
Ketika team putri sedang berbagi kebahagiaan, team cowok pun tidak mau kalah mereka pun sedang berbagi kebahagiaan juga. Cuma bedanya kalo team putri akan saling berpelukan dan membagikan kisah yang kocak untuk saling berbagi tawa. Team pria tentu beda mereka kali ini tengah membagi tips gimana cara biar tetap dapat jatah meskipun istrinya sedang hamil, dan tips dan trik kali ini di persebahkan oleh Rio yang lebih berpengalaman. Clovis dan Arzen pun tampak sangat menyimak obrolan mereka, bahkan tidak ketinggalan bayi yang tampan itu pun seolah tengah menyimak ilmu yang Rio bagi, karena kebutuhan batin sangat penting sehingga edukasi agar istri tetap bisa melayani suami dengan baik sangat-sangat di butuhkan. Itu lah alasan team cowok lebih khusu dalam membagi kebahagiaanya.
"Intan kamu kenapa kok kayaknya enggak suka banget kalo aku hamil, kamu pasti doain aku yang enggak-enggak yah?" tanya Zawa, calon ibu itu sudah tertular keisengan dari Intan itu akibat mereka sering berkumpul bersama.
"Ngawur kamu, kalo gue nggak suka udah gue tinggalin kalo loe minta saran buat cepat hamil dari gue," sungut Intan dengan menoyor pundak Zawa.
"Ya kali dalam batin loe nggak suka kalo gue hamil," jawab Zawa dengan kekehan kebahagiaan yah calon ibu itu sudah bisa mengajak temannya bercanda. Tidak seperti tadi yang melow sepanjang obrolan. Bahkan orang ngomong apa ajah bisa bikin Zawa langsung tersedu-sedu, terisak dan menangis dengan sedih.
"Iya gue nggak suka, sebab nanti pasti enggak ada yang telpon malam-malam buat ganggu tidur gue, cuma buat tanya gaya yang gimana lagi biar cepat hamil," celetuk Intan yang membuka rahasia Zawa, sontak wajah Zawa jadi memerah karena ketahuan bahwa ia hampir tiap malam setiap akan melakukan usaha dia selalu saja mennganggu Intan untuk bertanya gaya yang seperti apa agar cepat jadi. Kalo di pikir lucu bukanya Zawa juga dokter sepesialis kandungan, tetapi kenapa bertanya pada Intan, tentu jawabanya simpel agar Zawa juga bisa meledek Intan dan Intan cepat-cepat pengin nikah.
Bukan Intan tidak pengin menikah, tetapi dia masih ada rasa trauman, takut apabila kejadian pada tiga mantanya terjadi juga pada suaminya nanti. Memang apabila di tanya jodoh, maut ada yang atur, tetapi rasanya ketakutan itu sulit untuk di tepis dari ingatan Intan.
"Wa, nanti mau ikut ke ruangan Emly enggak? Dia juga udah sadar loh semalam," ucap Ody yang mengatakan bahwa Emly udah sadar dan rencananya dia juga akan mengunjungi Emly untuk melihat gimana kondisinya saat ini. Kalau penuturan Rio Emly masih lemah, tetapi sangat besar kemungkinan untuk bisa sembuh seperti sedia kala, tetapi kalau kaki untuk berjalan normal mungkin akan lebih lama prosesnya.
Zawa terkejut dengan kabar yang Ody bawa, ada rasa senang juga ketika dengar bahwa Emly itu sadar kembali. Sementara Ipek yang tidak begitu mengenal siapa Emly pun hanya menyimak penasaran, tanpa tahu dan membayangkan Emly itu yang seperti apa.
"Tunggu Mba, Dok. Emly itu siapa yah?" tanya Ipek kepo dong teman-temanya pada tahu semua siapa Emly, kenapa hanya Ipek sepertinya yang tidak mengetahui siapa Emly yang menjadi topik pembahasan kali ini.
"Emly itu mantanyanya Mas Rio, yang dulu sempat melakukan perencanaan jahat berupa kecelakaan sama aku dan dia membuat seolah-olah Zawa yang bersalah, dan mengakibatkan Zawa di penjara. Sampai pada akhirnya kebenaran terungkap dan Zawa bebas. Dulu kita sempat ngira kalo Emly itu kabur dan dengan sengaja tidak mau mempertanggung jawabkan perbuatanya, tetapi Emly bukan semata-mata kabur. Namun karena dia terkena musibah dan menjalani perawatan di singapura dan sekarang kondisinya kemarin sempat drop bahkan sempat koma lagi, tetapi semalam sudah bangun lagi dan yah, meskipun kondisinya masih lemah," jelas Ody hanya mengambil garis besarnya saja, dan Ody juga yakin bahwa Ipek pasti tahu kesimpulanya.
"Namanya orang kan pernah melakukan kesalahan Pek, kamu ajah bisa maafin Clovis yang udah tahu jahatnya sama kamu itu gimana, begitipun Emly dia butuh maaf dan kesempatan untuk berbuat baik. Kalo dia tidak di beri kesempatan buat berbuat baik malah kita loh yang berdosa," balas Rio yang ternyata ada di belang Ipek.
Ipek pun hanya diam, dan benar kata Rio bahwa ketika ada orang yang ingin bertobat dan berbuat baik maka beri lah kesempatan. Abi pun selalu berkata seperti itu, dan itu juga alasan dia memberi kesempatan pada Clovis.
"Jadi Zawa mau ikut ketempat Emly enggak?" tanya Rio, sebab dia sudah siang dan harus kembali bekerja dan mengantar Ody dan Boy pulang kerumah juga.
"Nantu saja deh Yo, aku ingin ngobrol banyak dengan Emly, biar lebih nyaman," jawab Zawa dengan tersenyum kecut. Padahal dia itu sedang berfikir bahwa obrolan apa yang sekiranya nanti Zawa dan Emly bahas. Sementara karena Zawa tidak mau ikut hanya Ody dan Ipek yang mengunjungi Emly ke ruanganya. Ipek penasaran dengan Emly, panasaran Ipek sepertinya belum kenal dan bertemu dengan Emly yang Ody ceritakan tadi. Sementara Intan tentu kembali bekerja, tugas-tugasnya sudah mulai menumpuk karena di tinggal mengrumpi dengan teman-temanya.
Ody dan Ipek serta suaminya masing-masing masuk kedalam ruangan Emly tentu setelah mereka mengetuk pintu.
"Bunda..." pekik Meyra yang sedang bermain dengan Cus, anak kecil itu langsung berlari dan meminta gendong dengan Ody, meskipun Ody belum sembuh betul tetapi ia beusaha menggendong anaknya itu. "Bunda, mamih tadi udah bangun tapi sekarang lag bobo lagi," celoteh Meyra, seolah Meyra ingin menceritakan kondisi ibu kandungnya.
Ody hanya membalasnya dengan senyuman yang memang sedikit ada nyeri, ketika Meyra berlama-lama dengan Emly meskipun wanita itu adalah ibu kandungnya tetapi Ody tetap sajah seolah tidak ikhlas apabila Meyra berkumpul dengan mereka. Ody mencium Meyra dan memeluknya seolah ia ingin berbagi kebahagiaan dan ingin mengatakan bahwa ia ingin bersamana-sama anaknya itu.
"Nanti kalo kondisi Emly sudah membaik, Meyra akan tetap kalian yang rawat kok. Aku hanya meminjamnya saat ini buat memacu Emly agar semangat untuk sembuh. Semalam dia sudah bangun dan dia langsung bisa memcoba tersenyum ketika melihat Meyra, dan dokter juga menyarankan agar Meyra untuk saat ini berada di rumh sakit agar Emly bisa lebih cepat untuk sembuh karena ada pancingan dari Meyra. Kalian tidak keberatan kan?" tanya Aarav, laki-laki itu tahu bahwa Ody seolah takut kalo Meyra akan mereka ambil.
"Ody mencoba tersenyum dan mencoba mengerti dengan kondisi Emly. "Aku tidak masalah asal Emly bisa cepat sembuh aku akan mengizinkan Meyra untuk sementara waktu tinggal di rumah sakit ini, untuk memberikan semangat buat mamihnya," lirih Ody, suaranya berat. Karena memang bisa dibilang ini pertama kalinya dia akan berpisah dengan Meyra. Di mana sejak kecil Meyra selalu bersama-sama denganya. Ody menatap Emly yang masih beristirahat itu. Entah sampai kapan Emly akan bangun dan sembuh.