Beauty Clouds

Beauty Clouds
Cewek Selalu Benar



Ody pulang berdua dengan Ipek, Seperti biasa Ipek selalu menjadi ekor kemana pun Ody pergi. Seperti saat ini Ipek ikut menginap di rumah Intan, pastinya atas persetujuan Intan juga. Mereka sekarang sudah jadi bestie...


Mereka bertiga istirahat sejenak, sebelum nanti malam menemui Clovis, atas permintaan Clovis nanti malam jam delapan, Ody dan Ipek di minta menemuinya.


Setelah menjalankan Sholat Isya, Ody dan Ipek bersiap untuk menemui Clovis, untuk kali ini mereka di antar oleh Intan.


"Kalian udah siap belum?" tanya Intan memastikan.


"Udah dong, mau bertemu sama bambang tampan mah udah siap dari tadi," jawab Ipek dengan semangat.


"Tampan sih, tapi kelakuanya nggak banget," jawab Ody menimpali omongan Ipek.


"Kelakuan bisa di rubah Mba, asal ada niat. Biar untuk saat ini Ipek yang berjuang buat dapatin hati bambang tampan." jawab Ipek dengan PD.


"Kalo mau berjuang buat dapatin hati Clovis, loe juga harus siap buat sakit hati, Pek." celetuk Intan.


"Hati Ipek udah disetel dari jauh-jauh hari, agar siap menghadapi cobaan dan rintangan buat mendapatkan cinta bambang Clovis." ucap Ipek dengan bangga.


"Semoga ajah yah kamu nggak mendapatkan kekecewaan, semoga niatmu bersambut dengan kebahagiaan." doa tulus Ody untuk sahabatnya.


"Amin...Amin...Amin... " ucap Ipek dengan semangat dan mengusapkan telapak tanganya kewajah beberapa kali, menandakan ia sangat bersungguh-sungguh meng Aminkan doa Ody.


Setelah bercakap-cakap yang tak mutu, akhirnya mereka berangkat ketempat alamat yang Clovis kirimkan sebelumnya.


Tidak sampai setengah jam, kini mereka sudah sampai di bar yang nantinya akan menjadi tempat Ody dan Ipek bekerja.


"Di sini Dok, nanti kita bakal kerja?" tanya Ody penasaran.


"Sepertinya begitu," jawab Intan, karena ia sendiri belum tau Ody dan Ipek akan ditugaskan di bar yang mana, mengingat Clovis memiliki beberapa bar dan Club malam di ibukota ini.


"Mudah-mudahan sajah yang ini yah Dok, biar nggak terlalu jauh dari rumah Dokter Intan, biar hemat waktu," jawab Ipek dengan muka berseri-seri, karena bahagia sebentar lagi ia akan bertemu dengan laki-laki idamanya.


"Amin, berdoa ajah, supaya Clovis menempatkan kalian di bar yang ini." jawab Intan." Ya udah yuk masuk, nanti belum juga kerja udah kena SP (Surat peringatan), karna telat datang." ledek Intan.


"Haha sadis ih," jawab Ody dengan candaan..


Didalam Clovis dan Arzen sudah menunggu Ody dan Ipek, tak lama berselang merekapun datang.


"Tuh dia," ucap Arzen yang melihat tiga wanita yang ia kenal jalan menuju meja mereka duduk.


"Udah lama nunggu?" tanya Intan.


"Lumayan, maklum ko Ledies kalo dandan kan lama," canda Arzen.


"Apaan, kita mah nggak kaya cewek di luaran sana, yang mau kewarung ajah udah heboh dandan sampe dua jam, padahal kewarung cuma lima langkah butuh waktu lima menit doang, dandanya dua jam." cicit Intan nggak terima dengan pendapat Arzen.


"Hem...., betul tuh".. Ody nggak mau kalah membenarkan ucapan Intan.


"Iya deh iya, kita yang kerajinan datangnya," Arzen mengalah.


"Nah,... kalo itu baru bener," ujar Intan dengan tersenyum jail. "Ingat cewek selalu benar hahaha " Imbuh Intan.


Clovis dan Arzen pun hanya geleng-geleng kepala dengan sikap Intan yang nggak mau kalah. Memang begitu yah ledies mah, maha benar.


Mereka bertiga duduk di meja yang sama dengan dua cogan itu. Ipek yang dari pertama datang sudah terpesona dengan penampilan Clovis, ia diam menikmati pemandangan, yang baginya penampilan Clovis selalu membuatnya terpesona.


Clovis menerima Ipek kerja di tempatnya juga karena Ody dan Intan.


"Ini Ody, dan Ipek bakal kamu langsung suruh kerja atau gimana?" tanya Intan, memulai pembicaraan.


"Besok ajah, kasian kalo sekarang pasti Ody cape juga baru pulang kerja kan?" tanya Clovis dengan menatap wajah manis Ody.


"Iya sih, tapi kalo memang di minta kerja sekarang juga nggak apa-apa ko, iya kan Pek?" tanya Ody sama Ipek untuk memastikan kesiapan mereka.


Ipek yang saat itu sedang khusu menatap wajah Clovis pun kaget ,..Eh , iya Ipek mah ayo ikut ajah." jawab Ipek dengan ekpresi muka kaget.


Intan yang melihat Ipek, hanya tersenyum geli dengan kelakuan temanya itu.


Clovis yang menyadari di perhatikan terus oleh Ipek pun melotot kearah Ipek, tapi namanya juga Ipek, yang saat itu lagi kasmaran justru girang, di plototin Clovis. Bagi Ipek itu lucu dan menambah kadar kasmaranya.


"Kalian kerja mulai besok ajah, hari ini kalian perkenalan ajah ke teman kerja dan perkenalan sama kerjaan kalian juga, jadi kalian besok kerjanya ngapain ajah, nanti bakal di jelaskan oleh Bos Clovis, kalo gue disini cuma sebagai Asisten Clovis ajah ." ucap Arzen menjelaskan tujuanya Ody dan Ipek di minta datang, menunggu Clovis menjelaskan kelamaan, jadi Arzen yang ambil alih.


"Ody pun mengangguk," nampaknya nggak terlalu buruk tempatnya, justru yang Ody liat bar milik Clovis lebih mirip ke cafe, mungkin yang membedakan hanya di legalkan berjualan minuman keras kalo cafe tidak di izinkan." batin Ody menilai tempat kerjanya nanti.


Ody dan Ipek di minta mengikuti Clovis untuk mengenalkan diri dengan teman-teman satu teamnya nanti. Di lanjutkan memeberitahu apa sajah pekerjaanya, dan bagaimana bersikap kepengunjung, agar pengunjung nyaman.


Setelah kurang lebih satu jam Clovis menjelaskan apa sajah kerjaan Ody, dan Ipek nantinya, kini mereka kembali kemeja di mana ada Arzen dan Intan yang tengah seru bencerita.


"Udah," tanya Intan, ketika melihat mereka udah kembali ke mejanya.


"Udah cukup buat pengenalan, besok sekalian parkter juga paham dengan sendirinya," jawab Clovis santai.


Ody dan Ipek, mengangguk secara bersamaan, tanda mereka paham dengan penjelasan Clovis.


"Untuk gajih kalian akan di samakan dengan karyawan lain, tapi kalian diam sajah yah kalo ada yang ngorek-ngorek tentang gajih, takutnya ada yang iri, Clovis menjelaskan dengan suara dibikin sepelan mungkin, agar tidak ada karyawan lain yang mendengar.


"Siap, Ipek mah nggak di gajih juga nggak apa-apa, asal dinafkahin ajah," canda Ipek dengan di selingi tawa yang renyah.


Ody yang mendengar candaan Ipek langsung menyikut lengan Ipek, agar segera sadar dari halunya.


"Kerja ajah yang bener, jangan ngarepin gue bakal suka sama loe, ngaca dulu ajah biar sadar selera gue kaya gimana!!" jawab Clovis dengan jutex.


Clovis memang kalo ngomong hampir sama dengan Rio, terus terang dan menyakitkan.


Untung Ipek anaknya nggak baperan sehingga mendengar omongan Clovis barusan, malah Ipeknya dianggap candaan ajah.


"Iya dong kerja mah yang benar dan rajin, biar di sayang sama Bos." balas Ipek dengan senyum ringan diwajahnya.


Merekapun mengobrol santai, dan sekali-kali diselingi candaan, apalagi kalo Ipek dan Intah udah beraksi lumayan buat bikin perut keram.


Setelah mengobrol dan menjelasakan pekerjaan untuk besok, karena hari makin malam, akhirnya Intan pamit untuk pulang, sebab mereka pun besok harus pada kerja pagi, sebelum soare hari Ody dan Ipek melanjutkan kerjaan baru di tempat Clovis.


*** Seperti ketika api dan es yang bersama, api tidak memancarkan kobaranya, hanya sebatas rasa hangat yang menenangkan. sementara itu , es perlahan mencair seiring bersama sang api.****


...****************...


#Terimakasih buat yang udah mampir, jangan lupa tinggalkan jejak yah.


...****************...