, karena ia payah dalam mencocokan penampilan dari warna dan model.
Meninggalkan toko pakaian kini mereka akan mencari sesuatu yang unik dan lucu.
"Sayang coba deh liat itu lucu-lucu banget, yuk kita juga beli buat baby kita," ajak Rio terhipnotis dengan toko perlengkapan baby yang memajang banyak perlengkapan bayi yang lucu-lucu.
"Kalo satu atau dua nggak apa-apa lagi yank, lagian sekarang jaman modern bukan jaman kolot lagi. Enggak ada pamali-pamalian," ujar Rio sembari menarik tangan Ody memasuki baby shop.
"Tetap ajah Mas, kita lebih baik menjaga dari pada nanti kenapa-kenapa dengan baby kita. Apa Mas mau?" oceh Ody, tetap menolak untuk berbelanja perlengkapan baby. Padahal kalo menuruti kemauan Ody juga pengin untuk membeli semua kebutuhan calon bayinya, tetapi ia terlalu parno dengan mitos yang sering ia dengar dari orang-orang.
"Iya-iya nggak beli, cuma liat-liat sajah. Lagian kalo liat ginian itu bawaanya jadi semangat sama happy banget yank," balas Rio dengan girang dan antusias.
Di tempat yang sama, sepasang suami istri dengan menggendong anak cewek yang masih berumur beberapa bulan pun tengah sibuk memilih-milih pakaian buat si kecil.
Ody dari kejauhan seperti mengenali keluarga kecil itu, ia pun akan menghamirinya. Rio mengekor dari belakang merasa ada yang aneh dengan Ody. Tiba-tiba sajah tidak fokus ketika diajak berbicara, tetapi justru fokus dengan keluarga kecil yang tengah memilih perlengkapan buat babynya itu.
"Sayang kamu mau kemana?" tanya Rio mencoba mengalihkan pandangan Ody dengan mengajaknya berbicara.
Namun, Ody mebgabaikan pertanyaan Rio dan tetap menghampiri keluarga tersebut.
"Mas Doni, Cindi?" Ody memanggil sepasang suami istri tersebut.
Kedua pasangan suami istri tersebut pun kaget ketika ada orang yang memanggilnya, dan menoleh kesumber suara.
"Ody?" ucap mereka hampir bersamaan.
...****************...
Hay ka sembari nunggu kelanjutan kisah Ody, Author mau kalian juga mampit kekarya besti othor yah judulnya "My Wife Sugar Mommy" karya ka Harumini
Langsung sajah yah yuk Kepoin
Blurb
Akibat ulah jahil para sahabatnya saat sedang mengadakan perpisahan sekolah di sebuah ballroom hotel, Santosa remaja yang baru menginjak usia 20 tahun, akhirnya menghabiskan malam dengan sugar mommy dalam keadaan mabuk berat.
Camel Carter wanita berusia 40 tahun yang gemar menghabiskan malam dengan para brondong untuk melampiaskan nafsunya, akhirnya menjatuhkan hatinya pada Santosa.
Remaja yang pernah menghabiskan malam dengannya. Dan akhirnya Camel Carter bisa menjadikan Santosa suaminya dengan drama yang dirinya buat.
Bagaimana kisah keduanya akan berlanjut?
Di saat banyak perbedaan antara keduanya bukan hanya usia tapi juga kasta. jangan lupa mampir yah...