
Ipek pulang ke rumah setelah mengantarkan Sami pulang kekontrakanya, dan mereka tidak jadi pergi untuk berbelanja.
Ipek masuk ke dalam rumahnya serta menutup luka dipergelangan tanganya, agar tidak diketahui anggota keluarganya. Barusan Ipek juga akhirnya menyempatkan untuk mampir ke kelinik guna mengobati lukanya.
"Sayang, dari mana sajah? Tadi bukanya bilang mau belanja sama teman kamu, ko tumben cepat?" tanya Umi yang melihat putri kesayanganya sudah kembali dan tergesa kembali ke kamarnya. Tentu Umi heran biasanya kalo udah belanja putrinya suka lupa waktu, tetapi kali ini justru kembali dengan cepat.
"Iya Mi, tadi teman Ipek membatalkan perjanjian karena ada urusan mendadak, makanya Ipek bete maksimal," jawan Ipek mencari alasan yang masuk akal, agar Umi tidak bertanya terus menerus.
Ipek pun kembali ke kamarnya, guna memberikan info pada Tama untuk menyiapkan bukti-bukti untuk menjelaskan pada Zawa, apabila Clovis akhirnya menggunakan jalan terakhirnya. Yaitu membuat kegaduhan lagi dengan memanfaatkan Zawa. Setelah menghubungi Tama dan meminta menyiapkan semuanya, kini Ipek juga menghubungi Arzen untuk hati-hati dan menyiapkan semua kemungkinan apabila Clovis benar memanfaatkan Zawa. Tidak lupa Ipek juga menceritakan kejadian barusan yang dialami oleh dirinya karena ulah Clovis.
****
Sementara dilain tempat, ternyata Clovis telah maju satu langkah dengan Ipek dan teman-temannya sebelum menjelaskan semuanya pada Zawa, ternyata tanpa sepengetahuan Arzen. Zawa membuat janji dengan Clovis. Anak buat Clovis menemukan siapa Zawa dan langsung membuat janji untuk bosnya.
Clovis datang menemui Zawa di rumah sekaligus klinik tempatnya bekerja.
"Selamat siang, Nona Zawa?" tanya Clovis memastikan.
"Panggil Zawa sajah, biar lebih akrab," balas Zawa dengan ramah.
Clovis pun terpaku melihat kecantikan Zawa, dan dengan melihat kecantikan sesaatnya sajah sang junior sudah memberontak di sarangnya, ingin segera dimanjakan. "Pantas sajah Arzen tergila-gila dan takut apabila vidionya sampai ketangan Zawa ternyata dia memang bening dan baru menatapnya sebentar sajah sudah memancarkan energi positifnya, dan ingin mengajaknya bercocok tanam di ladang miliknya," batin Clovis.
"Oh saya Clovis," teman dari Arzen, dan saya menemui Anda untuk memberitahukan sesuatu. "Anda kekasih dari Arzen kan?" tanya Clovis dengan sangat formal.
"Iya saya pacarnya, ngomong-ngomong ada apa yah?" tanya Zawa penasaran dengan tujuan Clovis menemuinya.
"Ah... tidak saya hanya ingin mengingatkan Anda agar berhati-hati dengan Arzen karena dia sudah selingkuh dan bermain dengan wanita lain," ucap Clovis dengan santai, dia benar-benar tidak memikirkarkan dampat dari ucapanya. Taruhanya adalah persahabatanya juga akan hancur.
"Maksud Masnya apa yah?" tanya Zawa masih tidak paham dengan ucapan Clovis.
Akhirnya Clovis memberikan rekaman yang menampakan Arzen dan Ipek tengah memandu kasih berpacu dengan ritme yang indah, menciptakan keindahan surga dunia. Sayang vidio itu hanya editan semata, tapi tampaknya Zawa pun telah percaya hal itu dikarenakan wajahnya tampak berubah memancarkan kesedihan.
Clovis pun mengeluarkan jurus kedua di mana ia akan bersikap baik agar bisa mendekati Zawa. Yah, Clovis tetarik dengan kekasih Arzen itu, dan ingin memilikinya sebagai teman kencan selanjutnya. Maka dari itu Clovis seolah berbuat baik dan perhatian denga Zawa, serta menghiburnya agar tidak mengingat-ingat penghianatan Arzen.
"Maaf, Mas saya pengin sendiri. Anda bisa pulang dulu kan?" usir Zawa dengan sopan agar tidak menyinggung Clovis.
"Iya udah saya pulang dulu, kamu jaga diri, jangan terlalu kefikiran dengan semua yang terjadi menimpamu. Setidaknya kamu tau ada hikmah dibalik semuanya, dan kalo butuh bantuan hubungi sajah aku," hibur Clovis, ia tetap usaha agar bisa mendekati Zawa. Clovis melihat Zawa adalah gadis yang lugu sehingga bisa sajah ia menikungnya dari Arzen.
Zawa hanya mengangguk lemah tampa sekalipun menimpali lagi ocehan Clovis. Selanjutnya Clovis pergi dengan hati puas karena sebentar pasti bakal hancur hubungan Arzen dan Zawa tentu sajah semua akan membenci Ipek musuh utamanya. Clovis keluar rumah Zawa dan menuju mobilnya. Tanpa ia ketahui bahwa Arzen, Tama, Ipek dan Intan ada dibelakangnya. Yah Arzen sudah datang dari tadi di rumah Zawa, tetapi ketika ia melihat mobil Clovis maka ia bersembunyi dan melihat Clovis berbicara dengan Zawa.
"Brengseng memang sang Player ini, berani-beraninya dia memanfaatkan kekasih ku untuk membalas dendam. Sepertinya ia tertarik dengan Zawa, nggak akan aku biarkan kamu bersenang-senang dengan semua ini. Kalo kamu bisa berhianat dariku maka aku pun bisa membuatmu merasakan hukuman dari kebodohanmu ini," gumam Arzen dengan geram.
Di dalam rumah Zawa menangis tersedu, ia terlalu kecewa dengan kekasihnya. Perempuan mana yang kuat melihat kekasihnya bercinta dengan perempuan lain disaat ia masih menjalin hubungan.
Arzen saat itu juga masuk diikuti dengan yang lainya. Zawa yang melihatnya pun membuang muka terlalu jijih melihat wajahnya juga.
"Kebetulan datang kesini, aku mau hubungan kita berakhir sajah. Kamu sudah ada yang lain yang bisa memuaskan kamu," ucap Zawa dengan sinis, tanpa melihat ke Arzen maupun Ipek.
"Jangan dulu gegabah, dengar dulu penjelasan dari kami, yang kamu dengar dari laki-laki breng'sek itu salah. Bahkan tidak ada kebenaranya satu pun," jawab Arzen sangat geram dengan membayangkan temanya yang menghianati perjanjianya.
"Penjelasan apa pembelaan? Mana ada maling mau ngaku, biarpun sudah terpojok namanya maling pasti akan selalu ngeles agar lolos dari hukuman." Zawa berkata sinis, tidak ingin mendengar pembelaan dari Arzen.
"Yang laki-laki tunjukan vidio ini kan? Itu vidio editan. Kami nggak ada ngelakuin hubungan haram itu Mba." Ipek menyela obrolan mereka.
Zawa hanya mendengus kesal. "Lelucon apa lagi ini? Sebegitunya kalian mencari pembelaan sampai harus melibatkan banyak orang." Zawa menimpali dengan enggan perkataan Ipek.
...****************...
Sembari menunggu kelanjutan kisah dari Zawa dan Arzen, apakah jadi berakhir atau tidak? Yuk mampir ke novel bestie othor judulya "Jerat Hasrat Sang Ceo" karya Teh ijo.
kuy langsung ajah mampir dan jangan lupa tinggalkan jejak yah...
Kerena tidak ingin menikah dengan laki-laki yang tidak ia cintai, Daisy memilih kabur tepat di hari pernikahannya berlangsung. Namun, karena calon suami Daisy adalah orang yang berkuasa maka mereka mampu menemukan keberadaan Daisy. Daisy Quuereen : Jika aku hanya ingin kamu jadikan pelayanan di rumah mu, kenapa kamu harus menikahi ku? Excel Word : Kerena aku ingin mengikatmu dan membuatmu menderita hingga ma-ti perlahan. Daisy Quuereen : Jika kamu ingin aku mati, bunuh saja aku sekarang! Mampukah Daisy melewati hari-hari dalam genggaman Excel?