Beauty Clouds

Beauty Clouds
Mangsa yang Datang



Senyum kemenangan tergambar jelas di wajah Clovis, setelah melihat vidio yang Arzen berikan. Ia tanpa curiga sedikit pun, serta tidak menyadari bahwa vidio yang dilihat hanyalah sebuah vidio editan, Yang Ipek persembahkan untuk mengelabuhi dirinya.


"Hebat loe Zen, bisa berdiri tuh tongkat loe, dengan tubuh dia yang menjijihkan itu," ejek Clovis menghina tubuh Ipek.


"Demi cuan." Arzen menjawab singkat, dan tentu tambah membuat Clovis makin geli dengan jawab Arzen. Itu tanda setiap laki-laki memang tidak menyukai tubuh Ipek dan itu bisa menambah bahan untuk mengejek musuhnya itu.


"Ok... ok... karena loe sudah berhasil membuat dia menjadi pela'cur murah'an dan juga membuat vidio buat gue. Maka gue akan lunasi sisa pembayaran kerja sama kita." Clovis masuk kedalam kamarnya dan meninggalkan Arzen seorang diri dibalkon. Clovis mengambil setengah ikat pelastik besar yang berisi uang lima ratus juta.


"Nih, bayaran sisa kemarin. Ingat loe nggak boleh membocorkan kerja sama kita pada siapa pun. Apalagi cewek murah'an itu. Kalo loe berani membocorkanya sial-siap vidio ini tersebar," ancam Clovis dengan menunjukan vidio yang barusan Arzen telah kirimkan ke ponsel Clovis.


"Iya... iya....santai ajah lagian apa untungnya gue ngebocorin aib sendiri." Azen menjawab dengan santai dan masih asik menghirup batang rokok dan ia mainkan asapnya diudara.


Mereka mengobrol hal lain meninggalkan teman utama mereka yaitu Ipek. Dan Clovis justru baru tahu bahwa Arzen telah memiliki cewek. Hal itu Arzen katakan ketiak ia sudah meminum beberapa gelas win. Ia merancau tak jelas dan mengatakan bahwa ia sangat ketakutan bahwa vidio yang ia dan Ipek buat akan sampai pada tangan ceweknya.


Zawa...


Zawa...


Zawa...


Nama gadis yang selalu Arzen ucapkan dalam rancauanya. Clovis menduga bahwa Zawa adalah kekasih Arzen. Clovis menyuruh seseorang utunk mencari tahu tentang Zawa yang ia duga kekasih Arzen itu. Bukan tanpa sebab Clovis mencari tahu info tentang kekasih Arzen. Tentu Clovis ada niat lebih dalam untuk menekan Ipek agar ia mau menuruti semua keta-kata Clovis.


Di otak Clovis sudah tersusun rencana keji untuk melanjutkan misinya membuat Ipek terpuruk dan lemah tak bisa berkutik lagi. Kini buka semata-mata karena dendam Clovis mempermainkan Ipek. Namun, ada kesenangan tersendiri dalam bayanganya ketika membayangkan Ipek menangis memohon ampun padanya dan dengan terpaksa menjadi budaknya. Kejam!!! Yah kini Clovis merencanakan misinya lebih kejam, dia akan memanfaatkan vidio itu dan kelemahan Azen dengan memanfaatkan Zawa untuk mengancam Ipek.


Baru membayangka sajah Clovis sudah tertawa dengan puas membayangkan kemenangan untuk kedua kalinya.


"Kamu tinggal menunggu waktumu, cewek murah'an. Satu orang pun tidak akan aku biarkan menghirup nafas kebebasan ketika sudah menyenggol ku. Kamu sudah ada digenggamanku dan aku siap membuatmu hancur dengan sekali genggaman tangan," gumam Clovis merancau. Ia sudah sama seperti Arzen, mabuk. Bahkan Arzen sudah tertidur dengan pulas di atas sova. Clovis pun matanya semakin berat dan dia pun tertidur pulas dengan otak jahatnya masih berfikir liar membalas dendam.


****


Di lain tempat Ipek tengah asik bertukar kabar dengan Sami, ia dan Sami berjanji akan menghabiskan hari esok untuk berbelanja mentlaktir Sami, tentu setelan memastikan bahwa Clovis telah mencabut sayembara atas dirinya. Karena sudah pasti yang menjadi pemenannya adalah Arzen


****


Di tempat lain Ody pun sama tengah bercengkrama denga Rio. Ody dan suaminya itu pun merencanakan bahwa besok mereka akan menghabiskan waktu untuk berbelanja karena dari beberapa waktu lalu rencana Rio untuk menyenangkan istrinya selalu gagal. Kali ini ia akan menghabiskan waktu liburnya untuk memanjakan istri tercintanya itu.


Sementara Hendra sudah beberapa hari yang lalu memutuskan pindan kekosan yang berada dekat dari kampusnya. Hendra menolak untuk menempati apartemen Rio, alasanya terlalu jauh dari kampus. Maka dari itu ia lebih memilih mengekos agar lebih hemat waktu dan Hendra pun jadi tidak merasa sungkan dengan kaka iparnya. Hendra memiliki rencana ia akan kuliah sembari mencari kerja paruh waktu. Seperti beberapa teman kampusnya yang memang nasibnya kurang beruntung. Dari cerita dan pengalaman mereka Hendra pun memutuskan akan mencoba mencari kerja paruh waktu agar bisa belajar mandiri. Rasa tidak enak apabila terus-terusan tergantung dengan kakanya. Terlebih Hendra pun merasa malu apa bila orang-orang melihat setatusnya sebagai adik dari Rio yang notabenya terkenal dengan kekayaanya. Hendra lebih nyaman terkenal sederhana dari pada kaya raya tetapi hasil menumpang pada kaka Iparnya. Yah, meskipun Rio tidak keberatan dengan kehadiran Hendra, tetapi tetap sajah rasa kurang nyaman dan tidak bebas Hendra merasakanya.


****


"Pek, bisa antar aku ke tempat kerja dulu nggak. Aku mau minta izin untuk hari ini nggak masuk." Sami mengajak Ipek untuk mnegantarkanya ke Bar milik Clovis.


Ipek pun dengan senang hati menyanggupi permintaan Sami. Setelah sampai Sami langsung masuk menemui menajer dan meminta izin untuk tidak masuk kerja. Kebetulan menajer bar tempatnya bekerja tengah memberikan laporan pada Clovis yang harusnya dilaporkan malam tadi, tetapi karena Clovis malam tadi tidak berangkat ia pun siang ini mendatangi bar miliknya untuk meminta laporan semuanya.


Sementara Ipek yang di dalam mobil merasa tiba-tiba perutnya mulas dan ingin membuang hajatnya. Ipek memutuskan turun dan akan menumpang kekamar mandi. Tentu Ipek tidak menyangka bahwa Clovis siang-siang begini datang ke bar. Ipek berfikir mana mungkin Clovis siang-siang begini ada di bar, biasanya sajah masih sibuk dengan kasurnya. Maka dari itu ia merasa aman untuk keluar.


"Pak, nggak usah ikut turun, soalnya Ipek ingin ke kamar mandi," pesan Ipek pada supirnya. Dan dijawab anggukan oleh sang supir.


Ipek dengan belari kecil menuju kamar mandi yang terletak di belakang. Tanpa sengaja Clovis melihat Ipek yang tengah berlari kekamar mandi. Tentu Clovis tidak menyia-nyiakan kesempatan itu.


"Ternyata gue nggak perlu susah payah memancing dia keluar dari persembunyianya. Dia sendiri yang datang menemuaiku untuk melemparkan tubuhnya pada permainanku selanjutnya. Kita mulai dari sekarang permainan itu wahai pela'cur murah'an," gumam Clovis dengan senyul devilnya.


"Loe tahan, jangan sampai dia keluar dari sini." Clovis berbicara pada menajer bar dan menunjuk Sami yang tidak boleh keluar dari bar miliknya.


Sementara ia mengikuti Ipek dari belakang.


...****************...


Sembari nunggu apa yang kira-kira akan terjadi dengan Ipek, yuk mampir kekarya bestie Author namanya ka Nunuk pujiati..


Jangn lupa mampir, tekan fav, baca sampai selesai like dan comen yah...


Demi kebahagiaan saudara kembarnya, Raya rela menerima permintaan Mahen untuk menikah malam itu juga dan tanpa sepengetahuan orang terdekat.


Selama menjadi suami-istri, kehidupan mereka tak ada manis-manisnya, pertengkaran serta kekonyolan selalu membuat kedua orang tua mereka geleng-geleng dan khawatir hubungan kedua anaknya akan kandas di tengah jalan.


"Jangan pernah kamu merubah batasan kita, Mahen! Lihat saja, jika kamu melanggar semua, maka saat itu juga aku akan minta cerai!"


Apakah Raya akhirnya bisa menerima Mahen sebagai suaminya atau Raya akhirnya memilih untuk bercerai, setelah semua masalah saudara kembarnya selesai?