
"Ngapain sih pulang, emang nggak kangen sama kita-kita," tanya Lunara seolah memaksa agar Rio menginap di rumah orang tuanya..
Rio langsung bingung dengan tawaran sang kaka. Dia dilema antar jujur dengan pernikahanya atau justru ikuti kemauan kakak perempuanya, Lunara.
"Iya Om, bobo sini ajah Eza juga kangen sama Om Iyo, nanti bobonya Eza mau sama Om ajah yah Mom." Sikecil Ezra pun tidak mau kalah ingin Om Rionya menginap di rumah Oma da Opanya.
"Lagian di rumah kamu mau ngapain, enakan juga disini rame, lagian ponakanmu tuh juga kangen dengan Om'nya pengin main bareng-bareng iya ka Ezen, Eza?" Mamih pun ikut mengompor ngomporin kedua cucunya agar menahan Omnya pulang kerumahnya.
"Ya udah Rio nginep disini malam ini," ucap Rio akhirnya pasrah juga mengikuti kemauan ponakanya yang cantik-cantik.
Malam ini Rio habiskan buat bercengkrama dengan keluarganya, terutama bermain dengan Eza dan Ezen kakak beradik yang selalu terlibat perkelahian terutama Eza yang memiliki sifat tomboy seperti Mommynya sedangkan Ezen libih pendiam seperti Daddynya, membuat keluarga ini rame.
"Ya ampun Om pusing sama Ponakan-ponakan Om kenapa pada berantem terus sih," ucap Rio yang makin dibuat setres dengan keusilan ponakanya.
"Ini baru anak Luna, gimana nanti kalo kamu menikah dan punya anak, tambah rame pasti rumah Mamih. Ngomong-ngomong gimana pernikahan kamu dan Emly kenapa malah jadi nggak ada kelanjutanya?" tanya Mamih yang penasaran dengan nasib percintaan anak laki-lakinya.
"Entah lah Mah, justru aku dan Emly sudah berpisah," lirih Rio.
Ucapanya itu tentu membuat kaget keluarganya terutama papih dan mamih Rio, bagaimana bilang sama keluarga Emly, sedangkan keluarga mereka itu teman bisnis yang sudah terjalin komunikasi sangat baik selama ini.
"Kenapa kamu bisa putus dengan Emly, pasti kamu berselingkuh yah?" tanya Mamih langsung menghakimi anaknya. Sebab setahu mereka Emly gadis baik-baik dan dari keluarga baik-baik jadi apabila ada kesalahan berati itu dari Rio, yang memiliki teman yang banyak terlibat pergaulan bebas.
Ketika Rio akan menjelaskan perihal kandasnya hubungan Rio dan Emly, tiba-tiba ponselnya bergetar. Terpangpang wajah cantik Ody dilayar pintarnya. Dengan nama penelepon istriku.
Rio memutuskan untuk menjauh sejenak, taman belakang menjadi pilihan Rio untuk mengangkat telpon dari istrinya. Setelah memastika tempatnya aman Rio pun mengangkat pangilan dari istri tercintanya.
"Hallo ada apa sayang," ucap Rio dengan sangat pelan takut ada yang menguping
"Mas ko belum pulang? Mas sekarang di mana?" tanya Ody mencemaskan suaminya karena sudah lewat dari jam sembilan tapi Rio belum pulang juga.
"Maaf sayang Mas nggak bisa pulang. keluargaku, pengin Mas nginep disini. Terutama dua ponakan Mas yang cantik dia nangis kalo Mas pulang. Jadi Mas minta izin yah malam ini Mas nginep di rumah orang tua Mas. Besok Mas pulang pagi-pagi deh buat manjain Bunda sama Baby," Rio meminta izi pada Ody dan meminta Ody istirahat lebih dulu karena dirinya akan menginap di rumah orang tuanya.
"Ya udah Mas hati-hati yah, Ody kalo gitu mau bobo ajah dan selamat ketemu besok pagi yah sayang," balas Ody sebelum akhirnya ia memutus sambungan teleponya.
Rio pun kembali memasukan ponsel kesaku celananya dan duduk mencari udara segar dulu. Jujur ia tidak biasa tidur tanpa Ody. Rasanya pasti akan rindu sekali, biasanya ia akan memeluk bumil yang seksi baru bisa tidur, tetapi malah malam ini dia akan tidur seorang diri.
*****
"Siapa tuh Pih, ko sepertinya penting banget mana langsung keluar takut kita-kita tau apa gimana?" tanya Mamih curiga pada putranya.
"Papih, juga nggak tau Mih, kan anak itu memang agak tertutup," balas Papih yang tidak tau siapa yang barusan menelepon Rio.
"Pacar barunya apa Mih, jadi penasaran kenapa tuh anak bisa putus sama Emly. Bukanya dia cinta banget yah sama Emly?" Luna juga ikut mencurigai adiknya.
Mereka pun beranjak dari ruang keluarga, menuju kamar masing-masing sedangkan Eza dan Ezen sudah tertidur karena kecapean bermain. Sementara Rio masih menikmati suasana malam ditaman belakang. Setelah merasa angin malam yang semakin menusuk kulit akhirnya Rio pun berpindah kekamarnya.
Padahal tubuhnya sudah lelah dan cape, ditambah bermain dengan kedua ponakanya tetapi tidak juga bisa tidur. "Aduh sayang kenapa Mas nggak bisa tidur, akhirnya pukul sebelas malam Rio memutuskan untuk pulang kerumhanya. Dia nggak bisa tidur tanpa istri tercintanya.
Malam hari perjalanan yang sudah sedikit sepi membuat perjalananya lancar dan hanya membutuhkan waktu empat puluh menit kini Rio sudah berada di rumahnya. Ia berjalan mengendap endap ketika sudah memasuki kamar dan melihat bayanga nistri tercintanya tengah tertidur dengan pulas.
"Ish... dia malah dengan nyenyak tidur enak banget sih," batin Rio. Dia menyimbakan selimut Ody dan memeluk istrinya dari belakang. Ody mengeliat karena ada yang memeluknya.
"Mas, apa ini Mas Rio?" tanya Ody dengan suara seksinya.
"Kenapa sayang kamu kira ini mimpi yah?" ledek Rio dengan mendusel-dusel ke dalam dua bongkahan gunung kembar Ody yang menjadi tempat faforitnya, terlebih sekarang ukuranya yang semakin membesar dan empuk, tambah betah Rii disana.
"Ko Mas pulang? katanya mau nginep di rumah orang tua Mas?" tanya Ody dengan heran.
"Enggak jadi, mata nggak bisa merem keinget kamu terus sama si Baby jadi kabur deh," kekeh Rio, yang justru kabur dar rumah Mamih, Papihnya.
"Ish... dasar Papah kamu nakal tuh De." Ody melaporkan kelakuan suaminya yang nakal.
Rio pun terkekeh melihat kelakuan Ody. Akhirnya Rio pun bisa tidur dengan nyenyak dipelukan istrinya.
*****
Pagi hari di kediaman keluarga Rio. Eza dan Ezen menangis histeris, manakala bangun tidur dan melihat ke kamar Om Rio tapi Om Rio tidak ada di kamarnya.
"Oma... Opa... Mommy... Om Rio nggak ada di kamarnya!" adu Ezen dengan terisak sedih, begitu pun Eza menagis berjalan dengan lesu di belakang kakaknya.
"Loh kemana anak itu bukanya semalam menginap disini?" Papih bertanya heran.
"E... maaf Tuan, Nyonyah semalam Den Rio jam sebelas pamit pulang," ucap Satpam rumah mereka yang semalam berjaga dan Rio memang sebelum pulang lebih dulu izin dengan satpam agar keluarganya tidak mencari-cari dirinya.
"Ya udah kamu kembali tugas lagi," ucap Papih memerintak security untuk bekerja kembali.
"Dasar anak itu susah sekali untuk menginap di sini, ada apa memang di rumahnya, sampai dia nggak bisa ninggalin," runtuk Mamih.
"Udah-udah jangan nangis yah, nanti kita main ke rumah Om Rio kamu," ucap Mamih menenangkan kedua cucunya.
Sekalian Mamih juga ingin tau di rumah Rio ada apa kenapa dia sampai tidak mau meninggalkan rumahnya barang satu malam sajah...
#Nah loe Rio kira-kira gimana kalo Mamih sama Kakamu tau di rumah kamu ada wanita hamil....