
"Lalu apa rencana kamu? Kamu harus hati-hati Pek, yang kamu hadapi itu Clovis. Orang yang nekad melakukan apapun untuk bisa mencapa tujuanya." Intan mewanti-wanti Ipek, karena tentu Intan tau gimana watak Clovis, maka dari itu Intan dari pertama Ipek berkata menyukai Clovis ia tidak setuju. Bukan karena perbedaan fisik dan yang lainya, tetapi lebih kasihan dengan Ipek, kalo memang Clovis tidak menyukainya.
"Iya dok, kali ini aku harus lebih berhati-hati dan membiarkan Clovis menghinaku sesuka hatinya. Jujur aku juga lelah mengejar cintanya. Mungkin kini saatnya aku menyerah, tetapi sebelumnya aku hanya ingin tau seberapa bencinya dia padaku. Maka dari itu aku akan meminta bantuan dokter Intan dan Arzen."
"Kenapa mesti Arzen, ada apa dengan dia, apa kamu juga mencintainya?" tanya Intan penasaran.
"Tidak dok, aku rasa yang paling memungkinkan untuk bisa bekerja sama denganku hanya Arzen," jawab Ipek.
"Katakan apa rencanamu, biar aku bisa mempertimbangkan semuanya." cecar Intan penasaran dengan rencana Ipek.
"Sebelumnya aku mau ngasih tau dulu rencana Clovis untuk mengerjaiku ." Ipek menarik nafasnya dalam lalu ia melanjutkan perkataanya, dengan menahan sesak di dadanya "Clovis melakukan sayembara dengan teman-temanya. Barang siapa yang bisa membuktikan bisa mengajakku tidur bersama dan berakhir dengan Having *** (HS). Maka Clovis akan memberikan imbalan yang fantastis." Ipek menceritakan semua yang ia dapatkan informasinya dari Sami, orang kepercayaanya yang di tugaskan untuk mencari informasi dari clovis.
"Hah,.. gila yah tuh orang, lama-lama taman-teman Rio nggak ada yang bener otaknya," omel Intan. "Kalo dia nggak suka sama loe ya udah sih ngapain juga pake ngadain sayembara-sayembara gituan. Gesrek memang si Clovis Itu." Rasanya Intan pengin memebenturkan kepala Clovis ketembok agar bisa kembali lurus.
"Maka dari itu dok, aku pengin membuat kesepakatan dengan Arsen agar aku dan dia berpura-pura tidur bareng dan seolah-olah kita melakukan one night stand. Sebagai imbalanya, aku juga akan memberikan bayaran yang sama sesuai yang Clovis berikan." Ipek menjelaskan rencananya, ia tidak sabar Ingin meminta pendapat dari Intan.
"Kamu sudah bilang sama Arzen, dan dia mau dengan rencana kamu?" tanya Intan kepo.
Ipek hanya menggeleng lemah sebagai jawaban bahwa ia bahkan belum menyampaikan rencananya dengan Arzen. "Belum, dok. Ini baru wancana, andai Arzen mau tentu aku akan membungkam mulut Clovis," jawab Ipek dengan yakin.
"Kalo gitu biar aku nanti yang bantu ngomong sama Arzen, tapi ngomong-ngomong kamu ada uang berapa untuk membayar Arzen?" Tentu Intan berkata demikian pasalnya ia taunya Ipek hanya OG dan juga pekerja paruh waktu sepeti Ody.
"Berapa pun Arzen minta aku akan bayar," jawab Ipek dengan sombongnya.
"Arzen itu orang mampu dan banyak uang tentu untuk bekerja sama dengan dia butuh uang yang tidak sedikit, apa kamu yakin tidak keberatan. Andai Arzen meminta pembayaran yang nominalnya tinggi?" Intan masih ragu dengan kemampuan Ipek, padahal tanpa Intan tau kekayaan keluarga Ipek tentu jauh dari kekayaan dirinya dan juga Arzen. Terlebih dia adalah anak yang paling dimanja oleh orang tuanya dan keempat Abangnya. Andai Ipek mau memamerkan kekayaanya tentu meminta mobil paling mahal sajah bisa dibelikan oleh mereka, tetapi Ipek memilih menutup jati dirinya dan malah memilih menjadi OG.
"Iya dok, nanti aku akan usahakan apapun yang Arzen minta." Ipek lagi-lagi menyakinkan Intan.
"Ya udah nanti aku sampaikan sama Arzen, mudah-mudahan dia mau dengan rencana gila kamu. Sebenarnya kamu sama Clovis itu cocok Pek, sama-sama gila dan keras kepala. Sayang Clovis tidak mencintai kamu, kalo dia membalas cinta kamu pasti kalian pasangan yang beda dari yang lain sama-sama gila," ujar Intan mengumpat mereka.
Ipek hanya tertawa dengan ucapan Intan, tawa dalam pedihnya. Karena ternyata khayalanya tidak sesuai dengan kenyataanya. Kini mereka telah mengakhiri obrolanya, dan Ipek hanya menatap langit-langit kamarnya kosong. Sejak ia dipecat oleh Clovis Ipek menjadi pendiam. Padahal biasanya Ipek adalah anak yang bawel dan paling rame di rumahnya. Nggak akan ada yang bisa mengalahkan kebawelan Ipek dan juga nggak ada yang bisa membantah apa perkataan Ipek, maka dari itu keempat kaka dan orang tuanya menyebutnya tuan putri.
Namun, sejak kejadian itu Ipek menjadi murung dan lebih sering menghabiskan waktu di kamarnya. Untuk makan pun Umi yang harus membujuk dan mengantarkan ke kamarnya, kalo itu tidak dilakukan oleh uminya, Ipek tidak akan makan seharian.
"Kenapa Tan?" tanya Arzen begitu ia mengangkat telpon, Intan. Seolah Arzen tau apabila Intan menelefon ada niatan yang ingin disampaikanya.
"Loe butuh uang nggak?" tanya Intan tanpa basa basi.
"Hah, maksud loe? Ya pasti gue butuh uang lah. Namanya orang hidup mah pasti butuh uang," jawab singkat Arzen.
"Bagus, Ipek lagi butuh bantuan loe buat kerja sama, dia mau bayar loe berapa ajah. Asalkan loe mau bantu rencana dia."
"Kerjasama apa dulu, bayaranya berapa kalo gede gue bisa pertimbangkan kalo kecil mah ogah," jawab Arzen dengan santai.
"Biar nanti Ipek yang jelaskan, aku panggil Ipek buat jelasin kekamu yah." Intan pun akhirnya melakukan pangilan grup agar Ipek bisa ikut bergabung dengan mereka.
"Hai...." sapa Ipek dengan tanpa beban ketika ia masuk kedalam pangilan Intan dan Arzen.
"Hay hey hay hey, buruan jelasin noh ma Arzen, dia mau kalo bayaranya gede," sungut Intan.
"Hehe... aku juga bingung mau jelasinya dari mana." Ipek menunujukan barisan giginya yang rapih.
"Astagah Ipek, jadi loe pengin gue yang jelasin," pekik Intan gemas, andai sajah jarak merek berdekatan, pasti Ipek udah kena jeweran dari Intan. Beruntung kamu jaraknya jauh Pek. Jadi paling kuping kamu ajah yang panas.
Hehe Ipek menyengir kuda. "Penginya dokter Intan ajah yang jelasin, abisan Ipek bingung mau jelasin dari mana,"
"Ini kenapa sih ko malah jadi pada nggak mau jelasin, buruan mau kerja sama apa? Kalo nggak mau jelasin aku tutup nih telfonya," ancam Arzen.
"Jangan..." Pekik Ipek "Iya aku jelasin," lirih Ipek. Ia pun menjelaskan dari awal rencana Clovis sampai Ipek berencana membayar Arzen agar mau berpura-pura ML(Making love) dengan Ipek.
"Apah, engga-enggak kalo kerja sama gituan. Gue udah punya cewek 'Zawa' kalo dia tau gimana nanti gue dikira beneran ada main ma loe. Enggak deh hubungan gue taruhanya," tolak Arzen...
...****************...
#Jangan lupa juga mampir kekaryaku yah kedua judulnya "Jangan Hina Kekuranganku"