Beauty Clouds

Beauty Clouds
Kerja Sama



Ody membuka pintu rumah Rio dengan kunci yang dia bawa. Setelah sebelumnya menyapa Pa Yono yang sedang berjaga di pos security.


"Ayo Pek masuk, yu kekamar aku dulu buat naro barang-barang dan kita istirahat sebentar buat ngumpulin energi, sebelum kita tempur buat acara nanti malam. Agar tidak mengecewatan." Celoteh Ody, yang langsung diikuti dengan Ipek merebahkan tubuhnya dikasur yang empuk buat sekelas pembantu kaya mereka.


"Enak juga yah Mba kamarnya, adem." ujar Ipek,


ia melihat sekeliling kamar yang memang sejuk dari penataan taman dan kolam yang pas jadi memberika efek sejuk dan damai.


"Iya Pek, aku juga nggak nyangka loh sekelas pembantu kayaku, tapi dikasih kamar yang nyaman. Beruntung banget, mana bos Rio juga keliatanya baik nggak seperti kalo di kantor jutek, dingin lagi. Kalo di rumah lumayan ramah lah," puji Ody.


Setelah Ody beristirahat dan menjalankan Sholat Asar, merekapun memulai beberes rumah mulai dari dapur, sampai seluruh ruangan tak lupa Ody juga membersihkan kamar mandi serta menyetrika pakaian yang sudah kering .


Setelah Sholat Magrib Ody dibantu Ipek menyiapkan makan malam, mereka juga membuat kue dan puding untuk suguhan nanti.


Ody bingung, mau bikin apa sajah, soalnya baik Rio mau pun Aarav tidak memberitahunya makan apa yang akan disuguhkan. Hanya diperintahkan memasak yang aga banyak itu ajah. Makanya Ody hanya berinisiatif menambahkan Puding dan Cake sekedar tambahan pencuci mulut.


Jam tujuh Rio dan Aarav pulang, mereka memberitahukan tamunya akan datang jam delapan. Kemudian mereka naik kekamar masing-masing buat membersihkan diri dan beristirahat sejenak .


Ody pun mengerjakan semuanya lebih gesit, agar sebelum jam delapan hidangan sudah siap semua.


Berkat kerja sama yang kompak antara Ody dan Ipek semua hidangan pun sudah tertata rapih di meja makan bahkan sebelum jam delapan.


Kali ini Ipek merapihkan dapur yang berantakan, sisa pertempuranya barusan, dan Ody memanggil Aarav dan Rio dikamar masing-masih . Ody memberitahukan makanan sudah siap, agar dicek sekiranya ada tambahan lagi atau tidak.


Aarav turun kemeja makan, mengecek hidangan makan malam, disusul Rio yang mengekor dibelakang Aarav .


"Ini kamu semua yang masak?" tanya Rio ke Ody, setengah tidak percaya, bahwa makanan sebanyak ini Ody dan Ipek yang mengolahnya.


"Iya tuan, dibantu Ipek pastinya, kalo sendiri mah nggak bakal selesai mana masak sebanyak ini." jawab Ody dengan jujur


"Ah ,kalo saya mah tugasnya cuma motong sayur dan mencuci bahan-bahan yang akan dimasak Pa, yang memasak, bikin puding, dan bikin cake Mba Ody. Malahan saya mah hanya menonton," jawab Ipek sambil garuk-garuk kepala yang tidak gatal.


"Ga ko Pa , Ipek juga jago masak," bela Ody.


Padahal kenyataanya Ipek nggak bisa memasak, karna kebiasaan dirumah dia dilayanin, makan lpek nggak biasa kedapur jadi tidak ahli dalam memasak, tetapi Ody sengaja menutupi kekurangan Ipek.


Bener-bener nih cewek seba bisa," batin Rio" yang melihat hasil masakan Ody apalagi puding dan cake kelihatan menggugah selera dari tampilan yang sangat cantik .


"Baik tuan, kami istirahat dulu kekamar, nanti panggil sajah kalo butuh sesuatu," jawab Ody, sekaligus berpamitan pergi istirahat .


...----------------...


Didalam kamar Ody dan Ipek merebahkan badanya yang terasa remuk, terutama Ipek yang jarang melakukan kerja berat seperti Ody .


"Mba Ody hebat sih, bisa membagi waktu mengerjakan semuanya, jujur kalo Ipek kerja kaya gini udah nyerah deh, bisa-bisa nangis Ipek." ucap Ipek yang memang ia tak pernah melakukan pekerjaan seperti ini di rumahnya.


"Kalo hari biasa, mah nggak cape kaya gini Pek, ini kebetulan ajah ada acara masak banyak, dan beberes semua ruangan," jawab Ody.


" Lalu kalo setiap hari juga kaya gini kerjaan Mba Ody?" tanya Ipek penasaran


"Iya, tapi untuk masak paling beberapa menu sajah makanya nggak terlalu cape lah." ujar Ody.


Ketika kedua gadis itu sedang asik bercerita dan beristiraht, diluar kamar terdengar kegaduhan. Menandakan teman Rio sudah datang.


"Ody dan Ipek pun penasaran seperti apa temen-temen bosnya itu. pasti ganteng dan tajir mereka." batin Ipek dan Ody dengan fikiranya masing-masing.


*** Jangan pernah merasa lebih baik dari pada orang lain, karena kita tidak tahu seberapa banyak amal kebaikan yang ia tutupi***


...----------------...


#terimaskasih buat yang udah mampir, jangan lupa tinggalkan jejak yah ❤


Like.✅


Comen✅


Vote✅


beri hadiah ✅


dan tekan favorit♥✅