Beauty Clouds

Beauty Clouds
Aarav Yang Beruntung



Ditempat lain


Aarav memasuki kamar yang ditulis Emly, untuk menggantikan Rio, dengan segala pertimbangan, akhirnya Aarav menyetujui saran temana-temanya. Disatu sisi Aarav memang sudah sejak lama menaruh simpati kepada Emly. Namun, Aarav juga sadar bahwa Emly tidak mungkin dia jangkau, karena perbedaan setatus yang sangat jauh. Maka dari itu Aarav lebih baik memendam perasaanya.


Aarav membuka pintu kamar, dengan pelan. Dia belum tau, apa yang sedang Emly lakukan dikamar, hanya keheningan dan gelap kesan pertama Aarav masuk.


Tubuh Aarav didekap dari belakang ketika dia melangkah kearah tempat tidur. Gelenjar hangat langsung Aarav rasakan.


Ternyata Emly sejak tadi sudah menunggu kedatangan Aarav yang dia kira Rio, karena suasana kamar yang gelap Emly tidak bisa membedakan antara Aarav dan Rio.Terlebih postur tubuh mereka yang mirip, tak lupa Aarav juga sudah memakai minyak wangi dan pakaian Rio untuk menyamarkan jati dirinya yang asli.


Tubuh Emly sudah sejak tadi merasakan panas dari perubahan hormon karna efek dari obat perangsang yang ternyata Clovis campurkan dengan minuman yang Emly sengaja pesan kepetugas Hotel.


#Bambang Clovis emang bener-bener yah, jailnya nggak ketulungan#


Aarav sebagai laki-laki normal sudah pasti terangsang, terlebih Emly hanya mengenakan lingerie merah yang se'xsi, dan sangat kontras dengan kulit tubuhnya, Emly terlihat lebih menggoda dengan penampilanya.


Aarav pasrah menikmatin permainan yang Emly mainkan, laki-laki mana yang bisa menolak bila disuguhkan dengan indahnya Surga dunia.


Nampaknya pengaruh serbuk yang Clovis berikan sangat luar biasa efeknya, terbukti Emly sangat liar dan memimpin permainan. Rupanya Emly sudah sangat berpengalaman sehingga Aarav benar-benar dimanjakan dengan servis yang Emly berikan. Ini memang bukan pertama bagi Aarav, karena Aarav juga sudah beberapa kali melakukannya dengan para mantanya, tetapi baru kali ini Aarav merasakan sensasi yang luar biasa bisa membuatnya melayang, dan menginginkan lebih dari sekali.


Permainan pertama sudah Aarav tuntaskan dengan didominasi oleh Emly sebagai pemimpinya, Aarav hanya mengimbangi agar Emly juga mendapatkan kepuasannya.


Setelah cukup untuk beristirahat sejenak, Aarav tidak ingin membiarkan Emly istirahat, biarpun keringat masih bercucuran. Aarav membopong Emly kali ini Aarav ingin merasakan sensasi di sova, permainan pertama mereka lakukan diatas tempat tidur. Selanjutnya akan Aarav taklukan Emly diatas sova pastinya dengan berbagai gaya, terlebih Emly sudah sangat On menerima serangan dari Aarav, setelah hampir satu jam, akhirnya Aarav mencapai puncaknya untuk kedua kali dan menanam benihnya dirahim Emly. Sedang Emly sudah berapa kali dia merasakan pelepasanya.


Aarav membopong tubuh polos Emly keatas kasur untuk beristirahat. Aarav pikir Emly sudah sangat lelah dan dia akan mengakhiri permainannya. Namun Aarav salah, ketika akan merebahkan tubuh Emly keatas kasur, justru Emly me'***** lagi bibir Aarav dengan sangat ber'gairah, rupanya efek obat masih Emly rasakan biarpun tubuh sudah sangat lengket dengan keringat yang mereka hasil.


Aarav pun tidak akan menyianyiakan kesempatan langka ini. Ia membalas *****-an bibir Emly dengan lebih bergairah, dan merekapun mengulangi pertempuran yang sangat mengasikan untuk ketiga kalinya. Begitu keduanya sampai dipelampiasan yang bersamaan, tubuh Emly pun terkulain lemas diatas kasur yang super empuk.


Aarav memberikan kecupan dikening Emly.


"Terimakasih buat malam ini, kamu sangat luar biasa sayang, selamat beristirahat." ucap Aarav, akhirnya membuka suaranya, sebenarnya sejak tadi Aarav ingin bersuara, tetapi takut Emly mengetahui penyamaranya, karna memang suara Aarav dan Rio yang sangat berbeda .


"Emly yang setengah tidak sadar pun hanya bergumam tidak jelas dan meyunggingkan senyum manisnya.


Aarav menarik selimut untuk menutupi tubuh polos Emly dan dirinya. Merekapun terlelap setelah berolahraga malam yang sangat menguras kalori, mereka tidur dengan saling berpelukan.


Pukul enam Aarav sudah terbangun, karena suara alarm yang dia atur diHpnya. Dia pun memasuki kamar mandi dan mulai membersihkan tubuhnya yang sangat lengket.


Aarav menunggu Emly bangun setelah memesan sarapan.


Aarav mengambil kamera yang sudah pasti Emly pasang dan memutar hasil vidio semalam. Clovis yang memberi tahu semua rencana Emly. Aarav tidak menyangka bahwa Emly sampai sejauh ini buat mempersiapkan penjebakan dengan Rio. Andai semalam Rio berhasil masuk keperangkap Emly,sudah bisa dipastikan rekaman yang Emly buat, akan menjadi ancaman paling mengerikan buat Rio.


Untung, semua rencana Emly semalam bisa dikelabuhi oleh Aarav, pastinya berkat bantuan teman-temanya. Rio bisa bebas dari Emly,dan sekarang Emly pasti juga tidak bisa menuntut Aarav, karena rekaman itu bisa jadi senjata Rio buat menekan Emly.


Memang, Aarav akan sangat senang bila Emly meminta dirinya untuk bertanggung jawab. Namun Aarav juga sadar Emly dan keluarganya tidak akan sudi untuk menuntut tanggung jawab dari Aarav, yang notabenya hanya asisten dari Rio.Selain gengsi mereka juga ga mau memiliki menantu miskin .


Emly terbangun ketika merasakan ada tangan kekar yang mulai menyusup kearea sensitifnya.


Aarav sengaja membangunkan Emly, karena dia juga masih banyak kerjaan yang harus dikerjakan, tapi sebelumnya dia juga harus memberika syok terapi terlebih dahulu agar Emly sadar, bahwa yang bermain dengan dirinya semalam adalah Aarav bukan Rio.


"Sayang geli ah.." ucap Emly dengan suara serak has bangun tidurnya .


Emly berbalik dan akan membalas permaian yang dia kira Rio. Namun Emly terkejut begitu mebalikan tubuhnya, bukan Rio yang ada disampingnya tapi justru Aarav dengan senyum lebarnya.


"Kamu." tunjuk Emly kaget..


"Kenapa kamu ada dikamar ini? Sedang apa kamu disini? Jangan bilang kamu yang semalam.." Emly tidak bisa melanjutkan pertanyaanya saking syoknya Emly hanya mengacak-acak rambutnya..


"Iya sayang kan semalam kamu yang maksa aku buat kekamar ini, dan aku nggak nyangak loh ternyata kamu jago banget yah membuat aku tak berdaya. Lututku sampe lemes loh, kamu sungguh luar biasa." Aarav menggoda Emly yang tampak mengerutkan keningnya.


"Kamu sengaja menjebak aku yah," tunjuk Emly dengan emosi .


"Jangan panggil aku sayang, jijik aku dengernya!" murka Emly.


"Tuh, kan kamu lupa, padahal semalam kamu loh yang pertama bilang sayang dan cinta ke aku, malahan kamu bilang kalo aku ini laki-laki yang paling kamu cinta." ujar Aarav, nampaknya ia senang membuat Emly marah.


"Itu karna aku kira kamu itu Rio."jawab Emly ketus, sembari memalingkan wajahnya menghindari tatapan Aarav.


" Eh, ...sayang apa kamu nggak mau liat hasil rekaman vidio kita semalam? Disini ada buktinya kamu sangat memujaku loh." ucap Aarav sambil menyodorkan leptopnya dimana disana ada vidio plus-plus antar dirinya dan Emly. Direkaman Emly benar-benar dibuat geram karna ternyata dirinya begitu liar memimpin semua permainan semalam.


"Emly merebut laptop Aarav, dan menghapus vidio itu. Kamu nggak akan bisa bikin aku tersudut dengan vidio ini," ucap Emly, dengan kesal setelah berhasil menghapus vidionya.


"Kata siapa?" tanya balik Aarav, "yang kamu hapus cuma satu aku sudah mengirim ke Hpku dan aku juga sudah menyimpan ditempat yang kamu nggak akan bisa temuakan, hanya aku yang tau, dan akan aku putar ketika aku merindukanmu." ucap Aarav berbisik menggoda, ditelinga Emly.


Aarav tertawa dengan lantang,melihat ekpresi Emly, yang sangat lucu.


Aarav pun turun dari tempat tidur dan berlalu duduk di sova dengan masih menatap lapar ke Aarav Emly.


"B*rengsek kamu Aarav, tunggu pembalasanku aku ga terima kamu perlakukan seperti ini." ancam Emly, dengan penuh emosi.


"Aku tunggu pembalasanmu sayang, dan aku juga siap bila kamu menuntut aku buat mempertanggung jawabkan perbutanku semalam" tutur Aarav dengan percaya diri membalas semua ucapan Emly.


"Aku nggak sudi punya pasangan seperti kamu, yang miskin. Kamu nggak sadar gajihmu hanya receh buatku!" jawab Emly, merendahkan Aarav.


"Aku pegang omongan kamu sayang, mungkin kamu sekarang nggak butuh dengan gajih aku yang receh. Namun, kita nggak pernah tau kedepan kehidupan kita seperti apa, bisa jadi kamu malah akan bahagia dengan hidup disamping aku." Ucap Aarav menggoda sembari mengedipkan sebelah matanya.


"Bermimpilah kamu terus dasar bajingan!!" omel Emly dengan melempar bantal kerah Aarav.


"Pergi kamu, aku muak liat muka kamu!!" pekik Emly, ia pun mengusir Aarav pergi .


Aarav pun beranjak dari duduknya dan menghampiri Emly.


"Ok ok aku pergi. Kamu jangan lupa mandi dan sarapan aku sudah pesankan kamu sarapan.


Kalo butuh pertanggung jawabanku aku siap.


Oh, yah satu lagi kalo kamu butuh aku buat mengulang kegitan semalam aku juga sangat siap tinggal hubungi aku, pasti aku datang."


ucap Aarav dengan suara menggoda, dan senyum bahagia.


"Jangan harap!" jawab Emly tegas .


Sebelum Aarav menutup pintu dia memberika ciuman jarak jauhnya, buat pepisahan dengan Emly, sengaja Aarav menggoda Emly, dan Emly hanya melotot dan bergidik melihat kelakuan Aarav yang baginya sangat menjijihkan.


"Kurang ajar kenapa jadi begini sih!" batin Emly sambil mengacak-acak rambutnya.


***keringat yang mengalir di medan latihan, adalah penebus darah di medan pertempuran***


...****************...


#Terimakasih buat yang udah mapir, jangan lupa tinggalkan jejak yah❤


Like✅


Comen✅


Vote✅


Beri Hadiah✅


Dan terakhir tekan favorit❤