
Dua bulan bukan hal yang mudah untuk Rio lalui. Selama dua bulan ini Emly selalu datang baik secara langsung untuk merayu Rio atau bahkan secara tidak langsung alias berbagai rencana Emly susun buat menjebak Rio.
Namun, seperti rencana awal Rio dan kawan-kawan bisa menggagalkan rencana Emly.
Nampaknya Emly tidak pernah menyerah, dan makin menjadi-jadi, terbukti menurut orang suruhan Clovis kali ini Emly sedang merencana sebuah jebakan agar Rio kembali kepadanya tak tanggung-tanggung rupanya Emly menyiapkan rencana agar Rio meminum obat perangsang dan nantinya Dafi dan orang suruhanya akan membawa Rio ke kamar yang sudah Emly siapkan terlebih dahulu.
Clovis yang sudah mengetahui rencana Emly, tetapi kali ini Clovis tidak langsung memberitahukan Rio rencana apa yang Emly susun, Clovis hanya memberitahukan Aarav, Chandra dan Arzen tentang rencana yang Emly siapkan, agar terkesan kali ini kemenangan berpihak denga Emly. Sementara Clovis dan teman-temanya merencanakan balik bahwa nanti salah satu dari mereka akan berpura-pura menjadi Rio, sehingga Emly merasa bahwa Rio sudah berhasil masuk keperangkapnya.
"Rav lo nanti gantiin posisi Rio yah." tunjuk Clovis pada Aarav.
"Kenapa mesti gue, kenapa ga loe ajah, secara loe kan pemain semua wanita, masa ngak mau dengan Emly, dia kan mulus pasti Hot lah," Aarav menolak usulan Clovis malah menunjuk Clovis sebagai pemain pria yang menggantiak Rio.
"Nggak bisa Rav, dari segi fisik diatara keempat yang paling mirip ya kamu, biar Emly nanti ketika main dengan loe ngak curiga, dan tetap mengira bahwa itu Rio." Clovis meyakinkan Aarav, agar dia mau menerima usulanya.
"Chandra, Arzen apa mereka nggam pantes," tanya Aarav "Perasaan dari fisik nggak terlalu keluatan bedanya sama-sama memiliki badan yang atletis," jawab Aarav
"Jangan bawa-bawa kita deh kita anak sholeh yang bersih dari pergaulan semacam kalian," Chandra dan Arzen secara bersamaan menolak ide arav .
"Jadi kalian menumbalkan gue buat rencana kali ini." tanya Aarav.
"Ya anggap ajah gitu, permainan gratis jangan ditolak apalagi pemainya sangat berwawasan, awas ajah nanti kamu malah ketagihan." goda Clovis.
"Sialan kalian semua, tau gini tadi gue mending tidur diApartemen ajah dari pada ngikutin rencana gila kalian." ujar Aarav dengan nada jengkel, tetapi mau nggak mau Aarav mengikuti rencana mereka sebagai solidaritas dan sekalian membebaskan Rio dari masalah dengan Emly.
Malam ini adalah Ulang tahun Dokter Chandra sehingga mereka memutuskan untuk mengadakan party alakadarnya diClub milik Clovis. Mereka sengaja mengundang Emly, karna memang Emly juga merupakan teman dari mereka.
kesempatan ini pastinya sudah Emly siapkan dengan matang, dia begitu yakin bahwa kali ini rencananya akan berhasil, karna Emly sudah membayar beberapa pelayan diClub milik Clovis, untuk memperlancar rencananya.
Emly hanya sebentar datang keacara ulang tahun Chandra, dia memang sengaja tidak berlama-lama diacara tersebut. Selebihnya, Emly menunggu dikamar yang nantinya Rio bakal masuki, tentunya dengan bantuan Dafi.
Rio saat itu sedang dalam pengaruh obat perangsang akan masuk kekamar yang Emly sudah siapkan dan selebihnya Emly akan melakukan hubungan suami istri dan merekamnya sebagai senjata agar Rio mau kembali lagi menjalin hubungan denganya.
Acarapun berlansung dengan lancar dan tibalah keacara yang lebih santai, mereka berlima habiskan dengan bercerita bercanda satu sama lain dengan santai, sambil sekali-kali minum, ketika mereka berkumpul dan para pelanyan mengantarkan minuman.
Emly tentunya sudah memberikan obat perangsang diminuman khusus buat Rio, dengan bantuan pelayan Club yang Emly sudah bayar dengan mahal.
Clovis dan kawan-kawan pun membiarkan Rio meminum-minuman yang sudah Emly campur dengan obat perangsang, agar seolah-olah Rio berhasil masuk perangkapnya, karna dari sudut meja lain ada beberapa pasang mata yang mengawasi rencana Emly apakah berjalan lancar atau kali ini gagal lagi seperti sebelum-sebelumnya.
Tanpa mereka sadari Aarav yang nantinya akan menggantikan Rio untuk masuk kekamar Emly.
Rio pun sudah tanpak gelisah merasakan efek dari obat yang dia minum dengan perubahan Hormon ditubuhnya, dan ketika Rio mulai gelisah satu pelayan Club menghampiri dan memberikan kertas yang berisi nomor kamar Emly tempati sekarang. Clovis dan teman-teman pun membiarkan Rio menuju kamar tersebut karena yakin orang suruan Emly bakal mengambil foto Rio. Untuk memastikan mereka bahwa orang yang dimaksud tidak salah, ketika sampai didepan pintu kamar benar, sajah Dafi mengambil gambar Rio. Namun, setelah Dafi mengambil foto Rio, tiba-tiba Dafi pingsan, dan pastinya anak buah Clovis yang melakukanya .
Sekarang tugas Arzen membawa Rio pulang, sebelum Rio membuka pintu. Arzen menarik Rio agar mengikutinya. Chandra dan Arzen membawa Rio pulang, setelah memastikan dirumah Rio sudah tidak ada lagi para Art, karena menurut penuturan Aarav, kedua Art Rio, sengaja Aarav suruh pulang, Ipek yang kangen dengan kedua orang tuanya pun langsung pulang. Tidak mau ketinggalan Ody yang selama ini tidak berkumpul dengan pamanya pun merencanakan malam ini akan menginap dirumah paman, tetapi begitu Ody sampai dirumah pamanya ternyata semua keluarga paman sedang menghadiri acara kerabat dari bibinya dan menginap dirumah kerabatnya disana. Ody memutuskan kembali kerumah Rio.
Pastinya Aarav tidak tau, bahwa Ody tidak jadi bermalam dirumah pamanya.
***Aku mungkin jauh, tetapi percayalah aku tidak pernah pergi***
...****************...
#Terimakasih buat yang udah mampir,jangan lupa tinggalkan jejak yah❤