Beauty Clouds

Beauty Clouds
Mengupulkan Kepingan Hati.



Ody yang baru sajah keluar dari kamar Dokter Rio, menyandarkan sejenak tubuhnya didinding. Sesak sekali rasanya, Ody ingin menangis meluapkan semua rasa sesak dihatinya. Namun kalau ia kembali ke kamar bisa-bisa Ipek tahu semua masalahnya, selama ini Ipek sudah cukup banyak membantunya, tidak ingin lagi Ody membebani Ipek dengan semua masalah rumah tangganya, yang baru dibangun beberapa jam yang lalu.


Ody pun menuju ruang baca, disana Ody bisa sedikit merasa tenang, tempat yang sepi akan sedikit menenangkan kemarahannya.


Ody mencari buku yang bisa menenangka masalahnya saat ini, setidaknya ia akan belajar lebih sabar lagi untuk mengadapi Rio. Sifat Rio yang keras nggak akan bisa Ody tandingi, mengalah adalah cara terbaiknya.


*kata-kata lembut melunakan hati yang lebih keras dari batu.Kata-kata kasar mengeraskan hati yang lebih lembut dari sutera."Imam Al- Ghazali"


Dua jam Ody habiskan untuk membaca banyak motifasi yang iya dapatkan, kini hatinya tidak seperti tadi, pertama masuk keruangan baca. Bahkan barusan ia merasa kemarahannya benar-benar meluap-luap. Bila dibolehkan untuk membunuh mungkin akan ia lakukan tadi. Untungnya Ody memasuki ruangan yang tepat, sehingga kini ia akan kembali dengan hati yang sudah kembali dingin.


Ody masuk kekamar, melihat Ipek ternyata Dia sedang tidur dengan damai, mungkin ia menunggu Ody, tetapi tak kunjung datang, dan kini ketiduran.


Ody mendekat keranjang dan ikut merebahkan tubuhnya, rasa lelah yang teramat membuat Ody cepat menyusul Ipek ke alam mimpi.


***


Ody bangun, karena mendengar ada yang memanggil dari luar, ternyata Rio yang memanggilnya.


"Sedang apa sih lama banget dipanggil?" tanya Rio dengan muka dingin .


"Tidur, kenapa emang." jawab Ody nggak kalah jutek. Baru juga beberapa menit Aku merasakan enaknya tidur siang, nih Bos udah teriak-teriak ajah," batin Ody kesal dengan kelakuan Rio.


"Enak banget, bukanya kerja malah molor ajah!Kerja rapihin rumah!" perintah rio dengan muka dinginya.


Ody pun sudah menebak, bahwa ia akan dibikin tidak betah dirumah ini. "Rio akan memerintah terus menerus sampai, aku nyerah. Hah, nggak segampang itu bambang," batin Ody"


Ody langsung bergegas cuci muka dan menyiapkan alat tempur buat membersihkan seluruh rumah ini,sampai kinclong!!!


"Oh iya mulai sekarang Ipek udah aku pecat, kamu kerjakan semua ini sendiri, Rio yang akan kembali kekamarnya memberi tahu Ody .


Ody tidak menyangka bahwa Rio akan memecat Ipek. "Pantas sajah, tadi aku bangun Ipek udah nggak ada, ternyata Ipek udah pergi karna dipecat sama Rio." batin Ody .


"Baik tuan kalo memang itu keputusan Anda, saya sebagai orang asing nggak bisa mencegahnya." ucap Ody dengan menunjukan muka yang tak perduli.


Toh sebelum Ipek membantunya, semua pun sudah biasa Ody lakukan sendiri.


Mungkin Rio tidak tau bahwa ketika Ody bekerja sebagai pahlawan devisa, pekerjaanya lebih berat dari semuai ini, jam kerja pun lebih panjang, tapi Ody bisa melewati lima tahun tanpa mengeluh.


Jadi ketika Ody akan mendapatkan gempuran dari Rio dengan menyiksaanya dipekerjaan Ody akan memerankan permainan Rio dengan apik.


***


Satu bulan, semenjak Ody menjadi istri kontrak Rio, terlewati dengan aman. Pekerjaan yang nggam ada hentinya Rio berikan ke Ody, masih bisa Ody kerjakan dengan baik.


Sudah dua hari badan Ody sedikit meriang, Ody sudah meminum obat, sesaat setelah meminum obat badanya akan kembali membaik, tetapi tak berselang lama akan kembali merasa menggigil kembali. Ody akan meminta Ipek untuk mengeroki badanya nanti ketika istirahat, mungkin sajah ia masuk angin mengingat akhir-akhir ini sering turun hujan. Ody pun beberapa kali menerobos derasnya hujan, supaya pulang tepat waktu, dan tidak mendapat hukuman dari Rio.


Ody berkirim pesan pada Ipek agar istirahat nanti menemui Ody di kamar pantry, kebetulan di pantry memang disediakan kamar untuk pekerja yang ingin sekedar rebahan atau bahkan tidur ketika sif malam dan bisa digunakan juga buat OB yang sedang kurang sehat, seperti saat ini Ody rasakan.


"Pek nanti istirahat kekamar pantry yah, aku pengin dikerokin, badanya meriang kayaknya, gara-gara kemarin kehujanan." Begitu kira-kira isi pesan dari Ody untuk Ipek.


Ipek yang saat itu tengah bekerja, menghentikan pekerjaanya sejenak ketika mendengar ada pesan masuk. Ipek membuka pesan ketika tau bahwa Ody yang mengirimnya.


Ipek mengenyitkan dahinya ketika membaca pesan dari Ody.


"Sekarang kondisi Mba Ody gimana? Kalo masih meriang izin Bu Dewi ajah, untuk istirahat dulu di pantry. Jangan maksain berkerja terus, nanti malah tambah parah." Ipek langsung membalas pesan Ody.


"Sekarang udah mendingan, barusan minum obat dari P3k di pantry, tapi kayaknya kalo belum dikerok belum mujarab deh, makanya aku minta tolong kamu buat ngerokin." balas Ody lagi.


Ya, memang kebiasaan Ody dan Ipek itu sama, semua pernyakit kalo belum "Kerokan" pernyakinya masih betah ajah.


"Hahaha seloganya nggak ada main"Kerokan selalu terdepan, ya udah nanti begitu istirahat Ipek ke pantry." balas Ipek dengan senyum mengembang, masih terlihat jelas diwajahnya.


Begitupun Ody yang membaca pesan terakhir dikirim Ipek ikut tersenyum.


Kini mereka berdua kembali melanjutkan pekerjaanya. Sampai jam istirahat tiba Ody menuju kamar dan merebahkan badahnya, yang sudah berasa remuk.


Tanpa terasa Ody tertidur, padahal belum lima menit Ia merebahkan badanya.


Ipek yang baru masuk kekamar melihat Ody tertidur pun mengurungkan niatnya. Ipek biarkan Ody untuk istirahat sejenk. Ipek tau betul pasti Ody sangat kelelahan mengingat beberapa kali Ody juga mengeluh dengan pekerjaan yang Rio berikan, tetapi Ipek juga nggak bisa bantu. Rio sekarang adalah Rio yang sangat kejam berbeda dengan Rio yang dulu masih menampakkan senyumnya, sekarang jangan kan senyum ketemu dari jarak jauh sajah sudah menunjukan tampang membunuhnya.


Untung Ody orang yang sabar, sehingga masih bertahan dengan Rio.Yah, walaupun yang Ody lakukan demi uang. Pekerjaan yang Rio berikan dan ipah yang Ody dapatkan bisa dia gunakan buat biyaya kuliah adiknya, dan kebutuhan keluarganya. Sampai Ody mengorbankan kebahagianya.


Ipek menuju kantin untuk membeli makan siang, untuk dirinya sendiri dan buat Ody juga, pasti juga Ody belum makan. Pikir Ipek.


Setelah mebeli makan Ipek masuk ke kamar, membiarkan Ody tidur sampai tiga puluh menit kedepan, untuk mengembalikan staminanya.


"Kenapa nasibmu bengini banget Mba, andai aku bisa merubah hati seseorang, aku akan merubah hati Dokter Rio, agar sedikit saja memiliki rasa simpati padamu."Gumam Ipek sambil menatap wajah Ody yang tengah pulas tertidur.


*ketika kamu jatuh jangan tetap dibawah. Jatuh bukan berarti kalah,itu hanya berarti kamu harus bangkit dan kembali mencoba.*


#Buat kalian yang sedang merasa jatuh, yuk, semangat! Kembali bangkit dan mencoba sampai keberhasilan digenggam olehmu.


...****************...


#Terimakasih buat yang udah mampir,jangan lupa tinggalkan jejakyah .❤