Beauty Clouds

Beauty Clouds
Ketiduran



Keseruan Rio dan teman-temanya diluar kamar Ody pun makin menjadi, seperti biasa ketika Rio dan kawan-kawan kumpul makan tidak asik kalo hanya mengobrol santai tanpa adanya canda tawa. Contohnya malam ini, lebih didominasi dengan cerita konyol dari mereka, bahkan saking asiknya hampir ajah mereka lupa tujuan awalnya yang akan membahas mengenai rencana buruk Emly terhadap Rio.


Bahkan mereka lupa, untuk mengisi perutnya dengan masakan yang sudah Ody buat, sampai jam sembilan makanan belum tersentuh.


Sementara itu Ody dan Ipek sudah mulai mengantuk.Tanpa sadar keduanya tertidur padahal suara dari ruang tamu terdengar sangat gaduh, tetapi saking capenya merekpun seolah terhipnotis, tidur dengan damai. Tanpa terganggu dengan suara tawa dari para cogan di balik kamar.


Jam menunjukan pukul sepuluh dan Chandra sudah merasa lapar. Namuj belum ada inisiatif dari Rio untuk menawarkan apapun dari semenjak datang mereka dibiarkan ngobrol bahkan tanpa disuguhkan air minum setetespun, (Sungguh tega memang tuan rumah ini) batin Chandra


"Rio apa dirumah kamu nggak ada makanan atau bahkan air minum, rasanya aku mau pingsan kelaparan dan kehausan," celoteh Chandra, memberika sindiran secara terang-terangan terhadap Rio. Eh, itu mah bukan sindiran lagi,t api negor langsung, hehe....


"Memang biasanya, mereka akan ambil sendiri kalo menginginkan sesuatu, tapi apa salahnya untuk malam ini dijamu seperti tamu agung." pikir Chandra.


"Astaga, aku bahkan lupa buat mengajak kalian makan malam,abisan sudah lama nggak bercerita seperti ini, biasanya hanya dihabiskan dengan keseruan masing. Walaupun kita berkumpul, tapi jarang dipake buat bercerita dengan hal-hal yang konyol. Padahal asisten rumah tangga dirumahku sudah masak banyak buat makan kalian, tapi aku lupa mengajak kalian buat mencicicipinya." Oceh Rio merasa bersalah dan sambil cengengesan.


#Memang bambang Rio itu keterlaluan!!!#


"Aduh, kalian ini kaya baru pertama datang ajah kerumah ini, lagian kan kalian juga udah biasa apa-apa ambil sendiri segala pengin dilayanin, ambil sendiri yah jangan dibiasain manja," Aarav menimpali,karna dia sendiri juga lupa untuk mangajak temannya makan bersama.


"Eh, tapi bagus sih kesannya, kalian sekarang lebih tau diri hahaha....." canda Aarav, ia pun mengolok temanya.


"Hisss kalian nggak peka baget, kan kami tamu ya pengin juga dilayanin sama tuan rumah." sela Arzen tak mau kalah.


"Ngomong-ngomong kalian siapin kami makan kan Rio? atau jangan-jangan kalian mau bikin kami kelaparan malam ini," oceh Clovis ikut angkat bicara .


"Tenang makanan banyak, gue udah suruh ART gue buat masak makanan yang lezat, dan bergizi mengingat kayaknya kalian kurang makanan yang bergizi." Rio sedikit menyelipan candaan


"Enak ajah makanan yang kami makan selalu yang bergizi tinggi." balas Chandra tidak terima dengan candaan Rio.


"Kayaknya makanan juga udah dingin lagi deh, bentar gue suruh ART buat manasin lagi, beberapa menu yang enak dimakan ketika hangat .


Rio pun menyuruh Aarav buat kekamar Ody, agar mereka menghangatkan makanan lagi. Sementara Rio dan kawan, menunggu makanan selesai dihidangkan mereka lanjutkan dengan kembali bercengkrama dengan cerita yang pastinya nggak ada habisnya .


...----------------...


"Kemana sih Ody dan Ipek masa iya udah tidur atau malah keluar malam-malam gini." gumam Aarav, karna penasaran, Aarav pun membuka pintu kamar Ody, yang ternyata tidak dikunci.


"Ya ampun mereka udah molor ajah, padahal ini baru jam sempuluh. Aarav pun masuk dan membangunkan Ody serta Ipek. (Jam sepuluh mah udah malah bambang, wajar lah orang udah molor!!!).


Ody yang merasa ada yang panggil dan menggoyang-goyangkan lenganya pun lebih dulu tersadar, dan langsung beranjak bangun, kaget kenapa ada asisten Aarav dikamarnya.


"Pa Aarav ko bisa masuk kekamar saya?" tanya Ody sopan .


"Ya bisa lah, kalian ini tidur udah kaya mayat ajah tuh pintu gue ketok-ketok dari tadi ,sampai suaranya kedengeran ampe komplek sebelah, masih belum bangun juga. Lagian tuh pintu kamu juga nggak dikunci. Ya udah aku masuk ajah buat ngebangunkan kamu, tadinya kalo ngggak bangun juga aku mau pinjem toa masjid buat ngumumin nama kalian dimasjid," jawab Aarav panjang kali lebar, karna gemas juga dengan tingkah kedua Art Bosnya itu.


"Ih Pa Aarav amit-amit deh masa diumumin dimasjid ,mati dong kita." balas Ipek yang entah sejak kapan sudah bangun .


"Abisan tidur udah kaya orang mati." oceh Aarav.


"Hehe kecapean Pa Aarav, maaf yah." balas Ody .


"Ya udah buruan kalian cuci muka terus kedapur, Rio minta buat panasin masakan yang sekiranya harus dipanasin lagi, karna dari tadi keasikan ngobrol jadi baru mau makan, tapi malah masakan udah pada dingin." ujar Aarav menjelaskan tujuan membangukan mereka.


"Oh, iya Pa kami akan laksanankan tugas dari dokter Rio dengan segera," balas Ody .


Aarav pun kembali bergabung dengan temannya, sedangkan Ody serta Ipek kembali menyiapkan makan malam buat tuan dan kawan-kawanya .


*** Jadi juara tak selalu harus dapat piala dan penghargaan, yang penting kita bisa melakukan yang terbaik dengan makaimal***


...****************...


#Terimakasih yah buat yang udah mampir ❤


#Plis jangn lupa tingalin jejak.