Beauty Clouds

Beauty Clouds
Usaha Ody



"Zawa kamu pasti kenal aku kan? Kamu masih ingat dengan aku kan? Kita pernah ketemu satu kali saat kamu marah karena vidio Arzen dan Ipek, dan aku...(Suara Intan terhenti karena tiba-tiba Zawa memotong ucapan Intan)


"Aku masih ingat, dan masih kenal dengan kamu," jawab Zawa dengan singkat.


"Alhamdulillah... maaf aku baru datang, sebenarnya Arzen dari awal kasus kamu, dia sudah meminta aku untuk membantu kamu. Bukan aku tidak mau membantu, saat itu situasi masih sangat panas dan rumit. Jadi aku baru bisa mengunjungimu sekarang." Intan sangat merasa bersalah, ia sangat yakin bahwa Zawa mengalami kekerasan fisik di dalam sana, entah lah semuanya dilakukan oleh siapa, yang jelas Zawa banyak mendapat perundungan pasti. Namun ketika Intan menanyakanya Zawa memilih diam berati memang sulit untuk diceritakan atau memang ada ancaman agar Zawa tidak menceritakanya.


"Iya, Tidak apa-apa Tan, aku juga ngerti. Tan kamu tau Arzen ada di mana? Kenapa Pak Sandy bilang Arzen sudah pergi. Emang dia pergi kemana?" tanya Zawa dengan sangat lirih. Melihat kondisi Zawa sangat memprihatinkan seperti manusia yang sudah kehilangan hidupnya.


"Arzen? Emang ada apa lagi dengan dia? Maaf Wa, aku justru belum ketemu lagi dengan Arzen. Jadi aku tidak tau dia berada di mana. Aku justru baru tau kabar ini dari kamu dan aku juga kaget dengarnya. Sepertinya ia tidak akan melakukan itu." Zawa sangat terkejut dengan kabar yang disampaikan oleh Zawa.


"Tapi memang semenjak terakhir dia menemui aku kata-katanya sangat aneh, seolah ia ingin memberitahu bahwa saat itu adalah pertemuan terakhir antara aku dan dia." Zawa mengenang pertemuan terakhir dengan kekasihnya. Ia sangat kangen dengan Arzen ingin bercerita, tetapi Arzen justru pergi entah kemana bahkan Pak Sandy sang pengacara pun tidak mengetahui keberadaan Arzen.


"Nanti aku akan coba menghubungi Arzen, barang kali aku bisa tahu keberadaanya. Mudah-mudahan saja dia tidak pergi. Mungkin hanya ingin menenangkan diri dengan situasi seperti ini. jadi kamu harus tetap optimis yah, kamu harus tetap semangat. Oh iya... aku hampir lupa, kenalin ini Ody." Intan memperkenalkan Ody pada Zawa. Ody pun dengan senyum hangatnya menyapa dan berjabat tangan dengan Zawa meskipun tangan Zawa tengah di borgol.


"Ody... sepertinya aku pernah kenal namanya Dok. Dia......(Zawa setelah memcoba mengingatnya pun membekap mulutnya)


"Iya dia Ody istrinya Rio. Aku baru bisa berbicara dengan Ody dan menceritakan kasus yang menimpa kamu. Aku harap dengan Ody tahu kasus kamu dia bisa membantu kamu." Intan mulai menjelaskan dengan kedatanganya bersama Ody.


"Ody... Maafkan aku, aku sungguh bodoh. Aku menghancurkan impian kamu... Aku sangat menyesal, andai bisa di putar kembali, pasti aku tidak akan mau membantu sahabatku. Sahabat yang justru tega menjadikan sahabatnya sendiri sebagai bantalan peluru." Zawa nampak sekali penyesalan dan juga kemarahan yang sangat dalam pada Emly. Yang ia sendiri tidak tahu keberadaanya.


"Iya, terlepas kamu salah atau tidak, aku tengah belajar Ikhlas. Mungkin memang ini tadikku dan takdir anak saya. Mungkin Tuhan saat itu ragu aku bisa merawatnya atau tidak." Ody mencoba untuk tersenyum dan tetap tegar.


"Terima kasih Ody... aku tidak tau harus berkata apa, setidaknya maaf dari kamu sudah sedikit memberikan kelegaan di hati aku. Meskipun aku tetap berharap bisa merasakan kebebasan itu. Aku berharap kamu bisa membantu aku. aku berani bersumpah Dy buka aku yang merencanakan ini semua, justru aku kaget dan tidak menyangka bahwa Emly tega melakukan ini semua. Aku awalnya sangat yakin bahwa Emly memang sudah merelakan dan mencoba melupakan kejadian yang menimpanya. Ternyata aku salah, patuhnya dia terhadap nasihatku ternyata dibelakang ku dia berontak. Dia membuat rencana yang sangat tidak manusiawi, terlebih dia bisa membajak ponsel aku. Aku benar-benar tidak menyangka. Dia sekejam itu." Zawa ter isak manakala mengingat kebaikanya pada Emly, tetapi justru Emly mempermainkanya.


"Aku sudah mendengar kasus yang menjerat kamu dari Aarav, dan Arzen juga menemui Aarav dan meminta bantuannya. Maka dari itu Aarav menceritakanya padaku. Sulit memang untuk mencari bukti bakwa kamu tidak bersalah. Namun aku dan yang lainya sangat percaya bahwa kamu orang baik, dan tidak mungkin melakukan itu semua. Maka dari itu aku meminta bantuan Ody, agar ia bisa membantu kamu." Intan menggenggam tangan Zawa, yang sudah mulai bergetar karena tangisnya. Yah, Zawa menangis bahagia, karena setidaknya is rasakan sedikit bahagia, karena ada harapan ia akan bebas.


"Terima kasih Tan, Ody, aku berjanji kalo kalian bisa membebaskan aku. Aku akan jadi manusia yang lebih baik lagi. Aku tidak akan mudah percaya dengan semuanya. Aku akan lebih berhati-hati lagi. Aku janji..." Suara Zawa yang bergetar sangat terdengar dengan jelas, dan hal itu membuat Ody terharu.


"Polisi lebih melihat pada saksi dan bukti Dy, dan dari saksi dan bukti memang sangat mengarah pada Zawa, jadi mereka mengiri Zawa pelakunya, otak dari semua ini. Karena memang bukti-bukti itu menjurus pada Zawa." Intan mencoba menjelaskan apa yang terjadi pada Zawa dan mungkin sajah Ody masih belum tau kronologi pastinya.


"Iya aku tau, tapi apa mereka tidak bisa melihat orang bohong dan jujur," cicit Ody.


"Mereka kira, seperti Zawa ini hanya berpura-pura mengiba untuk dimaafkan , mungkin karena terlalu banyak yang melakukan sandiwara semacam ini. Jadi mereka selalu waspada," balas Intan.


"Iya mungkin, tapi aku hanya bisa berharap Papih bisa mempertimbagkanya lagi. Semua kunci kamu ada pada Papih dan Rio. Kamu jangan lupa berdoa yah biar Papih dan Rio hatinya luluh dan bisa mencabut tuntutanya." Ody memberikan dukungan pada Zawa, karena Ody tidak ada wewenang mencabutnya, jadi dia harus membujuk Papih dan Rio.


"Trima kasih Ody, trima kasih." Zawa menggenggam tangan Ody dengan sangat kuat, menandakan ia benar-benar sangat terharu dengan kebaikan Ody. Zawa berfikir bahwa Ody memang merebut Rio dan Emly, tetapi setelah bertemu langsung dengan Ody, Zawa paham ternyata sangat wajar Rio lebih memilih Ody pasalnya memang Ody hatinya lebih baik dari Emly.


"Sama-sama Zawa, entah mengapa aku sangat yakin kalo kamu tidak bersalah, tapi aku minta apabila Papih dan Rio mencabut tuntutan kamu, kamu harus tunjukan pada mereka bahwa penilaian aku benar. Kamu memang layak untuk bebas. Kamu juga bisa membantu mencari tahu keberadaan Emly. Dia harus mendapatkan hukuman karena dengan sengaja ingin mencelakai aku, dan dia juga membuat sabotase, yang seolah-olah kejahatanya adalah ulah kamu. Itu sangat tidak bisa ditolerin loh. Bagai mana kalo kamu benar dipenjara dalam kasus ini, tentu kerugiankamu sangat banyak juga."


"Pasti Ody, aku pasti akan mencari tahu Emly di mana. Sungguh aku juga sangat kecewa dengan dia. Aku kecewa banget, entah apa yang akan aku lakukan bila bertemu dengan dia. Aku takut khilaf dan benar-benar membunuh dia." Zawa berkata dengan pandang kosong, mungkin memang sebegitu kecewanya dia sehingga ia sendiri takut dengan emosinya yang mungkin tidak bisa ia kendalikan.


Intan dan Ody saling berpandangan, tentu Intan dan Ody tidak mau Zawa sampai melakukan hal itu. Namun, mungkin itu rasa kecewa yang sudah sangat dalam dari Zawa.


"Kamu jangan ikuti emosi kamu, boleh menghukum Emly tapi jangan sampai melukai fizik apalagi membunuhnya." Intan mencoba menasihati Zawa.


"Aku marah, aku kecewa... sungguh aku benar-benar kecewa Tan. Sulit rasanya aku memaafkan Emly, hidupku hancur sehancur-hancurnya. Sulit mengembalikan namaku, lalu aku harus bagai mana? Jujur aku pun bingung kalo bebas nanti akan harus ngapain? Kembali buka klinik tidak mungkin, otomatis semua izin telah dicabut. Melamar kerjaan? Kerjaan apa yang mau terima mantan napi? Kembali pada keluargaku? Aku ini anak yang dibuang orang tua kandungku, dan diadopsi oleh keluarga yang sangat sayang, tepi sekarang mereka kecewa dan membenciku." Zawa kembali terisak pandanganya benar-benar kosong. Yah menjadi Zawa pasti sangat sulit dan berat.


...****************...


Hay Othor bawa, rekomendasi bacaan lagi nih. Kali ini dari karya bestie othor namanya ka Rahayu. Kuy kalian wajib baca yah, jangan lupa tekan fav, like, komen dan bawa bunga yang banyak...